METODE PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan wawancara untuk mengungkap satu variabel bebas yaitu penggunaan media gambar seri untuk bercerita dan menggunakan pre-test dan
post-test untuk mengungkap satu variabel terikat yaitu pengaruh media gambar seri
untuk meningkatkan keterampilan bercerita. Selain itu peneliti juga akan foto kegiatan penelitian untuk menunjang data yang terkumpul.
1. Alat Ukur
a. Tes unjuk kerja (performance)
Tes yang diberikan kepada siswa terdiri dari 2 yaitu pre-test dan post-test. Tes diberikan dalam bentuk unjuk kerja penggunaan gambar seri untuk mengetahui keterampilan bercerita siswadengan materi menceritakan kegiatan baik pada malamhari .
Tes atau Lembar penilaian yang digunakan dalam menilai bercerita siswa setelah proses pengajaran berlangsung yang diukur dengan keterampilan siswa saat bercerita di depan kelas. Aspek-aspek yang terdapat dalam lembarpenilaian bercerita meliputi aspek kebahasaan (ketepatan ucapan, penempatan tekanan dan nada, pilihan kata ataudiksi), dan aspek non (sikap penghayatan cerita, gerak-gerik dan mimik yang tepat, volume suara,kelancaran, dan penguasaan cerita). Dalam penelitian ini menggunakan penilaian tes bercerita berdasarkan indikator pada penilaian berbicarayang dikembangkan oleh Jakobvits dan Gordon dalam Nurgiyantoro (2001:290) dan telah dimodifikasi
Tabel 3.5 Lembar Penilaian Keterampilan Bercerita
No
Nama Peserta Didik
Kriteria 1 Kriteria 2 Kriteria 3
Skor Nilai 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 24 Jumlah Skor Keterangan:
Kriteria 1:Volume/kejelasan suara. Kriteria 2 : Ketepatan dalam melafal. Kriteria 3 : Ketepatan dalam berekspresi.
Yang dikorelasikan dengan rumus Nilai = Skor perolehan x 100
Skor maksimal
Adapun keterangan indikator perolehan skor pada tiap-tiap aspek bercerita adalah sebagai berikut.
Tabel 3.6 :Keterangan Kategori Skor pada Tiap-tiap Aspek dalam PenilaianKeterampilan Bercerita
No.
Aspek Penilaian Indikator
Skor
Volume/kejelasan suara Volume sudah terdengar oleh seluruh audien jelas dan lantang sehingga pembicara menguasai situasi Volume sudah terdengar oleh seluruh
pendengarnamun kurang lantang dan jelas Volume terdengar dan bisa menguasai situasi tapi belum terdengar oleh seluruh penjuru ruangan Volume suara sangat lemah sehingga tidak dapat terdengar jelas dan tidak dapat menguasai situasi Ketepatan dalam melafal Pelafalan fonem jelas dan banyak dalam penggunaan
fonem
Pelafalan fonem cukup jelas, sesekali terpengaruh dialek
Pelafalan fonem cukup jelas, beberapa masih menggunakan dwi bahasa (bahasa Jawa dan Inggris) Pelafalan fonem kurang jelas, beberapa masih menggunakan dwi bahasa (bahasa Jawa dan Inggris) Ketepatan dalam
berekspresi
Sikap sangat ekspresif, gerak-gerik wajar, tenang,kuasi medan, tidak grogi dan sering menggunakan mimik sesuai makna ceritaehingga cerita menarik.
Sikap ekspresif, gerak-gerik atau tingkah laku sesekali tidak wajar, tenang dan tidak grogi, sudah menggunakan mimik dengan tepat saat cerita Sikap cukup ekspresif, gerak-gerik atau tingkah laku beberapa kali tidak wajar, kurang tenang dan sedikit grogi sehingga mengganggu bercerita, namun cukup menggunakan mimik ketika bercerita
Sikap kaku, tidak ekspresif dan grogi dan tidak menggunakan mimik ketika bercerita
Nilai yang diperoleh siswa dikorelasikan dengan skala penilaian yang dikembangkan oleh Nurgiyantoro (2010 ; 339) sebagai berikut :63
Tabel 3.7 KorelasiSkala Penilaian
Skala Penilaian Keterangan
85 – 100 Sangat Baik
75 – 84 Baik
60 – 74 Cukup
40 – 59 Kurang
0 – 39 Sangat Kurang
Nilai pre-test dan post-test untuk kelas eksperimen selanjutnya akan dibandingkan dengan perolehan nilai dari kelas kontrol untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan media gambar seri dan kelas kontrol.
b. Lembar observasi 1. Lembar observasi guru
Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan oleh peneliti dan dibantu 3 guru dengan cara melakukan pengamatan mengenai pelaksanaan pembelajaran melalui penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa. Aktivitas guru yang akan diamati adalah kemampuan guru memberikan apersepsi dan motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menggunakan media gambar seri, menjelaskan materi, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menjawab, menghargai pendapat peserta didik,memberikan penguatan kepada peserta didik, membimbing peserta didik dalam menyelesaikan tugas, memberikan
63
reward kepada peserta didik, mengalokasikan waktu dan menyimpulkan/menutup pelajaran.
Hasil observasi dihitung dengan menggunakan rumus penskoran sebagai berikut :
Keterangan :
P = Angka Persentase
f = Jumlah nilai yang diperoleh N = Jumlah nilai maksimal64
Skor rata-rata aktivitas guru sebagai berikut: 0% ≤ TKG< 60% = Tidak Baik
61% ≤ TKG< 70% = Kurang 71% ≤ TKG< 80% = Cukup 81% ≤ TKG< 90% = Baik
91% ≤ TKG< 100% = Sangat Baik TKG = Tingkat Kemampuan Guru65 2. Lembar observasi siswa
Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan peneliti dan dibantu 3 guru kelas 1 dengan cara melakukan pengamatan mengenai pelaksanaan pembelajaran melalui penggunaan media gambar seri. Hal yang diamati berupa kegiatan siswa selama proses pembelajaran yaitu mendengarkan penjelasan guru, mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi, menganalisis
64
Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005) h. 43.
65
Sukardi, Metodologi Penelitian, Kompetensi dan Prakteknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 169.
gambar seri tersebut, cara mempresentasikan hasil per individu, dan menarik kesimpulan materi yang telah diajarkan, serta mengamati perilaku yang tidak relevan dengan KBM (seperti: melamun, jalan-jalan diluar kelompok belajarnya, membaca buku dan mengerjakan tugas mata pelajaran lain, dan bermain-main dengan teman.
Hasil observasi dihitung dengan menggunakan rumus penskoran sebagai berikut :
Keterangan :
P = Angka Persentase
f = Jumlah nilai yang diperoleh N = Jumlah nilai maksimal
Skor rata-rata aktivitas siswa sebagai berikut: 0% ≤ TKS< 60% = Tidak Baik
61% ≤ TKS< 70% = Kurang 71% ≤ TKS< 80% = Cukup 81% ≤ TKS< 90% = Baik
91% ≤ TKS< 100% = Sangat Baik TKS = Tingkat Kemampuan Siswa c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan bukti otentikdalam melakukan suatu kegiatan Dari dokumentasi peneliti mengumpulkan data sebagai berikut:
(1) Kondisi pembelajaran, (2) Proses pembelajaran, (3) Data siswa