• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

G. Instrumen Penelitian

Uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu instrumen Kuesioner. Menurut Sugiyono,2017 uji validitas menunjukan derajat ketepatan Antara data aktual yang terjadi pada objek data yang dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item dan mengkorelasikan item tersebut dengan jumlah item. Uji Validitas pada penelitian dilakukan dengan membandingkan nilai r Tabel dengan nilai r tabel . perlu diketahui degree of freedom (df), demikian degree of freedom (df) = n-2 dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Besarnya nilai df dapat dihitung 100-2 atau df = 97 dengan alpha 0,05 (5%) diperoleh nilai r tabel sebesar 0,1663. Hasil uji validitas variabel Teknologi,

Pengalaman Kerja dan Modal serta Pendapatan pelaku usaha sektor informal Kabupaten Sinjai.

a. Variabel Teknologi

Tabel 4.10 Uji Validitas Terhadap Teknologi Pelaku Usaha Sektor Informal Kabupaten Sinjai

Item Pernyataan

r Hitung R Tabel Keterrangan

X1P1 0.623 0.1663 Valid

X1P2 0.804 0.1663 Valid

X1P3 0.554 0.1663 Valid

X1p4 0.694 0.1663 Valid

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Berdasarkan hasil uji validitas 4.10 dengan seluruh indicator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat ukur, diperoleh hasil untuk keseluruhan nilai butir correlation lebih besar dari koefisin r yaitu 0,1663. Sehingga dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.

b. Variabel Pengalaman Kerja

Tabel 4.11 Uji Validitas Terhadap Pengalaman Kerja Pelaku Usaha Sektor Informal Kabupaten Sinjai

Item Pernyataan

r Hitung R Tabel Keterrangan

X2P1 0.817 0.1663 Valid

X2P2 0.887 0.1663 Valid

56

X2P3 0.792 0.1663 Valid

X2P4 0.747 0.1663 Valid

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Berdasarkan hasil uji validitas 4.11 dengan seluruh indicator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat ukur, diperoleh hasil untuk keseluruhan nilai butir correlation lebih besar dari koefisien r yaitu 0,1663. Sehingga dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.

c. Validitas Modal

Tabel 4.12 Uji Validitas Terhadap Modal Pelaku Usaha Sektor Informal Kabupaten Sinjai

Item Pernyataan

r Hitung R Tabel Keterrangan

X3P1 0.844 0.1667 Valid

X3P2 0.767 0.1667 Valid

X3P3 0.816 0.1667 Valid

X3P4 0.672 0.1667 Valid

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Berdasarkan hasil uji validitas 4.13 dengan seluruh indicator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat ukur, diperoleh hasil untuk keseluruhan nilai butir correlation lebih besar dari koefisien r yaitu 0,1663. Sehingga dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.

d. Validitas Pendapatan

Tabel 4.13 Uji Validitas Terhadap Pendapatan Pelaku Usaha Sektor Informal Kabupaten Sinjai

Item Pernyataan

r Hitung R Tabel Keterrangan

YP1 0.794 0.1667 Valid

YP2 0.847 0.1667 Valid

YP3 0.728 0.1667 Valid

YP4 0.789 0.1667 Valid

YP5 0.801 0.1667 Valid

YP6 0.609 0.1667 Valid

YP7 0.766 0.1667 Valid

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Berdasarkan hasil uji validitas 4.13 dengan seluruh indicator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat ukur, diperoleh hasil untuk keseluruhan nilai butir correlation lebih besar dari koefisien r yaitu 0,1663. Sehingga dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari Variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten dan stabil dari waktu ke waktu.

58

Dalam Penelitian ini reliabilitas diukur menggunakan metode Alpha Cronbach dengan menggunakan program SPSS. Nilai alpha yang diperoleh akan dibandingkan dengan r tabel, maka instrument tersebut dapat disebut reliable. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one Shot atau pengukuran Sekali dikatakan reliabell jika memberikan

cronbach alpha >0,70 (Ghozali,2005).

Tabel 4.14 Uji Reliabilitas

Variabel Reliabilitas

4 Pertanyaan 0.817 0.70 Reliabel

Modal (x3) 4 Pertanyaan 0.767 0.70 Reliabel Pendapatan

(y)

7 Pertanyaan 0.868 0.70 Reliabel

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Berdasarkan data di atas, maka diperoleh hasil bahwa keseluruhan dari item pernyataan yang tertuang dalam kuesioner dengan nilai cronbach alpha masing-masing sebesar 0.592, 0.817, 0.767 dan0. 868

> 0.70, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa seluruh variable tersebut dinyatakan reliable.

3. Regresi linear berganda

Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (independen) yang terdiri dari variabel Teknologi, Pengalaman Kerja dan Modal Usaha terhadap variabel terikat (dependen) yaitu pendapatan usaha pelaku usaha sektor informal kabupaten sinjai

Tabel 4.15 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa a. Dependent Variable: Pendapatan

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Hasil uji regresi linear berganda dapat diperoleh nilai koefisien variabel Teknologi (X1) sebesar 1,232, Pengalaman Kerja (X2) sebesar 0.294, dan Modal Usaha (X3) sebesar 0.626. sehingga model persamaan regresi diperoleh sebagai berikut:

Y= α+β1X1 + β2X2 + β3X3 +µ

Y= -9.303+1.232X1+0.294X2+0.626x3+ µ

Dari persamaan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

60

a. Koefisien variabel teknologi (X1) bernilai positif sebesar 1.232, yang berarti jika variabel Teknologi mengalami kenaikan 1 (satu persen), maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan pelaku usaha sektor informal sebesar Rp. 1,232 per Bulan (nilai Koefisien X1) b. Koefisien variabel Pengalaman Kerja (X2) bernilai positif sebesar

0.294, yang berarti jika variabel Pengalaman Kerja mengalami kenaikan 1 (satu Bulan), maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan pelaku usaha sektor informal sebesar Rp, 0.294 Perbulan (nilai Koefisien X2)

c. Koefisien variabel Modal (X3) bernilai positif sebesar 0.626, yang berarti jika variabel Modal mengalami kenaikan 1 (satu bulan), maka akan menyebabkan kenaikan pendapatan pelaku usaha sektor informal sebesar Rp, 0.696 perbulan(nilai Koefisien X3) 4. Koefisien Determinasi (R – Square)

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variable-variabel bebas yang memiliki pengaruh terhadap variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai Adjusted R square.

Tabel 4.16 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model R R Square Adjusted

R Square

Std. Error of the Estimate

1 882a .778 .771 1.69400

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Hasil perhitungan regresi pada tabel 4.16 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (adjusted R square) yang diperoleh sebesar

0.882 menunjukan bahwa variasi pendapatan sebesar 88,2%, sedangkan sisanya yang sebesar 11,8% disebabkan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model yang tidak dalam penelitian ini.

5. Pengujian Hipotesis secara Simultan (Uji F)

Pengujian hipotesis secara simultan atau uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas meliputi teknologi (X1), Pengalaman Kerja (X2), dan Modal Usaha(x3) secara bersama-sama (Simultan) memiliki pengaruh terhadap variabel terikat, yaitu pendapatan pelaku usaha sektor informal di kabupaten Sinjai.

Tabel 4.17 hasil uji F

a. Dependent Variable: Pendapatan

b. Predictors: (Constant), Modal, Teknologi, Pengalaman_Kerja Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Dapat diketahui bahwa secara bersama-sama variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig<5% (0.000 < 0.05), maka dapat dikatakan variabel Teknologi, pengalaman kerja dan Modal usaha, secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan pelaku usaha sektor informal kabupaten sinjai.

6. Uji Persial (t)

Tabel 4.18 Hasil Uji t Parsial

62

Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS 24, 2021

Berdasarkan hasil olah data statistic data pada tabel 4.18, maka dapat dilihat pengaruh Antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:

1. Pengujian Hipotesis 1 (H1) dengan uji t atau uji parsial

Dalam Tabel 4.18 menunjukan bahwa koefisien korelasi secara parsial untuk variabel teknologi sebesar 1.232. Uji keberartian koefisien korelasi untuk hasil t hitung sebesar 8.290 dengan probabilitas sebesar 0.000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05 (0.000<0.05) maka dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima maka menunjukan bahwa nilai t yang di peroleh tersebut signifikan. Sehingga hipotesis 1 (H1) yang di uji dalam penelitian ini yaitu “ Teknologi berpengaruh terhadap Pendapatan pelaku usaha sektor informal di Kabupaten Sinjai” diterima.

2. Pengujian Hipotesis 2 (H1) dengan uji t atau uji parsial

Dalam Tabel 4.17 menunjukan bahwa koefisien korelasi secara parsial untuk variabel Pengalaman Kerja sebesar 0.294. Uji

keberartian koefisien korelasi untuk hasil t hitung sebesar 2.905 dengan probabilitas sebesar 0.000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05 (0.005 <0.05) maka dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima maka menunjukan bahwa nilai t yang di peroleh tersebut signifikan. Sehingga hipotesis 2 (H2) yang di uji dalam penelitian ini yaitu “ Pengalaman Kerja berpengaruh terhadap Pendapatan pelaku usaha sektor informal di Kabupaten Sinjai” diterima.

3. Pengujian Hipotesis 3 (H3) dengan uji t atau uji parsial

Dalam Tabel 4.18 menunjukan bahwa koefisien korelasi secara parsial untuk variabel Modal sebesar 0.626. Uji keberartian koefisien korelasi untuk hasil t hitung sebesar 7.174 dengan probabilitas sebesar 0.000. Nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05 (0.000<0.05) maka dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima maka menunjukan bahwa nilai t yang di peroleh tersebut signifikan.

Sehingga hipotesis 3 (H3) yang di uji dalam penelitian ini yaitu “ Pengalaman Kerja berpengaruh terhadap Pendapatan pelaku usaha sektor informal di Kabupaten Sinjai” diterima.

Dokumen terkait