Bab 3. KERANGKA PENELITIAN
5. Instrumen Penelitian
Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan standar prosedur operasional yaitu memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda. Sebelum memulai observasi, data yang ada bagian atas lembar observasi harus dilengkapi terlebih dahulu oleh peneliti, yang terdiri dari nama inisial, nomor responden, ruangan, tanggal, dan jenis kelamin. Lembar observasi ini terdiri dari daftar checklist tindakan memindahkan klien. Observer checklist berisi 7 pernyataan. Pada penelitian ini observer checklist diisi dengan cara menchecklist form observer checklist yang berisi 7 pernyataan terkait prosedur mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda. Hasil ukur dari lembar observasi ini adalah jika responden melaksanakan pemindahan pasien dari tempat tidur ke kursi roda sesuai dengan prosedur, maka dikatakan pemindahan pasien dari tempat tidur ke kursi roda dilaksanakan dengan benar, jika salah satu pemindahan pasien dari tempat tidur ke kursi roda dilaksanakan tidak sesuai
dengan prosedur, maka dikatakan pemindahan pasien dari tempat tidur ke kursi roda dilaksanakan tidak benar.
6. Uji validitas & reliabilitas 6.1 Uji Validitas
Uji validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (Dharma, 2011).
6.2 Uji reliabilitas
Uji reliabilitas instrumen adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengambil sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan dengan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama pula.
Pada penelitian ini tidak dilakukan uji validitas maupun reliabilitas instrumen, karena instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) tindakan memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda dalam Clinical of nursing (Potter & Perry , 2006).
7.Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan setelah mengajukan permohonan izin kepada Fakultas Keperawatan Sumatera Utara. Kemudian mengajukan permohonan izin kepada direktur Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, setelah mendapatkan surat ijin dari direktur peneliti selanjutnya mendatangani kepala ruangan untuk memberikan surat ijin dan menjelaskan prosedur penelitian yang akan dilakukan dengan meminta kerja sama kepala ruangan agar tidak
memberitahukan aspek penilaian ataupun topik yang sedang diteliti, sehingga tidak terjadi perubahan sikap yang tidak wajar pada mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Sebelum melakukan observasi, peneliti terlebih dahulu melengkapi kolom yang harus diisi pada lembar observasi. Ketika melakukan pengumpulan data, peneliti mengobservasi kegiatan yang dilakukan di ruangan rawat inap pada pagi hari sampai siang hari ±4 jam pengamatan. Frekuensi waktu pengumpulan data menyesuaikan dengan jadwal kuliah peneliti. Selama pengamatan bila dijumpai tindakan memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda yang dilakukan oleh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara segera diamati oleh peneliti untuk diisi ke lembar observasi kemudian memberikan informed consent kepada responden apakah bersedia menjadi responden dalam penelitian.
Setelah mendapatkan hasil observasi dan izin dari responden, kemudian data yang terkumpul dianalisis.
8.Analisa Data
Setelah semua data terkumpul maka dilakukan analisa data melalui beberapa langkah. Pertama editing yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Langkah ini dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul. Kedua coding yaitu kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori. Hal ini sangat penting bila pengolahan analisis data menggunakan komputer. Ketiga entry data yaitu kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau database komputer, kemudian
membuat distribusi frekuensi sederhana atau bisa juga dengan membuat tabel kontingensi. Keempat melakukan teknik analisis, khususnya terhadap data penelitian akan menggunakan ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis. Penelitian deskriptif menggunakan statistik deskriptif yang membahas cara-cara meringkas, menyajikan, dan mendeskripsikan suatu data dengan tujuan agar mudah dimengerti dan lebih mempunyai makna.
Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan presentasi untuk melihat postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien dalam kategori benar dan tidak benar.
BAB 5
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini diuraikan hasil penelitian serta pembahasan mengenai postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan yang dilakukan terhadap 33 orang responden mahasiswa yang sedang mengikuti program study Ners di ruang rawat inap rindu A dan B pada tanggal 01 Juni 2016 sampai dengan 24 Juni 2016.
1. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dibagi atas 2 bagian yaitu data demografi dan postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan diukur menggunakan lembar observasi yang sesuai dengan standar prosedur operasional.
1.1 Karakteristik Demografi Responden
Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien di ruang rawat inap rindu A dan B Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Karakteristik responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden (97%) berusia remaja akhir rentang usia 17-25 tahun dengan rata-rata usia 23.55 tahun, dan lebih dari setengahnya berjenis kelamin perempuan (66.7%). Distribusi frekuensi usia dan jenis kelamin
Tabel 1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Demografi Responden (n=33)
Karakteristik Responden F %
Usia (Depkes, 2009)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden (63.6%) memiliki postur tubuh yang kurang tepat saat memindahkan pasien dan hanya 36.4% yang memindahkan pasien dengan postur tubuh yang benar. Distribusi frekuensi, persentase postur tubuh responden terlihat pada tabel 2.
Tabel 2 Distribusi Frekuensi, Persentase Postur Tubuh Mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan USU saat Memindahkan Pasien di RSUP H. Adam Malik Medan (n=33) dari setengah responden (63,6%) tidak melebarkan kaki dengan salah satu didepan dan yang lainnya dibelakang saat memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi
roda dan sedikit dari sepertiganya (36.4%) melebarkan kaki dengan salah satu di depan dan yang lainnya dibelakang dengan benar saat memindahkan pasien.
Distribusi frekuensi dan persentase postur tubuh responden terlihat pada tabel 3.
Tabel 3 Distribusi Frekuensi dan Persentase prosedur yang benar saat memindahkan pasien
Postur tubuh Karakteristik F %
Perawat berdiri tepat menghadap pasien
Perawat melebarkan kaki dengan salah satu di depan dan yang lainnya di belakang Perawat meletakkan kedua tangan klien di bahu perawat dan kedua tangan perawat memegang pinggang klien/punggung
Perawat mencondongkan tubuh ke depan, memfleksikan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki
Tangan, kaki, dan otot lengan perawat siap untuk melakukan gerakan
Perawat membantu pasien untuk berdiri, kemudian gerak bersama menuju kursi roda Perawat membantu pasien untuk duduk, menurunkan tatakan/tempat injakan kaki, dan meletakkan kedua kaki pasien diatasnya.
Benar
2. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian tentang postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien di ruang rawat inap rindu A dan B RSUP H. Adam Malik Medan dengan menggunakan lembar observasi yang sesuai dengan standar prosedur operasional, dapat diuraikan pembahasan sebagai berikut:
Postur tubuh (body alignment) merupakan susunan geometris dari bagian-bagian tubuh yang berhubungan dengan bagian-bagian tubuh yang lain (Mubarak &
Chayatin, 2008). Body alignment atau postur tubuh berhubungan dengan posisi sendi, tendon, ligamen, dan otot-otot saat berdiri, duduk, dan berbaring. Apabila keempat bagian tersebut digunakan dengan benar dan terjadi keseimbangan, maka dapat menjadikan fungsi tubuh maksimal (Hidayat, 2006).
Berdasarkan data demografi, lebih dari setengah responden berjenis kelamin perempuan (66,7%). Hal ini disebabkan mayoritas mahasiswa Ners yang menjalani pendidikan Ners di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara mayoritas perempuan. Selain itu, peneliti juga mengetahui bahwa sebagian besar profesi perawat di Indonesia adalah perempuan. Tarwaka (2014 dalam Dewi, 2015) mengatakan otot perempuan mempunyai ukuran lebih kecil dan kekuatannya hanya dua pertiga (60%) daripada otot laki-laki terutama otot lengan, punggung dan kaki. Dengan kondisi alamiah yang demikian, perempuan mempunyai tingkat risiko terkena nyeri punggung lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Tetapi dalam penelitian ini masih perlu penelitian lebih lanjut.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti dapat dilihat bahwa postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada 33 orang responden lebih dari setengah responden (63.6%) memiliki postur tubuh yang tidak benar dan hanya 36.4% memindahkan pasien dengan postur tubuh yang benar. Hal ini sejalan dengan penelitian Syafitri (2006) yang diteliti adalah perawat, memaparkan bahwa sebagian besar perawat menggunakan postur tubuh yang tidak benar saat memindahkan pasien. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Widiyanti (2009) yang memaparkan bahwa didapatkan hasil 96.6% perawat memindahkan pasien dalam kategori benar.
Hasil observasi yang dilakukan, postur tubuh yang paling sering tidak benar dilakukan responden adalah tidak melebarkan kaki dengan satu kaki didepan dan lainnya dibelakang pada saat memindahkan pasien. Secara teori, hal ini sangat penting dilakukan untuk membantu mencegah hilangnya keseimbangan pada saat memindahkan pasien (Kozier & Erb, 2009).
Demikian juga halnya postur tubuh perawat saat memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda fleksi pinggul, lutut, dan pergelangan kaki sangat diperlukan untuk menurunkan pusat gravitasi ke objek yang akan dipindahkan, sehingga sewaktu memindahkan pasien terjadi keseimbangan dan mencegah cedera (Potter & Perry 2010). Namun dari hasil penelitian ini lebih dari setengah responden 51.5% tidak mefleksikan pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian lain yang telah dilakukan oleh Yogisusanti (2009) bahwa pada saat memindahkan pasien posisi kedua kaki lurus
dan tidak difleksikan sehingga beban tertumpu pada punggung bawah. Aktivitas inilah yang paling sering menyebabkan nyeri punggung bawah pada perawat sehingga mengurangi produktivitas kerjanya (Converso & Murphy, 2004).
Prevalensi nyeri punggung bawah pada perawat perempuan yang bekerja di ruang rawat inap adalah 23.0%. Postur tubuh yang salah sewaktu mengangkat dan memindahkan pasien dewasa dari kursi roda ke tempat tidur merupakan faktor risiko utama nyeri punggung bawah pada perawat perempuan yang bekerja di ruang rawat inap dewasa di rumah sakit (Widiyanti, 2009). Nyeri punggung bawah pada perawat apabila tidak ditangani tidak hanya menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan yang berkepanjangan, frustasi dan distres tetapi juga dapat mengakibatkan cacat seumur hidup. Hal ini akan menurunkan pemberian asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat dan pada akhirnya akan menurunkan kualitas hidup dari perawat itu sendiri (Cahyati, 2012). Selain itu, nyeri punggung bawah juga akan meningkatkan pengeluaran biaya oleh rumah sakit. Biaya yang dikeluarkan berupa biaya pengobatan perawat yang sakit maupun biaya yang hilang akibat perawat tidak masuk kerja karena menderita nyeri punggung bawah tersebut (Setyawati, 2007; Maniadakins & Gray, 2000).
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
1.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien lebih dari setengah responden tidak benar yang diukur berdasarkan lembar observasi checklist yang sesuai dengan standar operasional prosedur dan postur tubuh yang paling sering tidak benar dilakukan adalah bahwa saat memindahkan pasien tidak melebarkan kaki dengan salah satu kaki dan lainnya dibelakang. Postur tubuh yang benar sangat penting dilakukan untuk menghindari cedera, akibat postur tubuh yang salah saat memindahkan pasien.
2. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai postur tubuh mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara saat memindahkan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut.
2.1 Pelayanan Keperawatan
Peneliti menyarankan kepada praktisi keperawatan pada saat memindahkan pasien sesuai postur tubuh yang benar yang sesuai dengan standar prosedur operasional
2.2 Pendidikan Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh mahasiswa keperawatan sebagai
tempat tidur sehingga saat menjadi perawat klinis dapat memberikan intervensi keperawatan yang tepat.
2.3 Penelitian Keperawatan
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan sehingga diharapkan peneliti selanjutnya meneliti tindakan mahasiswa Ners secara berkala saat memberikan tindakan kepada pasien sehingga tingkat ketrampilan klinis mahasiswa Ners dapat ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Aryani, R., dkk. (2009). Prosedur Klinik Keperawatan pada Mata Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: CV. Trans Info Media
Asmadi. (2012). Teknik Prosedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika
Basford & Slein. (2006). Teori & Praktik Keperawatan Pendekatan Integral pada Asuhan Pasien. Jakarta: EGC
Cahyati, A. (2012). Merawat tanpa nyeri punggung: Skripsi. Program Magister Ilmu Keperawatan UI. Diunduh pada tanggal 29 September 2015 dari http://pkko.fik.ui.ac.id/files/UTS.pdf
Cameron, et al. (2008). Musculoskeletal problems experienced by older nurses in hospital settings. Diunduh pada tanggal 18 Desember 2015 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18447895
Castro, A.B. (2004). Handle with Care: The American Nurses Association’s Campaign to Address Work-related Musculoskeletal Disorders.
Diunduh pada tanggal 18 Desember 2015 dari http://www.ncbi.nlm.nih.govn
Dewi, A. K.P. (2015). Hubungan tingkat risiko postur kerja dan karakteristik individu dengan tingkat risiko keluhan low back pain pada perawat bangsal kelas III di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.
Skripsi. Diunduh pada tanggal 27 Juli 2016 dari http://eprints.ums.ac.id.pdf
Dharma, K. K. (2011). Metodologi penelitian keperawatan. Jakarta: CV. Trans Info Media
Habibi, et al. (2012). Evaluation of Work-related Psychosocial and Ergonomics Factors in Relation toLow Back Discomfort in Emergency Unit Nurses. Diunduh pada tanggal 22 November 2015 dari http://www.ijpm.in
Hidayah & Uliyah. (2008). Kebutuhan dasar prktik klinis. Jakarta : Salemba Medika
Hidayat, A. A.A. (2006). Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Praktik Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Kozier & Erb. (2009). Buku ajar praktik keperawatan klinis. Jakarta: EGC
Lin, et al. (2012). Prevalence, characteristics, and work-related risk factors of low back pain among hospital nurses in Taiwan. Diunduh pada
tanggal 22 November 2015 dari
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22219056
Maniadakins N, Gray A. 2000. The Economic Burden of Back Pain in The UK.
Pain 2000; 84: 95 – 103.
Mubarak, I. W., Chayatin, N. (2008). Kebutuhan Dasar Manusia Teori & Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC
Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Owen, B. D. (2000). Preventing injuries using an ergonomic approach. AORN Journal, 72 (6), 1031-1036.
Perry & Potter. (2006). Clinical Nursing Skill & Techniques. America: Evolve
Perry, Peterson, & Potter. (2005). Buku Saku Keterampilan & Prosedur Dasar.
Edisi V. Jakarta: EGC
Polit & Beck. (2012). Nursing research genereting and assessing evidence for nursing practice. Wolters Kuwer
Sebastian & Ramya. (2013). Observational study of body mechanics of selected nursing procedures among staff nurses with and withonduut backpain.
Diunduh pada tanggal 18 Desember 2015 dari http://search.proquest.com/openview/d993f08592f6b48e27fbbf5b10cf fa193/1?pq-origsite=gscholar&cbl=2028904
Setyawati, L. 2007. Patient Safety dan Penyakit Akibat Kerja, Disampaikan pada Pelatihan K3 bagi Paramedis RS Tegalyoso, 25 Juni, Klaten.
Smedley, J., et al. (1997). Prospective cohort study of predictors of incident low back pain nurses. Diunduh pada tanggal 22 Nopember 2015 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov.pubmed
Syafitri, M. (2006). Hubungan Pengetahuan dengan Mekanika Tubuh pada Perawat dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan di Ruang IPI RSUP H. Adam Malik Medan. Medan: Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan USU
Uliyah, M., Hidayat, A. A. A. (2008). Ketrampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta:
Salemba Medhika
Widhawati, D. N. (2015). Pengaruh Alat Bantu Manual Patient Handling terhadap Risiko dan Keluhan Musculoskeletal Disorders. Diunduh pada tanggal 29 September 2015 dari http://www.adln.unair.ac.id
Widiyanti, L., dkk. (2009). Hubungan Postur Tubuh Saat Mengangkat dan Memindahkan Pasien pada Perawat Perempuan dengan Nyeri Punggung Bawah. Diunduh pada tanggal 28 Oktober 2015 dari http://www.indonesia.digitaljournals.org
Yogisutanti, G. (2009). Perbedaan pengetahuan dan persepsi usaha sebelum dan sesudah pelatihan penanganan pasien di Rumah Sakit. Diunduh pada
tanggal 02 Oktober 2015 dari
http://www.researchesgate.net/publication230600450
Lampiran 1 PENJELASAN TENTANG PENELITIAN
Saya Dianti Handayani Purba, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan. Saya ingin melakukan penelitian di RSUP H. Adam Malik Medan dengan tujuan untuk mengidentifikasi postur tubuh mahasiswa ners Fakultas Keperawatan USU saat memindahkan pasien. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Peneliti menjamin bahwa penelitian yang dilakukan tidak akan menimbulkan dampak negatif kepada ibu sebagai responden. Penelitian ini akan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu keperawatan. Peneliti juga menghargai dan menghormati hak responden dengan cara menjaga kerahasiaan identitas diri dan data yang diberikan responden selama pengumpulan data hingga penyajian data. Peneliti sangat mengharapkan partisipasi saudara/i sebagai responden dalam penelitian ini, namun jika saudara/i tidak bersedia maka saudara/i berhak untuk menolak karena tidak ada unsur paksaan dalam pengisian kuesioner penelitian.
Demikian informasi ini saya sampaikan, atas kesediaan dan partisipasi saudara/i saya ucapkan terimakasih.
Medan, 2016 Penulis
Dianti Handayani Purba
Lampiran 2 SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
(INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini setuju menjadi responden dalam penelitian yang berjudul “Postur Tubuh Mahasiswa Ners Fakultas Keperawatan USU Saat Memindahkan Pasien di RSUP H. Adam Malik Medan”
Saya telah diminta untuk berpartisipasi dalam penelitian ini sesuai dengan judul diatas. Saya mengerti bahwa sebelumnya peneliti telah melihat (mengobservasi) bagaimana kinerja saya dalam memindahkan pasien. Saya mengerti penelitian ini tidak mempunyai resiko terhadap pekerjaan saya dan mengerti manfaat penelitian sebagai masukan untuk perkembangan pelayanan keperawatan.
Saya mengerti identitas dan jawaban yang akan saya berikan dijamin kerahasiaanya dan hanya diperlukan sebagai bahan penelitian. Apabila saya merasa tidak nyaman ikut berpartisipasi, saya berhak untuk membatalkan peran serta saya setiap saat tanpa adanya sanksi.
Saya menerima persetujuan untuk berperan serta pada penelitian ini secara sukarela dan sadar dengan menandatangani surat persetujuan sebagai subjek penelitian.
Medan, 2016 Reponden
( ...……...…………..…. )
Lampiran 3
PENELITIAN POSTUR TUBUH MAHASISWA NERS FAKULTAS KEPERAWATAN USU SAAT MEMINDAHKAN PASIEN DI RSUP H.
ADAM MALIK MEDAN
No Urut
Diisi oleh peneliti
Petunjuk pengisian
A. Mohon bantuan dan kesediaan sejawat untuk menjawab kiesioner dibawah ini dengan cara mengisi titik-titik yang tersedia
B. Berikan tanda checklist pada kotak yang tersedia
Nama inisial :
Umur : tahun Jenis Kelamin : Pria
Wanita
Ruagan :
LEMBAR OBSERVASI POSTUR TUBUH MAHASISWA NERS FKEP USU SAAT MEMINDAHKAN PASIEN
No. Responden : Hari/Tanggal :
Nama inisial : Jenis kelamin :
Umur :
Ruangan :
Postur Tubuh Ya Tidak
Saat memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi 1.Perawat berdiri tepat menghadap pasien
2. Perawat melebarkan kaki dengan salah satu di depan dan yang lainnya di belakang
3 . Perawat meletakkan kedua tangan klien di bahu perawat dan kedua tangan perawat memegang pinggang klien/punggung 4. Perawat mencondongkan tubuh ke depan, memfleksikan
pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.
5.Tangan,otot lengan dan kaki perawat siap untuk melakukan gerakan
6. Perawat membantu pasien untuk berdiri, kemudian gerak bersama menuju kursi roda.
7. Perawat membantu pasien untuk duduk, menurunkan tatakan/tempat injakan kaki, dan meletakkan kedua kaki pasien diatasnya.
Lampiran 4
MASTER DATA POSTUR TUBUH MAHASISWA NERS FAKULTAS KEPERAWATAN USU SAAT MEMINDAHKAN
PASIEN DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
DEMOGRAFI POSTUR TUBUH Postur
Tubuh
20 23 Laki-laki Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Benar
21 23 Perempuan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Benar
22 23 Perempuan Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak benar 23 23 Perem puan Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak benar 24 23 Perempuan Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak benar
25 25 Perempuan Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Tidak benar
26 23 Laki-laki Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Benar
27 22 Laki-laki Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak benar
28 22 Perempuan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Benar
29 23 Perempuan Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak benar
30 24 Perempuan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Benar
31 25 Perempuan Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Tidak benar
32 25 Perempuan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Benar
33 25 Laki-laki Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak benar
Lampiran 5
DISTRIBUSI FREKUENSI, PERSENTASE DATA DEMOGRAFI DAN LEMBAR OBSERVASI RESPONDEN
Statistics
USIA
N Valid 33
Missing 0
Mean 23.55
Minimum 22
Maximum 31
USIA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid REMAJA AKHIR 32 97.0 97.0 97.0
DEWASA AWAL 1 3.0 3.0 100.0
Total 33 100.0 100.0
JENIS KELAMIN
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Laki-lak 11 33.3 33.3 33.3
Perempua 22 66.7 66.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
ITEM 1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak 4 12.1 12.1 12.1
Ya 29 87.9 87.9 100.0
Total 33 100.0 100.0
ITEM 2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak 21 63.6 63.6 63.6
Ya 12 36.4 36.4 100.0
Total 33 100.0 100.0
ITEM 3
Frequency Percent Valid Percent
Frequency Percent Valid Percent