HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Interprestasi Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian dan analisis statistik yang telah dilakukan di kelas III SDN Ciputat 01 maka terdapat beberapa interprestasi penelitian sebagai berikut.
92
Berdasarkan uji validitas, dari total 22 pernyataan angket yang diberikan kepada responden, ada 10 pernyataan yang tidak valid dan 12 pernyataan valid pada variabel X dan 20 pernyataan variabel Y, ada 5 pernyataan yang tidak valid dan 15 pernyataan yang valid pada variabel Y. Maka dapat disimpulkan bahwa soal-soal yang valid akan digunakan untuk penelitian selanjutnya yaitu menuju uji persyarat analisis, dengan mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pernyataan dalam mendefinisikan suatu variabel. Daftar pernyataan ini pada umumnya mendukung suatu kelompok variabel tertentu. Dikatakan valid apabila rhitung > rtabel.
Uji reliabilitas ditunjukan oleh nilai Cronbach’s Alpha, dimana nilai variabel film animasi Pada Zaman Dahulu diperoleh nilai sebesar 0,752 dan variabel menumbuhkan karakter siswa diperoleh nilai sebesar 0,764. Maka dapat disimpulkan instrumen angket yang digunakan dalam mengumpulkan data cukup reliabel atau dapat dipercaya. Reliabel yang dimaksud adalah suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pernyataan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. Uji reliabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh butir pernyataan.
Berdasarkan hasil perhitungan data film animasi Pada Zaman Dahulu dalam menumbuhkan karakter siswa terdapat
93
hubungan yang linear antara kedua variabel tersebut dengan perolehan signifikansi sebesar 0,035. Dikatakan linear karena nilai signifikansi 0,035 lebih besar dari 0,05 atau 0,035 > 0,05.
Kemudian dalam persamaan regresi (Ŷ = 20,326 + 0,688 ). Sedangkan nilai t hitung = 11,674 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y).
Dari perhitungan koefisien korelasi variabel X atau film animasi Pada Zaman Dahulu terhadap variabel Y atau menumbuhkan karakter siswa, bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikansi yaitu dapat dilihat dari nilai 0,05 > 0,000 yang berarti terbukti bahwa antara kedua variabel tersebut memiliki pengaruh. Selanjutnya diperoleh data nilai korelasi sebesar 0,780 yang dapat diartikan memiliki interprestasi koefisien korelasi kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara variabel film animasi Pada Zaman Dahulu (X) dalam menumbuhkan karakter siswa (Y).
Angka yang dihasilkan melalui rumus korelasi juga diolah kembali dengan rumus pengujian determinasi, dan sebagai hasilnya diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 60,8%. Berdasarkan angka determinasi tersebut dapat disimpulkan bahwa film animasi Pada Zaman Dahulu (X) memberikan pengaruh yang
94
cukup kuat dalam menumbuhkan karakter siswa (Y) di SDN Ciputat 01.
Besarnya angka koefisien determinasi pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa 60,8% menumbuhkan karakter siswa dipengaruhi oleh film animasi Pada Zaman Dahulu. Sedangkan sisanya, yaitu sebesar 39,2% dipengaruhi oleh faktor lain seperti peran sekolah, makanan, teman, orangtua, dan kondisi lingkungan.
Seperti yang dikemukakan oleh Salahudin dan Alkrienciehie (2013: 45) mengatakan peran sekolah sangat penting dalam usaha pembentukan karakter. Dalam konteks tersebut, pendidikan karakter adalah usaha sekolah yang dilakukan secara bersama oleh guru, pimpinan sekolah (dan seluruh warga sekolah) melalui semua kegiatan sekolah untuk membentuk akhlak, watak atau kepribadian peserta didik melalui berbagai kebaikan (virtues) yang terdapat dalam ajaran agama.
Hasil penelitian yang telah didapat oleh peneliti ternyata sesuai dengan kebenaran teori yang telah dikemukakan oleh para ahli yang banyak mengatakan bahwa tujuan penggunaan film ini adalah agar siswa dapat lebih mudah untuk memahami tentang apa yang dipelajari dan pesan apa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah. Seperti pendapat Trianton (2009: 58-59) mengatakan bahwa film tepat
95
untuk dijadikan media komunikasi dalam belajar agar tujuan belajar lebih mudah dan cepat tersampaikan, salah satunya karena media film sangat baik untuk menjelaskan sesuatu kepada siswa, sehingga siswa dapat belajar dari film dengan cerita dan pesan yang disampaikan karena film mampu menumbuhkan karakter yang baik dalam diri siswa.
Peneliti mengambil sampel siswa kelas III Sekolah Dasar karena anak pada jenjang usia ini mereka berada dalam tahap operasional konkret dimana mereka biasanya suka meniru dan melakukan apa yang mereka lihat.
Dengan demikian, berdasarkan temuan penelitian secara keseluruhan maka rumusan masalah pada penelitian ini telah terjawab. Hal inipun menunjukkan seberapa besar tingkat pengaruh menonton film animasi Pada Zaman Dahulu dalam menumbuhkan karakter siswa kelas III SDN Ciputat 01.
96
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dari uraian penelitian yang sudah dilaksanakan, maka peneliti dapat menyimpulkan hasil dari analisis data sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh film animasi Pada Zaman Dahulu dalam menumbuhkan karakter siswa di SDN Ciputat 01. Hasil dari nilai signifikan sebesar 0,000. Oleh karena 0,000 < 0,05, maka Ho
ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara film animasi Pada Zaman Dahulu dalam menumbuhkan karakter siswa kelas III SDN Ciputat 01.
2. Hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 60,8%. Hal ini menunjukkan bahwa 60,8% karakter siswa dipengaruhi oleh film animasi Pada Zaman Dahulu, sedangkan 39,2% dipengaruhi oleh faktor lainnya, seperti peran sekolah, makanan, teman, orangtua, dan kondisi lingkungan siswa.
B. Saran
Berdasarkan hasil penulisan yang telah dilakukan, peneliti ingin mengemukakan beberapa saran diantaranya:
97 1. Bagi Siswa
a. Kemauan
Kemauan diri sendiri untuk berani memilih-milih mana tayangan film animasi Pada Zaman Dahulu yang harus dimasukkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun yang sebaliknya. Jika siswa memiliki kemauan, maka akan terjadi kemungkinan siswa bisa mengurangi resiko pada dirinya untuk masuk dalam tayangan televisi yang salah.
b. Motivasi
Siswa sangat membutuhkan motivasi, baik itu dari sebuah film, dari diri siswa sendiri atau bahkan dari orang lain (di lingkungan sekitar). Dengan motivasi siswa akan merasa terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam berperilaku dan mampu merubah perilaku siswa menjadi lebih baik.
2. Bagi Guru
Bagi seorang guru sebagai pendidik dan juga motivator siswa dengan adanya penelitian ini bisa digunakan sebagai rujukan dalam pembelajaran psikologi anak dan juga karakter anak yang dapat memotivasi anak agar pada saat pembelajaran siswa mempunyai tekad dan semangat yang kuat dalam kegiatan lingkungan sekolah.
98 3. Bagi Pihak Sekolah
Pihak sekolah dalam hal ini khususnya kepala sekolah harus memberikan kesempatan dan fasilitas untuk guru melakukan kegiatan pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk menumbuhkan karakter yang baik dalam diri siswa, dan juga diharapkan pihak sekolah bisa melakukan kegiatan menonton film animasi yang berkarakter sebagai kegiatan rutin untuk kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
4. Bagi Orang Tua
Orang tua adalah lembaga pendidikan pertama anak. Diharapkan pihak orang tua harus bisa membimbing dan mendidik anaknya pada saat menonton tv, agar tidak terjadi pengaruh-pengaruh negatif. Karena film animasi Pada Zaman Dahulu sangat bagus dalam alur cerita dan makna walaupun ada saja adegan yang tidak pantas di film tersebut. Dalam hal ini orang tua sangat berperan besar terhadap perkembangan anak karena menonton film biasanya dilakukan pada saat di rumah, yang seharusnya orang tua bertanggung jawab atas pengaruh ini.
5. Bagi Peneliti
Untuk peneliti selanjutnya, peneliti menyadari adanya kelebihan dan kelemahan dalam penelitian yang dilakukan, hal ini disebabkan oleh keterbatasan wawasan, waktu, dan biaya
99
yang dimiliki. Oleh karena itu semoga peneliti selanjutnya mampu lebih baik dalam melakukan penelitian agar hasil penelitian jauh lebih baik dari sebelumnya.
100