• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagan 2.3 Kerangka Konseptual

F. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan beberapa instrumen untuk mengetahui hasil belajar siswa, yaitu:

1. Tes Hasil Belajar

Tes yang diberikan adalah tes berbentuk essay. Karena tes essay dapat mendorong siswa untuk mengorganisasikan dan mengintegrasikan ide-idenya sendiri. Dalam penyusunan tes tersebut, peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menentukan tujuan mengadakan tes yaitu mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dan melihat apakah alat bantu pembelajaran yang digunakan berhasil diterapkan.

b. Membuat batasan terhadap materi pelajaran yang akan diuji.

c. Membuat kisi-kisi tes hasil belajar, dapat dilihat pada lampiran VII halaman 85.

d. Menyusun butir-butir soal sesuai kisi-kisi, dapat dilihat pada lampiran VIII halaman 86.

e. Membuat kunci jawaban/pembahasan soal tes hasil belajar, dapat dilihat pada lampiran IX halaman 87.

f. Melakukan validasi soal tes.

Tujuan dilakukannya validasi soal tes adalah untuk mengetahui sejauh mana soal tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam suatu tes, tes dikatakan valid apabila materi yang akan diteskan kepada siswa sesuai bahan- bahan pelajaran yang diatur dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah digariskan dalam kurikulum. Soal-soal tes diberikan kepada beberapa ahli untuk menvalidasi soal-soal yang telah dibuat, yaitu Ibu Eka Pasca Suryabayu, M.pd dan Bapak Debi Yuliandra, M. Pd (Dosen Matematika IAIN Bukittinggi) dan Ibu Dina,S.Pdi (Guru mata pelajaran matematika SD N 37 Payakumbuh). Hasil validasi tersebut dapat dilihat pada lampiran V dan VI halaman 79 dan 83.

g. Melakukan uji coba tes

Sebelum tes diberikan kepada siswa kelas sampel, terlebih dahulu tes diuji cobakan pada kelas II.B.

h. Analisis butir soal tes

Analisis ini dilakukan untuk melihat dan mengidentifikasi soal- soal yang baik, kurang baik dan soal yang tidak sama sekali.

Hal- hal yang dilakukan dalam melakukan analisis uji coba tes adalah:

a) Validitas tes

Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Arikunto menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan alat ukur.63 Artinya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Bilamana alat ukur yang digunakan tidak valid, maka data yang diperoleh juga tidak valid dan kesimpulan yang diperoleh menjadi salah. Untuk menguji validitas empiris dapat digunakan jenis statistika korelasi product moment dengan angka kasar dengan rumus:

= − (∑ )(∑ )

∑ − (∑ ) [ ∑ − (∑ ) ]

Keterangan:

= Koefisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah testee

∑ = Jumlah perkalian antara skor item dan skor total

∑ = Jumlah skor item

∑ = Jumlah skor total

63

Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan Dan Peneliti Pemula, ( Bandung : ALFABETA, 2007) h. 97

Kriteria mengenai besarnya koefisien korelasi adalah sebagai berikut : 0, 81 – 1, 00 : sangat tinggi 0, 61 – 0, 80 : tinggi 0, 41 – 0 ,60 : cukup 0, 21 – 0, 40 : rendah 0, 00 – 0, 20 : sangat rendah.64

Berdasarkan hasil analisis validitas tes diperoleh nilai r masing-masing item soal kemudian disesuaikan dengan kriteria korelasi product moment dengan angka kasar.Hasil analisis validitas soal tes uji coba dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3. Hasil analisis validitas soal uji coba tes

Nomor soal Koefisien korelasi (rxy) Valid/tidak valid kriteria validitas

1 0,977 Valid Sangat tinggi

2 0,95 Valid Sangat tinggi

3 0,96 Valid Sangat tinggi

4 0,95 Valid Sangat tinggi

5 0,95 Valid Sangat tinggi

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa soal uji coba tes memiliki kriteria validitas sangat tinggi dan valid. Perhitungan validitas soal uji coba tes dapat dilihat pada lampiran X halaman 90. Dan terangkum dalam tabel 3.4

Tabel 3.4. Ringkasan validitas soal uji coba tes

No Kriteria No.Soal Jumlah

1 2 3 4 5 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1

64Zaenal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, Prinsip, Teknik, Prosedur, (Bandung:PT Rosdakarya, 2009), hal.257

b) Reliabilitas Soal

Suatu tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut dilakukan berulang- ulang kali akan memperoleh hasil yang tetap.

Tes yang diberikan dalam penelitian ini adalah tes berbentuk essay. Untuk menentukan reliabilitas soal digunakan rumus:

= − 1 1 −

Dengan:

= Koefisien reliabelitas tes

= Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes ∑ = Jumlah varian skor dari tiap item

= Varian total

Klasifikasi reliabilitasadalah:

0,80 ≤ ≤ 1,00 reliabilitas sangat tinggi 0,60 ≤ ≤ 0,79 reliabilitas tinggi

0,40 ≤ ≤ 0,59 reliabilitas sedang

0,20 ≤ ≤ 0,39 reliabilitas rendah

0,00 ≤ ≤ 0,19 reliabilitas sangat rendah.65 Rumus variansi:66

2 =2−(∑ )2

Setelah dilakukan perhitungan reliabilitas soal uji coba tes diperoleh r11 = 0,783 kemudian disesuaikan dengan nilai tabel

Product Moment dengan N = 22 dengan ∝= 0,05 maka diperoleh

rtabel= 0,444. Karena r11 = 0,783 lebih besar rtabel= 0,444, maka dapat disimpulkan bahwa soal tes uji coba yang di analisis dengan

65

Suharsimi Arikunto,dasar-dasar evaluasi pendidikan, (Jakarta : Bumi aksara,2008)h.75 66

rumus Alpha adalah reliabel. Perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran XI halaman 93.

c) Tingkat Kesukaran Soal

Tingkat kesukaran soal adalah suatu bilangan yang menunjukkan sulit mudahnya suatu soal. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Menurut Zainal Arifin, untuk menghitung tingkat kesukaran dapat digunakan langkah-langkah berikut:

1) Menghitung rata-rata skor untuk tiap butir soal dengan rumus:

− =

2) Meghitung tingkat kesukaran dengan rumus:

=

3) Membandingkan tingkat kesukaran dengan kriteria berikut: 0,00 – 0,30 = sukar

0,31 – 0,70 = sedang 0,71 – 1,00 = mudah

4) Membuat penafsiran tingkat kesukaran dengan cara membandingkan koefisien tingkat kesukaran dengan kriteria.67

Setelah dilakukan analisis data diperoleh tingkat kesukaran soal seperti yang terlihat dalam tabel berikut :

Tabel 3.5. Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal uji coba Nomor soal Tingkat Kesukaran hitung Kriteria

1 0,64 Sedang

2 0,57 Sedang

3 0,56 Sedang

4 0,41 Sedang

5 0,50 Sedang

Berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa soal nomor 1-5 memiliki tingkat kesukaran sedang. Perhitungan tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada lampiran XII halaman 94. Dan terangkum dalam tabel 3.6.

Tabel 3.6. Ringkasan tingkat kesukaran soal uji coba tes

No Kriteria No.Soal Jumlah

1 2 3 Sukar Sedang Mudah -1, 2, 3, 4, 5 -5 -d) Daya Pembeda Butir Soal

Daya pembeda butir soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang berkemampuan rendah. Menurut Zainal Arifin, untuk menentukan daya pembedasoal dapat digunakan langkah-langkah berikut: 1) Menghitung jumlah skor total tiap siswa.

2) Mengurutkan skor total mulai dari skor terbesar sampai dengan skor terkecil.

3) Menetapkan kelompok atas dan kelompok bawah.

4) Menghitung rata-rata skor untuk masing-masing kelompok (kelompok atas maupun kelompok bawah).

5) Menghitung daya pembeda soal dengan rumus:

=

DP = Daya pembeda butir soal = Rata-rata kelompok atas = Rata-rata kelompok bawah

6) Membandingkan daya pembeda dengan kriteria sebagai berikut:

0,40 ke atas = sangat baik 0,30 – 0,39 = baik

0,20 – 0,29 = cukup, soal perlu diperbaiki 0,19 ke bawah = soal kurang baik, soal

harus dibuang.68

Menurut Suharsimi Arikunto cara menentukan dua kelompok yaitu untuk kelompok kecil (kurang dari 100) adalah dengan membagi dua kelompok itu terdiri dari 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah.

Tabel 3.7. Hasil perhitungan daya pembeda soal uji coba Nomor

soal

Daya Pembeda

hitung Kriteria Ket

1 0,30 Baik Digunakan

2 0,305 Baik Digunakan

3 0,3025 Baik Digunakan

4 0,305 Baik Digunakan

5 0,30 Baik Digunakan

Berdasarkan tabel diatas didapatkan butir soal nomor 1-5 memiliki kriteria daya pembeda baik. Perhitungan daya pembeda soal uji coba dapat dilihat pada lampiran XIII halaman 96. Dan terangkum dalam tabel 3.8.

Tabel 3.8. Ringkasan daya pembeda soal uji coba tes

No Kriteria No.Soal Jumlah

1 2 3 4 Kurang baik Cukup Baik Sangat Baik -1, 2, 3, 4, 5 -5

-Berdasarkan perhitungan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda, maka dapat disimpulkan bahwa

soal no 1 -5 dapat digunakan karena memenuhi

kriteria.Keterangan ini dapat dilihat pada lampiran XIV halaman 98.

Dokumen terkait