• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian

G. Instrumen Penelitian 1.Variabel Penelitian 1.Variabel Penelitian

Jenis variabel-variabel yang akan diteliti yaitu : a. Variabel Independent (variabel bebas)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, preditor, anteccedent (Sugiyono, 2011: 39). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah fasilitas dan kualitas pelayanan sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan nasabah. Variabel independen dalam penelitian ini adalah motivasi, dan gaya kepemimpinan.

Motivasi adalah keinginan untuk bertindak. Ada pendapat bahwa motivasi harus diinjeksi dari luar, tetapi sekarang semakin dipahami bahwa setiap orang termotivasi oleh beberapa kekuatan yang berbeda. Di pekerjaan kita perlu memepengaruhi bawahan untuk

44

menyelaraskan motivasinya dengan kebutuhan organisasi (Robert Heller 1998:6).

Gaya kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan seseorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Gaya kepemimpinan menggambarkam falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang mendasari prilaku seseorang. Gaya kepemimpinan yang menunjukkan, secara langsung maupun tidak langsung, tentang keyakinan seorang pemimpin terhadap kemampuan bawahannya. Artinya, gaya kepemimpinan adalah prilaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika dia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya (Rivai dan Mulyadi, 2012)

b. Variabel Dependen (terikat)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen (Sugiyono, 2011: 39). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah kinerja karyawan.

Kinerja merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dengan standar yang ditetapkan. Dengan demikian kinerja menfokuskan pada hasil kerjanya. Karena organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia, maka kinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia di dalam suatu organisasi yang

45

memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan untuk mencapi hasil yang diinginkan (Dessler, 1992).

2. Definisi Operasional

Pada bagian ini menjelaskan tentang variabel-variabel yang digunakan baik variabel independen (bebas) maupun variabel dependen (terikat). Selanjutnya definisi operasional menggambarkan pula pengukuran atas variabel dan indikator yang dikembangkan pada penelitian ini:

a. Motivasi

Jerald Greenberg dan Robert A. Baron (2003:190) berpendapat bahwa motivasi merupakan serangkaian proses yang membangkitkan

(arouse), mengarahkan (direct), dan menjaga (maintain) perilaku manusia menuju pencapaian tujuan. Membangkitkan berkaitan dengan dorongan atau energi dari belakang tindakan. Motivasi juga berkepentingan dengan pilihan yang dilakukan orang dan arah perilaku mereka. Sedang perilaku menjaga atau memelihara berapa lama orang akan terus berusaha untuk mencapai tujuan. Adapun indikator motivasi kerja menurut Teori Abraham Maslow adalah :

f.) Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan akan makan, minum, dan mendapat tempat tinggal.

g.) Kebutuhan keselamatan dan keamanan merupakan kebutuhan akan

kebebasan dari ancaman, seperti aman dari ancaman lingkungan (penjara, dan gangguan lingkan lingkungan lainnya).

46

h.) Kebutuhan rasa memiliki cinta, yaitu kebutuhan akan teman, interaksi, mencintai dan dicintai.

i.) Kebutuhan akan penghargaan, yaitu kebutuhan akan penghargaan diri dan penghargaan dari orang lain.

j.) Kebutuhan akan realisasi diri, yaitu kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri dengan penggunaan kemampuan maksimum memlalui ketrampilan dan potensi yang ada.

b. Gaya Kepemimpinan

Menurut Rivai dan Mulyadi, (2012) gaya kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan seseorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Gaya kepemimpinan menggambarkam falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang mendasari prilaku seseorang. Gaya kepemimpinan yang menunjukkan, secara langsung maupun tidak langsung, tentang keyakinan seorang pemimpin terhadap kemampuan bawahannya. Adapun indikatornya gaya kepemimpinan transformasional, menurut Bass ( dalam Howell dan Hall-Merenda, 1999 ) adalah :

1. Charisma (Karisma)

Pemimpin transformasional mempunyai integritas perilaku dimana nilai-nilai yang diungkapkan lewat kata-kata kongruen dengan nilai-nilai yang diwujudkan dalam tindakan (Simons, 1999). Pemimpin transformasional memberikan contoh dan bertindak

47

sebagai role model positif dalam perilaku, sikap, prestasi, maupun komitmen dari bawahannya.

2. Inspirasional (Menginspirasi)

Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi bawahannya dengan cara mengkomunikasikan ekspektasi tinggi dan tantangan kerja secara jelas, menggunakan berbagai simbol untuk memfokuskan usaha atau tindakan, dan mengekspresikan tujuan penting dengan cara-cara sederhaa. Pemimpin juga membangkitkan semangat kerja sama tim, antusiasme dan optimisme di antara rekan kerja dan bawahannya.

3. Intelektual Stimulasi (Rangsangan Intelektual)

Pemimpin transformasional berupaya menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas. Perbedaan pendapat dipandang sebagai hal yang lumrah terjadi. Pemimpin mendorong para bawahan untuk memunculkan ide-ide baru dan solusi kreatif atas masalah-masalah yang dihadapi. Untuk itu bawahan benar-benar dilibatkan dan diberdayakan dalam proses perumusan masalah dan pencarian solusi, pada dasarnya esensi kepemimpin transformasional adalah sharing of power melibatkan bawahan secar bersama-sama untuk melakukan perubahan (Handoko & Tjiptono, 1996). Melalui penerapan berbagai praktek manajerial, para pemimpin mampu memberdayakan bawahannya sehingga mereka semakin yakin akan kemampuan diri mereka sendiri. Dengan

48

self-efficacy yang lebih kuat, para bawahan akan sanggup mengerjakan dan berhasil dalam melakukan berbagai tugas yang menantang.

4. Individual consideration (perhatian khusus)

Pemimpin transformasional memberikan perhatian khusus pada kebutuhan setiap individu untuk berprestasi dan berkembang, dengan cara bertindak sebagai pelatih atau mentor (penasehat).

Pemimpin menghargai dan menerima perbedaan-perbedaan

individual dalam hal kebutuhan dan minat, misalnya beberapa karyawan menginginkan dorongan semangat yang lebih banyak, sebagian mengharapkan otonomi yang lebih besar, sebagian lagi menurut standar yang lebih tegas, dan yang lainnya menginginkan struktur tugas yang lebih luas. Dalam rangka itu, pemimpin transformasional berinteraksi dan berkomunikasi secara personal dengan bawahannya. Berbagai macam tugas didelegasikan sebagai cara mengembangkan bawahan, dimana tugas yang didelegasikan akan dipantau untuk memastikan apakah bawahan membutuhkan arah atau dukungan tambahan dan untuk menilai kemajuan yang dicapai. Idealnya, bawahan tidak akan merasa sedang diperiksa atau diawasi.

49

c. Kinerja Karyawan

Rivai, (2008) mengemukakan kinerja adalah perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Berdasarkan keterangan diatas maka kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja,baik kuantitas maupun kualitas kerja, kombinasi dari kemampuan dan kesempatan yang dihasilkan oleh karyawan yang dibandingkan dengan target kerja yang ditentukan. Adapun indikator kinerja menurut John Bernadin (1993;75) adalah :

a) Kualitas

Kualitas adalah tingkat dimana hasil aktivitas yang dilakukan mendekati sempurna dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari penampilan aktivitas ataupun memenuhi tujuan yang diharapkan suatu aktivitas. Hasil dari pekerjaan yang memiliki kualitas yang tinggi yang dapat diterima oleh atasan maupun rekan sekerja.

b) Kuantitas

Kuantitas adalah banyaknya jumlah atau hasil pekerjaan yang dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan. Jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.

50

c) Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu adalah tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas yang lain.

d) Efektivitas

Efektivitas adalah tingkat penggunaan sumber daya

organisasi dimaksimalkan dengan maksud meningkatkan

keuntungan atau mengurangi kerugian dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.

e) Kemandirian

Kemandirian adalah tingkat dimana seseorang karyawan dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan bimbingan dari pengawas atau meminta informasi pengawas guna menghindari hasil yang merugikan.

f) Komitmen Kerja

Komitmen kerja adalah tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan perusahaan dan tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan.

51 Tabel 3.2 Devinisi Operasional

No. Variabel Sub Variabel Indikator

1. Motivasi a. Kebutuhan

fisiologis

1) saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan

b. Kebutuhan keselamatan dan keamanan

2) Prosedur, peraturan dan fasilitas perusahaan, membuat saya terlindungi dari resiko kecelakaan kerja

c. Kebutuhan akan teman dan interaksi sosial

3) Kondisi lingkungan kerja dan hubungan sesama karyawan membuat merasa nyaman dalam bekerja

4) Kondisi lingkungan kerja berhubungan sesama karyawan, membuat saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik

d. Kebutuhan akan penghargaan

5) Setiap hasil kerja yang telah dilaksanakan layak mendapat penghargaan

e. Kebutuhan akan realisasi diri

6) Saya ingin mengembangkan kemampuan saya selama bekerja di perusahaan

7) Perusahaan tempat saya bekerja, memberikan pekerjaan sesuai dengan keahlian saya

2. Gaya

Kepemimpinan

a. Karisma 8) Atasan saya tidak mementingkan diri

sendiri, melainkan melakukan segala sesuatu demi kebaikan group/kelompok 9) Atasan saya memberikan kebebasan dalam berkomunikasi/memberi ide-ide 10) Atasan saya meniliki visi yang jelas dan keberanian untuk bertindak

11) Atasan saya menetapkan kontrol yang ketat dan standart yang tinggi dalam pekerjaan

b. Motivasi Inspiratif

12) Atasan saya mampu membangkitkan semangat kerja bawahannya

13) Atasan saya memiliki antusiasme yang baik terhadap pekerjaan

14) Atasan saya mampu menciptakan rasa optimesme bagi bawahannya

15) Atasan saya mampu membangkitkan rasa semangat kerjasama tim

52

Lanjutan Tabel 3.2...

c. Stimulasi

Intelektual

16) Atasan saya memberikan masukan yang inovatif untuk keberhasilan pekerjaan

17) Atasan saya memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mencari cara untuk mencapai tujuan perusahaan

18) Atasan saya mampu menberdayakan bawahannya dalam meningkatkan kepercayan diri masing-masing karyawannya

19) Atasan saya mampu mendorong bawahannya untuk menyampaikan ide yang solutif untuk pekerjaan

d. Individual Consideration

20) Atasan saya adalah pelatih bagi bawahannya untuk bekerja lebih terampil

21) Atasan saya adalah penasehat apabila bawahannya mendapat masalah 22) Atasan saya merupakan guru fasilisator antara bawahan dengan perusahaan

23) Atasan saya adalah orang yang dapat dipercaya dan peduli kepada bawahannya

24) Atasan saya adalah orang yang dapat menghargai dan menerima perbedaan yang ada dalam perusahaan

3. Kinerja

Karyawan a. Kualitas

25) Saya mampu menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai dengan standar kerja b. Kuantitas

26) Saya dapat menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya yang telah

ditentukan c. Ketepatan

waktu

27) Saya dapat bekerja sesuai dengan jadwal dan dapat menyelesaikan dalam waktu lebih awal

53

Lanjutan Tabel 3.2...

d. Efektifitas

28) Saya mampu memaksimalkan penggunanan sumber daya dalam bekerja

e. Kemandirian

29) Saya mampu menyelesaikan tugas saya dan mampu mengambil inisiatif dalam bekerja

f. Komitmen Kerja

30) Saya dapat mempertanggung - jawabkan tugas yang diberikan

Dokumen terkait