• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen SMP NEGERI 8 TAPUNG (Halaman 44-73)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Setelah melakukan penelitian di SMP Negeri 8 Tapung yang berkaitan dengan kesalahan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan karangan teks deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tapung dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Sekolah dan guru

Melihat masih ada ditemukan kesalahan penggunaan ejaan diharapkan guru selalu memberikan perhatian tentang kesalahan ejaan dan memperbaiki kesalahan tersebut untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kaidah-kaidah penulisan ejaan dengan baik dan benar dalam penulisan karangan teks deskripsi.

2. Pembaca

Skripsi ini dapat dikembangkan selanjutnya dengan melakukan penelitian dengan membandingkan kesalahan ejaan dalam penulisan karangan teks deskripsi dengan lembaga sekolah yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, dkk. 2018. Pembelajaran Literasi (Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis). Jakarta: Bumi Aksara.

Alfonita, dkk. 2020. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Tataran Sintaksis pada Teks Pidato Siswa Kelas X Perawat 1 SMK Kesehatan Nusantara Surabaya. Jurnal Disastri (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 2, No. 2.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Astuti, dkk. 2020. Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dan Morfologi pada Penulisan Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri PGRI Cimahi. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol.

3, No. 1.

Al-Qur’an. Surah Al-Alaq ayat 4-5.

Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Genesis. 2016. EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Depok: Frasa Lingua.

Haryanti, S, A. 2019. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital pada Karangan Deskripsi Terhadap Kemampuan Menulis Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI. Jurnal Kredo, Vol. 2, No. 2. Universitas Indraprasta PGRI.

Ismail, J. 2019. Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Interaksi Edukatif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 kota Ternate. Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online), Vol. 3, No. 8. Universitas Pasifik Morotai.

Karim, A, H, K. 2018. Analisis Kesalahan Penulisan Kata pada Karangan Deskripsi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Binawa Kabupaten Dongala Sulawesi Tengah. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 3, No. 3. Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta KM. Kampus Bumi Tadulako, Sulawesi Tengah.

Ardian dkk. 2021. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Menulis Surat Dinas pada Siswa SMPN 04 Bantarkawung. Dialektika Vol. 1, No. 1. Universitas Peradapan SMA BU NU Bumiayu.

Linarwati dkk. 2016. Studi Deskriptif Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia serta Penggunaan Metode Behavioral Event Interview dalam Merekrut Karyawan Baru di Bank Mega Cabang Kudus. Jurnal Of Management Vol. 2, No. 2. Universitas Pandanaran Semarang.

Muhammad. 2014. Metode Penelitian Bahasa. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.

Mustika. 2016. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca pada Surat Dinas yang Ditulis Siswa Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah Surakarta.

Publikasi Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nani. 2018. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Pembelajaran Menulis Surat Dinas pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 17 Kota Serang. Jurnal Membaca Vol. 3, No. 2.

Naschah, dkk. 2020. Kesalahan Berbahasa pada Teks Berita Covid-19 di Media Daring CNN Indonesia. Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 3, No. 2. Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Oktaviyanti, I & Rosyidah, K, N, A. 2019. Korelasi antara Hasil Tes Lisan dengan Hasil Tes Tertulis pada Mahasiswi PGSD UNRAM. Jurnal Ilmu Pendidikan Vol.2, No. 1. Universitas Mataram.

Pandini, I. 2020. Analisis Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan pada Karangan Narasi Siswa Kelas XI SMAN 5 Model Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5, No. 5. Universitas Tadaluko.

Purbania, dkk. 2019. Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi pada Siswa Kelas XI SMK. Jurnal Penelitian Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.

Rahmawati, dkk. 2020. Analisis Struktur Wacana dan Kesalahan Berbahasa Teks Ulasan Buku Fiksi Siswa Sekolah Menengah Atas. Basastra Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 8, No. 1. Universitas Sebelas Maret.

Setyawati, N. 2017. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia (Teori dan Praktik).

Surakarta: Yuma Pustaka.

Sidiq, U & Choiri, M, M. 2019. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Ponorogo: CV. Nata Karya.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Rnd. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sukmawati. 2020. Analisis Kesalahan Penulisan Kata pada Karangan Eksposisi Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5, No. 1. Universitas Tadaluko.

Sukmawaty. 2017. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Skripsi Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kharisma Makassar. Jurnal Retorika Vol. 10, No. 1. STMIK Kharisma Makassar.

Tarigan, G, H. 2008. Membaca (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa).

Bandung: Angkasa.

Qhadafi, R, M. 2018. Analisis Kesalahan Penulisan Ejaan yang Disempurnakan dalam Teks Negoisasi Siswa SMA Negeri 3 Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 3, No. 4. FKIP Universitas Tadaluko.

Wandi, dkk. 2013. Pembinaan Prestasi Ekstrakulikuler Olahraga Karangturi Kota Semarang. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations.

Vol. 2, No. 8. Universitas Negeri Semarang, Indonesia.

Widoyoko, P, E. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Wigati, Y, D. 2013. Analisis Kesalahan Penggunaan Kata Depan dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2012/2013. Artikel E-Journal. Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Internet:

https://tafsiralquran.id/esensi-qalam-dan-anjuran-menulis-dalam-al-quran/ diakses pada tanggal 21 Juli 2022 pukul 22.14 WIB

LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus Pembelajaran

SILABUS

Nama Sekolah : SMP Negeri 8 Tapung Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/1-2 (Ganjil/Genap) Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran/Minggu Tahun Ajaran : 2021/2022

Kompetensi Inti (KI) :

KI-1 (Spiritual) : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI-3 (Soasial) : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI-3 (Pengetahuan) : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 (Keterampilan) : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 3.1 Mengidentifikasi

informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.

4.1 Menentukan isi teks deskripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah,

suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan dibaca.

Teks deskripsi

Pengertian teks deskripsi

Isi teks deskripsi

Ciri umum teks deskripsi

Kaidah kebahasaan

Mengamati model- model teks deskripsi.

Merumuskan pengertian dan menjelaskan isi teks deskripsi

Mendaftar ciri umum teks deskripsi yang mencakup struktur dan kaidah kebahasaannya.

Mengerjakan sejumlah kegiatan secara berkelompok dan individual untuk menentukan isi dan ciri-cirinya berdasarkan struktur dan kaidah-kaidahnya.

Mengidentifikasi model teks observasi lainnya lainnya dari berbagai sumber untuk menentukan isi dan ciri-cirinya.

3.2 Menelaah

struktur dan kaidah

kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.

4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat

Struktur teks deskripsi dan contoh-contoh telaahannya.

Kaidah-kaidah kebahasaan teks eksposisi dan contoh- contoh telaahannya.

Prosedur/ langkah menulis teks deskripsi.

Teknik

penyuntingan teks deskripsi.

Mengamati model struktur dan kaidah- kaidah teks deskripsi.

Membaca teks deskripsi untuk ditelaah struktur dan kaidah-kaidah kebahasaannya.

Menyajikan teks deskripsi berdasarkan hasil pengamatan terhadap sebuah objek lingkungan.

Melakukan penyuntingan terhadap teks deskripsi teman.

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran bersejarah, dan

atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan

memperhatikan struktur,

kebahasaan baik secara lisan dan tulis

3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar

4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang didengar dan dibaca

Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)

Unsur-unsur teks cerita narasi.

Struktur teks narasi.

Kaidah kebahasaan teks narasi.

Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung

Penceritaan kembali isi teks narasi

Mengamati model- model teks narasi.

Mendaftar isi, kata ganti, konjungsi (kemudian, seketika, tiba-tiba, sementara itu), kalimat yang menunjukkan rincian latar, watak, peristiwa, kalimat langsung dan tidak langsung pada teks cerita fantasi

Mendiskusikan ciri umum teks cerita fantasi, tujuan komunikasi cerita fantasi, struktur teks cerita fantasi

Menyampaikan secara lisan hasil diskusi ciri umum cerita fantasi tujuan komunikasi, dan ragam/ jenis cerita fantasi, struktur cerita fantasi

Menceritakan kembali dengan cara naratif

3.4 Menelaah

struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar

4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi

Struktur teks cerita fantasi (orientasi, komplikasi,

resolusi)

Kebahasaan teks cerita fantasi

Prinsip

memvariasikan teks cerita fantasi

Ejaan dan tanda baca

Langkah-langkah

Mendata struktur dan kebahasaan teks cerita fantasi

Mendiskusikan prinsip memvariasikan cerita fantasi, penggunaan bahasa pada cerita fantasi, penggunaan tanda baca/ ejaan

Mengurutkan bagian- bagian cerita fantasi, memvariasikan cerita fantasi (misal:

mengubah narasi menjadi dialog, mengubah alur,

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran secara

lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa

menulis cerita fantasi

mengubah akhir cerita dll), melengkapi, dan menulis cerita fantasi sesuai dengan kreasi serta memperhatikan ejaan dan tanda baca

Mempublikasikan karya cerita fantasi/ mempresentasikan karya

3.5 Mengidentifikasi teks prosedur tentang cara melakukan

sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar

4.5 Menyimpulkan isi teks prosedur tentang cara melakukan

sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar yang dibaca dan didengar

Teks prosedur

Ciri umum teks prosedur

Struktur teks:

Tujuan, bahan, alat langkah,

Ciri kebahasaan:

kalimat perintah, kalimat saran, kata benda, kata kerja, kalimat majemuk (dengan, hingga, sampai), konjungsi urutan (kemudian, selanjutnya, dll)

Simpulan isi teks prosedur

Mendaftar kalimat perintah, saran, larangan pada teks prosedur

Mendaftar kalimat yang menunjukkan tujuan, bahan, alat, langkah- langkah

Mendiskusikan ciri umum teks prosedur, tujuan komunikasi, struktur, ragam/

jenis teks prosedur, kata/

kalimat yang digunakan pada teks prosedur, isi teks prosedur

Menyampaikan secara lisan hasil diskusi ciri umum teks prosedur, tujuan komunikasi, dan ragam/ jenis teks prosedur

3.6 Menelaah

struktur dan aspek kebahasaan

Variasi pola penyajian tujuan, bahan/ alat langkah

Mendata jenis-jenis dan variasi pola penyajian tujuan, bahan dan alat, langkah teks

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran teks prosedur

tentang cara melakukan

sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, membuat cindera mata, dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar

4.6 Menyajikan data rangkaian

kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur (tentang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cinderamata, dll) dengan

memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis

Variasi kalimat perintah/ saran/

larangan

Prinsip penyusunan kalimat perintah

Pilihan kata dalam penyusunan teks prosedur

Prinsip penggunaan kata/ kalimat/ tanda baca dan ejaan

prosedur

Menyusun teks prosedur dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi

Menyunting dan memperbaiki teks prosedur yang ditulis dari segi isi, pilihan kata/ kalimat/

paragraf dan penggunaan tanda baca/ ejaan

Mempublikasikan teks prosedur yang dibuat

3.7 Mengidentifikasi informasi dari teks laporan hasil observasi berupa buku

pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan 4.7 Menyimpulkan

isi teks laporan

Teks laporan hasil observasi

Daftar informasi isi teks laporan hasil observasi (LHO)

Penggunaan bahasa dalam laporan hasil observasi

Ciri umum laporan

Mendaftar dan mendiskusikan informasi isi, kalimat definisi, kalimat untuk klasifikasi, kalimat rincian dalam teks laporan observasi.

Merinci isi teks LHO (bagian definisi/ klasifikasi, deskripsi bagian, penegasan)

Menyajikan hasil diskusi tentang isi bagian dan gagasan pokok yang ditemukan pada

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran hasil observasi

yang berupa buku pengetahuan yang dibaca dan didengar

teks LHO

Menyimpulkan isi teks laporan hasil observasi

3.8 Menelaah struktur,

kebahasaan, dan isi teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan 4.8 Menyajikan

rangkuman teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan kaidah

kebahasaan atau aspek lisan

Struktur teks LHO

Variasi pola penyajian teks LHO

Variasi kalimat definisi, variasi pola penyajian teks LHO

Mendiskusikan struktur, kebahasaan, dan isi teks LHO

Mendata jenis-jenis dan variasi pola penyajian definisi, klasifikasi, deskripsi bagian

Merangkum teks LHO

Mempresentasikan teks LHO yang ditulis

3.9 Menemukan unsur- unsur dari buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca

4.9 Membuat peta pikiran/

rangkuman alur tentang isi buku nonfiksi/ buku fiksi yang dibaca

Literasi buku fiksi dan nonfiksi

Unsur-unsur buku

Cara membaca buku dengan SQ3R, yaitu:

1. Survey atau meninjau,

2. Question atau bertanya,

3. Read atau membaca,

4. Recite atau menuturkan, 5. Review atau

mengulang

Cara membuat

Mendata sub-bab buku

Membaca garis besar isi subbab

Menentukan gagasan pokok isi buku

Membuat peta pikiran isi buku

Mempresentasikan hasil peta pikiran isi buku yang dibaca

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran rangkuman

3.10 Menelaah

hubungan unsur-unsur dalam buku fiksi dan nonfiksi 4.10 Menyajikan

tanggapan

terhadap isi buku fiksi nonfiksi yang dibaca

Hubungan antarunsur buku

Langkah menyusun tanggapan terhadap buku yang dibaca

Mendata bagian isi yang akan ditanggapi, penggunaan bahasa dalam buku, dan sistematika buku

Menyusun tanggapan dalam bentuk komentar terhadap isi, sistematika, kebermaknaan buku, penggunaan bahasa, dan tanda baca/ ejaan

Mempublikasikan komentar terhadap buku yang dibaca 3.11 Mengidentifikasi

informasi (kabar, keperluan,

permintaan, dan/atau

permohonan) dari surat pribadi dan surat dinas yang dibaca dan didengar.

4.11 Menyimpulkan isi (kabar, keperluan,

permintaan, dan/

atau

permohonan) surat pribadi dan surat dinas yang dibaca atau diperdengarkan

Surat pribadi dan surat dinas

Informasi isi surat pribadi, surat dinas

Isi surat pribadi dan dinas

Simpulan isi surat pribadi dan dinas

Mendata isi surat pribadi dan surat dinas

Mendiskusikan isi surat pribadi dan dinas

Menyimpulkan isi surat pribadi dan surat dinas

3.12 Menelaah unsur-

unsur dan

kebahasaan dari surat pribadi dan surat dinas yang dibaca dan didengar.

4.12 Menulis surat (pribadi dan dinas) untuk kepentingan

Unsur-unsur surat pribadi dan dinas

Kebahasaan surat priadi dan dinas

Cara menulis surat pribadi dan dinas

Mengidentifikasi unsur-unsur surat pribadi dan sistematika surat dinas

Mendiskusikan karakteristik bahasa dan urutan surat pribadi dan dinas

Menulis surat pribadi sesuai tujuan penulisan

Menulis surat dinas sesuai dengan sistematika dan bahasa surat dinas

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran resmi dengan

memperhatikan struktur teks, kebahasaan, dan isi.

3.13 Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, dan pilihan kata) dari puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.

4.13 Menyimpulkan isi puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang disajikan dalam bentuk tulis

Puisi rakyat

Ciri puisi rakyat (pantun, gurindam, syair)

Cara menyimpulkan isi pada pantun, gurindam, dan syair

Mendiskusikan ciri umum dan tujuan komunikasi puisi rakyat (pantun, gurindam, syair)

Mendaftar kalimat perintah, saran, ajakan, larangan, kalimat pernyataan, kalimat majemuk dan kalimat tunggal dalam puisi rakyat (pantun, gurindam, syair)

Menyimpulkan ciri umum, tujuan komunikasi, ragam/

jenis puisi rakyat, kata/

kalimat yang digunakan pada puisi rakya (pantun, gurindam, syair)

3.14 Menelaah

struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.

4.14 Mengungkapkan gagasan,

perasaan, pesan dalam bentuk puisi rakyat secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, rima,

Pola pengembangan

isi pantun,

gurindam, dan syair

Variasi kalimat perintah, saran, ajakan, larangan dalam pantun

Menyimpulkan prinsip pengembangan pantun, gurindam, dan syair, penggunaan konjungsi (kalau, jika, agar, karena itu, dll) pada pantun, gurindam, dan syair

Memvariasikan, melengkapai isi, menurutkan, dan menulis pantun, gurindam, dan syair

Mendemonstrasikan berbalas pantun secara berkelompok

Kompetensi Dasar Materi

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran dan penggunaan

bahasa

3.15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

4. 15 Menceritakan kembali isi fabel/

legenda daerah setempat

Fabel/ legenda

Ciri cerita fabel/

legenda

Langkah memahami isi cerita fabel

Langkah menceritakan

kembali isi fabel/

legenda

Mencermati cerita rakyat (fabel dan legenda) yang berasal dari daerah setempat.

Mendata kata ganti, kata kerja, konjungsi, kalimat langsung dan tidak langsung, tema, alur, karakter tokoh, latar, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa pada fabel/ legenda

Berlatih menceritakan isi fabel/ legenda yang dibaca

Menceritakan kembali isi fabel/legenda yang dibaca 3.16 Menelaah

struktur dan kebahasaan fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

4.16 Memerankan isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

Struktur teks fabel/legenda:

- orientasi - komplikasi - resolusi - koda

Teknik

penggambaran tokoh

Pemeranan isi fabel/legenda

daerah setempat

Mendiskusikan struktur teks fabel/ legenda dan kebahasaan yang digunakan (variasi penyajian, variasi pola pengembangan)

Mendata isi, memperbaiki pilihan kata, kalimat narasi, dialog, penyajian latar agar cerita menjadi lebih menarik

Menulis fabel/ legenda berdasarkan ide yang direncanakan dan data yang diperoleh

Memerankan dan

menceritakan fabel/ legenda yang berasal dari daerah setempat.

Lampiran 2 Kisi-kisi Instrumen Angket (Kuesioner)

Kisi-kisi Instrumen Angket (Kuesioner) tentang Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Ejaan Yang Disempurnakan dalam Menulis Teks

Karangan Deskripsi

Variabel Indikator Jumlah

Butir Soal

Skor

Faktor- faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa mengenai ejaan bahasa Indonesia

Terpengaruhi bahasa yang lebih dulu dikuasainya.

5 1, 2, 3, 4, dan 5.

Kekurangpahaman pemakai bahasa terhadap bahasa yang dipakainya.

5 6, 7, 8, 9, dan 10.

Pengajaran bahasa yang kurang tepat atau kurang sempurna

5 11, 12, 13, 14, dan 15.

Lampiran 3 Angket (Kuesioner)

Angket (Kuesioner) Untuk Siswa

Faktor- faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Ejaan dalam Menulis Teks Karangan Deskripsi

Angket atau kuesioner adalah penilaian hasil belajar siswa yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar belakang keluarga siswa, kesehatan siswa, tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran, media, dan lain-lain.

A. Data Identitas Siswa

Nama :

Kelas :

B. Petunjuk Pengisian Angket (Kuesioner)

1. Bacalah setiap butir pertanyaan dengan seksama.

2. Jawablah pertanyaan Angket di bawah ini dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.

3. Jawaban Ananda tidak berpengaruh terhadap nilai mata pelajaran bahasa Indonesia Ananda, karena pengisian Angket ini hanya untuk kepentingan data penelitian dan kajian ilmiah saja.

4. Jawaban Ananda dijamin kerahasiannya.

5. Pilihlah jawaban yang sesuai dengan kondisi sesungguhnya yang Ananda rasakan dengan memberikan tanda ceklis () pada alternatif pilihan dengan kriterian sebagai berikut:

Selalu (SL)

Sering (SR)

Kadang-kadang (KD) Tidak Pernah (TP)

C. Pertanyaan Faktor- faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Ejaan

No. Pertanyaan Jawaban

SL SR KD TP

1. Apakah siswa menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan guru?

2. Apakah siswa menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan teman sekelas?

3. Apakah siswa paham dengan penggunaan bahasa Indonesia?

4. Apakah siswa sudah menggunakan bahasa Indonesia yang baik saat berada di sekolah?

5. Apakah siswa kesulitan dalam menerapkan ejaan dalam penulisan teks karangan?

6. Apakah siswa paham dalam penggunaan huruf kapital ketika menuliskan teks karangan?

7. Apakah siswa paham dalam penggunaan kata depan “di” ketika menuliskan teks karangan?

8. Apakah siswa paham dalam penggunaan kata ganti “ku” ketika menuliskan teks karangan?

9. Apakah siswa paham dalam penggunaan kata ganti “nya” ketika menuliskan teks karangan?

10. Apakah siswa paham dalam penggunaan partikel “pun” ketik menuliskan teks karangan?

11. Apakah guru menggunakan metode pembelajaran ketika menjelaskan materi bahasa Indonesia?

12. Apakah siswa bosan saat guru

menjelaskan materi ejaan?

13. Apakah metode pembelajaran ejaan bahasa Indonesia monoton?

14. Apakah guru mendorong Ananda untuk lebih menguasai mengenai ejaan?

15. Apakah siswa bertanya kepada guru ketika mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Indonesia?

Lampiran 4 Dokumentasi

Menjelaskan Kepada Siswa Tentang Teks Deskripsi dan Ejaan

Siswa Menulis Karangan Teks Deskrispi

Penyebaran Angket (kuesioner)

Siswa Mengisi Angket (Kuesioner)

Hasil tes menulis karangan teks deskripsi Siswa VII SMP Negeri 8 Tapung

Angket (kuesioner) yang diisi oleh siswa VII SMP Negeri 8 Tapung

Dalam dokumen SMP NEGERI 8 TAPUNG (Halaman 44-73)

Dokumen terkait