• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dari Proses Internalisasi Nilai-nilai pendidikan Anti Kekerasan Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Pasuruan Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Pasuruan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

KELAS XII

C. Hasil dari Proses Internalisasi Nilai-nilai pendidikan Anti Kekerasan Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Pasuruan Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Pasuruan

Keberhasilan Pendidikan anti kekerasan dengan keluaran menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi personal dan kompetensi sosial yang moralis (anti kekerasan) dan dinamis sehingga menghasilkan warga negara yang baik (good citizen). Kesuksesan pendidikan anti kekerasan tidak diukur dengan penguasaan nilai-nilai diskriminasi dan inklusifisme serta soft skils yaitu kemampuan bekerja kelompok secara inklusif (mudah menerima

164

masukan) anti diskriminasi, egalitarian, memimpin secara demokratis, kemapuan berkordinasi, humanis kemampuan berkomunikasi, berempati kepada orang lain yang menekankan kebersamaan dan keteladanan pemimpin dalam kehidupan anti kekerasan.

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, agar beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agamanya. Kegiatan pendidikan agama islam dilakukan melalui bimbingan, pengajaran, latihan, serta pengunaan pengalaman dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.157

Hasil dari Pendidikan anti kekerasan melalui pendidikan Agama Islam yang diterapkan sekolah SMK Negeri 1 Beji, adalah sebagai berikut: Guru dan Peserta didik semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui budaya keagamaan yang diterapkan sekolah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. peserta didik semakin sadar bahwa dalam menyelesaikan masalah itu tidak harus dengan menggunakan kekerasan, menyelesaikan permasalahan dengan cara diskusi bersama, bermusyawarah untuk mencari solusi yang baik. Peserta didik mimiliki sikap saling menghormati kepada bapak ibu guru ataupun kepada orang yang lebih tua. Dalam proses pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas guru tidak lagi menggunakan tindakan kekerasan, seperti memukul dan mengancam peserta didik. peserta didik memiliki karakter anti kekerasan, seperti tanggung jawab, peduli dengan lingkungan, kasih sayang,

cinta damai, pemaaf, toleransi dan kerukunan, sopan dan santun dan lain-lain. Peserta didik semakin disiplin dan berani mengambil resiko sikap positif untuk menegakkan norma-norma sosial anti kekerasan. Guru menggunakan prinsip kekeluargaan bukan lagi tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah peserta didik sehingga kekerasan yang dilakukan guru atau peserta didik di sekolah semakin menurun.

Berdasarkan hasil tersebut pendidikan anti kekerasan melalui pendidikan agama Islam mewujudkan manusia yang berkepribadian utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungan. Pendidikan merupakan basis penanaman nilai-nilai kepada individu untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalm surat Al-Furqon ayat 63, yaitu:



























“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan dan damai”.158

Islam juga berarti agama, yaitu agama akhir yang ajaran-ajarannya bersumber kepada wahyu Allah Swt., yang disampaikan kepada umat manusia melalui utusan-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw., untuk kesejahteraan umat manusia, baik didunia maupun diakhirat yang mengandung dua ajaran pokok,

158 Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. ( Bandung: CV. Jabal Rodhotul Jannah, 2010), hlm. 365

166

yaitu Al-Qur’an dan Al-hadis. Agama yang selalu mengajarkan perdamaian melalui kitab suci Al-Qur’an da hadis.

Kekerasan merupakan hal yang dibenci dalam Islam apalagi jika yang menjadi korban adalah peserta didik. kekerasan dapat berupa kekerasan fisik, seksual dan emosional. Terdapat banak faktor yang melandasi terjadina kekerasan terhadap anak, hal tersebut diantaranya anak yang polos dan tidak berdaya, rendahnya moralitas dan moralitas pelaku, anak yang mengalami cacat tubuh atau gangguantingkah laku, kemiskinan, serta lingkungan yang tidak baik.

Dengan demikian pendidikan anti kekerasan diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga menjadi warga negara yang baik dengan ciri-cirinya antara lain: berani mengambil sikap positif untuk menegakkan norma-norma sosial anti kekerasan, membuat aturan hukum yang kondusif untuk kebaikan dan nilai-nilai moral anti kekerasan demi masa depan bangsa yang mengedepankan nilai-nilai anti kekerasan.

Peneliti

Hasil dari Pendidikan Anti kekerasan Melalui

Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji kabupaten Pasuruan Proses Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Anti Kekerasan melalui Pendidikan Agama di SMK Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan 1. Latar Belakang upaya

secara sadar dan

sistematis yang

dirancang untuk

menanamkan

nilai-nilai anti kekerasan kepada peserta didik 2. Tujuan internalisasi

disesuaikan dengan

tujuan pendidikan

Nasional, visi, misi dan tujuan sekolah dan

tujuan Pendidikan

Agama Islam.

3. Nilai-nilai pendidikan anti kekerasan yang di internalisasikan yaitu sesuai dengan KI dan KD dalam kurikulum 2013

Eksternalisasi

Objektivasi

Internalisasi

Proses hasil penyerapan kembali ke dalam kesadaran setiap individu peserta didik dari intenalisasi nilai-nilai melalui keteladanan, penanaman atau penegakan kedisiplinan, pembiasaan, menciptakan suasana yang kondusif, dan pemotivasian.

yang ada dan di terapkan di sekolah.

Proses usaha pemberian pemahaman dengan menguatkan pada setiap peserta didik tentang nilai-nilai dari pendidikan anti kekerasan melalui budaya keagamaan, mata pelajaran PAI, kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler.

Proses memantau hasil dari internalisasi nilai-nilai pendidikan anti kekerasan pada peserta didik melalui keteladanan, penanaman atau penegakan kedisiplinan, pembiasaan, menciptakan suasana yang kondusif, dan pemotivasian.

1. Guru dan Peserta didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

2. Peserta didik selalu berbuat kebaikan dan berakhlakul karimah kepada siapapun. 3. Guru dan Peserta didik dapat saling menghargai perbedaan pendapat.

4. Guru dan Peserta didik dapat Merasakan apa yang dirasakan orang lain. 5. Guru bisa membuat suasana belajar yang inovatif, kreatif dan menyenangkan. 6. Peserta didik semakin disiplin dan berani mengambil resiko sikap positif untuk

menegakkan norma-norma sosial anti kekerasan. 7. Guru menjadi teladan yang baik bagi peserta didik.

8. Guru dan peserta didik Saling peduli dengan lingkungan sekitar. Internalisasi Nilai-Nilai

Pendidikan Anti kekerasan Melalui Pendidikan

Agama Islam

Konsep Pendidikan Anti Kekerasan Melalui

Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1

Beji Kabupaten Pasuruan

168

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan dan dibahas pada bab sebelumnya terkait dengan internalisasi nilai-nilai pendidikan anti kekerasan melalui Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Beji Kabupaten Pasuruan , maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Konsep Nilai-Nilai Pendidikan Anti Kekerasan melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji

a. Latar Belakang di rumuskannya nilai-nilai pendidikan anti kekerasan di sekolah SMK Negeri 1 Beji sebagai upaya secara sadar dan sistematis yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai anti kekerasan kepada peserta didik.

b. Tujuan diinternalisasikan nilai-nilai pendidikan anti kekerasan di sekolah SMK Negeri 1 Beji sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional, visi, misi dan tujuan sekolah dan tujuan Pendidikan Agama Islam. c. Nilai-nilai pendidikan anti kekerasan yang diinternalisasikan

bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadist, kemudian di perkuat dan di jabarkan dalam regulasi pemerintah terkait tujuan pendidikan Nasional, visi-misi, dan tujuan lembaga sekolah itu sendiri, serta tercantum dalam kompetensi inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) mata Pelajaran PAI pada Kurikulum 2013.

2. Proses Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Anti Kekerasan Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan

Proses internalisasi Pandidikan anti kekerasan di sekolah SMK Negeri Negeri 1 Beji di lakukan dengan 3 Tahapan yaitu Eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi.

3. Hasil dari Proses Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Anti Kekerasan Melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan

Adapun hasil internalisasi nila-nilai pendidikan anti kekerasan melalui pendidikan agama Islam di SMK Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan adalah peserta didik semakin sadar bahwa dalam menyelesaikan masalah itu tidak harus dengan menggunakan kekerasan, menyelesaikan permasalahan dengan cara diskusi bersama, bermusyawarah untuk mencari solusi yang baik. Peserta didik mimiliki sikap saling menghormati kepada bapak ibu guru ataupun kepada orang yang lebih tua. Dalam proses pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas guru tidak lagi menggunakan tindakan kekerasan, seperti memukul dan mengancam peserta didik. peserta didik. memiliki karakter anti kekerasan, seperti tanggung jawab, peduli dengan lingkungan, kasih sayang, cinta damai, pemaaf, toleransi dan kerukunan, sopan dan santun dan lain-lain. Guru dan peserta didik

170

menggunakan prinsip kekeluargaan dalam menyelesaikan

permasalahan.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, maka dengan ini peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak:

1. Bagi Kepala Sekolah hendaknya senantiasa meningkatkan intensitas

dalam merangkul, melaksanakan, dan melakukan evaluasi

keterlaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah yang berkaitan dengan internalisasi nilai-nilai pendidikan anti kekerasan melalui Pendidikan Agama Islam.

2. Para Guru PAI dan sekolah diharapkan berupaya untuk selalu menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan anti kekerasan melalui Pendidikan Agama Islam. Agar sekolah dan para guru semakin lebih baik melaksanakan pendidikan tanpa menggunakan kekerasan. Guru PAI juga harus memberikan teladan terkait dengan pendidikan anti kekerasan.

3. Para Peserta didik di harapkan untuk selalu melaksanakan nilai-nilai dari pendidikan anti kekerasan melalui pendidikan agama Islam dengan penuh kesadaran diri sendiri dan tanggung jawab.

4. Bagi Peniliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif lagi mengenai pendidikan anti kekerasan melalui pendidikan agama Islam.

171