BAB V SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Setelah melakukan penelitian di SMP Negeri 8 Tapung yang berkaitan dengan kesalahan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan karangan teks deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tapung dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Sekolah dan guru
Melihat masih ada ditemukan kesalahan penggunaan ejaan diharapkan guru selalu memberikan perhatian tentang kesalahan ejaan dan memperbaiki kesalahan tersebut untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kaidah-kaidah penulisan ejaan dengan baik dan benar dalam penulisan karangan teks deskripsi.
2. Pembaca
Skripsi ini dapat dikembangkan selanjutnya dengan melakukan penelitian dengan membandingkan kesalahan ejaan dalam penulisan karangan teks deskripsi dengan lembaga sekolah yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, dkk. 2018. Pembelajaran Literasi (Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, dan Menulis). Jakarta: Bumi Aksara.
Alfonita, dkk. 2020. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Tataran Sintaksis pada Teks Pidato Siswa Kelas X Perawat 1 SMK Kesehatan Nusantara Surabaya. Jurnal Disastri (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol. 2, No. 2.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Astuti, dkk. 2020. Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dan Morfologi pada Penulisan Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri PGRI Cimahi. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol.
3, No. 1.
Al-Qur’an. Surah Al-Alaq ayat 4-5.
Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.
Genesis. 2016. EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Depok: Frasa Lingua.
Haryanti, S, A. 2019. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital pada Karangan Deskripsi Terhadap Kemampuan Menulis Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI. Jurnal Kredo, Vol. 2, No. 2. Universitas Indraprasta PGRI.
Ismail, J. 2019. Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Interaksi Edukatif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 kota Ternate. Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online), Vol. 3, No. 8. Universitas Pasifik Morotai.
Karim, A, H, K. 2018. Analisis Kesalahan Penulisan Kata pada Karangan Deskripsi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Binawa Kabupaten Dongala Sulawesi Tengah. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 3, No. 3. Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta KM. Kampus Bumi Tadulako, Sulawesi Tengah.
Ardian dkk. 2021. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Menulis Surat Dinas pada Siswa SMPN 04 Bantarkawung. Dialektika Vol. 1, No. 1. Universitas Peradapan SMA BU NU Bumiayu.
Linarwati dkk. 2016. Studi Deskriptif Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia serta Penggunaan Metode Behavioral Event Interview dalam Merekrut Karyawan Baru di Bank Mega Cabang Kudus. Jurnal Of Management Vol. 2, No. 2. Universitas Pandanaran Semarang.
Muhammad. 2014. Metode Penelitian Bahasa. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
Mustika. 2016. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca pada Surat Dinas yang Ditulis Siswa Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah Surakarta.
Publikasi Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nani. 2018. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Pembelajaran Menulis Surat Dinas pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 17 Kota Serang. Jurnal Membaca Vol. 3, No. 2.
Naschah, dkk. 2020. Kesalahan Berbahasa pada Teks Berita Covid-19 di Media Daring CNN Indonesia. Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 3, No. 2. Institut Agama Islam Negeri Surakarta.
Oktaviyanti, I & Rosyidah, K, N, A. 2019. Korelasi antara Hasil Tes Lisan dengan Hasil Tes Tertulis pada Mahasiswi PGSD UNRAM. Jurnal Ilmu Pendidikan Vol.2, No. 1. Universitas Mataram.
Pandini, I. 2020. Analisis Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan pada Karangan Narasi Siswa Kelas XI SMAN 5 Model Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5, No. 5. Universitas Tadaluko.
Purbania, dkk. 2019. Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi pada Siswa Kelas XI SMK. Jurnal Penelitian Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.
Rahmawati, dkk. 2020. Analisis Struktur Wacana dan Kesalahan Berbahasa Teks Ulasan Buku Fiksi Siswa Sekolah Menengah Atas. Basastra Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 8, No. 1. Universitas Sebelas Maret.
Setyawati, N. 2017. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia (Teori dan Praktik).
Surakarta: Yuma Pustaka.
Sidiq, U & Choiri, M, M. 2019. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Ponorogo: CV. Nata Karya.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Rnd. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sukmawati. 2020. Analisis Kesalahan Penulisan Kata pada Karangan Eksposisi Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5, No. 1. Universitas Tadaluko.
Sukmawaty. 2017. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Skripsi Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kharisma Makassar. Jurnal Retorika Vol. 10, No. 1. STMIK Kharisma Makassar.
Tarigan, G, H. 2008. Membaca (Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa).
Bandung: Angkasa.
Qhadafi, R, M. 2018. Analisis Kesalahan Penulisan Ejaan yang Disempurnakan dalam Teks Negoisasi Siswa SMA Negeri 3 Palu. Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 3, No. 4. FKIP Universitas Tadaluko.
Wandi, dkk. 2013. Pembinaan Prestasi Ekstrakulikuler Olahraga Karangturi Kota Semarang. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations.
Vol. 2, No. 8. Universitas Negeri Semarang, Indonesia.
Widoyoko, P, E. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Wigati, Y, D. 2013. Analisis Kesalahan Penggunaan Kata Depan dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2012/2013. Artikel E-Journal. Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Internet:
https://tafsiralquran.id/esensi-qalam-dan-anjuran-menulis-dalam-al-quran/ diakses pada tanggal 21 Juli 2022 pukul 22.14 WIB
LAMPIRAN
Lampiran 1 Silabus Pembelajaran
SILABUS
Nama Sekolah : SMP Negeri 8 Tapung Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : VII/1-2 (Ganjil/Genap) Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran/Minggu Tahun Ajaran : 2021/2022
Kompetensi Inti (KI) :
KI-1 (Spiritual) : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-3 (Soasial) : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3 (Pengetahuan) : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 (Keterampilan) : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 3.1 Mengidentifikasi
informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
4.1 Menentukan isi teks deskripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah,
suasana pentas seni daerah, dll) yang didengar dan dibaca.
Teks deskripsi
Pengertian teks deskripsi
Isi teks deskripsi
Ciri umum teks deskripsi
Kaidah kebahasaan
Mengamati model- model teks deskripsi.
Merumuskan pengertian dan menjelaskan isi teks deskripsi
Mendaftar ciri umum teks deskripsi yang mencakup struktur dan kaidah kebahasaannya.
Mengerjakan sejumlah kegiatan secara berkelompok dan individual untuk menentukan isi dan ciri-cirinya berdasarkan struktur dan kaidah-kaidahnya.
Mengidentifikasi model teks observasi lainnya lainnya dari berbagai sumber untuk menentukan isi dan ciri-cirinya.
3.2 Menelaah
struktur dan kaidah
kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat
Struktur teks deskripsi dan contoh-contoh telaahannya.
Kaidah-kaidah kebahasaan teks eksposisi dan contoh- contoh telaahannya.
Prosedur/ langkah menulis teks deskripsi.
Teknik
penyuntingan teks deskripsi.
Mengamati model struktur dan kaidah- kaidah teks deskripsi.
Membaca teks deskripsi untuk ditelaah struktur dan kaidah-kaidah kebahasaannya.
Menyajikan teks deskripsi berdasarkan hasil pengamatan terhadap sebuah objek lingkungan.
Melakukan penyuntingan terhadap teks deskripsi teman.
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran bersejarah, dan
atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan
memperhatikan struktur,
kebahasaan baik secara lisan dan tulis
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar
4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita fantasi) yang didengar dan dibaca
Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)
Unsur-unsur teks cerita narasi.
Struktur teks narasi.
Kaidah kebahasaan teks narasi.
Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
Penceritaan kembali isi teks narasi
Mengamati model- model teks narasi.
Mendaftar isi, kata ganti, konjungsi (kemudian, seketika, tiba-tiba, sementara itu), kalimat yang menunjukkan rincian latar, watak, peristiwa, kalimat langsung dan tidak langsung pada teks cerita fantasi
Mendiskusikan ciri umum teks cerita fantasi, tujuan komunikasi cerita fantasi, struktur teks cerita fantasi
Menyampaikan secara lisan hasil diskusi ciri umum cerita fantasi tujuan komunikasi, dan ragam/ jenis cerita fantasi, struktur cerita fantasi
Menceritakan kembali dengan cara naratif
3.4 Menelaah
struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar
4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi
Struktur teks cerita fantasi (orientasi, komplikasi,
resolusi)
Kebahasaan teks cerita fantasi
Prinsip
memvariasikan teks cerita fantasi
Ejaan dan tanda baca
Langkah-langkah
Mendata struktur dan kebahasaan teks cerita fantasi
Mendiskusikan prinsip memvariasikan cerita fantasi, penggunaan bahasa pada cerita fantasi, penggunaan tanda baca/ ejaan
Mengurutkan bagian- bagian cerita fantasi, memvariasikan cerita fantasi (misal:
mengubah narasi menjadi dialog, mengubah alur,
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran secara
lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa
menulis cerita fantasi
mengubah akhir cerita dll), melengkapi, dan menulis cerita fantasi sesuai dengan kreasi serta memperhatikan ejaan dan tanda baca
Mempublikasikan karya cerita fantasi/ mempresentasikan karya
3.5 Mengidentifikasi teks prosedur tentang cara melakukan
sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar
4.5 Menyimpulkan isi teks prosedur tentang cara melakukan
sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar yang dibaca dan didengar
Teks prosedur
Ciri umum teks prosedur
Struktur teks:
Tujuan, bahan, alat langkah,
Ciri kebahasaan:
kalimat perintah, kalimat saran, kata benda, kata kerja, kalimat majemuk (dengan, hingga, sampai), konjungsi urutan (kemudian, selanjutnya, dll)
Simpulan isi teks prosedur
Mendaftar kalimat perintah, saran, larangan pada teks prosedur
Mendaftar kalimat yang menunjukkan tujuan, bahan, alat, langkah- langkah
Mendiskusikan ciri umum teks prosedur, tujuan komunikasi, struktur, ragam/
jenis teks prosedur, kata/
kalimat yang digunakan pada teks prosedur, isi teks prosedur
Menyampaikan secara lisan hasil diskusi ciri umum teks prosedur, tujuan komunikasi, dan ragam/ jenis teks prosedur
3.6 Menelaah
struktur dan aspek kebahasaan
Variasi pola penyajian tujuan, bahan/ alat langkah
Mendata jenis-jenis dan variasi pola penyajian tujuan, bahan dan alat, langkah teks
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran teks prosedur
tentang cara melakukan
sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/ tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, membuat cindera mata, dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar
4.6 Menyajikan data rangkaian
kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur (tentang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cinderamata, dll) dengan
memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis
Variasi kalimat perintah/ saran/
larangan
Prinsip penyusunan kalimat perintah
Pilihan kata dalam penyusunan teks prosedur
Prinsip penggunaan kata/ kalimat/ tanda baca dan ejaan
prosedur
Menyusun teks prosedur dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi
Menyunting dan memperbaiki teks prosedur yang ditulis dari segi isi, pilihan kata/ kalimat/
paragraf dan penggunaan tanda baca/ ejaan
Mempublikasikan teks prosedur yang dibuat
3.7 Mengidentifikasi informasi dari teks laporan hasil observasi berupa buku
pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan 4.7 Menyimpulkan
isi teks laporan
Teks laporan hasil observasi
Daftar informasi isi teks laporan hasil observasi (LHO)
Penggunaan bahasa dalam laporan hasil observasi
Ciri umum laporan
Mendaftar dan mendiskusikan informasi isi, kalimat definisi, kalimat untuk klasifikasi, kalimat rincian dalam teks laporan observasi.
Merinci isi teks LHO (bagian definisi/ klasifikasi, deskripsi bagian, penegasan)
Menyajikan hasil diskusi tentang isi bagian dan gagasan pokok yang ditemukan pada
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran hasil observasi
yang berupa buku pengetahuan yang dibaca dan didengar
teks LHO
Menyimpulkan isi teks laporan hasil observasi
3.8 Menelaah struktur,
kebahasaan, dan isi teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan 4.8 Menyajikan
rangkuman teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan kaidah
kebahasaan atau aspek lisan
Struktur teks LHO
Variasi pola penyajian teks LHO
Variasi kalimat definisi, variasi pola penyajian teks LHO
Mendiskusikan struktur, kebahasaan, dan isi teks LHO
Mendata jenis-jenis dan variasi pola penyajian definisi, klasifikasi, deskripsi bagian
Merangkum teks LHO
Mempresentasikan teks LHO yang ditulis
3.9 Menemukan unsur- unsur dari buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca
4.9 Membuat peta pikiran/
rangkuman alur tentang isi buku nonfiksi/ buku fiksi yang dibaca
Literasi buku fiksi dan nonfiksi
Unsur-unsur buku
Cara membaca buku dengan SQ3R, yaitu:
1. Survey atau meninjau,
2. Question atau bertanya,
3. Read atau membaca,
4. Recite atau menuturkan, 5. Review atau
mengulang
Cara membuat
Mendata sub-bab buku
Membaca garis besar isi subbab
Menentukan gagasan pokok isi buku
Membuat peta pikiran isi buku
Mempresentasikan hasil peta pikiran isi buku yang dibaca
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran rangkuman
3.10 Menelaah
hubungan unsur-unsur dalam buku fiksi dan nonfiksi 4.10 Menyajikan
tanggapan
terhadap isi buku fiksi nonfiksi yang dibaca
Hubungan antarunsur buku
Langkah menyusun tanggapan terhadap buku yang dibaca
Mendata bagian isi yang akan ditanggapi, penggunaan bahasa dalam buku, dan sistematika buku
Menyusun tanggapan dalam bentuk komentar terhadap isi, sistematika, kebermaknaan buku, penggunaan bahasa, dan tanda baca/ ejaan
Mempublikasikan komentar terhadap buku yang dibaca 3.11 Mengidentifikasi
informasi (kabar, keperluan,
permintaan, dan/atau
permohonan) dari surat pribadi dan surat dinas yang dibaca dan didengar.
4.11 Menyimpulkan isi (kabar, keperluan,
permintaan, dan/
atau
permohonan) surat pribadi dan surat dinas yang dibaca atau diperdengarkan
Surat pribadi dan surat dinas
Informasi isi surat pribadi, surat dinas
Isi surat pribadi dan dinas
Simpulan isi surat pribadi dan dinas
Mendata isi surat pribadi dan surat dinas
Mendiskusikan isi surat pribadi dan dinas
Menyimpulkan isi surat pribadi dan surat dinas
3.12 Menelaah unsur-
unsur dan
kebahasaan dari surat pribadi dan surat dinas yang dibaca dan didengar.
4.12 Menulis surat (pribadi dan dinas) untuk kepentingan
Unsur-unsur surat pribadi dan dinas
Kebahasaan surat priadi dan dinas
Cara menulis surat pribadi dan dinas
Mengidentifikasi unsur-unsur surat pribadi dan sistematika surat dinas
Mendiskusikan karakteristik bahasa dan urutan surat pribadi dan dinas
Menulis surat pribadi sesuai tujuan penulisan
Menulis surat dinas sesuai dengan sistematika dan bahasa surat dinas
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran resmi dengan
memperhatikan struktur teks, kebahasaan, dan isi.
3.13 Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, dan pilihan kata) dari puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
4.13 Menyimpulkan isi puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang disajikan dalam bentuk tulis
Puisi rakyat
Ciri puisi rakyat (pantun, gurindam, syair)
Cara menyimpulkan isi pada pantun, gurindam, dan syair
Mendiskusikan ciri umum dan tujuan komunikasi puisi rakyat (pantun, gurindam, syair)
Mendaftar kalimat perintah, saran, ajakan, larangan, kalimat pernyataan, kalimat majemuk dan kalimat tunggal dalam puisi rakyat (pantun, gurindam, syair)
Menyimpulkan ciri umum, tujuan komunikasi, ragam/
jenis puisi rakyat, kata/
kalimat yang digunakan pada puisi rakya (pantun, gurindam, syair)
3.14 Menelaah
struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
4.14 Mengungkapkan gagasan,
perasaan, pesan dalam bentuk puisi rakyat secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, rima,
Pola pengembangan
isi pantun,
gurindam, dan syair
Variasi kalimat perintah, saran, ajakan, larangan dalam pantun
Menyimpulkan prinsip pengembangan pantun, gurindam, dan syair, penggunaan konjungsi (kalau, jika, agar, karena itu, dll) pada pantun, gurindam, dan syair
Memvariasikan, melengkapai isi, menurutkan, dan menulis pantun, gurindam, dan syair
Mendemonstrasikan berbalas pantun secara berkelompok
Kompetensi Dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran dan penggunaan
bahasa
3.15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.
4. 15 Menceritakan kembali isi fabel/
legenda daerah setempat
Fabel/ legenda
Ciri cerita fabel/
legenda
Langkah memahami isi cerita fabel
Langkah menceritakan
kembali isi fabel/
legenda
Mencermati cerita rakyat (fabel dan legenda) yang berasal dari daerah setempat.
Mendata kata ganti, kata kerja, konjungsi, kalimat langsung dan tidak langsung, tema, alur, karakter tokoh, latar, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa pada fabel/ legenda
Berlatih menceritakan isi fabel/ legenda yang dibaca
Menceritakan kembali isi fabel/legenda yang dibaca 3.16 Menelaah
struktur dan kebahasaan fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.
4.16 Memerankan isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.
Struktur teks fabel/legenda:
- orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Teknik
penggambaran tokoh
Pemeranan isi fabel/legenda
daerah setempat
Mendiskusikan struktur teks fabel/ legenda dan kebahasaan yang digunakan (variasi penyajian, variasi pola pengembangan)
Mendata isi, memperbaiki pilihan kata, kalimat narasi, dialog, penyajian latar agar cerita menjadi lebih menarik
Menulis fabel/ legenda berdasarkan ide yang direncanakan dan data yang diperoleh
Memerankan dan
menceritakan fabel/ legenda yang berasal dari daerah setempat.
Lampiran 2 Kisi-kisi Instrumen Angket (Kuesioner)
Kisi-kisi Instrumen Angket (Kuesioner) tentang Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Ejaan Yang Disempurnakan dalam Menulis Teks
Karangan Deskripsi
Variabel Indikator Jumlah
Butir Soal
Skor
Faktor- faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa mengenai ejaan bahasa Indonesia
Terpengaruhi bahasa yang lebih dulu dikuasainya.
5 1, 2, 3, 4, dan 5.
Kekurangpahaman pemakai bahasa terhadap bahasa yang dipakainya.
5 6, 7, 8, 9, dan 10.
Pengajaran bahasa yang kurang tepat atau kurang sempurna
5 11, 12, 13, 14, dan 15.
Lampiran 3 Angket (Kuesioner)
Angket (Kuesioner) Untuk Siswa
Faktor- faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Ejaan dalam Menulis Teks Karangan Deskripsi
Angket atau kuesioner adalah penilaian hasil belajar siswa yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar belakang keluarga siswa, kesehatan siswa, tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran, media, dan lain-lain.
A. Data Identitas Siswa
Nama :
Kelas :
B. Petunjuk Pengisian Angket (Kuesioner)
1. Bacalah setiap butir pertanyaan dengan seksama.
2. Jawablah pertanyaan Angket di bawah ini dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.
3. Jawaban Ananda tidak berpengaruh terhadap nilai mata pelajaran bahasa Indonesia Ananda, karena pengisian Angket ini hanya untuk kepentingan data penelitian dan kajian ilmiah saja.
4. Jawaban Ananda dijamin kerahasiannya.
5. Pilihlah jawaban yang sesuai dengan kondisi sesungguhnya yang Ananda rasakan dengan memberikan tanda ceklis () pada alternatif pilihan dengan kriterian sebagai berikut:
Selalu (SL)
Sering (SR)
Kadang-kadang (KD) Tidak Pernah (TP)
C. Pertanyaan Faktor- faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan Ejaan
No. Pertanyaan Jawaban
SL SR KD TP
1. Apakah siswa menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan guru?
2. Apakah siswa menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan teman sekelas?
3. Apakah siswa paham dengan penggunaan bahasa Indonesia?
4. Apakah siswa sudah menggunakan bahasa Indonesia yang baik saat berada di sekolah?
5. Apakah siswa kesulitan dalam menerapkan ejaan dalam penulisan teks karangan?
6. Apakah siswa paham dalam penggunaan huruf kapital ketika menuliskan teks karangan?
7. Apakah siswa paham dalam penggunaan kata depan “di” ketika menuliskan teks karangan?
8. Apakah siswa paham dalam penggunaan kata ganti “ku” ketika menuliskan teks karangan?
9. Apakah siswa paham dalam penggunaan kata ganti “nya” ketika menuliskan teks karangan?
10. Apakah siswa paham dalam penggunaan partikel “pun” ketik menuliskan teks karangan?
11. Apakah guru menggunakan metode pembelajaran ketika menjelaskan materi bahasa Indonesia?
12. Apakah siswa bosan saat guru
menjelaskan materi ejaan?
13. Apakah metode pembelajaran ejaan bahasa Indonesia monoton?
14. Apakah guru mendorong Ananda untuk lebih menguasai mengenai ejaan?
15. Apakah siswa bertanya kepada guru ketika mengalami kesulitan dalam pembelajaran bahasa Indonesia?
Lampiran 4 Dokumentasi
Menjelaskan Kepada Siswa Tentang Teks Deskripsi dan Ejaan
Siswa Menulis Karangan Teks Deskrispi
Penyebaran Angket (kuesioner)
Siswa Mengisi Angket (Kuesioner)
Hasil tes menulis karangan teks deskripsi Siswa VII SMP Negeri 8 Tapung
Angket (kuesioner) yang diisi oleh siswa VII SMP Negeri 8 Tapung