BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan teknik angket untuk memberikan batasan dalam penyusuan instrumen. Berikut ini dituliskan definisi konseptual dan definisi operasional setiap variabel yang diuji yaitu sebagai berikut:
1. Variabel Lingkungan Pariwisata (X)
a. Definisi konseptual lingkungan pariwisata
Definisi konseptual lingkungan pariwisata adalah tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas-aktivitas wisatawan seperti perjalanan mengunjungi tempat lain dengan tujuan rekreasi, untuk mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olah raga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah, dan lain-lain.
b. Definisi operasional lingkungan pariwisata
Secara operasional lingkungan pariwisata ialah skor total hasil pengukuran yang diperoleh dari siswa setelah menjawab 20 butir soal atau pernyataan yang mengukur variabel pariwisata untuk menikmati perjalanan, pariwisata untuk rekreasi, pariwisata untuk kebudayaan, pariwisata untuk olah raga, pariwisata untuk urusan usaha dagang.
53
c. Kisi-kisi instrumen lingkungan pariwisata Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Variabel Lingkungan Pariwisata (X)
Variabel Indikator No. Item
Lingkungan Pariwisata
a. pariwisata untuk menikmati perjalanan
b. pariwisata untuk rekreasi c. pariwisata untuk kebudayaan d. pariwisata untuk olah raga e. pariwisata untuk urusan usaha
dagang 1,2,3,4,5 6,7,8 9,10,11,12 13 14,15,16,17,1 8,19,20
Berdasarkan hasil coba instrumen dengan jumlah 30 responden pada tanggal 04 Januari 2017, diketahui bahwa dari 20 butir soal yang diujikan terdapat 4 butir soal yang tidak valid yaitu pada nomor 5, 6, 14, dan 19. Artinya, bahwa butir soal yang valid dapat digunakan untuk menjaring data yang diperlukan sedangkan butir soal drop tidak dapat dipergunakan.
d. Skala lingkungan pariwisata
Dalam penelitian ini, skala lingkungan pariwisata menggunakan skala Likert, dimana skala Likert digunakan untuk mangatur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial.54 Empat alternatif jawaban beserta skornya sebagai berikut:
Sangat Sering (SS) : 4
Sering (S) : 3
54
Jarang (J) : 2 Tidak Pernah (TP) : 1 e. Uji coba instrument
1) Uji validitas
Validitas atas kesahihan menunjukkan pada kemampuan suatu instrumen (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur.55 Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Product Moment sebagai berikut
Keterangan:
r : Angka indeks korelasi “r” product moment
N : Number of Case
∑XY : Jumlah hasil perkalian X dan Y ∑X : Jumlah seluruh skor X
∑Y : Jumlah seluruh skor Y
Nilai rxy (r hitung) dibandingkan dengan nilai r tabel. Jika r hitung > r tabel, maka butir soal dinyatakan valid. Sebaliknya jika r hitung < r tabel, maka butir soal dinyatakan tidak valid atau drop. Nilai r tabel dapat dilihat pada lampiran.
55
Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian, (Bandung: PT Refika Aditama, April 2012), h. 98
Hasil uji validitas dengan menggunakan SPSS terhadap variabel lingkungan pariwisata (X) diketahui bahwa dari 20 butir soal terdapat 16 butir soal valid dan 4 butir soal yang tidak valid. 2) Uji reliabilitas
Reliabilitas berkenaan dengan tigkat kesenjangan atau ketetapan atau hasil pengukuran. Sutu instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang memadai, bila instrumen tersebut digunakan mengukur aspek yang diukur beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama.56 Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Croanbach‟s Alpha. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika koefisien Croanbach‟s Alpha >0,6.
Tabel 3.3
Nilai Reliabilitas Lingkungan Pariwisata (X)
Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS terhadap variabel lingkungan pariwisata (X), nilai hitung reliabilitas untuk variabel lingkungan pariwisata 0,830. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha> 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan pariwisata sudah reliabel. 2. Variabel Disiplin Belajar (Y)
56
Nana Syaodih, Mentode Penelitian Pendidikan, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2005), h. 229
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
a. Definisi konseptual disiplin belajar
Definisi konseptual disiplin belajar adalah suatu usaha yang ditunjukan untuk membantu melatih dan mengkontrol siswa siswi dengan cara mengajarkan kepada mereka bentuk-bentuk tingkah laku yang baik dan pantas dilakukaan serta mengingatkan bentuk-bentuk tingkah laku yang buruk dan tidak pantas untuk dilakukan. Usaha ini dapat melalui peraturan-peraturan, keputusan-keputusan, dan norma-norma yang telah ditetapkan bersama.
b. Definisi operasional disiplin belajar
Secara operasional disiplin belajar ialah skor total hasil pengukuran yang diperoleh dari siswa setelah menjawab 25 butir soal atau pernyataan yang mengukur variabel masuk kelas tepat waktu, berpakaian seragam sesuai dengan ketentuan sekolah, memperhatikan pelajaran, mengikuti pelajaran tanpa bolos,memiliki rencana belajar yang teratur, mengerjakan tugas.
c. Kisi-kisi instrumen disiplin belajar Tabel 3.4
Kisi-kisi Instrumen Variabel Disiplin Belajar (Y)
Variabel Indikator No. Item
Disiplin Belajar
a. masuk kelas tepat waktu
b. berpakaian seragam sesuai dengan ketentuan sekolah
c. memperhatikan pelajaran d. mengikuti pelajaran tanpa bolos e. memiliki rencana belajar yang
teratur 1,2,3 4,5,6 7,8,9 10,11,12,13,14,15 16,17,18,19
f. mengerjakan tugas 20,21,22,23,24,25 Berdasarkan hasil coba instrumen dengan jumlah 30 responden pada tanggal 04 Januari 2017, diketahui bahwa dari 25 butir soal yang diujikan terdapat 4 butir soal yang tidak valid yaitu pada nomor 5, 6, 9, dan 19. Artinya, bahwa butir soal yang valid dapat digunakan untuk menjaring data yang diperlukan sedangkan butir soal drop tidak dapat dipergunakan.
d. Skala disiplin belajar
Dalam penelitian ini, skala disiplin belajar menggunakan skala Likert, dimana skala Likert digunakan untuk mangatur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial.57 Empat alternatif jawaban beserta skornya sebagai berikut: Sangat sering (SS) : 4
Sering (S) : 3 Jarang (J) : 2 Tidak Pernah (TP) : 1 e. Uji coba Instrumen
1) Uji validitas
Validitas atas kesahihan menunjukkan pada kemampuan suatu instrumen (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur.58 Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Product Moment sebagai berikut:
57
Riduwan, Belajar Mudah Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 87
58
Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian, (Bandung: PT Refika Aditama, April 2012), h.98
Keterangan:
r : Angka indeks korelasi “r” product moment N : Number of Case
∑XY : Jumlah hasil perkalian X dan Y ∑X : Jumlah seluruh skor X
∑Y : Jumlah seluruh skor Y
Nilai rxy (r hitung) dibandingkan dengan nilai r tabel. Jika r hitung > r tabel, maka butir soal dinyatakan valid. Sebaliknya jika r hitung < r tabel, maka butir soal dinyatakan tidak valid atau drop. Nilai r tabel dapat dilihat pada lampiran.
Hasil uji validitas dengan menggunakan SPSS terhadap variabel disiplin belajar siswa (Y) diketahui bahwa dari 25 butir soal terdapat 21 butir soal valid dan 4 butir soal yang tidak valid. 2) Uji reliabilitas
Reliabilitas berkenaan dengan tingkat keajegan atau ketetapan atau hasil pengukuran. Sutu instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang memadai, bila instrumen tersebut digunakan mengukur aspek yang diukur beberapa kali hasilnya sama atau relatif sama.59 Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Croanbach‟s Alpha. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika koefisien Croanbach‟s Alpha > 0,6.
59
Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2005), h. 229
Tabel 3.5
Nilai Reliabilitas Disiplin Belajar Siswa(Y)
Hasil uji reliabialitas dengan menggunakan SPSS terhadap variabel disiplin belajar siswa (Y), nilai hitung reliabilitas untuk variabel disiplin belajar siswa 0,850. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha> 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin belajar sudah reliabel.
G. Teknik Analisis Data