BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
D. Metode dan Alat Pengumpulan Data
2. Instrumen Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2011: 102) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket yang diberikan kepada ahli materi, ahli media dan siswa kelas X busana butik sebagai respondennya. Angket berisi pertanyaan-pertanyaan untuk diberi tanggapan oleh subjek peneliti yang disusun berdasarkan teori. Kemudian dikembangkan kedalam indikator-indikator dan selanjutnya dijabarkan menjadi butir pertanyaan.
a. Instrumen kelayakan modul
Untuk mengetahui kelayakan modul pembuatan pola rok secara konstruksi, angket diberikan kepada ahli media, ahli materidan guru sebgaai user berupa angket non tes skala Guttman, yaitu terdiri dari 2 alternatif yaitu “layak” dan “tidak layak”. Alternatif jawaban layak mempunyai nilai 1 dan alternatif jawaban tidak layak mempunyai nilai 0. Respon jawaban dari responden ditulis dengan cara memberi checklist (v) pada angket yang disediakan, berikut ini
78
pembobotan skor pada alternatif jawaban. Berikut ini penilaian kelayakan modul dengan skala Guttman:
Tabel 5. Pengkategorian dan Pembobotan Skor Pertanyaan
Jawaban Nilai
Layak 1
Tidak Layak 0
Table 6. Interprestasi Kategori Penilaian Hasil Kelayakan Modul
Kategori Interprestasi
Layak Ahli media dan materi menyatakan modul pembelajaran pembuatan pola rok secara konstruksi tersebut dikatakan layak digunakan sebagai sumber belajar
Tidak Layak Ahli media dan materi menyatakan modul pembelajaran pembuatan pola rok secara konstruksi tersebut dikatakan tidak layak digunakan sebagai sumber belajar
Kisi-kisi instrumen kriteria media pembelajaran dapat dilihat pada tabel dibawah ini tentang karakteristik modul, fungsi dan manfaat modul, dan elemen mutu modul:
79
Tabel 7. Kisi-kisi Instrumen Kelayakan Modul Pembuatan pola rok secara konstruksi dari Aspek Media
Variabel Penelitian Aspek yang Dinilai Indikator No. Butir (1) (2) (3) (4)
Kriteria modul Karakteristik modul
1. Belajar secara mandiri (self instruction)
1,2,3
2. Materi terdiri dari unit kompetensi (self contained)
4,5
3. Berdiri sendiri (stand alone) 6,7 4. Materi sesuai dengan
perkembangan IPTEK
8,9
5. Bersahabat dengan
penggunanya (user friendly)
10,11
Fungsi dan manfaat modul
1. Memperjelas dan memudahkan proses pembelajaran
12,13
2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera
14,15
3. Meningkatkan motivasi belajar siswa
16,17
4. Mengukur kemmapuan yang dimiliki siswa 18,19 Elemen mutu modul 1. Format 20,21 2. Organisasi 22,23 3. Daya tarik 24,25,26 4. Ukuran huruf 27,28 5. Spasi kosong 29,30,31 6. Konsistensi 32,33,34
80
Kisi-kisi instrumen untuk para ahli materi pembuatan pola rok secara konstruksi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Kisi-kisi instrumen ditinjau dari aspek materi pembelajaran dan isi modul adalah:
Tabel 8. Kisi-kisi Instrumen Kelayakan Modul Pembuatan pola rok secara konstruksi dari Aspek Materi.
Variabel
Penelitian Aspek yang Dinilai Indikator Butir No.
(1) (2) (3) (4) Relevansi Materi Materi Pembelajaran 1. Pengertian pola 1
2. Penjelasan macam-macam teknik pembuatan pola
2 3. Penjelasan tentang cara mengambil
ukuran
3 4. Alat dan bahan untuk membuat pola
secara konstruksi
4
5. Tanda-tanda pola 5
6. Membuat pola dasar rok secara konstruksi
6
7. Cara menyimpan pola 7
8. Pengertian rok 8
9. Macam-macam rok 9
10. Membuat macam-macam pola rok 10 Komponen Isi
Modul
1. Ketepatan isi materi dengan silabus 11,12, 2. Petunjuk penggunaan modul 13,14
3. Uraian materi 15,16,
17,18
4. Tugas dan tes 19
5. Evaluasi 20,21,
22
81
b. Instrumen Keterbacaan Modul
Angket keterbacaan modul diberikan kepada siswa dengan menggunakan angket non tes dengan skala Likert terdiri dari 4 jawaban alternatif, yaitu terdiri dari 4 alternatif SB (Sangat Baik), B (Baik), KB (Kurang Baik), TB (Tidak Baik). Jawaban SB dapat diartikan modul pembelajaran pembuatan pola rok secara konstruksi tersebut dikatakan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK N 1 Dlingo, jawaban B dapat diartikan modul pembelajaran pembuatan pola rok secara konstruksi tersebut dikatakan layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK N 1 Dlingo, jawaban KB dapat diartikan modul pembelajaran pembuatan pola rok secara konstruksi tersebut dikatakan kurang layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK N 1 Dlingo, jawaban TB dapat diartikan modul pembelajaran pembuatan pola rok secara konstruksi tersebut dikatakan tidak layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK N 1 Dlingo. Dalam pengisian angket responden memberikan jawaban dengan cara memberi checklist (v) pada jawaban yang paling sesuai.
Tabel 9. Pengkategorian dan Pembobotan Skor Pertanyaan Jawaban Nilai Sangat baik 4 Baik 3 Kurang baik 2 Tidak baik 1
82
Tabel 10. Interprestasi Kategori Jawaban Angket Siswa
Kategori Interprestasi
Sangat Baik Siswa menyatakan modul pembuatan pola rok secara konstruksi sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Baik Siswa menyatakan modul pembuatan pola rok secara konstruksi layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kurang Baik Siswa menyatakan modul pembuatan pola rok secara
konstruksi kurang layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Tidak Baik Siswa menyatakan modul pembuatan pola rok secara konstruksi tidak layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Sebelum membuat instrumen terlebih dahulu membuat kisi-kisi dari variabel yang digunakan. Kisi-kisi validasi kelayakan modul oleh siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini yang mengacu bagian aspek karakteristik modul, fungsi dan manfaat modul, elemen mutu modul, materi pembelajaran dan komponen isi modul adalah:
83
Tabel 11. Kisi-kisi Instrumen Kelayakan Modul dari Pendapat Siswa
Variabel
Penelitian Aspek yang Dinilai Indikator No. Butir (1) (2) (3) (4)
Kriteria modul Karakteristik
modul 1. Belajar secara mandiri (self
instruction) 1,2,3
2. Materi terdiri dari unit
kompetensi (self contained) 4 3. Berdiri sendiri (stand alone) 5,6 4. Materi sesuai dengan
perkembangan IPTEK
7 5. Bersahabat dengan
penggunanya (user friendly)
8,9 Fungsi dan
manfaat modul 1. Memperjelas dan memudahkan proses pembelajaran 10,11 2. Mengatasi keterbatasan waktu,
ruang, dan daya indera
12,13 3. Meningkatkan motivasi belajar
siswa 14,15
4. Mengukur kemampuan yang
dimiliki siswa 16,17
Elemen mutu
modul 1. Format 2. Organisasi 18,19 20,21
3. Daya tarik 22,23
4. Ukuran huruf 24,25,26,27
5. Spasi kosong 28
6. Konsistensi 29
Materi
Pembelajaran 1. Pengertian pola 2. Penjelasan macam-macam 30 teknik pembuatan pola 31 3. Penjelasan tentang cara
mengambil ukuran 32 4. Alat dan bahan untuk
membuat pola secara konstruksi
33
5. Tanda-tanda pola 34 6. Membuat pola dasar rok secara
konstruksi 35
7. Cara menyimpan pola 36
8. Pengertian rok 37
9. Macam-macam rok 38
10. Membuat macam-macam pola
rok 39
Komponen Isi
Modul 1. Ketepatan isi materi dengan silabus 40,41 2. Petunjuk penggunaan modul 42,43
3. Uraian materi 44,45
4. Tugas dan tes 46,47,48,49
84