2,90 0,00000000 fhitung > ftabel F signifikan Sumber : Data Diolah
E. Interprestasi dan Pembahasan Persamaan regresi sebagai berikut:
98 + 8,108178 PAD + 22775472 DT + 65190208
Dalam Beberapa pengujian telah dilakukan sebelumnya ternyata menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sudah baik, terbebas dari penyakit asumsi Klasik. Analisis ini menyatakan bahwa variabel-variabel penelitian yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto selama dua puluh satu tahun yaitu dari tahun 1987-2007 adalah Angkatan Kerja yang bekerja, Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, dan Pendapatan Asli Daerah dan Dummy Krisis ekonomi dan Interpretasi ekonomi dari persamaan yang diperoleh adalah:
1. Nilai konstanta sebesar 651,902.08 menunjukan apabila Angkatan Kerja yang bekerja, Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, PAD dan dummy krisis ekonomi sebagai variabel independen dianggap tidak ada maka besarnya nilai PDRB adalah 651,902.08 satuan.
2. Apabila kenaikan Angkatan Kerja yang bekerja sebesar 1 satuan, maka PDRB DKI Jakarta akan naik sebesar 24,532.88 satuan. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa Angkatan Kerja yang bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBRB. Hal ini adalah sudah sesuai dengan teori yang ada, yaitu semakin meningkatnya Angkatan Kerja yang bekerja semakin meningkat juga tingkat agregat output atau terjadi pertumbuhan ekonomi.
3. Apabila kenaikan Penanaman Modal Asing sebesar 1 satuan maka PDRB DKI Jakarta akan naik sebesar 9,645.49 satuan. Berdasarkan hasil yang didapat PMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Hal ini sesuai dengan teori yang ada, yaitu dengan meningkatnya investasi pada suatu daerah maka
99 akan meningkat pula PDRB daerah tersebut, atau perekonomiannya tumbuh. Hal ini menjadi tantangan bagi pihak birokrat atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan peningkatan PMA dengan memberikan iklim investasi yang lebih kondusif. Beberapa diantaranya dengan melakukan efisiensi perijinan atau regulasi kebijakan di bidang investasi, jaminan hukum dan ketertiban berusaha, atau bahkan memberikan insentif bagi investasi yang padat karya, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan usaha tersebut diharapkan dapat menarik minat dan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Provinsi DKI Jakarta sehingga dapat meningkatkan PDRB.
4. Apabila kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar 1 satuan maka PDRB DKI Jakarta akan naik sebesar 3,974.152 satuan. Berdasarkan hasil yang didapat PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Hal ini sesuai dengan teori yang ada, yaitu dengan meningkatnya investasi pada suatu daerah maka akan meningkat pula PDRB daerah tersebut, atau daerah tersebut perekonomiannya tumbuh. Dalam hal ini upaya dilakukan baik pemerintahan daerah dan peran serta masyarakat dalam mengembangkan investasi di sektor-sektor ekonomi maupun sektor usaha lainya yang ada di dalam negeri tersebut adalah dengan cara memperbaiki infrastruktur di Provinsi DKI Jakarta serta menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban yang lebih kondusif di Provinsi DKI Jakarta. Sehingga dapat menghasilkan dan menggunakan hasil-hasil output atau produk yang berasal dari dalam negeri
100 sehingga meningkatkan hasil produksi yang dapat meningkatkan tingkat PDRB.
5. Apabila kenaikan Pendapatan Asli Daerah sebesar 1 satuan maka PDRB DKI Jakarta akan naik sebesar 8,108.178 satuan. PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, hal ini sudah sesuai dengan teori dimana apabila PAD suatu daerah meningkat maka PDRB daerah tersebut akan meningkat atau terjadi pertumbuahan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta. PAD sebagai pendorong perekonomian, dimana penerimaan dari hasil pendapatan daerah digunakan sepenuhnya untuk kegiatan-kegiatan ekonomi atau yang memberikan dorongan bagi perkembangan kegiatan ekonomi. Jadi apabila PAD meningkat maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan PDRB.
6. Dummy krisis ekonomi (Dt) menunjukkan hasil yang signifikan pada = 5%. Dimana pengaruhnay positif. Dengan hasil signifikan sebesar 0,0165. Krisis ekonomi pada Juli 1997 ditandai dengan anjloknya nilai rupiah terhadapdollar AS berkisar antara 300% dari nilai kurs awal tahun 1997 sebesar Rp 5.700,-per US $ 1 hingga puncaknya krisis ekonomi tahun 1998 sebesar Rp 16.000. (Laporan Tahun Bank Indonesia 1999).
Masa ini ditandai dengan :
- menurunnya daya beli secara drastis - lenyapnya minat investasi
101 Kondisi tersebut diperparah oleh sisi penawaran yang juga turun. Bukan saja produksi yang merosot sejalan dengan merosotnya permintaan tetapi juga terjadi kerusakan kelembagaan yang relatif akut sehingga menyebabkan daya respon (elastisitas) penawaran sangat lemah.
Dari hasil olah data yang dengan metode regresi linier berganda, dapat diketahui bahwa krisis ekonomi justru berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB Provinsi DKI Jakarta. Peningkatan PDRB atau tumbuhnya perekonomian di Provinsi DKI Jakarta, pada masa krisis ekonomi, kemungkinan terjadi diakibatkan dari banyaknya aliran dana dari luar negeri yang masuk ke Provinsi DKI Jakarta, hal ini terjadi karena rendahnya nilai kurs rupiah.
102 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier berganda serta analisa penelitian untuk mengetahui pengaruh Angkatan Kerja yang bekerja, investasi PMA, investasi PMDN, PAD dan krisis ekonomi terhadap Produk Dometik Regional Bruto di Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa Angkatan Kerja yang bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBRB atau perekonomian di Provinsi DKI Jakarta.
2. Penanaman Modal Asing (PMA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB atau perekonomian di Provinsi DKI Jakarta.
3. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) positif dan signifikan terhadap PDRB atau perekonomian DKI Jakarta.
4. PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB atau perekonomian di Provinsi DKI Jakarta.
5. Dari hasil olah data yang dengan metode regresi linier berganda, dapat diketahui bahwa krisis ekonomi justru berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB atau perekonomian di Provinsi DKI Jakarta.
6. Berdasarkan pengujian secara serempak dengan menggunakan uji-F menunjukkan bahwa Angkatan Kerja yang bekerja, investasi PMDN,
103 investasi PMA, PAD dan dummy krisis ekonomi secara bersaaan mempunyai pengaruh yang nyata terhadap PDRB atau di Provinsi DKI Jakarta.
7. Berdasarkan koefisien determinasi adalah 0,9729. Hal ini berarti 97,29% permasalahan diatas dapat dijelaskan oleh model yang ada pada penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 2.71%, permasalahan yang ada dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil kesimpulan hasil penelitian, beberapa upaya perlu dilakukan untuk mengerakkan pembangunan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta antara lain :
1. Semakin berkembangnya penanaman modal asing dan dalam negeri, maka pemerintah daerah hendaknya menciptakan iklim investasi yang kondusif.
2. Tenaga kerja sebagai salah satu sumber daya lokal perlu ditingkatkan kualitasnya. Kondisi tersebut perlu dilakukan mengingat semakin ketatnya persaingan yang semakin mengglobal. Pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas angkatan kerja yang tumbuh setiap tahun dengan pembekalan pendidikan dan pelatihan sehingga mampu bersaing di pasar dan juga sebagai upaya menarik pihak ketiga (investor) untuk datang ke daerah yang memiliki sumber daya manusia
104 tinggi agar tertarik menanamkan modalnya guna kepentingan pembangunan daerah.
3. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebaiknya berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan PAD, karena PAD berpengaruh positif terhadap perekonomian di Provinsi DKI Jakarta.
105 DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Lincoln. “Ekonomi Pembangunan”, Edisi Keempat, STIE YKPN, Yogyakarta, 1999.
Badan Pusat Statistik. “DKI Jakarta Dalam Angka Tahun”, berbagai tahun penerbitan, BPS, DKI Jakarta, 2003.
Badan Pusat Statistik. ”DKI Jakarta Dalam Angka Tahun”, berbagai tahun penerbitan, BPS, DKI Jakarta, 2006.
Badan Pusat Statistik. “Perkembangan Angkatan Kerja DKI Jakarta”, berbagai tahun penerbitan, BPS, DKI Jakarta, 2003.
Badan Pusat Statistik. “Survey Penduduk Antar Sensus (Supas)”, berbagai tahun penerbitan, BPS, DKI Jakarta, 2003.
Badan Pusat Statistik. “Berita Resmi Statistik Propinsi DKI Jakarta”, berbagai tahun penerbitan, BPS, DKI Jakarta, 2003.
Barro, Robert. J. “Economic Growt In A Cross Section Of Countries”, Journal Of Economics, 2001.
Boediono. “Teori Pertumbuhan Ekonomi,Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No.4”, BPFE, Yogyakarta, 1992.
Ghozali, Imam. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Yogyakarta, 2005.
Gujarati, Damodar.“Ekonometrika Dasar”, Edisi VI, Erlangga, Jakarta, 1996. Gujarati, Damodar. “Dasar-Dasar Ekonometrika”, Jilid 2, Erlangga, Jakarta,
2006.
Hamid, Abdul. “Buku Panduan Penulisan Skripsi”,Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta, 2010.
Hamja, Yahya. “Modul I Ekonometrika”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta, 2008.
Hamja, Yahya. “Modul II Ekonometrika”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2008.
Hirawan, Susiyati B.“Keuangan Daerah di Indonesia”, LPFE UI, Jakarta, 1987. 105
106 Indrawati, Sri Mulyani. “ Sinergi Pusat dan Daerah dalam Persektif Desentralisasi Fiskal”. Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Kementrian keuangan, Jakarta.2010.
Jhingan, ML. “Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan”, diterjemahkan oleh D.Guritno, Edisi ke Tujuh, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999. Kuncoro, Mudrajat. “Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah dan Kebijakan”,
UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 1997.
Kuncoro, Mudrajat.“Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi”,Erlangga, Jakarta, 2003.
Mashkoor, Masood et al., “Tax Revenue and Economic Growtn an Emprical
Analisis for Pakistan”,World Applied Sciences Journal, 2010
Mankiw, N.Gregory. “Teori Makro Ekonomi”, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2000.
Mangkoesoebroto, Guritno.“Ekonomi Publik”,BPFE, Edisi 3, Yogyakarta, 1998. Mulatip, Iman dan Bambang PS Brodjonegoro. “Determinan Pertumbuhan Kota
di Indonesia”. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, Vol V, No. 01, UI, Jakarta, 2004.
Noegroho, Yoenanto Sinung dan Lara Soelistianingsih. “Analisis Disparitas Pendapatan Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Tengah dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Regional”, Jurnal Urban dan Regional, UI, Jakarta, 2007.
Prasasti, Diah. “Perkembangan PDRB per kapita 30 Propinsi di Indonesia Periode 1993-2003: Pendekatan Disparitas Regional dan Konvergensi”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol.21, No.4, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 2006.
Rahayu, Siti Aisyah Tri. “Peranan Sektor Publik Lokal dalam Pertumbuhan Ekonomi Regional”, Vol. 8. No 2. KINERJA, 2004.
Ramiez, Alejandro, Gustav Ranis and Frances Stewar. “Economic Growth and Human Development”, Center Discussion Paper No. 787, Yale University, 2001.
Simamora, Marganda dan Sirojozilam. “Determinan Pertumbuhan Ekonomi Regional Sumatera Utara”, Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Vol 4, No. 2, Wahana Hijau, 2008.
107 Sriwinarti, Asih. “Beberapa Karakteristik Umum Pertumbuhan Enam Kota Besar di Indonesia tahun 1980-2000”, Jurnal Ekonomi Pembangunan Kajian Ekonomi Negara Berkembang, UPN Veteran Yogyakarta, Yogyakarta, 2005.
Sjafrizal. “Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi”, Baduose Media, Padang Sumatera Barat, 2008.
Siregar, Iskandar.“Analisis Perkembangan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Propinsi DKI Jakarta”. Tesis FE UI.(tidak dipublikasi), 2004. Samuelson, Paul A. dan Nordhaus William D. “Ekonomi (Edisi Terjemahan)”,
Edisi 12 jilid 2, Erlangga, Jakarta, 1995.
Sanusi, Bachrawi. “Pembangunan Daerah dilihat dari Potensi Energi”, LPFE UI, Jakarta, 1987.
Sukirno, Sadono. “Pengantar Teori Makro Ekonomi”, Edisi 2, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1994.
Sutrisno. “Dasar-dasar Ilmu Keuangan Negara”, BPFE UI, Yogyakarta, 1984. Suparmoko,M. “Ekonomika Pembangunan”, BPFE, Jakarta, 2002.
Sur Simanjuntak, Payaman. “Pengantar Ilmu Ekonomi Sumber Daya Manusia”, LPFE UI, Jakarta, 1985.
Suryana.“Ekonomi Pembangunan”, Salemba 4, Jakarta, 2000.
Todaro, Michael. “Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga”, Edisi Kedelapan, Erlangga, Jakarta, 2004.
Tarigan. Robinson. “Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi”, Bumi Aksara, Jakarta, 2007.
Widarjono, Agus “Ekonometrika Pengantar dan Aplikasi”, EKONISIA, Yogyakarta, 2009.
Winarno, Wing Wahyu. “Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews”, UPP STIM YKPN, Yogyakarta, 2007.
Zaris, Roeslan. “Prespektif Daerah dalam Pembangunan Nasional”, LPFEUI, Jakarta, 1987.