• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

5.2 Interprestasi Data

Pengukuran variabel penelitian dilakukan dengan menggunakan bantuan sofware SPSS (Statistical Product and Service Salvation) yang dikembangkan dari indikator pada masing-masing variabel penelitian. Dari hasil Uji Asumsi Klasik terhadap masing-masing variabel penelitian ditemukan bahwa seluruh variabel telah memenuhi syarat.Berdasarkan hasil-hasil yang sudah dibahas dan dijelaskan diatas maka didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Pengaruh arus kas operasi (OCF) terhadap Harga Saham pada PT. Krakatau Steel di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2018. Dari persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa koefisien regresi OCF sebesar 28,151. Nilai variabel OCF berpengaruh positif terhadap harga saham. Setiap peningkatan OCF sebesar 1%, maka harga saham akan mengalami kenaikan sebesar 28,151 point. Dengan asumsi variabel lain konstan. Selain itu, nilai probabilitas (sig t) sebesar 0,193 lebih besar dari taraf uji penelitian sebesar 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H1o diterima dan H1a ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara arus kas operasi atau OCF (X1) terhadap harga saham (Y) pada PT. Krakatau Steel. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Okky Himawan Santoso (2014) yang menyatakan bahwa variabel arus kas operasi berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Namun hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Ayu Utami Sutisna Putri, Willy Sri Yuliandhari

dan Yaya Juliana Dillak (2017) yang menyatakan bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

2. Pengaruh Arus Kas Investasi (CFI) terhadap Harga Saham pada PT. Krakatau Steel di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2018. Dari persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa koefisien regresi CFI sebesar 41,449. Nilai variabel CFI berpengaruh positif terhadap harga saham. Setiap peningkatan CFI sebesar 1%, maka harga saham akan mengalami kenaikan sebesar 41,449point. Dengan asumsi variabel lain konstan. Selain itu, nilai probabilitas (sig t) sebesar 0,141 lebih besar dari taraf uji penelitian sebesar 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H2o diterima dan H2a ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara arus kas investasi atau CFI (X2) terhadap harga saham (Y) pada PT. Krakatau Steel. Hal ini menguatkan Okky Himawan Santoso (2014) yang menyatakan bahwa variabel arus kas investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan penelitian yang dilakukan oleh Ayu Utami Sutisna Putri, Willy Sri Yuliandhari dan Yaya Juliana Dillak (2017), yang menyatakan bahwa variabel arus kas investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

3. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham pada PT. Krakatau Steel di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2018. Variabel current ratio yang memberikan pengaruh positif terhadap harga saham. Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga Saham

pada PT. Krakatau Steel di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2018 ditunjukkan dengan koefisien regresi CR sebesar 3,637. Nilai variabel CR berpengaruh positif terhadap harga saham. Setiap peningkatan CR sebesar 1%, maka harga saham akan mengalami kenaikan sebesar 3,637point. Dengan asumsi variabel lain konstan. Selain itu, nilai probabilitas (sig t) sebesar 0,002 lebih kecil dari taraf uji penelitian sebesar 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H3o ditolak dan H3a diterima yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara Current Ratio atau CR (X3) terhadap harga saham (Y) pada PT. Krakatau Steel. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adipalguna dan Suarjaya (2016) yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh negatif terhadap harga saham. Namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Raghilia Amanah, Dwi Atmanto dan Devi Farah Azizah yang menyatakan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dari penelitian ini dapat diartikan bahwa posisi current ratio sebagai rasio likuiditas yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibah jangka pendek yang tergambar pada laporan posisi keuangan, sangat diperhitungkan dalam hubungannya terhadap harga saham. Current ratio dihitung dengan membandingkan aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Posisi current ratio dapat memperkuat posisi harga saham pada saat current ratio meningkat.Dan juga sebaliknya pada saat posisi

current ratio melemah maka harga saham akan ikut melemah. Para investor cenderung mempertimbangkan likuiditas perusahaan dalam rangka keterkaitannya dengan pemenuhan kebutuhan operasional perusahaan jangka pendek. Rasio likuiditas ini juga sangat penting karena pada saat terjadi salah pengelolaan dapat menyebabkan perusahaan merugi dan bangkrut. Selain untuk pemenuhan kebutuhan operasional perusahaan, current ratio juga diperhitungkan untuk memastikan kondisi aman pada saat pembayaran deviden dari saham yang ditawarkan.

4. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Harga Saham pada PT. Krakatau Steel di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2018. Dari persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa koefisien regresi ROA sebesar-12,458. Nilai variabel ROA berpengaruh negatif terhadap harga saham. Setiap peningkatan ROA sebesar 1%, maka harga saham akan mengalami penurunan sebesar -12,458 point. Dengan asumsi variabel lain konstan. Selain itu, nilai probabilitas (sig t) sebesar 0,539 lebih besar dari taraf uji penelitian sebesar 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H4o diterima dan H4a ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara Return on Asset atau ROA (X4) terhadap harga saham (Y) pada PT. Krakatau Steel. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartanto dan Diansyah (2018) yang menyatakan bahwa variabel Return on Asset atau ROAberpengaruh positif dan signifikan terhadap

harga saham. Namun penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Priliyastuti dan Stella (2017) yang menyatakan bahwa Return on Assettidak berpengaruh terhadap harga saham.

5. Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham pada PT. Krakatau Steel di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 -2018. Dari persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa koefisien regresi ROE sebesar13,514. Nilai variabel ROE berpengaruh positif terhadap harga saham. Setiap peningkatan ROE sebesar 1%, maka harga saham akan mengalami kenaikan sebesar 13,514 point. Dengan asumsi variabel lain konstan. Selain itu, nilai probabilitas (sig t) sebesar 0,103 lebih besar dari taraf uji penelitian sebesar 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H5o diterima dan H5a ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara Return on Equity atau ROE (X5) terhadap harga saham (Y) pada PT. Krakatau Steel. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Deitiana (2013) yang menyatakan bahwa variabel Return on Equity mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Namun penelitian ini sejalan dengan penelitian Adika Rusli dan Tarsan Dasar (2014) yang menyatakan bahwa Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

76

BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang “Pengaruh Arus Kas, Likuiditas Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham PT. Krakatau Steel (KRAS) Periode 2010 – 2018”, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial variabel Arus Kas Operasi (OCF) tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini dikarenakan bahwa para investor tidak memperhatikan arus kas operasi dalam pengambilan keputusan pembelian saham dikarenakan arus kas operasi mencerminkan indikator perusahaan dalam melunasi pinjaman dan aktivitas perusahaan dalam memelihara kemampuan operasi perusahaan.

2. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial variabel Arus Kas Investasi (CFI) tidak berpengaruh terhadap harga saham.Hal ini menunjuukan bahwa para investor tidak memperhatikan arus kas investasi dalam pengambilan keputusan investasi saham dikarenakan arus kas investasi bertujuan untuk menghasilkan arus kas dimasa depan. Para investor cenderung untuk berinvestasi dengan tujuan untuk mendapatkan deviden serta mendapatkan kenaikan harga saham tersebut setiap periodenya.

3. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial variabel Current Ratio (CR) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Investor dalam

berinvestasi mempertimbangkan Current Ratio terkait dengan pembagian deviden dan juga likuiditas perusahaan.

4. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial variabel Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini disebabkan karena Return On Assetmemberikan arah bagaimana suatu investasi yang ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan susuai dengan modal yang ditanamkan. Para investor menginvestasikan dana dalam bentuk saham adalah untuk mendapatkan return yang tinggi dari kenaikan harga saham namun tidak terpaku pada besarnya saham yang telah dibeli. 5. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial variabel Return On Equity (ROE)

tidak berpengaruh terhadap Harga Saham.Hal ini disebabkan karena Return On Equity menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Para investor tidak memperhatikan rasio Return On Equity dalam pembelian saham karena kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumberdaya untuk memberikan laba atas ekuitas tidak dipertimbangkan untuk mempengaruhi kenaikan harga saham. Kenaikan harga saham dipengaruhi oleh situasi pasar antara harga saham di pasar perdana yang ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang akan go public.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, saran dari peneliti yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat adalah sebagai berikut :

1. Menambahkan variabel tambahan karena masih ada 35,3% variabel-variabel lain yang tidak diteliti dan diluar model penelitian yang diduga dapat mempengaruhi harga saham.

2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan memperluas obyek penelitian dengan melakukan penelitian di bidang lain sehingga hasilnya dapat digeneralisasi untuk bidang lainnya.

3. Bagi para calon investor sebelum berinvestasi saham ada baiknya melakukan analisa pada laporan keuangan perusahaannya terlebih dahulu, selain memperhatikan kondisi dan lingkungan perusahaan seperti rencana pengembangan usaha, sektor industri, dan kondisi ekonomi makro secara umum.

79

Dokumen terkait