BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Instrumen Penelitian
3.5.2 Instrumen Tes
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil pekerjaan peserta didik dalam memehami atau menyusun teks eksposisi. Tes pada ummnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar peserta didik secara kognitif mengenai penguasaan materi yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti menggunalan tes unjuk kerja untuk memahami teks deskripsi dan menyusun teks eksposisi.
Kriteria penilaian dalam tes menyusun teks eksposisi adalah sebagai berikut (1) isi (2) organisasi (3) kosa kata (4) penggunaan bahasa, dan (5) mekanik. Adapun aspek atau kriteria penilaian keterampilan menyusun teks eksposisi dengan rentang skor dan indikator penilaian dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.8 Pedoman Penilaian Keterampilan Menyusun Teks Eksposisi
No. Aspek/Kriteria Skor Indikator
1. Isi 27-30 Sangat Baik-Sempurna: menguasai topik tulisan; substantif; pengembangan teks observasi lengkap; relevan dengan topik yang dibahas
22-26 Cukup-Baik:cukupmenguasai
permasalahan; cukup memadai; pengembangan observasi terbatas; relevan dengan topik tetapi kurang terperinci
17-21 Sedang-Cukup:penguasaan
permasalahan terbatas; substansi kurang; pengembangan topik tidak memadai 13-16 Sangat-Kurang: tidak menguasai
permasalahan; tidak ada substansi; tidak relevan; atau tidak layak dinilai
2 Organisasi 18-20 Sangat Baik-Sempurna: ekspresi lancar; gagasan diungkapkan dengan jelas; padat; tertata dengan baik; urutan logis; kohesif
14-17 Cukup-Baik: kurang lancar; kurang terorganisasi tetapi ide utama ternyatakan; pendukung terbatas; logis tetapi tidak lengkap
10-13 Sedang-Cukup: tidak lancar; gagasan kacau atau tidak terkait; urutan dan pengembangan kurang logis
7-9 Sangat-Kurang: tidak komunikatif; tidak terorganisasi; atau tidak layak dinilai 3 Kosa kata 18-20 Sangat Baik-Sempurna: penguasaan
kata canggih; pilihan kata dan ungkapan efektif; menguasai pembentukan kata; penggunaan register tepat
14-17 Cukup-Baik: penguasaan kata memadai; pilihan, bentuk, dan penggunaan kata/ungkapan kadang-kadang salah, tetapi tidak mengganggu
10-13 Sedang-Cukup: penguasaan kata terbatas; sering terjadi kesalahan bentuk,
pilihan, dan penggunaan
kosakata/ungkapan; makna
7-9 Sangat-Kurang: pengetahuan tentang kosakata, ungkapan, dan pembentukan kata rendah; tidak layak nilai
4 Penggunaan Bahasa
18-20 Sangat Baik-Sempurna: konstruksi kompleks dan efektif; terdapat hanya sedikit kesalahan penggunaan bahasa (urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, preposisi)
14-17 Cukup-Baik: konstruksi sederhana tetapi efektif; terdapat kesalahan kecil pada konstruksi kompleks; terjadi sejumlah kesalahan penggunaan bahasa (fungsi/urutan kata, artikel, pronomina, preposisi), tetapi makna cukup jelas 10-13 Sedang-Cukup: terjadi banyak kesalahan
dalam konstruksi kalimat
tunggal/kompleks (sering terjadi kesalahan pada kalimat negasi, urutan/fungsi kata, artikel, pronomina, kalimat fragmen, pelesapan; makna membingungkan atau kabur
7-9 Sangat-Kurang: tidak menguasai tata kalimat; terdapat banyak kesalahan; tidak komunikatif; tidak layak dinilai
5. Mekanik 10 Sangat Baik-Sempurna: menguasai
aturan penulisan; terdapat sedikit kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf 6 Cukup-Baik: kadang-kadang terjadi
kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf, tetapi tidak mengaburkan makna
4 Sedang-Cukup: sering terjadi kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tangan tidak jelas; makna membingungkan atau kabur
2 Sangat-Kurang: tidak menguasai aturan penulisan; terdapat banyak kesalahan ejaan, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dan penataan paragraf; tulisan tidak terbaca; tidak layak dinilai
Dari skor yang diperoleh dapat diubah dalam bentuk nilai dengan rumus sebagai berikut.
Berdasarkan Permendikbud nomor 104 tahun 2014 mengenai penilaian dalam aspek pengetahuan dan keterampilan, nilai ketuntasan kompetensi keterampilan dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 4,00 – 1,00 untuk angka yang ekuivalen dengan huruf A sampai dengan D sebagaimana tertera pada tabel berikut.
Tabel 3.9 Nilai Ketuntasan Keterampilan
No. Rentang Angka Huruf
1. 3,85 – 4,00 A 2. 3,51 -3,84 A- 3. 3,18 – 3,50 B+ 4. 2,85 – 3,17 B 5. 2,51 – 2,84 B- 6. 2,18 – 2,50 C+ 7. 1,85 – 2,17 C 8. 1,51 – 1,84 C- 9. 1,18 – 1,50 D+ 10. 1,00 – 1,17 D
Jumlah perolehan skor x100 Nilai Akhir = skor ideal
Ketuntasan belajar untuk keterampilan ditetapkan dengan capaian optimum 2,67. Perhitungan konversi nilai peserta didik dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
Keterangan:
Nk = Nilai Konversi
∑n = Jumlah Nilai (skala 0-100) ∑Nmax = Jumlah nilai maksimal 3.5.3 Validitas Instrumen
Uji isntrumen dilakukan untuk mengetahui validitas instrument dengan uji validitas, yaitu konsultasi dengan dosen pembimbing dan guru bidang studi yang diperoleh kesepakatan bersama bahwa instrument yang digunakan telah valid. Untuk itu, sebelum melakukan penelitian perlu dilakukan uji instrument tes, uji validitas instrument nontes serta dilakukan dengan cara mengonsultasikan seluruh instrument nontes yang telah dibuat kepada dosen pembimbing dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang bersangkutan supaya instrument yang dgunakan untuk mengambil data benar-benar valid.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes berupa tes praktik berfungsi sebagai sarana
∑n
Nk = x 4
untuk mengetaui sejauh mana peserta didik dapat menyerap pembelajaran yang diberikan dan untuk mengetahui keterampilan peserta didik dalam menyusun teks eksposisi menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan media karikatur berpidato bertema kebudayaan Indonesia. Teknik nontes untuk mengetahui opini peserta didik terhadap model dan media yang digunakan, peneliti menggunakan lembar observasi, jurnal, wawancara, serta dokumentasi foto. Berikut adalah cara yang digunakan peneliti dalam teknik pengumpulan data. 3.6.2 Teknik Nontes
Teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku atau perubahan sikap sosial dan religi setelah pembelajaran menyusun teks eksposisi menggunakan model pembelajaran berbasis proyek melalui media karikatur berpidato dengan tema kebudayaan Indonesia pada peserta didik kelas VII H SMP Negeri 1 Banjarnegara.
3.6.2.1Teknik Observasi
Dalam observasi peneliti mengamati sikap sosial dan religi positif yang dimiliki peserta didik dan sikap negatif yang dimiliki peserta didik ketika menyusun teks eksposisi berlangsung. Observasi dilakukan oleh peneliti, dibantu guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman peneliti. Teknik pengumpulan data dengan observasi dilakukan dengan cara (1) menetukan kegiatan apa saja yang akan diamati (2) melakukan pengamatan berdasarkan pedoman atau lembar observasi yang dibuat.
3.6.2.2Teknik Wawancara
Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui respon peserta didik untuk memberikan jawaban ketika diberi pertanyaan. Selain itu, peserta didik juga diminta pendapat tentang pembelajaran menyusun teks eksposisi menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan media karikatur berpidato bertema kebudayaan Indonesia, kesulitan-kesulitan peserta didik selama mengikuti pembelajaran memahami dan menyusun teks eksposisi ini untuk mengetahui kesan dan pesan peserta didik terhadap pembelajaran. Dalam pedoman wawancara ini disiapkan beberapa pertanyaan secara garis besarnya saja. Pertanyaan dapat berkembang sesuai dengan situasi yang ada.
Adapun cara melakukan wawancara terbagi atas tiga, yaitu (1) peneliti menyiapkan lembar wawancara yang akan dilakukan, (2) peneliti mewawancarai peserta didik yang mendapatkan nilai dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah pada penilaian siklus I dan siklus II, dan (3) merekam dan mencatat hasil wawancaa dalam bentuk deskripsi secara terperinci.
3.6.2.3Teknik Dokumentasi Foto
Dokumentasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung pada siklus I sampai siklus II. Peneliti menggunakan dokumentasi sebagai salah satu teknik untuk memperoleh data nontes yang berupa foto atau gambar. Dokumentasi dilakukan oleh tim peneliti agar peneliti dapat fokus pada proses pembelajaran. Hasil dokumentasi juga dapat mengetahui perubahan sikap religius dan sikap sosial peserta didik.