1. Pengertian Interaksi
Interaksi adalah suatu hubungan timbal balik antara orang satu dengan orang lain.8
Ineraksi dalam hubunganya dengan proses belajar mengajar adalah hubungan timbal balik antara guru dan anak didik harus menunjukan adanya hubungan yang bersifat educatif,hal mana interaksi itu harus diarahkan pada suatu perubahan tingkah laku anak dididk adanya kedewasaan .
Di dalam kelas teijadilah suatu komonikasi yang bersifat pedagogik antara pendidik dan anak didik atau antara guru dan murid.Dengan adanya komonikasi tersebut terwujudlah proses mengajar dan belajar yang diarahkan dalam ruang lingkup tujuan intruksional yang hendak dicapai9.
Dalam interaksi belajar mengajar ,seorang guru sebagai pengajar akan berusaha secara maksimal,guru pengajar akan berusaha secara maksial dengan mengguakan berbagai ketrampilan dan kemampuannya agar anak dapat mencioptakan tujuan yang diharapkan.
Oleh karena itu guru harus dapat menciptakan situasi dimana agar anak dapat belajar ,sebab sebenamya proses belajar mengajar itu belum 8.Soetomo "Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar" Usaha nasional
Surabaya Indonesia, h a l. 9
9.H.M. Arifm.M.Ed." Hubungan Timbal balik Pendidikan Agama dilikunan sekolah dan keluarga"Bulan Bintang, hal. 128.
dapat dikatakan berakhir kalau anak belum dapat belajar dan belum mengalami perubahan tingkah laku karena perobahan tingkah laku itu sendiri merupakan hasil belajar.
Perobahan tingkah laku dapat diartikan perubahan yang mencakup tiga aspek tingkah laku manusia ,yaitu aspek kognitif ,aspek psikomotor dan aspek efektif..10
Dalam interaksi antara pendidik dan anak didik ada beberpa komponen yang hams dipenuhi sebagai berikut:
1. Tujuan interaksi belajar dan mengajar yang diharapkan. 2. Pesan yang aka disampaikan kepada anak didik.
3. Pendidikdan anak didik.
4. Alat/sarana yang digunaka untuk menunjang tercapainya tujuan .
5. Methode yag digunakan untuk menyampaikan bahan [materi] 6. situasi lingkungan agar tercapainya tujuan.11)
James Coopeed menyebutkan empat bidang kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang gum dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar yakni:
1. Mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia dan mamapu menterjemahkan teori-teori kedalam ________________ situasi yang riil dalam belajar mengajar.
10. Seotomo.op cit .h a l. 1C 11. Soetomo.op.cit, h a l. 11
2. mempunyai sikap yang tepa terhadap diri sendiri ,siswan teman sejawad sekolah dan bidang sudi yang dibina.
3. menguasahi bidang studi yang di ajarkan. 4. mempunyai ketrampilan tehnik mengajar.12
Dari beberapa komponen dan kompetensi bahwa untuk melaksanakan interaksi belajar mengajar seorang guru tidak hanya semata-mata membutuhkan kepandaian atau keahlian dibidang materi diajarkan saja,artinya tidak semua seorang ahli dapat melaksanakan interkasi belajar mengajar., dengan baik.
2v Jenis-jenis Interaksi.
Secara garis besar Surakhmad menggolongkan interaksi dalam tiga jenis yaitu :
1. Pengalaman riil,yakni segenap media di dalam kehidupan sehari hari.
2. Pengalaman buatan yakni segenap media yang sengaja diciptakan untuk mendekatkan pada pengalaman nil.
3. Pengalaman verbal yakni berupa ceramah,catatan ,merupakan alat utama dalam berinteraksi.13
Pengalaman riil dapat menghasilkan pengertian yang sangat teliti dan luiwes yang tidak didapati pada pengalaman lainnya. Peran guru
12. Soetomo, ibid , hal .12
13. H.Martinis Yamin"Kiat Membelajarkan Siswa"GP Press, hal. 169
menyampaikan pesan melalui pengalaman yang pemah dialami oleh guru da memungkinkan juga para siswa mengutarakan pengalaman riilkepada rekan-rekannya.
Proses pembelajaran yang dilakukan di kelas sangat terikat dengan waktu dan tempat serta faktor-faktor lainnya. Pengalaman riil dapat didramasasikan dengan melakukan seseorang siswa pada suatu kejadian atau peristiwa..
Pengalaman buatan dapat diciptakan untuk mendekatkan siswa pada pengalaman nil. Pengalaman buatan dapat diciptakan untuk mendekatkan siswa pada pengalaman riil,baik dalam arti waktu,ruang maupun situasi.
Penggunaan pengalaman buatan memudahkan guru untuk menyusun rencana-rencana educatif,yang akan dilaksanakan di sekolah,waktu ,tenaga dan biaya dapat dihemat bila pengalama buatan itu diadakan secara berencana.
Pada tingkat pengalaman verbal ,kedua jenis pengalaman dapat diintegrasikan dan pengalaman verbal tidak dapat dipisahkan dari dua pengalaman ,bahkan pengalaman itu justru diperoleh melalui bahasa lesan dan tertulis.
3 # Ciri- ciri Interaksi Pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan proses interaksi antara dua manusia yaitu siswa sebagai pihak yang belajar da guru sebagai pihak
yang mengkondisikan terjadia belajar. Dalam interaksi tersebut dibutuhkan komponen-komponen pendukung yan merupakan cirri-ciri interaksi eduicatif yaitu :
1. Interaktif dalam pembelajaran memiliki tujuan yaitu untuk membantu anak dalam perkembangan tertentu.Inilah yang dimaksud dengan interaksi belajar mengajar itu sadar tujuan ,dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian ,siswa mempunyai tujuan.
2. Ada suatu prosedur yang direncanakan,didesain untuk mencapai tuuan yang telah ditetapkan ,agar dapat mencapai tujuan yang optimal maka dalam maka dalam melakukannya interaksi perlu adanya proseduratau langkah-langkah yang sitematik dan rrelevan untuk mencapai suatu tuuan pembelajaran yang satu dengan yang lain.
3. Interaksi pembelajaran ditandai dengan suatu penggarapan materi yang khusus.
Dalam hal ini materi harus didesain sedemikian rupa sehingga cocok untuk mencapai tujuan.
4. Ditandai dengan adanya aktivitas siswa.
Sebagai konsekwensi bahwa merupakan sentral,maka aktivitas siswa merupakan sarat mutlak bagi berlangsugnya interaksi belajar mengajar.Dalam hal ini aktivitas siswa baik secara fisik maupn mental aktif.
5. Dalam interaksi pembelajaran,guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing.
Dalam perannya sebagai fasilitator dan pembimbing guru harus berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi. Guru harus siapsebagai mediator dalam segala situasi proses pembelajaran sehingga guru akan mejadi tokoh yang dilihat dan ditiru perilakunya oleh siswa.
6. Interaksi pembelajaran membutuhkan disiplin.
Disiplin dalam interaksi pembelajaran diartikan sebagai suatu pola perilaku sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh semua pihak secara sadar, baik oleh pihak guru atau siswa. 7. Ada batas waku .
Untuk mencapai indicator atau tujuan pembelajaran tertetu dalam system kelas ,batas waktu menjadi salah satu cirri yan tidak bisa ditinggalkan. Setiap tujuan akan diberi waktukapan tujuan ituharus sudah tercapai.14
C. Tinjauan Tentang Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi Belajar.
Prestasi belajar atau achievement adalah hasil yang diperoleh setelah mengikuti pendidikan atau latihan-latihan tertentu .8)
Menurut Syaful Bakri prestasi belajar terdiri dari dua kata, yaitu : Prestasi dan Belajar.
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan yang menyenangkan hati, yang diperoleh melalui keuletan keija, baik secara individu maupun secara kelompok dalam kegiatan tertentu. Belajar adalah merupakan rangkaian kegiatan jiwa raga, psikopisik menuju keperkembangan pribadi manusia seutuhnya yang menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, efektif dan psikomotorik.9'
Jadi pada hakekatnya prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai dikerjakan dalam waktu tertentu, yang mengalami perubahan tingkah laku, kecakapan, setelah mengikuti pelajaran yang dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar pada suatu lembaga pendidikan.
2. Jenis-Jenis Prestasi Belajar
Dalam system pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan baik tujuan kurikuler maupun tujuan intruksional menggunakan klasifikasi hasil belajar atau prestasi belajar dari Benyamin Bloom dalam bukunya
8. Pasaribu.IL. Dan B. Simanjuntak, Proses Belajar Mengajar, Tarsito, Bandung, 1993.hal.l 15 9. Syaiful Bakti Djamarah,Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru,Usaha
nasional,Surabaya, 1991,hal. 21-22.
22
Dr. Nana Sudjana yaitu "Penilaian Hasil Proses Belajar", mengemukakan secara garis besar tujuan pendidikan dibagi dalam tiga ranah yaitu :
2. Ranah Kognitif, ranah ini berkenan dengan hasil belajar intelekltual, yang terdiri dari kelompok yaitu :
a) Aspek pengetahuan b) Aspek pemahaman c) Aspek aplikasi d) Aspek analisis e) Aspek sintesis f) Aspek evaluasi
2. Ranah Afektif, ranah ini berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yaitu :
a. Aspek penerimaan
b. Aspek jawaban atau reaksi c. Aspek penilaian
d. Aspek organisasi e. Aspek intemalisasi
3. Ranah psikomotor, ranah ini berkaitan dengan ketrampilan dan kemampuan bertindak, dan ranah ini mempunyai 6 aspek yaitu : a. Aspek gerak reflek
b. Aspek ketrampilan gerakan dasar c. Aspek kemampuan perceptual d. Aspek keharmonisan atau ketepatan
e. Aspek gerakan ketrampilan proses
f. Aspek gerakan ekspresif dan inter pretatif. I0)
Sedang menurut Gogne prestasi belajar atau hasil belajar dikategorikan menjadi lima yaitu :
a. Informasi ferbal b. Ketrampilan intlektual c. Strategi kognitif d. Sikap
e. Ketrampilan motoris 11'
j l . Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar
Menurut Drs. Abu Achmadi dalam bukunya Prestasi belajar membagi factor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar secara garis besamya ada dua, yaitu :
a. Faktor Internal, terbagi menjadi dua :
1. Faktor j asm an i ah [fisiologis] baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk factor ini adalah penglihatan, pendengaran dan structural tubuh.
2. Faktor psikologis, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, yang terdiri atas :
10. N ana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mcngajar, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1990,hal.22-23
11. N ana Sudjana, Ibid, hal.22.
2 4
a) Faktor Intelektif, yang meliputi factor potensial dan factor kecakapan.
b) Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motifasi, emosi. b. Faktor Ekstemal
1. Terdiri dari atas lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan kelompok.
2. Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian .
3. Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas belajar dan iklim . 4. Faktor lingkungan spiritual atau keagamaan.
Jadi secara garis besamya faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar itu ada dua, yaitu factor dari dalam dan factor berasal dari luar atau juga bisa disebut factor internal dan factor ekstemal. Faktor yang datang dari siswa sangat berkaitan dengan kemampuan yang dimilikinya, baik yang dibawa sejak lahir maupun yang timbul setelah dewasa, diantaranya adalah motivasi, minat, perhatian, sikap dan kebiasaan.
Disamping itu prestasi belajar juga bergantung dari lingkungan, yaitu factor dari luar yang menentukan atau mempengaruhi terhadap keberhasilan siswa. Salah satu diantaranya dalah kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan kualitas pengajaran adalah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran. Jadi hasil belajar
siswa di sekolah selain dipengaruhi oleh pengajaran. Kedua factor tersebut mempunyai hubungan berbanding lurus dengan hasil belajar siswa. Artinya makin tinggi kemampuan siswa dan kualitas pengajaran, akan makin tinggi pula hasil belajar siswa.
Sekarang yang menjadi persoalan adalah variable mana yang lebih mmpengaruhi terhadap kualitas pengajaran. Kalau kita tinjau pengertian pengajaran sendiri adalah suatu proses terjadinya interaksi antara guru dan siswa. Jadi dalam pengajaran guru adalah sutradara dan sekaligus actor yang selalu berperan.
Dengan demikian seorang guru yang baik harus mempunyai kompetensi tersendiri yang dapat menunjang terhadap keberhasilan belajamya. Nana Sudjana mengemukakan bahwa seorang guru setidaknya harus memiliki tiga kemampuan dasar, yaitu :
1. Kemampuan dibidang kognitif (intelektual)
2. Kemampuan dibidang sikap (mencintai profesinya)
3. Kemampuan dibidang perilaku (kemampuan mengajar dan menilai)12' Sedangkan menurut Prof. Dr. Moh. Atthiyah A1 Abrosy dalam bukunya Drs. Mustaqim yaitu "Psikologi Pendidikan" mengatakan bahwa seorang guru yang baik harus memiliki sifat-sifat yang baik pula, diantaranya :
1. Zuhud (tidak mengutamakan materi) 2. Kebersihan guru
3. Ikhlas dalam pekerjaan 12. Nana Sudjana, op cit, hal. 18.
4. Mempunyai sikap pemaaf 5. Harus mengetahui tabiat murid 6. Harus menguasai pelajaran 7. Harus menjadi seorang bapak13 *
Jadi dalam pendidikan factor guru sangat menentukan dalam keberhasilan siswa. Kemampuan dan keprofesionalan guru yang optimal dalam ruang kegiatan belajar mengajar akan dapat menunjang terhadap aktivitas belajar siswa yang optimal pula. Para guru sebagai pendidik dengan
kedewasaan menggunakan pergaulan sehari-hari adalah cara yang peling baik dan efekti dalam pembentukan pribadi dan dengan cara ini pula maka hilanglah jurang pemisah antara guru dan murid. Sehingga, dalam interaksi edukatif guru dengan siswa sangat dibutuhkan dalam rangka mencapai prestasi belajar siswa seperti yang diterapkan atau diprogramkan.
BAB III
LAPORAN PENELITIAN