• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

C. Interpretasi dan Pembahasan

Dalam penelitian ini, peneliti mengamati empat hal yang menjadi pokok bahasan, yaitu lingkungan masyarkat, pola asuh orangtua, moral siswa serta pengaruh lingkungan masyarkat dan pola asuh orangtua terhadap moralsiswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung. Dalam pembahasan tentang lingkungan masyarakat, pola asuh orangtua dan moral siswa,peneliti mengumpulkan data dengan menyebarkan angket kepada 78 siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung. Dari analisis data tentang lingkungan masyarakatdiperoleh informasi bahwa tingkat lingkungan masyarakat pada siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 11 responden (14,1), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 55 responden (70,51), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 12 responden (15,38). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa lingkungan masyarakat siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung adalah sedang dengan prosentase 70,51%.

Dari analisis data tentang pola asuh orangtua diperoleh informasi bahwa tingkat pola asuh orangtua siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 12 responden (15,38), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 55 responden (70,51), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 11 responden (14,1). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa pola asuh orangtua siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung adalah sedang dengan prosentase 70,51%.

Dari analisis data tentang moral siswa diperoleh informasi bahwa tingkat moral siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 15 responden (19,23), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 50 responden (64,1), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 13 responden (16,66). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa moral siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampungadalah sedang dengan prosentase 64,1%.

Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap moral siswa terjadi ketika adanya interaksi dengan teman bergaulnya maupun dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwanya daripada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya, teman bergaul yang jelek pasti mempengaruhi yang bersifat buruk juga.

Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri, dan mempunyai kebiasaan tidak baik, akan berpengaruh jelek kepada anak/siswa yang berada si situ. Anak/siswa akan

tertarik untuk ikut berbuat seperti yang dilakukan orang-orang di sekitarnya.67

Selain lingkungan masyarakat, faktor lain yang juga mempengaruhi moral anak adalah tentang bagaimana orang tua mendidikanya. Pembentukan anak bermula atau berawal dari keluarga. Pola asuh orang tua terhadap anak-anaknya sangat menentukan dan mempengaruhi kepribadian serta perilaku anak. Ada beberapa macam pola asuh yang bisa berpengaruh positif dan juga

negatif. Yang pertama pola asuh otoriter yakni, orang tua menetapkan peraturan yang harus dipatuhi oleh anak tanpa adanya diskusi terlebih dahulu dengan anak, sehingga anak akan merasa diperlakukan tidak adil. Kedua, pola asuh permisif yakni, orang tua memberi kebebasan pada anak tanpa adanya peraturan-peraturan yang pasti, sehingga anak akan berperilaku sesuka hatinya. Ketiga, pola asuh demokratis yakni, orang tua memberi kebebasan

pada anak tetapi orang tua juga mengawasi perilaku anak.68

Dari hasil perhitungan analisis regresi berganda tentang pengaruh lingkungan masyarakat dan pola asuh orangtua terhadap moral siswa dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 16.0 makadiperoleh F hitung

> F tabel (73,005> 3,96) dan nilai signifikansi < α (0,000 < 0,05) maka Ho

ditolak. Dengan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa lingkungan masyarakat dan pola asuh orang tua berpengaruh terhadap moral siswa dengan prosentase pengaruhnya sebesar 66,1%. Sedangkan 33,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

1. Dari hasil perhitungan data tentang lingkungan masyarakat diperoleh

informasi bahwa tingkat lingkungan masyarakat pada siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 11 responden (14,1), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 55 responden (70,51), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 12 responden (15,38). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa lingkungan masyarakat siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung adalah sedang dengan prosentase 70,51%.

2. Dari hasil perhitungan data tentang pola asuh orang tua diperoleh

informasi bahwa tingkat pola asuh orang tua siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 12 responden (15,38), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 55 responden (70,51), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 11 responden (14,1). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa pola asuh orang tua siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung adalah sedang dengan prosentase 70,51%.

3. Dari hasil perhitungan data tentang moral siswa diperoleh informasi bahwa

tingkat moral siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 15 responden (19,23), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 50 responden (64,1), dandalam

kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 13 responden (16,66). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa moral siswa kelas VIII MTs Al-Azhar Sampung adalah sedang dengan prosentase 64,1%

4. Dari hasil perhitungan analisis regresi berganda tentang pengaruh

lingkungan masyarakat dan pola asuh orang tua terhadap moral siswa dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 16.0 maka

diperoleh F hitung> F tabel (73,005> 3,96) dan nilai signifikansi< α

(0,000 < 0,05) maka Ho ditolak. Dengan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa lingkungan masyarakat dan pola asuh orang tua berpengaruh terhadap moral siswa dengan prosentase pengaruhnya sebesar 66,1%. Sedangkan 33,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

B. Saran

1. Bagi Guru

Dengan memperhatikan hasil dari penelitian ini, diharapkan guru untuk lebih memperhatikan lagi siswa-siswinya agar memiliki moral yang baik.

2. Bagi Orang Tua

Dengan memperhatikan hasil dari penelitian ini, diharapkan orangtua bisa memilih pola asuh yang baik dan mendidik anaknya di rumah dengan baik maka di sekolah atau di lingkungan masyarakat anak itupun akan berperilaku baik pula.

3. Bagi Siswa

Bagi peserta didik hendaknya lebih menfilter elemen-elemen yang ada di masyarakat, apa yang sekiranya yang harus diikuti dan apa-apa yang harus dihindari. Karena di dalam masyarakat tentunya terdapat beberapa macam kegiatan masyarakat, berbagai bentuk masyarakat dan macam-macam pergaulan. Maka dari itu haruslah pandai-pandai dalam menjaga diri sendiri.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan pada penelitian selanjutnyadapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam variabel yang mendukung perolehanya hasil penelitian yang kompleks serta penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan atau titik tolak penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991. Ali, Zainuddin. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Arikunto, Suharsimi . Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Arikunto, Suharsimi. Managemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2000. Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta, PT Renika Cipta, 2014.

Asrori, Muhammad dan Muhamad Ali. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009.

Budiningsih, Asri. Pembelajaran Moral Berpijak Pada Karakteristik Siswa dan Budayanya. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Dalyono, M. Psikologo Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2001. Darajat, Zakiyah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:Bumi Aksara, 2008.

Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010. Djamarah, Syaiful Bahri. Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga.

Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014.

Djamarah, Syaiful Bahri. Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004.

Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011.

Hartono, Agung dan Sunarto. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 1990.

Hartono, B. Agung dan Sunarto. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999.

Helmawati, Pendidikan Keluarga. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014.

Hendriyenti, PelaksanaanProgram Boarding Dalam Pembinaan Moral Siswa di SMA Taruna Indonesia Palembang, Ta’bid, No. 02, (November 2014).

Lestari, Sri. Psikologi Keluarga. Jakarta: Kencana Prenadamia Grup, 2014.

Lickona, Thomas. Pendidikan Karakter Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media, 2013.

Maunah, Binti. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Teras, 2009.

Muslich, Masnur. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2014.

Nasution, S. Sosiologi Pendidikan. Bandung: Jemmars, 1983.

Ormrod, Jeannne Ellis. Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan Berkembang. Jakarta: Erlangga, 2008.

Prayitno, Duwi. SPSS Handbook: Analisis Data,Olah Data, dan Penyelesaian Kasus-kasus Statistik. Yogyakarta: Mediakom, 2016.

Purwanto, Ngalim.Administrasi dan Supervise Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1998.

Purwanto, Ngalim.Ilmu Pendidikan Teori dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1995.

Rochmah, Elfi Yulia. Perkembangan Anak SD/MI dan Ibu TKW. Ponorogo: STAIN Ponorogo Press, 2011.

S. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.

Saebani, Ahmad dan Hasan Basri. Ilmu Pengetahuan Islam (jilid 1). Bandung: Pustaka Setia, 2010.

Saurah, bin Abu Isa Muhammad Isa. Terjamah Sunan al-Tirmidzi Vol III, terj. Moh. Zuhri (Semarang: As-Syifa’, 1992.

Shochib, Moch. Pola Asuh Orang Tua Untuk Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Sjarkawi, Pembentukan Kepribadian Anak: Moral, Intelektual, Emosional, dan Sosial sebagai Wujud Integritas Membangun Jati Diri. Jakarta: Bumi Aksara, 2014. Slamet Santoso, Statistika Ekonomi Plus Aplikasi SPSS. Ponorogo: UNMUH Ponorogo

Press, 2014.

Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta,2010.

Sugiyono, Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2002.

Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2006. Syani, Abdul. Sosiologi Skematika Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Thalib, Syamsu Bachri. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif. Jakarta: Kencana, 2015.

Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Setia, 1995. Widyaningrum, Retno. Statistik. Yogyakarta: Pustaka Felicha, 2015.

Wulansari,Andhita Dessy.Penelitian Pendidikan Suatu Pendekatan Praktis dengan Menggunakan SPSS. Ponorogo: STAIN Press, 2012.

Yusuf, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012.

Zuriah, Nurul. Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

Dokumen terkait