• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Uji Coba Produk

5. Instrumen Pengumpulan Data

Berdasarkan jenis data yang telah dipaparkan diatas, dalam penelitian pengembangan ini terdapat beberapa instrument pengumpulan data yang dibutuhkan peneliti untuk mendunkung penelitian diantaranya adalah angket, wawancara, dan tes hasil sosialisasi.

132

1) Angket

Angket merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk diberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.133Angket merupakan suatu metode pengumpulan data secara tidak langsung yangmana komunikasi peneliti dan responden dilakukan melalui media (angket).

Angket ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang ketepatan komponen program pengolahan nilai kurikulum 2013 MI, ketepatan perancangan atau desain program, ketepatan isi program, kemenarikan dan keefektifan penggunaan program. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang tanggapan dan saran dari subjek uji coba, selanjutnya dianalisis dan digunakan sebagai revisi produk yang akan dikembangkan.

Instrument yang berupa angket untuk dosen validator berfungsi untuk mendapatkan 2 macam data, yakni pada bagian pertama merupakan instrumen pengumpulan data kuantitatif yaitu berupa angket skala likert dengan 5 alternatif jawaban, sebagai berikut: a) Skor1, jika sangat tidak baik, sangat tidak tepat, sangat tidak

sesuai, sangat tidak jelas, sangat tidak menarik, sangat tidak mudah.

133

b) Skor2, jika kurang baik, kurang tepat, kurang sesuai, kurang jelas, kurang menarik, kurang mudah.

c) Skor3, jika cukup baik, cukup tepat, cukup sesuai, cukup jelas, cukup menarik, cukup mudah.

d) Skor 4, jika baik, tepat, sesuai, jelas, menarik, mudah.

e) Skor5, jika sangat baik, sangat tepat, sangat sesuai, sangat jelas, sangat menarik, sangat mudah.

Instrument berupa angket pada bagian kedua merupakan instrumen pengumpulan data kualitatif berupa lembar pengisian saran dan komentar validator.

Untuk kisi-kisi instrument berupa angket validator Ahli Materi, Ahli Penilaian/ evaluasi dan Ahli pembuat program diapaparkan sebagai berikut:

Tabel 3.2 kisi-kisi angket validasi isi Materi No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal 1 Sistematika

Penyusunan materi

Kesesuain materi

pembelajaran tingkat SD/MI 1-6 6

2

Kesesuaian

pemetaan KI dan KD dalam pembelajaran Tematik

Kesesuaian Pemetaan KI-KD

dalam masing-masing Tema 7-9 3

Kesesuaian mata pelajaran yang ada pada masing-masing Tema/ sub Tema

10-12 3

3

Kesesuaian KI dan KD dalam mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Kesesuaian Pemetaan KI-KD

Agama 13-15 3

Keseuaian materi pada

semester ganjil dan genap 12-17 2

4

Kebahasaan penyusunan materi

Komunikatif 18-19 2

Dialogis dan interaktif 20-21 2

Lugas dan mudah dipahami 22-23 2

5 Kesesuaian KI KD Agama berdasarkan

KI KD sesuai aturan yang

No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal KMA165, dan KI

KD Umum Permen 57

Tabel 3.3 kisi-kisi angket validasi Model Penilaian/ evaluasi No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal

1

Kesesuaian prosedur penilaian

Kesesuain tentang penilaian

sikap 1-3 3

Kesesuain tentang penilaian

pengetahuan 4-6 3

Kesesuain tentang penilaian

ketrampilan 7-9 3

2

Kesesuaian rentang penilaian dalam kurikulum 2013 MI

Penilaian sikap sangat baik,

baik dan perlu pembinaan 10-12 3

Penilaian pengetahuan dan

ketrampilan 0-100 13-15 3

3

Kesesuaian konsep hasil akhir penilaian kurikulum 2013 MI

Penilaian sikap menggunakan

modus 16-17 2

Penilaian pengetahuan

menggunakan Rata-rata 18-19 2

Penilaian ketrampilan menggunakan Nilai optimal/ terbaik 20-21 2 4 Ketepatan konsep penilaian dalam permendikbud 53 tahun 2015

Terdapat Deskripsi

masing-masing penilaian 22-23 2

Kesesuaian dengan

permendikbud 53 tahun 2015 24-25 2

Tabel 3.4 kisi-kisi angket validasi prosedur pembuatan program No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal 1 Penyampaian pesan penilaian Menarik 1-2 2 Akurat 3-4 2 Informatif 5-6 2 2 Kebahasaan penyusunan program Komunikatif 7 1

Dialogis dan interaktif. 8 1

Lugas 9 1

3 Desain program, sesuai kebutuhan Mudah 10-11 2

No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal guru Sederhana 14-15 2 4 Ketepatan pemberian formula/ rumus dalam K-13 MI Rumus modus 16-17 2 Rumus rata-rata 18-19 2

Rumus nilai optimal 20-21 2

5

Kesesuaian koding/ pemberian action dalam program

Rumus macro excel 22-24 3

Rumus riboon excel 24 1

Angket untuk uji kelompok kecil dibuat berisi daftar pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi atau tanggapan dari perwakilan guru MIN kauman Utara Jombang pada masing-masing kelas. Isi angket tersebut berupa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan komponen isi atau kebutuhan program pengolah nilai yang telah dihasilkan. Adapun kisi-kisi pedoman angket adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 kisi-kisi angket Subjek uji kelompok kecil No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal 1 Komponen isi Program pengolah Nilai Kurikulum 2013 MI Kesesuain materi

pembelajaran tingkat SD/MI 1-2 2

Kesesuaian Pemetaan KI-KD

dalam masing-masing Tema 3-4 2

Kesesuaian mata pelajaran yang ada pada masing-masing Tema/ sub Tema

5 2

Kesesuaian Pemetaan KI-KD

Agama 6-7 2

Keseuaian materi pada

semester ganjil dan genap 8 1

Komunikatif 9 1

Dialogis dan interaktif. 10 1

Lugas dan mudah dipahami 11 1

KI KD sesuai aturan yang

berlaku 12 1

2 Prosedur Penilaian Autentik Kurikulum 2013 MI

Kesesuain tentang penilaian

sikap 13-14 2

No

. Aspek Penilaian Indikator No Soal

Jumlah Soal pengetahuan

Kesesuain tentang penilaian

ketrampilan 17-18 2

Penilain sikap sangat baik,

baik dan perlu pembinaan 19-20 2

Penilaian pengetahuan dan

ketrampilan 0-100 21-22 2

Penilaian sikap menggunakan

modus 23 1

Penilaian pengetahuan

menggunakan Rata-rata 24 1

Penilaian ketrampilan menggunakan Nilai optimal/ terbaik

25 1

2) Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk Tanya jawab dalam hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimic responden merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal.134

Menurut Channel dan Khan “The research interview has been defined as a two person conversation initiated by the interviewer for

the specific purpose of obtaining research. Relevant information and

focused by him on content by specified by research objectives of

systematic description, prediction or explanation”135, wawancara merupakan percakapan anatar dua orang atas inisiatif pewawancara

134

W. Gulo, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Grasindo, 2007), hlm. 119. 135

Louis Cohen dan Laurence Manion, Research Methodes in Education Fourth Edition, (New York: Routledge, 1996), hlm. 271

untuk memperoleh tujuan khusus yang relevan dengan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian dan terfokus pada spesifikasi tujuan penelitian berupa deskripsi sistematis, prediksi, atau penjelasan.

Wawancara merupakan bentuk kegiatan Tanya jawab secara lisan antara pewawancara (interviewer) dengan responden atau orang yang diinterviu (interviuwee) dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan peneliti.136

Metode ini digunakan oleh peneliti untuk memperoleh jenis data kualitatif tentang kesulitan-kesulitan guru dalam kurikulum 2013 di MIN Kauman Utara dengan guru yang bersangkutan terkait dengan data-data yang diperlukan oleh peneliti.

3) Tes Hasil Sosialisasi.

Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek.Karakteristik tersebut dapat berupa keterampilan, pengetahuan, bakat, baik yang dimiliki individu maupun kelompok.137

Tes hasil sosialisasi yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan bentuk tes tertulis yang merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dari aspek skor terhadap

136

Eko Putro Widoyoko, TeknikPenyusunan Instrumen Penelitian, hlm. 41. 137

jawaban penilaian tertulis dapat dibedakan menjadi dua yakni objektif tes dan subjektif tes.Objektif tes disebut juga dengan tes jawaban singkat (short answer test) yang pertanyaannya bersifat tertutup contohnya adalah pilihan ganda, isian singkat, benar-salah, dan menjodohkan.138

Sedangkan bentuk tes tertulis yang digunakan berupa tes pilihan ganda dimana tes pilihan ganda adalah tes yang jawabannya dapat diperoleh dengan memilih alternatif jawaban yang telah disediakan. Dalam tes pilihan ganda ini, bentuk tes terdiri atas pernyataan (pokok soal), alternatif jawaban yang mencakup kunci jawaban dan pengecoh. Pernyataan (pokok soal) adalah kalimat yang berisi keterangan atau pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum lengkap dan harus dilengkapi dengan memilih alternatif jawaban yang tersedia. Kunci jawaban adalah salah satu alternatif jawaban yang merupakan pilihan yang benar, sedangkan pengecoh adalah alternatif yang bukan merupakan kunci jawaban.139

Tes pilihan ganda tersebut digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan keefektifan belajar siswa setelah menggunakan Aplikasi penilaian hasil pengembangan yang telah dilakukan, yaitu program pengolahan nilai kurikulum 2013 di MIN Kauman Utara Jombang.

138

Burhan Nurgiyantoro,Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra, (Yogyakarta: BPFE, 2001), hlm. 5.

139

Djemari Mardapi, Teknik Penyusunan Instrumen, (Yogyakarta: Mitra Cendikia, 2008),hlm. 71-72.

Dokumen terkait