BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah seluruh proses untuk mengumpulkan data (Suparno, 2010:55). Seluruh data dalam penelitian ini diperoleh dari SMA Santa Maria, Yogyakarta.Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan test.
a. Test 1) Pretest
Pretest atau tes awal, digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum kegiatan pembelajaran dengan materi pemantulan cahaya.
Soal pretest berjumlah 5 soal uraian. Soal pretest tersebut berdasarkan indikator pembelajaran: 1 soal tentang konsep pemantulan cahaya, 1 soal tentang hukum pemantulan, 1 soal tentang sinar istimewa dalam pemantulan, 1 soal tentang sifat bayangan pada cermin, dan 1 soal tentang perhitungan persamaan pada cermin. Sebelum membuat soal pretest peneliti membuat kisi-kisi soal. Secara lengkap materi, soal, kunci jawaban, dan skoring tercantum dalam kisi-kisi tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 3 kisi-kisi soal pretest dan posttest
No Materi Pertanyaan Jawaban No
Soal
Skor
1. Pemantulaan Cahaya Menurut anda mengapa anda dapat melihat benda ?
Karena ada cahaya dari benda ke mata kita, entah cahaya itu memang berasal dari benda tersebut, entah karena benda itu memantulkan cahaya yang datang kepadanya lalu mengenai mata kita. Jadi, gejala melihat erat kaitannya dengan keberadaan cahaya atau sinar.
1 20
2. Hukum Pemantulan Apa yang dimaksud dengan peristiwa pemantulan atau bunyi hukum pemantula ?
Peristiwa pemantulan adalah apabila seberkas cahaya mengenai permukaan bidang datar yang rata, maka akan berlaku aturan-aturan sebagai berikut :
1. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
2. Sudut datang selalu sama dengan sudut pantul.
2 20
3. Sinar istimewa pada pemantulan
Tuliskan 3 sinar istimewa pada cermin cekung ? Dan lukiskanlah masing-masing sinar !
Sinar istimewa pada cermin cekung:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama cermin dipantulkan melalui titik fokus F.
2) Sinar datang melalui titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang melalui titik pusat lengkung M dipantulkan
3 20
r i
kembali ke titik pusat lengkung tersebut.
Gambar masing-masing sinar istimewa pada cermin cekung : 1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik
fokus
2. Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama
3. Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga
4. Sifat bayangan pada cermin Sebutkan sifat bayangan pada cermin cekung ?
Sifat bayangan pada cermin cekung
1. Jika benda berada di ruang I, maka bayangan berada di ruang IV. Sifat bayangannnya adalah maya, tegak, dan diperbesar.
2. Jika benda berada di ruang II, maka bayangan berada di ruang III. Sifat bayangannnya adalah nyata, terbalik, dan diperbesar. 3. Jika benda benda berada di ruang III, maka bayangan berada di
ruang II. Sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
4 20
5. Formulasi persamaan pada cermin
Jarak fokus sebuah cermin adalah 8 cm. Tentukan letak dan perbesaran bayangan benda yang terletak 20 cm di depan cermin! Diketahui data : f = 8 cm, S = 20 cm ditanya : S = ? , M = ? Jawab : Letak bayangan: 5 20
Perbesaran bayangan : kali (diperkecil) Skor Total 100 min) ( 3 40 ' 40 3 40 2 5 ' 1 20 1 8 1 ' 1 1 1 ' 1 ' 1 1 1 didepancer S cm s s s f s s s f 67 , 0 20 3 40 ' S S M
2) Posttest
Posttest (tes akhir) diberikan setelah seluruh materi dipelajari.Tujuan posttest dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mempelajari seluruh materi pemantulan cahaya.Semua soal dibuat dalam bentuk soal uraian dengan tujuan supaya hasil belajar siswa tampak dari jawaban para siswa. Soal posttest dibuat sama dengan pretest dengan tujuan supaya terlihat ada perbedaan antara pemahaman awal siswa dengan kemampuan pengetahuan akhir siswa. b. Kuesioner
Kuesioner adalah suatu kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sedemikian rupa untuk dijawab oleh responden dalam rangka mengumpulkan data sesuai dengan tujuan penelitian (Saptowati Bardosono, 2009).Kuesioner dalam penelitian ini merupakan kuesioner kesenangan siswa terhadap metode pembelajaran terdiri dari 5 pertanyaan. Sebelum membuat kuesioner peneliti membuat kisi-kisi kuesioner yang terdiri dari 5 aspek yang ditanyakan yaitu dorongan atau keinginan kuat untuk mencapai sesuatu tujuan belajar, memiliki perasaan senang dan gembira dalam belajar, kemampuan mempertahankan diri dalam belajar, aktif-kreatif dan memiliki keinginan untuk maju, dan kemampuan meningkatkan prestasi belajar. Di bawah ini adalah tabel kisi-kisi kuesioner motivasi belajar.
Tabel 4 Kisi-kisi pertanyaan kuesioner motivasi belajar
No Bagian Indikator Item No item
pertanyaan
Jumlah
soal
1. Motivasi Belajar
Dorongan atau keinginan kuat
mencapai tujuan belajar
1. Saya tekun dan giat belajar fisika agar lulus dalam ujian.
2. Saya terdorong belajar fisika supaya nilai fisika tinggi.
3. Saya bersemangat belajar fisika demi cita-cita yang saya
inginkan.
1, 2, 3 3
Memiliki perasaan senang dan
gembira dalam belajar
4. Saya gembira mempelajari fisika meskipun banyak rumus.
5. Saya suka belajar fisika karena keinginan saya sendiri bukan
paksaan siapa pun.
6. Saya senang fisika karena di dalam fisika banyak hal menarik
untuk dipelajari.
4, 5, 6 3
Mampu mempertahankan diri
dalam belajar
7. Saya tahu fisika sulit, tetapi saya tetap bersemangat belajar fisika.
8. Jika saya tidak paham, saya segera bertanya pada guru atau
teman.
9. Bila nilai ujian atau ulangan fisika buruk atau tidak sesuai
harapan maka saya akan menambah waktu belajar untuk
memperbaiki nilai.
Aktif, kreatif, dan selalu memiliki
keinginan untuk maju
10. Saya mengerjakan tugas di depan kelas tanpa disuruh guru.
11. Saya senang menanggapi pertanyaan – pertanyaan dari guru atau teman saat belajar.
12. Saya mencari buku-buku reverensi yang mendukung belajar saya.
10,11,12 3
Meingkatkan prestasi belajar 13. Saya mengerjakan latihan-latihan soal fisika baik tugas dari guru
maupun dari buku fisika yang lain.
14. Saya giat belajar fisika ketika mau ujian.
15. Jika saya memperoleh nilai yang sangat tinggi maka saya terpacu
untuk semangat belajar lebih banyak.
16. Saya mengumpulkan tugas fisika tepat waktu/tidak terlambat.
2. Metode
pembelajaran
17. Setelah diajar dengan metode discovery (penemuan) saya lebih
tertarik belajar fisika.
18. Dengan cara belajar seperti ini saya lebih mudah memcahkan
masalah-masalah fisika yang diajukan oleh guru.
19. Belajar fisika dengan cara seperti ini membuat saya lebih aktif
mencari tahu tentang pemantulan cahaya.
20. Belajar dengan caradiscovery (penemuan) ini saya dapat
melakukan pengamatan, melakukan analisis, pengukuran, serta
membuat kesimpulan dengan tepat dan mudah.
21. Saya senang belajar fisika seperti ini karena bisa bekerja sama
dengan teman.
17, 18, 19,
20, 21
Dalam penelitian ini digunakan kuesioner tertutup di mana piihan jawaban sudah tersedia dan responden memilih salah satu dari pilihan yang disediakan. Untuk tiap-tiap butir soal pertanyaan bersifat positif tersedia 5 alternatif jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS) dengan skor 5, Setuju (S) dengan skor 4, Ragu-ragu (R) dengan skor 3, Tidak Setuju (TS) dengan skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan skor 1. Sedangkan untuk pertanyaan negatif tersedia 5 alternatif jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS) dengan skor 1, Setuju (S) dengan skor 2, Ragu-ragu (R) dengan skor 3, Tidak Setuju (TS) dengan skor 4, dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan skor 5.