• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Deskripsi Data

6. Interpretasi

121

6. Interpretasi

Berdasarkan analisis data di atas bahwa hasil korelasi antara pengelolaan kelas dan tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran

Qur’an Hadits sebesar 0,873. Angka hasil korelasi tersebut sesuai dengan perhitungan manual maupu dengan bantuan program SPSS 20.

Hasil perhitungan korelasi pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar87, sebagai berikut :

a. Korelasi positif kuat, apabila hasil perhitungan korelasi mendekati +1 atau sama dengan +1. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan skor/nilai pada variabel X akan diikuti dengan kenaikan skor/nilai pada variabel Y. Sebaliknya, jika variabel X mengalami penurunan, maka akan diikuti dengan penurunan pada variabel Y.

b. Korelasi negatif kuat, apabila hasil perhitungan korelasi mendekati -1 atau sama dengan -1. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan skor/nilai pada variabel X akan diikuti dengan penurunan skor/nilai pada variabel Y. Sebaliknya, jika variabel X mengalami penurunan, maka akan diikuti dengan kenaikan pada variabel Y.

87

Agus Irianto, Statistik (Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya), Ed ke-4, (Jakarta : Kencana, 2015), h.141

122

c. Tidak ada korelasi, apabila hasil perhitungan korelasi mendekat 0 atau sama dengan 0. Hal ini berarti naik turunya skor/nilai satu variabel tidak mempunyai kaitan dengan naik turunnya skor/nilai pada variabel lain.

Interpretasi nilai r menunjukkan bahwa korelasi antara pengeloaan kelas (Variable X) dengan tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran

Qur’an Hadits (Variabel Y) mendekati nilai +1, hal ini berarti terdapat korelasi yang cukup kuat. Apabila skor pengelolaan kelas meningkat maka skor tingkat pemahaman siswa juga akan meningkat. Begitupun sebaliknya, apabila skor pengelolaan kelas menurun makan skor tingkat pemahaman siswa juga akan ikut menurun.

Dari hasil diatas menyimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti Pengelolaan kelas yang baik sangat mmepengaruhi tingkat

pemahaman siswa terhadap materi Qur’an Hadits. Jadi efektivitas pengelolaan kelas terhadap tingkat pemahaman siswa kelas IX pada mata

pelajaran Qur’an Hadits di MTs Bustanul Arifin Menganti Gresik.

Berdasarkan hasil perhitungan korelasi antara pengelolaan kelas (variabel X) dan tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran

Qur’an Hadits (variabel Y) menunjukkan dengan tingkat korelasi R (rxy) sebesar 0,873 dan R Square atau (Koefesien Diterminasinya) adalah 76%.

123

Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan kelas memberi kontribuksi terhadap tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran

Qur’an Hadits sebesar 76%. Sedangkan selebihnya di pengaruhi faktor lain yaitu presentasi instruksional, harapan guru terhadap siswa, kemampuan kognitif siswa, cara guru memotivasi siswa, latihan-latihan yang sesuai, banyaknya waktu yang dihabiskan untuk belajar, umpan balik, instruksi yang adaptif, evaluasi yang progresif, perencanaan cara pengajaran oleh guru, kepahaman siswa terhadap pelajaran dan tugas yang diberikan.

Dengan besarnya kontribusi pengelolaan kelas dan tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadits, maka semua hal yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan motivasi siswa, baik berasal dari individu, orang tua, teman-teman dan lingkungannya dituntut terus menerus untuk ditingkatkan, agar tingkat pemahaman siswa terus meningkat sesuai dengan yang diharapkan.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas mengenai pengelolaan kelas terhadap tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran

Qur’an Hadits dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengelolaan kelas di MTs Bustanul Arifin khususnya di kelas IX pada

mata pelajaran Qur’an Hadits menunjukkan nilai mean sebesar 84,89 dari 63 responden, dengan nilai maksimum 95 dan nilai minimum 75, dan median sebesar 85 dan standar deviasi 4,1. Dengan demikian dari hasil penyebaran angket untuk variabel X pada penelitian ini (pengelolaan kelas) di MTs Bustanul Arifin Menganti Gresik diperoleh rata-rata sebesar 85%. Hal ini berarti pengelolaan kelas di MTs Bustanul Arifin tergolong baik.

2. Tingkat pemahaman siswa kelas IX pada mata pelajaran Qur’an Hadits di

MTs Bustanul Arifin yang diambil dari nilai ulangan harian menunjukkan nilai maksimum sebesar 90, nilai minimum 75, mean 82,79, median 83 dan standar deviasi sebesar 3,9. Dengan demikian tingkat pemahaman siswa di kelas IX pada mata pelajaran Qur’an Hadits

125

mencapai nilai rata-rata sebesar 83%. Hal ini berarti tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadits tergolong baik.

3. Terdapat korelasi yang positif antara variabel X (pengelolaan kelas) dengan variabel Y (tingkat pemahaman siswa), dengan memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,873. Dengan perolehan nilai tersebut hubugan kedua variabel dikategorikan sebagai hubungan positif signifikan dengan kategori kuat. Hubungan yang positif tersebut dinyatakan dengan adanya kontribusi variabel X (Pengelolaan Kelas) terhadap variabel Y (Tingkat Pemahaman Siswa) melalui koefisien determinasi. Dari perhitungan koefisien determinasinya adalah 76%. Hal ini berarti bahwa pengelolaan kelas hanya dapat memberikan kontribusi atas tingkat pemahaman siswa sebesar 76%.

Jadi dengan demikian dari hasil yang telah diteliti, bahwa pengelolaan kelas terbukti memiliki efektivitas yang kuat terhadap tingkat pemahaman

siswa kelas IX pada mata pelajaran Qur’an Hadits di MTs Bustanul Arifin

Menganti Gresik.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa hal yang penulis ingin sarankan, yaitu :

126

1. Untuk siswa-siswi MTs Bustanul Arifin, khususnya untuk kelas IX agar lebih ditingkatkan lagi belajarnya, selain agar nilai belajar naik juga pemahaman terhadap materi yang diajarkan oleh pendidik hendaknya lebih dipahami lagi dan sebisa mungkin untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terus belajar, belajar dan belajar.

2. Untuk pendidik MTs Bustanul Arifin, khususnya pendidik mata pelajaran

Qur’an Hadits, hendaknya lebih diperhatikan lagi bagaimana mengelola kelas dengan baik serta dapat menerapkan secara maksimal ketika mengajar.

3. Untuk kepala sekolah MTs Bustanul Arifin sebagai pemimpin di madrasah, hendaknya secara intensif memberikan motivai dan bimbingan kepada pendidik untuk selalu lebih meningkatkan lagi dalam mengola kelas dengan efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Salamun, Ketua Yayasan MTs Bustanul Arifin Menganti Gresik, wawancara pribadi, Gresik, 18 November 2015.

Agus Irianto. 2015. Statistik Konsep Dasar, Aplikasi dan Pengembangannya. Jakarta: Kencana, 2015. Ed Ke-4

Al-Zindani, Abdul Majid bin Aziz. 1997. Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang IPTEK. Jakarta : Gema Insani Press

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Azwar, Saifuddin. 2003. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Badrudin. 2014. Manajemen Peserta Didik. Jakarta : PT Indeks

Bungin, Burhan. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana

Djamarah, Syaiful Bahri Djamarah. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: CV Rineka Cipta Djiwandono, Sri Esti Wuryani. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT.

Gramedia

Euis Karwati dan Donni Juni Priansa. 2014. Manajemen Kelas , Classroom Management. Bandung: Alfabeta

Hamalik, Oemar Hamalik. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. cet. Ke-10

Hamalik, Oemar. 2014. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Hasbullah. 2005. Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lihat di http://kbbi.web.id . diakses pada tanggal

10 Juli 2015

Misbahuddin dan Iqbal Hasan. 2013. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, Ed ke-2, Cet.2. Jakarta: PT Bumi Aksara

Mufarrohah, Anissatul. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Teras. cet Ke-1

Mutaqim.2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Nata, Abuddin. 2014. Perspektif Islam tentang Startegi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Nurdin, Syafrudin dan M. Basyiruddin Usman. 2002. Guru Profesional & Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Pers

Purwanto, Ngalim. 1998. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Karya

Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Ed Ke-3

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta

Roqib. 2009. Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat. Yogyakarta: LKiS

Rusydie, Salman. 2011. Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas. Jogjakarta: DIVA Press

S. Syaodih, Nana. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sabri, Alisuf. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya

Sahertian, Piet. A. 1994. Profil Pendidik Profesional. Yogyakarta: ANDI OFFSET

Simbolon, Hotman. 2009. Statistika. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sudijono, Anas. 2012. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers Sugiono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. cet Ke-17 Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Adminitrasi. Bandung: Alfabeta Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Suryabrata, Sumadi. 1995. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo

Suyanto dan Asep Jihad. 2013. Menjadi Guru Profesioanal, Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Jakarta: Erlangga

Suyono dan Hariyanto. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Syah, Muhibbin. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grasindo Persada

Syaifurahman dan Tri Ujiati. 2013. Manajemen dalam Pembelajaran. Jakarta: PT Indeks

Tafsir, Ahmad. 2013. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Turmudi, Sri Harini.___ . Metode Statistika. Malang: UIN – MALANG PRESS Yamin, Martinis dan Maisah. 2009. Manajemen Pembelajaran Kelas. Jakarta :

Gaung Persada

http://www.informasi-pendidikan.com/2013/07/definisi-guru-profesional. html. diakses pada 3 April 2015

Dokumen terkait