• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERAKSI PELARUT – ZAT TERLARUT

Dalam dokumen Modul Farmasetika (Halaman 39-44)

Berhubungan dengan kelarutan (solubility) maka dapat terjadi interaksi antara pelarut-pelarut, pelarut-zat terlarut dan zat-zat terlarut. Beberapa faktor dan konsep yang penting untuk meramal keterlarutan obat adalah :

1. Polaritas 2. Co-solvency

3. Parameter kelarutan 4. Suhu

6. Salting in 7. Hidrotopi

8. Pembentukan kompleks 9. Efek ion senama

10.Ukuran partikel

11.Ukuran dan bentuk molekul 12.Struktur dari air

Beberapa bahan yang tidak boleh dipanaskan pada saat pengerjaannya antara lain:

1. Ascal, akan terurai menjadi Calcii salicylas dan asam cuka. Begitupun aspirin akan terurai jika ada air

2. Luminal natrium, akan terurai menjadi phenylaethylacethyl-ureum yang sukar larut, biarpun pada suhu kamar

3. Barbital natrium, serupa diatas, menjadi diaethylacetyl-ureum yang sukar larut

4. Chloral hidrat, akan menjadi chloroform dam asam formiat 5. Natrii subcarbonas, akan menjadi natrii carbonas dan CO2

6. Senyawa-senyawa perak koloidal; protargol, collargol, targesine, arygrol dll

Macam-Macam Sediaan Larutan

Larutan oral

Sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran konsolven air. Larutan oral yang mangandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi disebut sirup. Larutan sukrosa hampir jenuh dalam air disebut sirup simpleks (64%) v/v. Larutan yang mengandung etanol sebagai kosolven disebut eliksir.

Larutan topikal

Larutan yang biasanya mengandung air tetapi sering kali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol, untuk penggunaan topikal pada kulit.

Lotio

Sediaan larutan atau suspensi yang digunakan secara topikal. Contohnya : lotio kumerfeldi

Larutan Otik

Larutan yang mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi, untuk penggunaan pada telinga luar. Misal : larutan otik neonisin dan polimisin B silfat.

Spirit

Larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya berupa larutan tunggal atau campuran bahan. Spirit harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat tidak tembus cahaya. Jika pelarutnya air disebut air aromatik

Sirup

Sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat. Sirup yang mengandung bahan pemberi rasa tapi tidak mengandung zat obat, pembawanya bukan obatatau pembawa yang wangi, misalnya: syrup akasia, sirup jeruk, dll.

Eliksir

Larutan hidroalkohol yang jernih dan manis dimaksudkan untuk penggunaan vital, dan biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan. Dibanding dengan sirup, eliksir kurang manis dan kurang kental karena mengandung kadar gula lebih rendah, sehingga kurang efektif dalam menutupi rasa dan bau zat aktif. Saturasi, Effervesen dan Netralisasi

Larutan yang dibuat dengan cara mereaksikan bagian asam dan suatu basa (bikarbonat). Pada netralisasi, gas CO2 yang terjadi dibiarkan menguap sampai habis. Pada saturasi, larutan tersebut dijenuhkan dengan gas CO2.

Potiones

Sediaan yang berupa cairan untuk diminum, dibuat sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai dosis tunggal dalam golume besar, umumnya 50 ml. Collyria

Sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas partikel asing, isotonis dan digunakan untuk mencuci mata, dapat ditambahkan larutan dapar dan pengawet. Wadah yang dipakai dapat wadah dari gelas atau plastik yang tertutup kedap. Gargarisma

Sediaan berupa larutan. Umumnya pekat dan bila digunakan diencerkan dulu. Gargarisma digunakan sebagai pencegah infeksi tenggorokan dan tujuan

penggunaan gargarisma ialah agar obatnya dapat langsung mengenai selaput lendir yang ada di dalam tenggorokan dan bukan sebagai pelindung selaput lendir maka tidak digunakan bentuk suspensi dan bahan berlendir tidak cocok sebagai obat kumur. Dalam tiket harus tertera :

hanya untuk kumur, jangan ditelan.

Sebelum digunakan diencerkan. Mouthwash

Sediaan yang hampir mirip dengan gargarisma, ditujukan sebagai antiseptik mulut. Namun dalam penggunaanya tidak perlu lagi untuk diencerkan dan hanya dikumur dalam rongga mulut.

Contoh Resep Sediaan Larutan

R/ Ascali 5 Penyelesaian: Codein 0,1 Aqua ad 200 m.f.potio S.3.d.d.c II Suspension

Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap dan bila dikocok perlahan-lahan, endapan harus segera terdispersi kembali. Dapat ditambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensI tetapi kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah dikocok dan dituang.

Aturan dalam pembuatan suspensi:

1. Untuk obat berkhasiat keras disuspensi dengan Pulvis Gummosus sebanyak 2% dari jumlah cairan obat minum

2. Untuk obat tidak berkhasiat keras disuspensi dengan Pulvis Gummosus sebanyak 1% dari jumlah cairan obat minum

- Pembuatan Ascali dapat dibuat dengan cara 1,2 g calcii acetylsalicylas dengan menggerus halus 1 g Acid Acetylosalicycum dan dicampur 1/3 g Calcii carbonas dalam mortir. Lalu campuran tersebut digerus dengan 10 g air dingin dan setelah gas C02 keluar larutan tersebut disaring.

- Codein merupakan basa lemah yang larut dalam air (1:20)

Keuntungan suspensi adalah:

- Rasa yang tidak enak dapat ditutupi karena ukuran partikel suspensi besar jadi kontak dengan lidah kecil.

- Suspensi lebih stabil secata kimia dibandibgkan dengan larutan. - Dapat digunakan untuk obat-obat yang tidak larut.

- Mudah diatur penyesuaian dosis untuk anak-anak. - Bisa diatur warna dan bau

Kerugian suspensi

- Tidak stabil secara termodinamika - Ketidakseragaman dosis

- Adanya pengaruh gravitasi menyebabkan terjadinya sedimentasi

- Ada obat yang tidak stabil dengan adanya air pada penyimpanan, misalnya bebrapa antibiotik.

- Volumenya besar.

- Penampilan suspensi tidak elegan.

Dalam pembuatan suspensi, pembasahan partikel dari serbuk yang tak larut di dalam cairan pembawa adalah langkah yang paling penting. Kadang-kadang adalah sukar mendispersi serbuk, karena adanya udara, lemak dan lain-lain kontaminan.

Serbuk tadi tidak dapat segera dibasahi, walaupun BJ-nya besar mereka mengambang pada permukaan cairan. Pada serbuk yang halus mudah kemasukkan udaa dan sukar dibasahi meskipun ditekan dibawah permukaan dari suspense medium.

Mudah dan sukar terbasahinya serbuk dapat dilihat dari sudut kontak yang dibentuk serbuk dengan permukaan cairan.

γs γSL

θ < 90o θ = 90o θ >90o

Jika interaksi antara padatan dan cairan lebih besar daripada interaksi antara padatan dan udara, sudut kontak yang terbentuk antara padatan dengan cairan ialah >90°, hal ini menyebabkan partikel/padatan tersebut sulit untuk dibasahi bahkan akan berada di udara (mengapung) jika sudut kontaknya. Sudut kontak dibawah <90°, menyebabkan padatan yang siap dibasahi.

Contoh Resep:

R/ Sulfamerazin 12 Pulvis Gummos. 2 Ol. Citris gtt III

SS 25

Aqua ad 100 ml S.b.d.d cth I

Dalam dokumen Modul Farmasetika (Halaman 39-44)

Dokumen terkait