• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Implikasi Penelitian

Sebagai bagian akhir dari skripsi ini, peneliti mengemukakan implikasi penelitian:

1. Kepada orang tua di Desa Kananga sebagai orang yang paling dekat dengan anak hendaknya menyadari bahwa peranan mereka sangat besar dan bisa menentukan arah masa depan anaknya. Pergaulan bebas anak merupakan masalah yang sangat serius, sehingga orang tua harus bisa mengatasi masalah ini dengan cara menjalankan peranan dengan baik. Peranan yang dilakukan seperti memberikan keteladanan yang baik, mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada anak, menegur dan memberikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan, berusaha menghilangkan penyebab pergaulan bebas serta

memberikan perhatian dan semangat kepada anak ketika anak terjerumus dalam pergaulan bebas agar dia tidak melakukannya lagi.

2. Kepada pemerintah Desa Kananga dan juga tokoh masyarakat diharapkan untuk melakukan kerja sama dengan orang tua anak dalam mengatasi masalah pergaulan bebas. Pergaulan bebas bisa diatasi jika semua pihak ikut terlibat dalam usaha ini.

79

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Muhammad. Akhlak: Menjadi Seorang Muslim Berakhlak Mulia.

Depok: Rajagrafindo Persada, 2016.

al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Shahih Sunan Abu Daud. Terj. Ahmad Taufik Abdurrahman dan Shofia Tidjani, Shahih Sunan Abu Daud: Seleksi Hadis Sahih Dari Kitab Sunan Abu Daud. Jakarta: Pustaka Azzam, 2006.

Annisahdia. “Dampak Negatif Akibat Pergaulan Bebas dan Upaya Orang Tua Dalam Memberikan Pendidikan Islam Pada Kalangan Generasi Muda Di Pagar Dewa Kota Bengkulu.”, Skripsi, 2020.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Asrori, Mohammad Ali dan Mohammad. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Baharits, Adan Hasan Shalih. Tanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Laki-Laki.

Jakarta: Gema Insani Press, 1996.

Baqi, Muhammad Fuad Abdul. Lu’lu wal marjan. Terj. Ahmad Fadhil, Muttafaqun

‘Alaih Shahih Bukhari Muslim: Himpunan Hadits Shahih yang Disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim. Jakarta: Beirut Publishing, 2015.

Cohen, Bruce J. Theory and Problems of Introduction to Sociology. Terj. Sahat Simamora, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

Daradjat, Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2016.

---, Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang, 1993.

Haq, Azharul. “Peran Orang Tua Dalam Mengantisipasi Pergaulan Bebas Remaja di Kecamatan Soreang Kota Parepare”, Skripsi, 2019.

Helmawati. Pendidikan Keluarga. Bandung: PT Remaja Rosdakarta, 2015.

Indonesia, Republik. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Jakarta: Republik Indonesia, 2002.

Indra, Hasbi. Potret Wanita Shalehah. Jakarta: Penamadani, 2004.

Jamiliya, Susantin. “Urgensi Kontinuitas Pengawasan Orang Tua Terhadap Pergaulan Bebas Anak.” 124-125, 2015.

Kuswarno, Engkus. Etnografi Komunikasi. Bandung: Widya Padjadjaran, 2009.

Mania, Sitti. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Makassar: Alauddin University Press, 2013.

Mirsanti, Nining. “Strategi Orang Tua dalam Mengatasi Pergaulan Bebas Remaja di Desa Paraili Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah”, Skripsi, 2018.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Musbikin, Imam. Mengatasi Kenakalan Remaja. Pekanbaru: Zanafa Publishing, 2013.

Nawawi, Hadari. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1990.

Panuju, Panut. Psikologi Remaja. Yogyakarta: Tiara Remaja Yogya, 1999.

al-Qarni, 'Aidh. Asasi 'ala at-Taqwa. Terj. Bahrun Abubakar Ihsan Zubaidi, Membina Rumah Tangga Bahagia. Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2008.

al-Qurthubi. Al- Jami’ Li Ahkaam al-Quran, Terj. Ahmad Rijali Kadir, Tafsir Al Qurthubi jilid 5. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.

RI, Kementerian Agama. al-Qur’an dan Terjemahan. Jakarta: Insan Media Pustaka, 2012.

Sanjarweni, V. Wiratna. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Pers, 2014.

Sari, Nurlita. “Analisis Perilaku Siswa Zaman Milenial (Stusi Gadget dan Informasi Online di Sekolah MAN 1 Kota Malang).”, Skripsi, 2020.

Sari, Rinda. “Pergaulan Bebas Remaja Di Kecamatan Labuhanhaji Kabupaten Aceh Selatan.”, Skripsi, 2020.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: CV Alfabeta, 2012.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah . Jakarta: Lentera Hati, 2004.

Shochib, Moh. Pola Asuh Orang Tua. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Sitti, Nadirah. Peranan Pendidikan Dalam Menghindari Pergaulan Bebas Anak Usia Remaja, 2017.

Soedarsono. Kenakalan Remaja: Prevensi, Rehabilitasi dan Resosialisasi. Jakarta:

Rineka Cipta, 2004.

---, Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

Sukendro, Filosofi Rokok. Yogyakarta: Pinus Book Publisher, 2007.

Sugiono. Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2006.

Sukmadinata, Nana Syaoddin. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2009.

Sulo, Umar Tirtarahardja dan S.L La. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

Surbakti, EB. Kenakalan Orang Tua Penyebab Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008.

Syamddin, AB. Sistem Pengasuhan Orang Tua Agar Anak Berkualitas. Makassar:

Alauddin University Press, 2014.

Tafsir, Ahmad. Pendidikan Agama dalam Keluarga. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996.

Tihami dan Sohari Sahrani. Figh Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap. Jakarta:

Rajagrafindo Persada, 2009.

Tim UGM, Raih Prestasi Tanpa Narkoba. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2015.

Willis, Sofyan S. Konseling Keluarga. Bandung: Alfabeta, 2009.

Yaumi, Muhammad. Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar dan Implementasi.

Jakarta: Prenamedia Group, 2016.

Yusuf, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.

L A M

P

I

R

A

N

1. Gambaran Umum Desa Kananga

Desa Kananga merupakan salah satu dari empat belas (14) Desa yang berada dibagian tengah-tengah pusat Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan batas wilayah sebagai berikut:

- Sebelah Utara : Desa Tumpu Kecamatan Bolo - Sebelah selatan : Desa Leu/Kara Kecamatan Bolo - Sebelah Barat : Desa Rato/Rasa Bou Kecamatan Bolo - Sebelah Timur : Desa Leu Kecamatan Bolo

Luas wilayah 6 km2. Kodisi iklim sebagian besar desa Kananga tidak jauh beda dengan kondisi iklim wilayah Kecamatan Bolo, secara umum dengan dua Musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau berlangsung antara bulan Juli hingga Oktober dan musim hujan berlangsung antara bulan November sampai dengan bulan Februari. Curah hujan sebesar 35–36 mm dengan curah hujan paling rendah pada bulan April dan curah hujan tertinggi pada bulan Januari.

a. Sejarah Pemerintahan Desa

terletak di pusat kota kecamatan Bolo yang mana jarak antara desa kananga dengan Pusat Kota kecamtan adalah sekitar 600 Meter. Demikian Sejarah singkat desa kananga semoga bermanfaat bagi kita semua.

Urutan Pejabat Gelarang (Kepala Desa) Kananga:

1) Ompu Dalil periode tahun 1948 –1956 (ompu kapala) 2) H. Jakariah Latif periode tahun 1956-1964 (gelarang) 3) H. Jakariah Latif periode tahun 1964-1972 (gelarang) 4) H. Abdullah Ismail periode tahun 1972-1980 (gelarang) 5) Ahmad Sene periode tahun 1980–1988 (gelarang) 6) H. Anwar Saleh periode tahun 1988–1996 (gelarang)

7) Rahmat Junaidin, SH periode tahun 1996 – 1999 (kepala desa) 8) H. Burhan Saleh periode tahun 1999 – 2007 (kepala desa) 9) Muhammad Nur, SH periode tahun 2007– 2013 (kepala desa) 10) Muhammad Nur, SH periode tahun 2013 – 2019 (kepala desa) 11) Firdaus,S.Pd periode tahun 2020 – 2025 (kepala desa)

b. Demografi

Jumlah penduduk Desa Kananga dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 penduduk Desa Kananga berjumlah 3564 jiwa, pada tahun 2021 meningkat menjadi 3,745 jiwa dan pada tahun 2022 jumlah penduduk menjadi 3947 jiwa.

Tabel 4.1. Luas Dusun, RW, RT, Jumlah Penduduk dan kepadatan penduduk

No Nama Luas

(Km)

Jumlah Penduduk Laki – Laki

(jiwa)

Jumlah Penduduk Perempuan

(jiwa)

Kepadatan (jiwa)

1 Dusun Bara I 3 ha 384 354 738 (5 jiwa/km)

2 Dusun Bara II 3 ha 466 454 920 (5 jiwa/km)

3 Dusun Bada 2 ha 236 233 469 (5 jiwa/km)

4 Dusun Kananga I

2 ha

238 209

447 (5 jiwa/km)

5 Dusun Kananga II

5 ha

315 281

596 (5 jiwa/km)

6 Dusun Karatimu

3 ha

349 376

725 (5 jiwa/km)

Sumber: Data Desa Kananga

Kepadatan penduduk Tertinggi Desa kananga berada pada Dusun Bara II sedangkan kepadatan penduduk terendah terdapat dusun Kananga I.

1) Struktur Penduduk

Jumlah penduduk Desa Kananga pada tahun 2022 adalah 3947, jiwa, yang terdiri dari laki-laki 2288 jiwa dan perempuan 1907 jiwa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa jumlah Laki-laki lebih banyak dari Perempuan.

2) Agama dan Budaya

Penduduk yang tinggal di Desa Kananga terdiri dari berbagai suku yaitu Suku asli Bima, jawa, serta para pendatang dari daratan pulau yang lain. Penduduk sumuanya beragama Islam.

Hidup dalam suasana tolong-menolong dan gotong-royong sudah menjadi ritme kehidupan sehari-hari di Desa Kananga. Kebiasaan sosial itu sering disebut mbolo weki, yaitu tradisi kumpul bersama pada saat acara hajatan. Nilai-nilai solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat seperti saling membantu, gotong-royong untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa mengharapkan suatu imbalan jasa. Hal ini menjadikan masyarakat Desa Kananga memiliki solidaritas yang tinggi dalam menghadapi berbagai macam situasi. Agama selalu diutamakan dalam setiap tindakan masyarakat sebab budaya tetap mengikuti ajaran agama

c. Ekonomi

1. Pendapatan/penghasilan masyarakat Desa dari berbagai sektor usaha

Tabel 4.2. Struktur perekonomian Desa Tahun 2020-2022

Lapangan Usaha 2020 2021 2022

1. Perdagangan 2. Jasa Angkutan 3. Pertanian 4. ASN

5. Perikanan / Peternak 6. Kuli Bagunan 7. Montir / Otomotif 8. Wiraswasta lainnya

53 5 498

37 251

15 5 61

61 7 507

41 255

18 8 70

67 20 500

33 160

29 10 190

Jumlah 925 967 1009

Sumber: Data Desa Kananga

2. Ketenagakerjaan

Penduduk usia kerja diatas 15 tahun yang sedang bekerja tercatat sebesar 38 jiwa atau 1%, dimana 146 jiwa bekerja di perkotaan dan 627 jiwa bekerja di daerah pedesaan. Penduduk yang menganggur secara keseluruhan tercatat sebesar 320 jiwa atau 10%. Laki-laki yang bekerja tercatat sebanyak 627 jiwa, pengangguran sebesar 207 jiwa dan sekolah 578 jiwa, mengurus rumah tangga sebesar 356 jiwa dan yang lainnya 395 jiwa. Sementara perempuan yang bekerja tercatat sebanyak 225 jiwa.

Tabel 4.3. Penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut jenis kegiatan Jenis Kegiatan Jenis Kelamin (Jiwa) Tipe Daerah (jiwa)

Laki-Laki Perempuan Perkotaan Pedesaan Angkatan Kerja:

Bekerja

976 564

669 359

44 78

1257 533

Pengangguran 412 310 22 724 Bukan Angkatan

Kerja:

Sekolah

Mengurus rumah tangga

Lainnya

267 200 61

424 250 174

80 118

30

691 450 241

Sumber: Data Desa Kananga

d. Kebijakan Keuangan Desa

Dana Desa dialokasikan oleh Pemerintah untuk Desa dimana Pengalokasian Dana Desa dihitung berdasarkan jumlah Desa dan dialokasikan dengan memperhatikan jumlah penduduk (25%), jumlah penduduk miskin (35%), luas wilayah (10%) dan tingkat kesulitan geografis (30%) yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/Kota untuk selanjutnya ditransfer ke APB Desa.

Pengelolaan Dana Desa dalam APBD Kabupaten/Kota maupun APB-Desa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah/Desa dengan dasar hukum PP No 60 Tahun 2022 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN dan Permendagri no 113 tahun 2022 tentang pengelolaan keuangan Desa. Dana Desa dikelola secara tertib, taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta mengutamakan kepentingan masyarakat setempat. Tata cara pembagian dan penetapan rincian dana Desa setiap Desa ditetapkan dengan peraturan Bupati Kepulauan Bima nomor 8 tahun

2022. Kebijakan keuangan Desa Kananga bisa berjalan dengan baik dikarenakan kredibilitas pemerintah yang cukup tinggi.

e. Struktur Organisasi

Sumber: Data Desa Kananga

f. Isu Strategis dan Masalah Mendesak

Dengan memperhatikan analisa lingkungan eksternal dan internal, isu strategis Desa kananga dalam 1 (satu) tahun mendatang adalah sebagai berikut:

1) Rendahnya budaya masyarakat dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dan belum optimalnya sinergi pemerintah Desa dengan Pemerintah dan Pemerintah Kabupaten dalam pengembangan teknologi komonikasi dan informasi;

2) Kurangnya kerjasama antar Pemerintah Desa dengan masyarakat dalam melaksanakan kebersihan lingkungan;

3) Banyaknya petani/masyarakat yang melindungi tanaman dari gangguan binatang ternak dengan cara memagari lahan menggunakan kawat atau jarring besi yang dapat membahayakan ternak.

4) Kurangnya modal usahan masyarakat guna meningkatkan hasil pertanian;

5) Saluran irigasi di lahan pertanian masyarakat masih kurang layak sehingga petani sulit mengairi tanaman;

6) Sulitnya pengangkutan hasil pertanian bagi petani

7) Kurangnya akses modal usaha bagi masyarakat dan kelompok tani 8) Banyakanya masyarakat yang belum memiliki jamban keluarga

5. Dokumentasi

Wawancara dengan Kepala Desa Kananga

Wawancara dengan tokoh masyarakat

Wawancara dengan orang tua

Patroli gabungan untuk mengontrol kegiatan anak di Desa Kananga saat malam hari

Kegiatan sosialisasi mengenai bahaya pergaulan bebas pada saat acara Desa

Dokumen terkait