METODOLOGI PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Yang dimaksud dengan instrumen penelitian adalah alat yang digunakan dalam melaksanakan penelitian yang sesuai dengan metode yang digunakan. Adapun instrumen yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data antara lain:
1) Wawancara, kegiatan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face
٥ ٦
pedoman wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana wawancara tersebut dilakukan terhadap responden yang dianggap mampu memberikan data tentang apa yang sedang diteliti dengan menggunakan alat Oppo Neo7.
2) Kamera adalah alat yang digunakan untuk mendokumentasikan data penelitian berbentuk gambar.
3) Tape Recorder (Perekam suara) adalah alat yang digunakan untuk
merekam pada saat wawancara berlangsung. Sehingga informasi yang diberikan oleh informan menjadi lebih akurat dan objektif. Dalam hal ini peneliti akan menggunakan handphone Oppo Neo7 untuk merekam percakapan tersebut nantinya.
4) Penelitian sendiri sebagai instrument kunci dari penelitian tersebut F.Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses sistematis pencarian dan pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi lain yang telah dikumpulkan untuk menigkatkan pemahaman mengenai materi-materi tersebut dan untuk memungkinkan peneliti menyajikan apa yang sudah ditemuka kepada orang lain (Emsir, 2010: 85).
Analisis data bermaksud mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan tangggapan peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokka, memberi kode, dan mengkategorisasikan. Pengorganisasian dan pengolahan data tersebut
٥ ٧
bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif (Moleong, 2013: 280).
Dalam penelitian ini, teknik analis data yang penulis gunakan yaitu analisis data kualitatif yakni peroses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehinggah mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2008: 89).
Data dalam penelitian ini bersifat deskriftif (uraian/analisa) oleh karena itu penganalisaan terhadap data ini dimulai dari organisasi data, kemudian unit-unitnya, masuk dalam pola, lalu membuat kesimpulan.
Mile dan Huberman seperti yang dikutip oleh Syihabuddin (2013: 31) menyebutkan ada tiga langkah pengolahan data kualitatif, yakni:
1. Redukasi data
Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.
2. Penyajian data(data display)
Pada penelitian kualitatif, dimana penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. menurut Mile dan Hubermen, yang paling sering digunakan untuk
٥ ٨
penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
3. Menarik kesimpulan/verifikasi
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih belum jelas atau bahkan belum jelas, sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini dapat berupa hubungan kausal atau intraktif, maupun hipotesis atau teori. G.Metode Pengujian Keabsahan Data
Teknik pengujian keabsahan data dalam penelitian ini meliputi uji credibility (validitas internal), uji transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas) dan uji confirmability (obyektivitas). Dalam hal ini, karena penelitian yang digunakan adalah studi kasus data tunggal, maka peneliti hanya akan menguji validitas dan reliabilitasnya dengan tiga uji yaitu:
1. Uji kredibilitas (vaiditas internal)
Kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan. Triangulasi, analisis kasus negatif dan member check.
a. Perpanjangan pengamatan
Dalam penelitian ini diperpanjang sampai dengan beberapa kali yaitu, wawancara lebih mendalam yang dilakukan lebih dari sekali. Wawancara tidak hanya dilakukan dengan subyek tetapi juga dilakukan dengan beberapa informan. Hal itu dikarenakan kondisi subyek yang
٥ ٩
sangat tidak stabil, sehingga perlu wawancara lebih mendalam yang pelaksanaannya tidak cukup hanya satu kali. Begitu juga pada tahap observasi yang diulang sebanyak 5 kali, melalui observasi intens. Artinya observasi dilakukan dengan waktu yang cukup dalam satu harinya.
b. Peningkatan ketekunan
Pengujian kredibilitas berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Peneliti membaca seluruh catatan hasil penelitian secara lebih cermat, sehingga diketahui kesalahan dan kekurangannya. Hal ini dilakukan dengan memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.
c. Triangulasi
Hal ini dilakukan dengan triangulasi teknik, triangulasi waktu dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi pada sumber data primer. Triangulasi waktu artinya pengumpulan data dilakukan pada berbagai kesempatan, sedangkan triangulasi sumber dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama melalui sumber data yang berbada yaitu selain wawancara dilakukan dengan subyek kami menanyakan hal yang sama pada orang terdekat informan.
d. Analsis kasus negatif
Dalam hal ini peneliti melakukan analisis kasus negatif yang berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan
٦ ٠
dengan data yang telah ditemukan. Jika dalam penelitian ini terdapat beberapa kasus negatif yang telah ditemukan, maka akan ditanyakan kembali kepada sumber data sehingga mendapat kesepakatan dan data menjadi tidak berbeda. Namun jika dari beberapa informan memberikan data yang sama maka data telah reliable.
e. Menggunakan bahan referensi
Dalam penelitian ini, untuk mendukung dan membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti, kami akan memberikan data dokumentasi berupa foto-foto hasil observasi.
2. Uji transferability (validitas eksternal)
Transferability menunjukkan derajad ketepatan auat dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi dimana sampel tersebut diambil. Niai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan, hingga mana hasil penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam situasi lain. Agar orang lain dapat memahami hasil penelitian ini untuk selanjutnya dapat diterapkan maka, pembuatan laporan ini akan dibuat secara jelas, sistematis dan dapat dipercaya.
3. Uji Dependability (reliabilitas)
Dependability disebut juga reliabilitas. Suatu penelitian yang reliable adalah apabila orang lain dapat mengulangi atau merefleksikan proses penelitian tersebut. Dalam hal ini, uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Hal ini dapat dilakukan dengan
٦ ١
Membuat jejak aktivitas lapangan yang akan dilampirkan pada halaman belakang laporan yang isinya meliputi bagaimana peneliti mulai menentukan fokus, memasuki lapangan, menentukan sumber data, analisis data, melakukan uji keabsahan data sampai dengan membuat kesimpulan (Sugiyono, 2008: 121).
62 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN