3. METODE PENELITIAN
3.3. Rencana Penelitian
3.3.2. Intensitas dan Hasil Tangkap
1) Mengetahui tingkat intensitas penangkapan di setiap sub kedalaman dari berbagai jalur penangkapan.
2) Menentukan hasil tangkapan peroperasi, hasil tangkap per trip menurut operasi standar dan operasi nelayan pada sub kedalaman dan berbagai jalur/area penangkapan.
2. Metode
1) Metode survei terhadap intensitas dan hasil tangkapan di setiap sub kedalaman (zona) dari 4 jalur yang diamati.
2) Survei terhadap kemampuan dan keberhasilan nelayan tangkap simping melalui teknik komunikasi interview.
3. Metode Pengambilan Contoh
1) Pengumpulan data intensitas dan hasil tangkapan serta potensi stok sebelum penangkapan dilakukan atas dasar pendekatan selected (stratified random sampling) terhadap zona atau kedalaman perairan.
2) Setiap jalur terpilih tersebut dilakukan survei pengumpulan data intensitas dan keberhasilan tangkap dari setiap sub kedalaman dengan 3 ulangan. 3) Responden dipilih atas dasar pendekatan sistematik sampling sebanyak 9
orang dari 45 nelayan. 4. Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan yaitu
1. Stok simping sebelum dieksploitasi (stok pada operasi standar)
2. Intensitas dan hasil tangkapan (data alat garok dan jaring dan data nelayan) 3. Interval waktu kedatangan (IWK).
Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei terhadap kelimpahan stok, hasil tangkapan, intensitas yang dilakukan oleh nelayan. Survei dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan operasional nelayan mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai penjualan pada tingkat pengumpul.
Survei tersebut dilakukan mengacu pada pedoman lokasi sampling yang telah ditetapkan pada bagian metode sampling. Setiap jalur ditetapkan 2 kali
36
sampling dengan 3 ulangan pada tiga kedalaman, sehingga total contoh tiap satu jalur berjumlah 18 contoh.
Satuan Pengambilan Contoh
Satuan pengukuran usaha ditetapkan sebesar 10 x 10 = 100 m2. Luas operasional penangkapan nelayan dibandingkan dengan satuan pengukuran usaha yang dapat dinyatakan sebagai satu intensitas usaha.
Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan setelah penelitian distribusi dan potensi stok (kelimpahan). Penelitian dilakukan minimal 2 kali disesuaikan dengan keberadaan stok dan keberhasilan penangkapan. Pengumpulan data dari responden nelayan dilakukan secara perseorangan 1 kali interview pada 9 orang responden yang terlibat aktive dalam penangkapan simping.
Variabel
1) Kelimpahan stok dari hasil tangkapan sebelum nelayan melakukan penangkapan persatuan penelitian (100 m2).
2) Luas area penangkapan (m2) berikut hasil tangkapan nelayan setiap kali operasional (intensitas tangkap).
3) Total area penangkapan (m2) dan hasil tangkapan nelayan selama kegiatan penangkapan (dalam sehari).
4) Interval waktu kedatangan nelayan kelokasi penangkapan yang sama (IWK). 5) Variabel Informasi dari hasil interview mencakup identitas nelayan, rencana
penangkapan, operasional penangkapan, keberhasilan penangkapan dan keberhasilan usaha penangkapan simping.
Variabel Kerja
1) Kelimpahan standar yaitu kelimpahan dibagi dengan luas standar pengukuran usaha (100 m2) dari setiap jalur dan kedalaman.
2) Intensitas total yaitu luas operasional dibagi luas satuan usaha (100 m2). 3) Total hasil tangkapan yaitu jumlah hasil tangkapan dari tiap operasi dan trip
tangkapan di setiap jalur dan kedalaman.
4) Jumlah lama hari area di tinggal, untuk kemudian didatangi dan ditangkap kembali.
37
5) Analisis kelayakan usaha yaitu tingkat keberhasilan usaha penangkapan simping yang diperoleh dari proses produksi.
5. Metode dan Teknik Pengukuran
Metode dan teknik pengukuran intensitas penangkapan dilakukan secara langsung dan wawancara yang ditampilkan pada Tabel 2.
Tabel 2. Jenis data, alat dan metode pengumpulan data intensitas
No Jenis Data Satuan Alat Metode
A Survei
1 Jumlah Ind. m-2 Counter Penghitungan Langsung
2 Bobot Gran Timbangan Penimbangan
3 Luas area sampling m2 Meteran/GPS Pengukuran
B Operasional Nelayan
1 Jumlah hasil tangkap Individu Counter Pengukuran langsung 2 Bobot hasil tangkapan Gram Timbangan Penimbangan langsung 3 Luas area tangkapan m2 Meteran/GPS Pengamatan langsung
4 Interval kedatangan hari Kuisioner Interview C Kuisioner Nelayan
1 Informasi kegiatan
operasional nelayan - Kuisioner Interview
6. Pengolahan Data
Data dari hasil tangkapan (Y), intensitas (X1) dan kelimpahan stok awal (X2) di tata berdasarkan zona (kedalaman) dengan tabulasi. Data aktivitas usaha nelayan ditata menurut kelompok aktivitas dalam tabulasi usaha.
7. Analisa Data dan Pengambilan Keputusan Analisa Data
1. Intensitas tangkap per tarikan
Intensitas tangkap per tarikan yaitu perbandingan antara luas area tangkap nelayan (Ao) dibagi dengan luas area standar (As) yaitu sebagai berikut.
INT = Ao/As
...(3)Keterangan
INT = Intensitas tangkap Ao = Area operasi nelayan As = Area operasi standar
38
2. Intensitas penangkapan pertrip
Intensitas penangkapan per trip adalah jumlah intensitas penangkapan per tarikan dikali dengan jumlah tarikan.
n i tINT
T
IPP
1 ...(4) Keterangan:IPPt = Intensitas penangkapan per trip INT = Intensitas tangkap
T = Jumlah tarikan di tiap zona (kali)
3. Hasil tangkap per penarikan alat
Hasil tangkap per penarikan alat oleh nelayan dari operasi nelayan adalah jumlah yang diperoleh setiap penarikan alat. Sedangkan hasil tangkapan per trip yaitu jumlah total dari hasil tangkapan dari setiap intensitas usaha yang diberikan sebagai berikut.
n i oHPP
HTT
1 ...(5) Keterangan:HTT = Hasil tangkapan per trip (gr.trip-1)
HPPO = Hasil tangkapan pada operasi standar (100 m)
4. Beban Penangkapan dan Efektivitas Alat
Analisa beban penangkapan untuk melihat tingkat intensitas yang menyebabkan stok menjadi kritis di lakukan dengan mengevaluasi perubahan biomas aktual akibat penangkapan. Formulasi analisa tekanan penangkapan terhadap biomas mengikuti pola sebagai berikut
)
/
/(
)
/
(
.
2
1
2 1t
HPPo
t
b
B
W
N
B
B
B
B
.....(6) Keterangan:ΔB = Perubahan biomas setelah penangkapan (gr.m-2) B1 = Biomas aktual (gr.m-2)
B2 = Biomas eksploitasi (gr.m-2) b = Laju penurunan tangkap
39
Sedangkan efektivitas alat yang tingkat kemampuan alat dalam menghasilkan tangkapan terhadap hasil tangkap rata-rata alat. Efektivitas dinilai untuk mengetahui tingkat tekanan terhadap stok diperairan dengan formulasi sebagai berikut.
HPP
HPP
e
i ...(7) Keterangan:E = efektivitas alat tangakap
HPPi = Hasil tangkap per tarikan di zona ke i (gr/tarikan) HPP= Hasil tangkap per tarikan rata-rata (gr/tarikan)
Tingkat eefektivitas alat di evaluasi dari nilai yang diperoleh yaitu dengan kriteria sebagai berikut.
e < 1 alat tidak efektive e = 1 alat efektif
e > 1 alat sangat efektive
Hasil dari perhitungan kemudian dibandingkan dengan kriteria yang ada, sehingga dapat di ketahui kondisi yang sesungguhnya dari penggunaan alat tangkap.
5. Analisa usaha
Analisa usaha penangkapan simping dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha penangkapan simping masih dapat memberikan keuntungan atau tidak. Untuk itu beberapa parameter analisa usaha seperti penerimaan, pengeluaran, keuntungan, R/C rasio dan B/C rasio.
- Penerimaan, yaitu jumlah hasil yang diperoleh hasil penangkapan dengan harga setiap kilogram simping (Umar, 2003).
TR = P x Q
...(8)Keterangan:
TR = Total revenue (penerimaan total (Rp)) P = Harga simping (Rp)
Q = Jumlah kuantitas produksi simping (kg)
- Faktor total pembiayaan meliputi biaya tetap (fix cost) atau FC dan biaya yang diperlukan untuk operasional biaya variabel (VC) sebagai berikut (Umar, 2003).
40
TC = FC + VC
...(9)Keterangan:
TC = Biaya total (rp) FC = Biaya tetap (rp)
VC = Biaya tidak tetap tiap operasi (rp)
- Keuntungan yaitu selisih dari nilai penerimaan dengan nilai permodalan operasi penangkapan yaitu (Umar, 2003).
= TR –TC
...(10)Keterangan:
TR = Total Revenue (Rp) TC = Total Cost (Rp)
= Keuntungan dalam setiap operasi (Rp)
- Break Event Point (BEP)
Break event point (BEP) dilakukan untuk mengetahui keuntungan mulai diperoleh. BEP dapat dilihat dari 2 pendekatan yaitu pendekatan nilai produksi (BEP harga) dan pendekatan kuantitas produksi (BEP Prod). BEP untuk nilai produksi (BEP harga) (Umar, 2003) yaitu
Q
Vc
Fc
BEP
Rp
...(11)BEP untuk kuantitas produksi (BEP prod) yaitu
P
Vc
Fc
BEP
q
...(12)Keterangan:
Fc = Biaya Tetap (Fix Cost) (Rp)
Vc = Biaya tidak tetap (Variable cost) (Rp) Q = Produksi (kg)
P = Unit penjualan (Rp) - R/C
R/C yaitu rasio dari total revenua terhadap total cost. Sedangkan PP yaitu rasio dari TC (atau disebut juga investasi total) terhadap keuntungan yang diperoleh
Analisa Statistik
41
Pengambilan Keputusan
Intensitas penangkapan ditentukan rasio operasional nelayan dibagi dengan operasi standar. Jika rasionya lebih dari 1 penangkapan intensif, dan jika rasionnya kurang dari 1 tidak intensif. Usaha penangkapan simping ditentukan layak apabila tingkat produksi masih sesuai dengan potensi lestari dan tingkat pengembalian modal usaha.
3.3.3. Kemampuan Pulih dan Daya Dukung Simping