• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

4.4 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data (Notoadmodjo, 2005). Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi tentang umur ibu, pendidikan ibu anak balita, tingkat pengetahuan, sikap, status bekerja, pendapatan keluarga, jarak tempuh dari rumah ke posyandu, kepemilikan KMS, perilaku kader, perilaku petugas kesehatan dan perilaku tokoh masyarakat untuk mengetahui partisipasi ibu balita ke Posyandu. Berikut kuesioner yang akan dipakai dalam penelitian ini:

a. Partisipasi ibu balita ke Posyandu

Untuk mengetahui partisipasi ibu balita ke Posyandu, peneliti menggunakan pertanyaan bagian I yang terdapat pada kuesioner. Variabel ini diukur melalui satu pertanyaan tentang partisipasi ibu balita ke Posyandu dalam 6 bulan terakhir, variabel ini di kategorikan menjadi dua berdasarkan Depkes RI (2007) yaitu “tidak aktif” jika responden berpartisipasi ke Posyandu < 4 kali berturut-turut dan “aktif” jika responden berpartisipasi ke Posyandu > 4 kali berturut-turut.

61

b. Umur

Umur ibu dapat diketahui dari point pertanyaa “A2”. Pada penelitian ini umur dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan Alibbirwin (2001) yaitu “berisiko” jika ibu berumur < 20 atau > 29 tahun dan “tidak berisiko” jika ibu berumur antara 20 - 29 tahun.

c. Pendidikan

Pendidikan ibu dapat diketahui dari point pertanyaan ”B”. Pada penelitian ini, pendidikan ibu dikategorikan menjadi lima macam berdasarkan kriteria dari Diknas (2003) yaitu jika tidak sekolah simbolnya ”1”, jika tamat SD simbolnya ”2”, jika tamat SMP simbolnya ”3”, jika tamat SMA simbolnya ”4” dan jika tamat Perguruan Tinggi simbolnya ”5”. Untuk kepentingan analisis, pendidikan ibu dikategorikan lagi menjadi “rendah” jika pendidikan hanya sampai tamat SMP atau lebih rendah dan “tinggi” jika pendidikan hanya sampai tamat SMA atau lebih tinggi.

d. Status Bekerja Ibu

Status bekerja ibu dapat diketahui dari point pertanyaan “C”. Pada penelitian ini, status bekerja ibu dikategorikan berdasarkan Depkes (2008), yaitu “bekerja” jika ibu mempunyai kegiatan rutin untuk menghasilkan uang dan “tidak bekerja” jika ibu tidak memiliki kegiatan rutin untuk menghasilkan uang.

62

e. Tingkat pengetahuan Ibu

Dalam penelitian ini, terdapat 10 pertanyaan yang mewakili pengetahuan ibu tentang Posyandu pada point “D”. Setiap point pertanyaan diberi nilai “1” jika responden mampu menjawab dengan benar. Untuk setiap pertanyaan diberikan bobot nilai yang sama, dengan asumsi setiap pertanyaan sama pentingnya. Untuk pertanyaan dengan jawabannya lebih dari 1 pilihan, jika responden mampu menjawab 3 pilihan maka responden mendapat nilai “1” dan sebaliknya jika responden hanya mampu menjawab 2 pilihan maka responden mendapat nilai “0”. Dalam penelitian ini, pengetahuan ibu dikategorikan menurut Sambas (2002) yaitu “kurang” jika nilai total skor seluruh pertanyaan pengetahuan tentang Posyandu < median dan “baik” jika nilai total skor seluruh pertanyaan pengetahuan tentang Posyandu > median.

f. Pendapatan Keluarga

Pendapatan keluarga dapat diketahui dari point pertanyaan “E”. Pada penelitian ini, pendapatan keluarga di kategorikan menjadi dua berdasarkan UMK Tangerang (2010) karena lembaga terkait Dewan Pengupahan Kota Tangsel yang menangani UMK Kota Tangsel belum terbentuk, sehingga masih mengacu kepada UMK Tangerang yaitu “Cukup” jika pendapatan keluarga > Rp. 1.117.245/bln dan “kurang” jika pendapatan keluarga < Rp. 1.117.245/bln.

63

g. Sikap Ibu

Dalam penelitian ini, terdapat 10 pertanyaan yang bersifat tertutup berkaitan dengan sikap responden mengenai posyandu yang terdapat pada point “F”. Untuk setiap pertanyaan diberikan bobot nilai yang berbeda-beda tergantung kodenya. Pengukuran sikap ibu menggunakan skala Likert yang dikategorikan dengan 4 kategori yaitu; untuk pertanyaan yang positif jika jawaban responden “Sangat Setuju” maka nilainya 4, jika “Setuju” maka nilainya 3, jika “Tidak Setuju” maka nilainya 2, jika jawaban responden “Sangat Tidak Setuju” maka nilainya 1. Akan tetapi jika pernyataannya negatif maka point-nya berbalik dengan pernyataan yang positif. Untuk kepentingan analisis, variabel sikap ini dikategorikan menjadi dua yaitu “tidak baik” jika nilai total skornya < median dan “baik” jika nilai total skornya > median.

h. Jarak tempuh dari rumah ke posyandu

Jarak tempuh dari rumah ke posyandu dapat diketahui dari point pertanyaan “G”. Pada penelitian ini, variabel jarak tempuh dari rumah responden ke posyandu dikategorikan menjadi dua berdasarkan Sambas (2002) yaitu “jauh” jika > 10 menit dan “dekat” jika < 10 menit.

i. Kepemilikan KMS

Dalam penelitian ini, pertanyaan untuk variabel kepemilikan KMS dapat dilihat pada point “H”. Variabel ini dikategorikan menjadi dua

64

berdasarkan Sambas (2002) yaitu “tidak” jika responden tidak memiliki KMS anaknya dan “ya” jika responden memiliki KMS anaknya.

j. Perilaku Kader

Dalam penelitian ini, terdapat 6 pertanyaan yang bersifat tertutup pada bagian “J” dari masing-masing variabel yaitu perilaku kader terhadap ibu balita di Posyandu. Untuk setiap pertanyaan diberikan bobot nilai yang berbeda-beda tergantung kodenya. Pengukuran perilaku kader menggunakan skala Likert yang dikategorikan dengan 4 kategori yaitu; untuk pertanyaan yang positif jika jawaban responden “Sangat Setuju” maka nilainya 4, jika “Setuju” maka nilainya 3, jika “Tidak Setuju” maka nilainya 2, jika jawaban responden “Sangat Tidak Setuju” maka nilainya 1. Akan tetapi jika pernyataannya negatif maka point-nya berbalik dengan pernyataan yang positif. Untuk kepentingan analisis, variabel perilaku kader ini dikategorikan menjadi dua yaitu “tidak baik” jika nilai total skornya < median dan “baik” jika nilai total skornya > median.

k. Perilaku Petugas Kesehatan

Dalam penelitian ini, terdapat 6 pertanyaan yang bersifat tertutup pada bagian “K” dari masing-masing variabel yaitu perilaku petugas kesehatan terhadap ibu balita di Posyandu. Untuk setiap pertanyaan diberikan bobot nilai yang berbeda-beda tergantung kodenya. Pengukuran perilaku petugas kesehatan menggunakan skala Likert yang dikategorikan dengan 4

65

kategori yaitu; untuk pertanyaan yang positif jika jawaban responden “Sangat Setuju” maka nilainya 4, jika “Setuju” maka nilainya 3, jika “Tidak Setuju” maka nilainya 2, jika jawaban responden “Sangat Tidak Setuju” maka nilainya 1. Akan tetapi jika pernyataannya negatif maka point-nya berbalik dengan pernyataan yang positif. Untuk kepentingan analisis, variabel perilaku petugas kesehatan ini dikategorikan menjadi dua yaitu “tidak baik” jika nilai total skornya < median dan “baik” jika nilai total skornya > median. l. Perilaku Tokoh Masyarakat

Dalam penelitian ini, terdapat 6 pertanyaan yang bersifat tertutup pada bagian “L” dari masing-masing variabel yaitu perilaku tokoh masyarakat terhadap ibu balita di Posyandu. Untuk setiap pertanyaan diberikan bobot nilai yang berbeda-beda tergantung kodenya. Pengukuran perilaku tokoh masyarakat menggunakan skala Likert yang dikategorikan dengan 4 kategori yaitu; untuk pertanyaan yang positif jika jawaban responden “Sangat Setuju” maka nilainya 4, jika “Setuju” maka nilainya 3, jika “Tidak Setuju” maka nilainya 2, jika jawaban responden “Sangat Tidak Setuju” maka nilainya 1. Akan tetapi jika pernyataannya negatif maka point-nya berbalik dengan perpoint-nyataan yang positif. Untuk kepentingan analisis, variabel perilaku tokoh masyarakat ini dikategorikan menjadi dua yaitu “tidak baik” jika nilai total skornya < median dan “baik” jika nilai total skornya > median.

66

Dokumen terkait