• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat ukur dalam penelitian. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti cermat,lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.

1. Instrumen Tes

Tes yang dimaksud disini adalah tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik berupa tes uraian dengan jumlah 10 soal. Soal tes akan di uji coba terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kevalidan dan reliabilitasnya. Tes yang telah diujicobakan, kemudian digunakan sebagai tolak ukur kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan jumlah 5 soal. Kemampuan yang diharapkan dalam tes ini adalah peserta didik dituntut dapat menjawab permasalahan yang ada bukan dengan cara standar dan dapat menyajikan permasalahan matematika kedalam berbagai cara. Pemberian skor pada tes kemampuan pemecahan masalah matematis mengadopsi penskoran

pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Sumarno yaitu sebagai berikut.8

Tabel 3.3

Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah

NO Indikator Sub indikator Skor

1 Memahami masalah

Tidak memberikan jawaban 0

Salah menginterprestasikan 1

Interprestasi soal kurang tepat/ salah menginterprestasikan sebagian soal

2 Memahami masalah dalam soal dengan baik tetapi masih ada yang kurang

3

Memahami soal dengan baik 4

2 Membuat rencana pemecahan

masalah

Tidak ada rencana pemecahan masalah 0 Merencanakan pemecahan masalah yang tidak relevan 1 Membuat rencana pemecahan masalah yang kurang relevan sehingga salah

2 Membuat rencana pemecahan masalah yang benar tetapi belum lengkap

3 Membuat rencana sesuai dengan prosedur dan mengarahkan pada jawaban yang benar

4 3 Melaksanak

an

pemecahan masalah

Tidak ada penyelesaian sama sekali 0

Melaksanakan penyelesaian yang kurang tepat 1 Melaksanakan prosedur yang benar, menghasilkan jawaban yang benar tetapi salah dalam perhitungan

2 Melaksanakan prosedur benar, menghasilkan jawaban yang benar dan perhitungan yang hampir benar.

3 Melakukan proses dan hasil yang benar 4 4 Memeriksa

kembali

Tidak ada pemeriksaan atau tidak ada keterangan lain 0 Melakukan pemeriksaan tetapi tidak tuntas 1

8 Husna, M. Ikhsan, Siti Fatimah, “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah

Matematis Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS)”, (Jurnal Peluang, Unsyiah Banda Aceh, Vol.1, No.2, 2013), hlm.8

NO Indikator Sub indikator Skor Melakukan pemeriksaan tetapi tidak melihat kebenaran proses

2 Ada kesimpulan pemecahan masalah tetapi kurang tepat 3 Penulisan kesimpulan pemecahan masalah dilaksanakan untuk melihat kebenaran proses dilakukan dengan tepat.

4

Pada penelitian ini digunakan setandar mutlak (standard absolut) untuk menentukan nilai yang diperoleh peserta didik, yaitu dengan menggunakan formula sebagai berikut. 9

Nilai = x 100

Keterangan :

Skor mentah = skor yang diperoleh peserta didik Skor maksimum ideal = skor maksimal x banyaknya soal 2. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat atau kesahian suatu instrumen.10Untuk mengetahui kevalid’an (kesahian) terhadap instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk menjaring data perlu dilakukan validitas. Uji validitas yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas isi dan uji validitas konstruk.

9 Anas Sudijono, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2011) hlm. 318 10 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta,2006), hlm. 168

a. Uji Validitas Isi

Validitas isi berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Menurut Kenneth Hopkin, penentuan validitas isi terutama berkaitan dengan proses analisis logis.11 Uji validitas isi untuk menentukan instrumen soal mempunyai validitas isi yang tinggi, dalam penelitian yang akan dilakukan adalah melalui penilaian yang dilakukan oleh para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan dua dosen dan satu guru mata pelajaran matematika sebagai validator untuk memvalidasi isi instrumen kemampuan pemecahan masalah. Peneliti menggunakan dua dosen ahli dalam matematika untuk memvalidasi isi instrumen apakah isi instrumen sudah relavan dengan indikator pemecahan masalah dan satu guru matematika yang mengajar di kelas untuk memvalidasi isi instrumen soal, karena guru yang mengajar di kelas yang mengetahui tentang kemampuan peserta didiknya.

Langkah yang akan dilakukan untuk memvalidasi yaitu peneliti akan meminta para penilai untuk menilai apakah kisi-kisi tentang instrumen pemecahan masalah tersebut menunjukkan bahwa klasifikasi kisi-kisi telah mewakili isi yang akan diukur. Selanjutnya peneliti meminta para penilai untuk menilai apakah masing-masing butir isi dalam instrumen yang telah

11 Syofian Siregar, Statistika Parametrik untuk penelitian kuantitatif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), hlm.76

disusun cocok atau relevan dengan klasifikasi kisi-kisi yang terdapat pada indikator pemecahan masalah. Jika instrumen tersebut telah divalidasi maka instrumen soal akan disebarkan kepada responden yang akan diteliti.

b. Validitas Konstruk

Validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya.12 Menurut Suraptama bahwa untuk mengetahui kevalidan alat ukur tersebut, dilakukan dengan mengkorelasikan skor butir soal tersebut dengan skor yang diperoleh koefisien dihitung dengan rumus korelasi Product Moment.13

Dengan simpangan sebagai berikut :

Keterangan :

Angka indeks Korelasi “r” Product Moment

jumlah seluruh peserta didik

Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y. = jumlah seluruh skor Y

= jumlah seluruh skor X14

12 Ibid., hlm.77

13 Surapratama, Analisis Validitas Reabilitas dan Interprestasi hasil Tes, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.59

14 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan,(Jakarta:Rajawali Pers, cetakan ke-22, 2010), hlm. 206.

Setelah didapat harga koefisien validitas maka harga tersebut diinterpretasikan terhadap kriteria dengan menggunakan tolak ukur

mencari angka korelasi “ ” product moment dengan menggunakan derajat

kebebasan sebesar pada taraf signifikasi = 0,05 dengan ketentuan bahwa lebih besar atau sama dengan maka hipotesis nol diterima atau soal dapat dinyatakan valid. Sebaliknya jika lebih kecil dari maka soal dikatakan invalid.15

3. Tingkat Kesukaran.

Tingkat kesukaran butir soal menyatakan proporsi banyaknya peserta yang menjawab benar butir soal tersebut terhadap seluruh peserta tes. Indeks tingkat kesukaran butir soal dapat dirumuskan dengan rumus berikut :

Dengan :

= tingkat kesukaran butir i

= jumlah skor butir i yang dijawab oleh testee = skor maksimum

= jumlah testee. 16

Untuk menentukan kriteria dari indeks tingkat kesukaran soal maka dilihat dari nilai klasifikasi dari soal tersebut. Klasifikasi indeks tingkat kesukaran butir soal

15Ibid, hlm. 181

16 Harun Rasyid dan Mansur, Penelitian Hasil Belajar (Bandung : CV Wacana Prima, 2007), hlm.225.

menurut L.Thorndike dan Elizabeth Hagen dalam bukunya yang berjudul Measurement and Evaluation in Psychology and Education adalah sebagai berikut

Tabel 3.5

Klasifikasi Indeks tingkat Kesukaran

Indeks Kesukaran (P) Interpretasi Soal terlalu sukar

P Cukup (sedang)

Terlalu mudah 4. Uji Daya Pembeda

Untuk menguji daya pembeda suatu butir item maka digunakan rumus angka indeks deskriminan :

Keterangan :

D = daya pembeda

= banyaknya pesert kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab soal dengan benar = banyaknya peserta kelompok atas

= banyaknya peserta kelompok bawah

= proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (P indeks kesukaran)

= proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar.17

Tabel 3.5

Dokumen terkait