BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
5. Instrumen Penelitian
Data responden diperoleh dengan menggunakan alat pengumpul data berupa
kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan berpedoman pada konsep dan
tinjauan pustaka dan konsultasi pada dosen pembimbing. Kuesioner terdiri dari empat
bagian yaitu kuesioner data demografi, pengetahuan orang tua tentang perawatan
kolostomi, sikap orang tua dalam perawatan kolostomi, dan tindakan orang tua dalam
perawatan kolostomi.
Kuesioner tentang data demografi responden meliputi inisial (nama) responden,
usia responden, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Kuesioner tentang
pengetahuan orang tua dalam perawatan kolostomi berisi 10 pertanyaan. Kuesioner ini
menggunakan skala Guttman dengan pilihan jawaban ”ya” dan ”tidak” untuk melihat
pengetahuan orang tua dalam melakukan perawatan kolostomi. Berdasarkan pilihan
diberikan nilai 1 dan jawaban tidak diberikan 0. Sedangkan skor pertanyaan negatif jika
jawaban ya 0 dan jawaban tidak 1. Kuesioner tentang sikap orang tua dalam perawatan
kolostomi berisi 10 pertanyaan. Kuesioner ini menggunakan skala likert dengan cara
menetapkan bobot jawaban terhadap tiap-tiap item yaitu skor pertanyaan positif adalah
sangat setuju ( skor 2), setuju (skor 1), tidak setuju (skor 0). Sedangkan skor pertanyaan
negatif adalah sangat setuju (skor 0), setuju (skor 1), tidak setuju (skor 2). Semakin
tinggi skor maka semakin baik sikap orang tua terhadap perawatan kolostomi.
Kuesioner tentang tindakan orang tua dalam perawatan kolostomi meliputi persiapan
alat-alat yang digunakan dalam perawatan kolostomi berisi 10 pertanyaan, dan prosedur
perawatan kolostomi berisi 10 pertanyaan. Pada pertanyaan tentang persiapan alat,
peneliti memberi pilihan jawaban ada atau tidak ada. Jika jawaban ada diberikan nilai 1
dan jika jawaban tidak ada diberikan nilai 0. Sedangkan pada pertanyaan tentang
prosedur perawatan kolostomi, peneliti memberi pilihan jawaban dilakukan atau tidak
dilakukan. Skor pertanyaan adalah jika jawaban dilakukan diberikan nilai 1 dan
jawaban tidak dilakukan diberikan 0.
5.1 Validitas Instrumen
Uji validitas dapat diuraikan sebagai tindakan ukuran penelitian yang
sebenarnya, yang memang didesain untuk mengukur. Validitas berkaitan dengan nilai
sesungguhnya dari hasil penelitian dan merupakan karakteristik yang penting dari
penelitian yang baik (Slevin, dkk, 2005). Uji validitas penelitian ini dilakukan oleh
pendidikan S2 Keperawatan yaitu ibu Rosina Tarigan, SKp M.Kep. Hasil dari content
validity index yang didapat adalah 0,7425
5.2 Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas instrument adalah suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui
konsistensi dari instrument sehingga dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya
dalam ruang lingkup yang sama. Uji yang dilakukan untuk instrumen penelitian ini
adalah uji Cronbach’s Alpha. Dikatakan reliabel apabila nilai p > 0,05. Pada uji
reliabilitas ini akan diujikan pada responden yang lain tetapi memiliki kriteria yang
sama maka menghasilkan suatu kesimpulan yang sama. Peneliti menguji responden
yang memiliki anak dengan kolostomi yang ada di RSUP dr. Pirngadi Medan. Hasil uji
reabilitas pada penelitian didapat nilai α = 0,71, sehingga instrumen ini sudah reliabel.
6. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dimulai dengan cara mengajukan permohonan izin
pelaksanaan penelitian pada pendidikan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera
Utara. Kemudian mengirim surat izin penelitian dari Fakultas ketempat penelitian
(RSUP H. Adam Malik Medan). Setelah mendapatkan izin maka dilakukan
pengumpulan data. Peneliti mencari responden di RB2 anak, kemudian peneliti
menentukan responden sesuai dengan kriteria yang telah dibuat sebelumnya. Apabila
peneliti telah menemukan calon responden, selanjutnya peneliti menjelaskan tujuan,
manfaat dan cara pengisian kuesioner. Kemudian responden diminta untuk
mendapatkan 2 responden. Setelah meminta persetujuan, peneliti meminta responden
untuk menjawab kuesioner pertanyaan tentang pengetahuan, sikap dan tindakan mereka
dalam perawatan kolostomi. Setelah selesai melakukan pengisian kuesioner, peneliti
menjelaskan informasi tentang kolostomi dan memberikan pelatihan perawatan
kolostomi kepada responden selama 20-30 menit. Pelatihan dilakukan hanya sekali.
Jika responden merasa kurang jelas, responden dapat bertanya kepada peneliti.
Pelatihan dilakukan pada sore hari dan kadang dilakukan pada pagi hari. Selanjutnya,
peneliti memberi waktu pada responden selama 1 hari untuk melatih perawatan
kolostomi secara mandiri. Lalu pada hari ketiga responden diberi kuesioner kembali
oleh peneliti dan dievaluasi tentang bagaimana cara perawatan kolostomi. 12 responden
telah diperoleh selama lebih kurang 2 bulan dan dilatih perawatan kolostomi oleh
peneliti. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisa.
7. Analisa Data
Data yang telah terkumpul diolah dan ditabulasi dengan langkah – langkah yaitu
memeriksa kembali semua kuisioner yang telah diisi oleh responden, dengan maksud
untuk memeriksa apakah setiap kuisioner telah diisi sesuai dengan petunjuk (editing).
Memberikan kode tertentu pada kuisioner yang telah diajukan untuk mempermudah
sewaktu mengadakan tabulasi dan analisa data (coding). Dan mempermudah analisa
data, pengolahan dan pengambilan kesimpulan melakukan tabulasi (tabulating). Setelah
data terkumpul, maka analisa data dilakukan melalui pengolahan dan secara
7.1 Statistik Univariat
Dari pengolahan data statistik deskriptif, data demografi disajikan dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi. Untuk data perilaku dicari mean & SD. Hasil disajikan
dalam bentuk tabel.
7.2 Statistik Bivariat
Untuk mengetahui efektifitas pelatihan perawatan kolostomi, uji statistik yang
dipakai adalah uji t-dependen karena memenuhi syarat dan hasil disajikan dalam bentuk
BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
1.1. Karakteristik Demografi Responden
Deskripsi karakteristik demografi responden terdiri dari usia, jenis kelamin,
pendidikan dan pekerjaan. Responden dalam penelitian ini adalah orang tua yang
memiliki anak dengan kolostomi di ruang bedah anak RSUP H. Adam Malik Medan.
Berdasarkan hasil penelitian, responden yang memiliki anak dengan kolostomi
sebagian besar responden berusia 31- 40 tahun (n=6, 50.0%), jenis kelamin wanita
(n=10, 83.3%), pendidikan terakhir SMP (n=7, 58.3%), dan sebagian besar responden
Sebaran karakteristik demografi responden pada kedua kelompok dapat dilihat
pada tabel sebagai berikut:
Tabel 1.1. Distribusi, Frekuensi, dan Persentase Karakteristik Demografi
No Karakteristik Demografi n % 1 Usia 31-40 tahun 41-50 tahun 51-60 tahun 6 4 2 50,0 33,3 16,7 2 Jenis Kelamin Wanita Laki-laki 10 2 83,3 16,7 3 Pendidikan SMP SMU 7 5 58,3 41,7 4 Pekerjaan Wiraswasta Buruh Pegawai Negeri 8 3 1 66,7 25,0 8,3
1.2.Pengetahuan Orang Tua Sebelum Pemberian Pelatihan Kolostomi
Sebelum responden diberikan pelatihan perawatan kolostomi, responden diberi
kuesioner berisi tentang pengetahuan perawatan kolostomi. Hasil penelitian didapatkan
nilai rata-rata = 8,33 dengan standard deviasi 2,015.
Tabel 1.2. Pengetahuan Orang Tua Sebelum Pemberian Pelatihan Kolostomi (n = 12)
Variabel Mean SD Min Max
1.3 Sikap Orang Tua Sebelum Pemberian Pelatihan Kolostomi
Sebelum responden diberikan pelatihan perawatan kolostomi, responden diberi
kuesioner berisi tentang sikap perawatan kolostomi. Hasil penelitian didapatkan nilai
rata-rata = 17,83 dengan standard deviasi = 2,167
Tabel 1.3. Sikap Orang Tua Sebelum Pemberian Pelatihan Kolostomi (n = 12).
Variabel Mean SD Min Max
Sikap 17,83 2,167 12 14
1.4 Tindakan Orang Tua Sebelum Pemberian Pelatihan Kolostomi
Sebelum responden diberikan pelatihan perawatan kolostomi, responden diberi
kuesioner berisi tentang tindakan. Perawatan kolostomi. Hasil penelitian didapatkan
nilai rata-rata = 13,17 dengan standard deviasi = 1,697.
Tabel 1.4. Tindakan Orang Tua Sebelum Pemberian Kolostomi (n=12).
Variabel Mean SD Min Max
Pengetahuan 13,17 1,697 10 15
1.5. Pengaruh Pelatihan Perawatan Kolostomi terhadap Pengetahuan Orang Tua
Sebelum dan Sesudah Pemberian Pelatihan Kolostomi
Analisis uji paired t-test pada pre-test diperoleh nilai mean = 8,33, SD = 2,015
dan pada post-test nilai mean = 9,67, SD = 0,492, dengan perbedaan mean = -1,333,
pengaruh pelatihan yang signifikan terhadap pengetahuan orang tua sebelum dan
sesudah pemberian pelatihan kolostomi.
Tabel 1.5. Pengaruh Pelatihan Perawatan Kolostomi terhadap Pengetahuan Orang Tua Sebelum dan Sesudah Pemberian Pelatihan Kolostomi (n=12).
Variabel Mean SD Perbedaan Mean Nilai P
Pengetahuan - Pre-test - Post- test 8,33 9,67 2,015 0,492 -1,333 0,035
1.6. Pengaruh Pelatihan Perawatan Kolostomi terhadap Sikap Orang Tua Sebelum
dan Sesudah Pemberian Pelatihan Kolostomi
Analisis uji paired t-test pada pre-test diperoleh nilai mean = 17,83, SD = 2,167
dan pada post-test nilai mean = 19,75 SD= 0,452, dengan perbedaan mean = -1,917,
dari hasil uji analisis diperoleh nilai P = 0,014, sehingga dapat disimpulkan ada
pengaruh pelatihan yang signifikan terhadap sikap orang tua sebelum dan sesudah
pelatihan kolostomi.
Variabel Mean SD Perbedaan Mean Nilai P Sikap - Pre - Post 17,83 19,75 2,167 0,452 1,917 0,014
1.7. Pengaruh Pelatihan Perawatan Kolostomi terhadap Tindakan Orang Tua
Sebelum dan Sesudah Pemberian Pelatihan Kolostomi.
Analisis uji paired t-test pada pre-test diperoleh nilai mean = 13,73, SD = 1,697
dan pada post-test nilai mean = 19,42, SD = 0,793, dengan perbedaan mean = -6,250,
dari hasil uji analisis diperoleh nilai P = 0,000, sehingga dapat disimpulkan ada
pengaruh pelatihan yang signifikan terhadap tindakan orang tua sebelum dan sesudah
pelatihan kolostomi.
Tabel 1.7. Pengaruh Pelatihan Perawatan Kolostomi terhadap Tindakan Orang Tua Sebelum dan Sesudah Pemberian Pelatihan Kolostomi (n = 12).
Variabel Mean SD Perbedaan Mean Nilai P
Tindakan - Pre test - Post test 13,17 19,42 1,697 0,793 6,250 0,000
2. Pembahasan
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan kolostomi mempunyai pengaruh
terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan orang tua pada anaknya yang mengalami
kolostomi. Hal ini dapat dilihat pada hasil uji statistik dimana untuk pengetahuan
diperoleh nilai P = 0,035, pada sikap diperoleh nilai P = 0,014 dan pada tindakan
diperoleh nilai P = 0,000.
Perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan orang tua dalam melakukan
perawatan kolostomi ini disebabkan pengaruh dari pemberian pelatihan perawatan
kolostomi, berupa prosedur tindakan perawatan kolostomi yang baik dan benar,
memberikan informasi atau pendidikan kolostomi serta menjelaskan bagaimana sikap
yang baik dalam melakukan perawatan kolostomi terhadap anak. Pelatihan ini
diberikan selama 20-30 menit. Dengan pemberian pelatihan perawatan kolostomi, dapat
mengubah pengetahuan, sikap dan tindakan orang tua dalam melakukan perawatan
kolostomi. Orang tua mengerti informasi tentang kolostomi, perawatan kolostomi yang
benar, efek samping yang terjadi jika kantung kolostomi tidak diganti. Selain itu, orang
tua tahu bagaimana cara mengganti kantung dan cara menggantikan stoma dengan baik.
Hasil penelitan ini sesuai dengan pendapat Purwanto (1999) yang mengatakan
bahwa perubahan perilaku seseorang dapat terbentuk karena berbagai pengaruh atau
rangsangan berupa pengetahuan, sikap, pengalaman, keyakinan, sosial dan budaya.
Cara yang tepat untuk memberikan informasi tentang pengetahuan, sikap dan
pendapat Nurhidayah (2009) pelatihan adalah metode pembelajaran yang digunakan
supaya pesan dengan mudah dapat dipahami sasaran.
Setiawati (2008) juga mengatakan bahwa pelatihan merupakan metode yang
dilakukan dengan memberikan training kegiatan yang dilakukan secara berulang untuk
mendapatkan hasil yang memuaskan, dimana tujuannya adalah mendapatkan
ketangkasan dan keterampilan para peserta didik.
Menurut purwanto ( 1999), faktor yang dapat mempengaruhi perubahan
pengetahuan, sikap dan tindakan orang tua dalam melakukan perawatan kolostomi
berupa faktor internal yaitu dari diri individu itu sendiri, faktor pemungkin yaitu berupa
sumber daya dan keterampilan serta faktor pendorong yaitu faktor dari keterampilan
BAB 6
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa
penelitian yang dilakukan terhadap 12 responden, rata-rata berusia 31-40 tahun
sebanyak 6 orang (50,0%), berjenis kelamin wanita sebanyak 10 orang (83,3%),
pendidikan terakhir SMP sebanyak 7 orang (58,3%), dan pekerjaan sebagai wiraswasta
sebanyak 8 orang (66,7%).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji dependen, pengetahuan orang
tua mempunyai nilai rata-rata pada saat pre test 8,33, standar deviasi 2,015. Pada post
test nilai ratarata yaitu 9,67, nilai standar deviasi 0,492 didapat nilai perbedaan mean
-1,333 sehingga diperoleh nilai P = 0,035 dengan jumlah responden 12 orang. Maka
dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan perawatan kolostomi terhadap
pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah pemberian pelatihan kolostomi.
Sikap orang tua mempunyai nilai rata-rata pada saat pre test 17,83, nilai
standar deviasi 2,167. Pada post test nilai rata-rata yaitu 19,75, nilai standar deviasi
0,452 didapat nilai perbedaan mean = 1,917 sehingga diperoleh nilai P = 0,014 dengan
jumlah responden 12 orang. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
pelatihan perawatan kolostomi terhadap sikap orang tua sebelum dan sesudah
pemberian pelatihan kolostomi.
Tindakan orang tua mempunyai nilai rata-rata pada saat pre test 13,17, nilai
0,793 didapat nilai perbedaan mean = 6,250 sehingga diperoleh nilai P = 0,000 dengan
jumlah responden 12 orang. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
pelatihan perawatan kolostomi terhadap tindakan orang tua sebelum dan sesudah
pemberian pelatihan kolostomi..
2. Rekomendasi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat pada orang tua, pelayanan
keperawatan dan penelitian keperawatan. Adapun rekomendasi yang peneliti tawarkan
adalah sebagai berikut:
1. Bagi Orang Tua
Diharapkan dari penelitian ini dapat menambah pengetahuan orang tua tentang
efektifitas pelatihan perawatan kolostomi pada orang tua terhadap perilaku dalam
melakukan perawatan kolostomi. Orang tua dapat melakukan perawatan kolostomi
dengan baik dan merubah sikap serta tindakan orang tua saat melakukan perawatan
kolostomi baik di rumah sakit atau di rumah.
2. Pelayanan Keperawatan
Saat ini pelatihan perawatan kolostomi di rumah sakit pada orang tua sangat
jarang dilakukan oleh perawat yang bekerja di rumah sakit oleh karena itu perawat
diharapkan memberikan pelatihan perawatan kolostomi pada orang tua minimal 3 kali
dan dievaluasi untuk melihat hasilnya. Pelatihan yang diberikan perawat pada orang tua
mengenai perawatan kolostomi ini sangat berguna bagi orang tua. Setiap anak merasa
perawat. Oleh karena itu, perawat tetapi juga berguna saat melakukan perawatan di
rumah.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan tenaga perawat dipelayanan kesehatan
khususnya perawat ruang anak lebih meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan
keperawatan yang mencakup pemberian pelatihan perawatan kolostomi pada orang tua
yang anaknya dirawat di rumah sakit.
3. Penelitian Keperawatan
Responden pada penelitian ini adalah sebanyak 12 orang pada 1 rumah sakit,
jumlah ini dirasakan peneliti belum cukup. Diharapkan pada penelitian selanjutnya
untuk menggunakan lebih banyak responden dan meneliti dibeberapa tempat yang
berbeda agar hasil yang didapat lebih representatif.
Pada penelitian ini, intervensi yang diberikan peneliti kepada responden hanya 1
kali intervensi. Peneliti berharap pada penelitian selanjutnya agar memberikan
intervensi kepada responden minimal 3 kali. Supaya, apa yang disampaikan peneliti
tidak akan cepat dilupakan begitu saja oleh responden.
Kemudian saran dari penulis untuk peneliti selanjutnya adalah mencari referensi
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,A. (2002). Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers
Harahap, I. A.(2004). Perawatan Pasien dengan Kolostomi pada Cancer Colerectal. Medan: USU Repository
Johnson, J. Y. (2002). Prosedur Perawatan Di Rumah. Jakarta: EGC
Notoadmojo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan ketiga. Jakarta: Rineka Cipta
Nurhidayah, R. E. (2009). Pendidikan Keperawatan. Medan: USU Press
Nursalam. (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Potter, P. A & Perry, A. G. (2005). Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktek. Jakarta : EGC
Purwanto, H. (1999). Pengatur Perilaku Manusia. Jakarta: EGC
Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Setiawati, S. & Dermawan, A. C. (2008). Proses Pembelajaran Dalam Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Trans Info Media.
Sjamsuhidajat. (1996). Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: EGC
Smeltzer, S. C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC
Wong, D.L & hockenberry, M.J. (2009). Wong’s Nursing Care of Infant and Children, Jakarta: EGC
Lampiran 1
Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Efektifitas Pelatihan Perawatan Kolostomi Terhadap Perilaku Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Kolostomi di Ruang Bedah Anak RSUP H. Adam Malik
Medan
Saya mahasiswa program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang akan melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui efektifitas pelatihan perawatan kolostomi terhadap perilaku orang tua yang memiliki anak dengan kolostomi.
Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Untuk keperluan tersebut saya mengharapkan ketersediaan Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, dimana penelitian ini tidak akan memberikan dampak yang membahayakan. Jika Bapak/Ibu bersedia, selanjutnya saya mohon ketersedian Bapak/Ibu mengisi kuisioner dengan jujur dan apa adanya. Jika bersedia, silahkan menandatangani lembar persetujuan ini sebagai bukti kesukarelaan Bapak/Ibu
Identitas pribadi bapak/Ibu sebagai responden akan dirahasiakan dan semua informasi yang diberikan hanya akan digunakan untuk penelitian ini. Partisipasi Bapak/Ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela sehingga Bapak/Ibu berhak mengundurkan diri tanpa ada sanksi apapun. Jika ada yang kurang jelas, silahkan bertanya langsung kepada peneliti.
Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dalam penelitian ini.
Tanda tangan :
Lampiran 2
INSTRUMEN PENELITIAN
Kode (diisi peneliti) :
Tanggal :
I. Kuesioner Data Demografi
Petunjuk pengisian : Bapaki Ibu akan ditnyakan informasi tentang data pribadi. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda centang ( √ ) pada tempat
yang disediakan dan isilah bagian yang telah disediakan sesuai dengan keadaan bapak/ibu sebenarnya. 1. Usia : 20 – 30 tahun 31 - 40 tahun 41 – 50 tahun 51- 60 tahun lainnya
2. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan
3. Pendidikan : SD
SMP SMU
Sarjana
4. Pekerjaan : Pegawai Negeri
Wiraswasta
Buruh
lainnya
II. Kuesioner Pengetahuan Orang Tua dalam Perawatan Kolostomi
Petunjuk pengisian: berilah tanda ceklist pada kolom yang anda ketahui tentang
kolostomi dan perawatannya.
No Pengkajian Ya Tidak
1. Kolostomi merupakan sebuah lubang buatan pada
dinding perut untuk mengeluarkan tinja.
2. Dalam merawat pasien kolostomi dibutuhkan ketelitian
kebersihan agar tidak menimbulkan komplikasi infeksi.
3. Kontaminasi tinja merupakan faktor yang paling sering
menjadi penyebab terjadi infeksi pada luka di sekitar
luka
4. Sebaiknya mengganti kantong kolostomi dilakukan
dalam 3 x sehari
mengosongkan tinja dan membersihkan saluran cerna
bagian bawah.
6. Jika kantung kolostomi sudah penuh sebaiknya kantung
langsung diganti dengan yang baru
7. Tindakan pemasangan kolostomi dilakukan karena tidak
mempunyai anus
8. Dalam mengganti balutan luka tidak perlu dilakukan
pemantauan yang terus menerus
9. Kolostomi pada anak biasanya hanya bersifat sementara
10. Anak dengan kolostomi biasanya tidak mengalami
III. Kuesioner Sikap Orang Tua terhadap Perawatan Kolostomi
Petunjuk pengisian:
Berilah tanda ( √ ) pada kolom jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.
Keterangan:
TS : Tidak Setuju
S : Setuju
SS : Sangat Setuju
No Pertanyaan SS S TS
1 Orang tua berhak mendapat pelatihan perawatan kolostomi.
2 Orang tua harus diajarkan bagaimana cara perawatan kolostomi yang baik
3 Pada saat perawatan kolostomi sebaiknya pasien dalam posisi berbaring
4 Dalam melakukan perawatan kolostomi sebaiknya orang tua melakukan tindakan dengan hati-hati
5 Sebaiknya mengganti kantung kolostomi dilakukan dalam 3 x sehari
6 Sebelum mengganti kantung kolostomi dianjurkan supaya mencuci tangan terlebih dahulu
7 Orang tua yang melakukan perawatan kolostomi pada anak, harus teliti dalam melakukan perawatan
8 Sebaiknya orang tua selalu memberi dukungan terhadap anaknya yang mengalami tindakan kolostomi
9 Orang tua butuh kesabaran dalam merawat anak mereka yang mengalami tindakan kolostomi
10 Jika kantung kolostomi sudah penuh
sebaiknya kantung langsung diganti dengan yang baru
IV. Kuesioner Tindakan Orang Tua dalam Perawatan Kolostomi 1. Persiapan alat-alat yang digunakan dalam perawatan kolostomi
Petunjuk pengisian: berilah tanda ceklist pada kolom yang anda ketahui tentang
kolostomi dan perawatannya.
No Pengkajian ada Tidak
ada
1. 2 pasang sarung tangan
2. air hangat
3. Waslap
4. Pengalas
5 Gunting
6 Pembersih seperti sabun
7. Bedak karaya / Gel
8. Kantung kolostomi yang baru
9. Handuk
10. Air dingin
2. Prosedur Perawatan Kolostomi
Petunjuk pengisian: berilah tanda ceklist pada kolom yang anda ketahui tentang
kolostomi dan perawatannya.
dilakukan
1. Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
2. Setelah mencuci tangan, pasang sarung tangan terlebih
dahulu
3. Pasang pengalas pada daerah kulit di sekitar lubang
4. Membuka kantung kolostomi yang lama
5. Membersihkan seluruh daerah kulit sekitar luka
dengan kasa atau waslap yang dibasahi air bersih
6. Mengkeringkan kulit sekitar stoma
7. Menaburkan bedak karaya / gel
8 Pasang kantung kolostomi yang baru
9 Lepaskan sarung tangan
Lampiran 3
Prosedur Perawatan Kolostomi
Adapun prosedur perawatan kolostomi adalah
1. Peneliti menyiapkan alat dan bahan sebagai berikut:
a. 2 Sarung tangan bersih
b. Pengalas
c. Kain kasa atau handuk
d. Baskom berisi air hangat
e. Pembersih seperti sabun
f. Kantung kolostomi yang baru
g. Kantung plastik
2. Pasien berbaring
3. Sebelum melakukan tindakan, responden mencuci tangan terlebih dahulu dan
memakai sarung tangan.
4. Letakkan pengalas/handuk di sekitar luka dan buka kantung kolostomi.
5. Membuka kantung kolostomi dengan hati-hati, tangan kiri menekan kulit, dan
tangan kanan melepaskan kantung kolostomi.
6. Kosongkan kantung kemudian tinja di buang ke toilet dan kantung yang lama di
buang ke kantung plastik.
8. Bersihkan kulit di sekitar luka dengan lembut menggunakan kasa atau washlap
yang lembap dan hangat, atau air sabun jika sisa perekat dan tinja sulit
dibersihkan.
9. Keringkan kulit dan pasang kantung kolostomi yang baru
10.Buka sarung tangan dan rapikan alat serta sampah
Konten Validiti Indeks
1. Kuesioner Pengetahuan
No pertanyaan skor
0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1 Kolostomi merupakan
sebuah lubang buatan pada dinding abdomen / perut untuk mengeluarkan tinja √ 2 Dalam merawat pasien kolostomi Dalam merawat pasien kolostomi dibutuhkan ketelitian kebersihan agar tidak menimbulkan
komplikasi infeksi.
√
3 Kontaminasi tinja merupakan faktor yang paling sering menjadi penyebab terjadi infeksi pada luka di sekitar luka
√
4 Sebaiknya mengganti kantong kolostomi
dilakukan dalam 3 x sehari
5 Tujuan dari tindakan kolostomi merupakan untuk mengosongkan tinja dan
membersihkan saluran cerna bagian bawah. √ 6 Jika kantung kolostomi sudah penuh sebaiknya kantung langsung diganti dengan yang baru √ 7 Tindakan pemasangan