• Tidak ada hasil yang ditemukan

Integritas dan Kejujuran

Dalam dokumen The Power of Writing (Halaman 77-80)

by Ifan Winarno on Thursday, September 30, 2010 at 12:17pm

oleh. Ifan Winarno

www.facebook.com/empowertainment

Integritas sering dijabarkan sebagai sikap bersungguh-sungguh seseorang dalam melakukan apa yg sesuai dengan apa yang dia katakan. Hal ini sangat erat hubungannya dengan kejujuran, sangat erat hubungannya dengan sesuatu yang dianggap benar. Dengan kata yang lebih

sederhana bisa dikatakan bahwa"Integritas adalah menyampaikan kebenaran kepada diri

sendiri, dan Kejujuran adalah menyampaikan kebenaran pada orang lain"

Dalam banyak kesempatan, bisa saat saya mengikuti sebuah pelatihan, atau sedang menonton pertunjukan sulap. Saya sering melihat orang yg di depan kelas atau di panggung merasa ketakutan, dan tidak nyaman. Bertahun-tahun saya mencari penyebab "Stage-Fear" ini, karena kebetulan saya juga seorang trainer dan pesulap. Pencarian saya akhirnya membimbing saya kepada sebuah titik terang, dan saya ingin bebagi dengan anda hasil pencarian saya ini. Kemarin, tepatnya tanggal 29 SEptember 2009, saya dipercaya untuk membawakan sebuah materi pada acara pembekalan bagi karyawan yg akan memasuki masa pensiun. Ini sudah menjadi sebuah rutinitas bagi saya, dan tanpa beban sayapun membawakan materi itu dengan

menyisipkan banyak senda gurau dg peserta. Mereka sangat antusias dan suasana pelatihan menjadi sangat hidup dan dinamis, materi pelatihanpun akhirnya menjadi sangat dinamis. Tanpa saya ketahui, di antara peserta ternyata hadir seorang ibu yang memiliki misi lain, beliau mengemban tugas mengevaluasi kesesuaian isi materi, teknik penyampaian, respon peserta, ketepatan waktu, bahkan sampai bahasa tubuh trainer, dan banyak lagi. Seandainya saya tahu bahwa saya sedang dievaluasi, mungkin sayapun mengalami "Stage-Fear". Setelah usai kelas, maka ibu ini menanyakan latar belakang dan pengalaman saya mengajar, juga apakah saya pernah mengikuti Training of Trainers, dsb. Saya cuma menyampaikan apa adanya bahwa memang saya punya pengalaman mengajar, dan karena saya tidak pernah ikut ToT ..ya saya harus mengakuinya di depan beliau tanpa beban. Setiap saya mau mengajar, selain

meyakinkan diri bahwa isi materi yang saya sampaikan adalah sesuatu yang

bermanfaat, saya selalu menempatkan diri sebagai seseorang yang ingin bercerita kepada teman dan sahabat saya tentang materi itu dengan tujuan menyenangkan dan memberdayakan mereka. Karena sesuatu itu akan lebih mudah diterima ketika

suasana hati juga bahagia.

Tanpa menunggu lebih lama, ibu ini menunjukkan hasil evaluasi beliau .. "Sangat Memuaskan" di seluruh aspek, dan tambahan beberapa catatan positif yang membuat saya sendiri tidak percaya bahwa ini adalah pencapaian saya. Saya mulai evaluasi balik, jangan2 Ibu ini masih trance dan terkena ilmu gendam .. saat itu pula, saya menemukan bahwa pencapaian ini semata karena Integritas dan Kejujuran selama saya membawakan materi tersebut. Saya tidak ingin saat ini anda memiliki persepsi bahwa saya sedang menyombongkan diri, memuji diri sendiri, dan ingin tampil hebat. Saya tulus ingin berbagi dengan siapa saja.

Ketika kita memiliki integritas, menyampaikan fakta kebenaran pada diri kita apa adanya, maka tanpa kita sadari kita menjadi lebih nyaman, lebih rileks, lebih netral, lebih yakin dengan diri kita sendiri. Orang lain akan melihat hal-hal ini lewat perubahan bahasa tubuh kita, lewat ekspresi, dan intonasi kita. Dan ketika kita menyampaikan sesuatu yang juga benar kepada orang lain, maka tentunya kita jadi jauh lebih nyaman, jadi tanpa beban. Dan hal ini menjadikan kita bisa lebih fokus pada isi materi dan cara penyampaian yang paling nyaman untuk semua pihak. Integritas tentunya bukan dicapai dalam sekejap, belajar jujur dengan diri sendiri, menerima diri apa adanya, membiasakan hidup apa adanya, memenuhi janji yang kita buat sendiri dg diri kita .. saya sendiri mengakui bahwa saya masih dalam fase belajar mengaplikasikannya dalam seluruh aspek kehidupan pribadi saya. Saya merasa tidak berhak menggurui anda tentang teknik yang

paling tepat untuk anda, karena setiap dari kita memiliki kualias kedekatan dengan diri sendiri yang berbeda dengan orang lain. Demikan juga dengan kejujuran, saya merasa saat ini saya ingin berbagi hasil dari memanfaatkan Integritas dan Kejujuran.

Sepulang mengajar, saya sempat makan di warung, dan sebagai seniman sulap .. saya tidak pernah melewatkan peluang berbagi misteri dengan siapa saja, dengan cara yang benar tentunya. "Seniman" sering diplesetkan menjadi singkatan dari "SEnang NIpu teMAN" oleh rekan-rekan pesulap karena dalam persepsi mereka Sulap masih merupakan kegiatan menipu. Dalam masyarakatpun, sering adaq persepsi bahwa "sulap"adalah "kebohongan". Pengertian yang saya tangkap pada saat pelatihan di atas tiba-tiba juga membawa saya pada pengertian yang berbeda dalam seni sulap.

Saya makin yakin, "Stage-Fear" di panggung atau ketika pertunjukan sulap berlangsung adalah murni karena Integritas dan Kejujuran. Karena merasa harus menyembunyikan"Rahasia", seorang pesulap menjadi tidak natural gerakannya. Dan hal ini tentunya akan berbeda jika seorang pesulap mengangap dirinya ingin berbagi "Indahnya Misteri" dengan orang lain`... bukti bahwa "Misteri" itu nikmat sekali untuk dibagi, misalnya .. dalam pelatihan Indonesia GlassWalking Instructure yg baru lalu, "Misteri" bisa berjalan di atas pecahan gelas menjadikan orang tertarik untuk ikut .. dari status Facebook rekan2 yang ikut acara itupun menjadikan saya yakin bahwa acara itu terisi dengan atmosfir antusiasme yg luar biasa, meski saya tidak hadir di sana. Contoh lain, cerita mistik dan misteri selalu saja menarik untuk digosipkan, bahkan ketika dimensi waktu sudah bergeser jauh ke depan.

Jadi, saya makin yakin bahwa "Integritas dan Kejujuran" ini bisa diterapkan dalam seni sulap ketika materi atau kebenanrnnya adalah "Indahnya Misteri" bukan "Rahasia sulap". Pesulap yang didasari dengan niatan untuk berbagi "Indahnya Misteri" pastilah akan membawakan

permainannya dengan indah dibandingkan dengan pesulap yang ingin tampak hebat karena merasa berhasil menutupi "Rahasia Sulap". Kalau dijadikan Quote, saya rasa bunyinya begini Rahasia tidak bisa dibagi dan menjadi beban karena harus dipikul sendiri, sementara Misteri harus dibagi dan menjadi berkah yang menghidupkan.

Dalam dokumen The Power of Writing (Halaman 77-80)