• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interpretasi Hasil Pembentukan Cluster

ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

5.8 Interpretasi Hasil Pembentukan Cluster

Hasil pembentukan cluster diharapkan dapat menggambar profil dari tiap

cluster kecamatan yang dihasilkan. Kecamatan yang berada dalam cluster yang

sama cenderung memiliki karakteristik yang mirip. Analisis hasil pembentukan

cluster dilakukan dengan membandingkan data baik data uji maupun data diluar

commit to user

yang dihasilkan. Setelah diketahui ciri – ciri dari tiap cluster, selanjutnya dapat diberikan kebijakan terhadap untuk masing – masing cluster kecamatan.

5.8.1. Indeks harapan hidup

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sragen yang berdampak terhadap peningkatan angka capaian IPM, pemerintah harus memberikan kebijakan yang tepat untuk setiap wilayahnya. Aplikasi sistem pendukung keputusan pemetaan profil kecamatan di Kabupaten Sragen diharapkan dapat membantu pihak pengambil kebijakan dalam menetapkan kebijakan yang tepat untuk setiap wilayahnya. Pada aplikasi tersebut dilakukan pembentukan cluster – cluster kecamatan berdasarkan indikator – indikator IPM menggunakan algoritma Self Organizing Maps. Hasil pembentukan

cluster - cluster kecamatan berdasarkan indikator - indikator IPM seperti yang

telah ditampilkan pada tabel 4.18.

Hasil pembentukan cluster untuk kategori indikator indeks harapan hidup dengan output cluster sebanyak 2 cluster jika dikaitkan dengan data – data uji, terlihat bahwa kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster 1 memiliki karakteristik dimana angka kematian bayi kurang dari 0.02 sedangkan kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster 2 memiliki karakteristik dimana angka kematian bayi lebih dari atau sama dengan 0.02 seperti yang telihat pada tabel 4.4. Kecamatan yang berada didalam cluster 2 memiliki tingkat kematian bayi yang cukup tinggi yaitu diatas 0.02 atau minimal sebanyak 20 bayi dilahirkan meninggal dari setiap 1000 kasus kelahiran bayi. Kecamatan – kecamatan yang berada didalam cluster 2 hendaknya perlu diberikan perhatian serius dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan khususnya yang berkaitan dengan pencegahan kematian bayi saat lahir. Jenis kebijakan yang dapat diberikan antara lain

commit to user

menggalakkan program posyandu, penambahan jumlah sarana (fasilitas) kesehatan sehingga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dan lain sebagainya. 5.8.2. Indeks pendidikan

Mutu pendidikan masyarakat yang baik memiliki dampak yang positif terhadap masa depan dari suatu wilayah. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan masyarakat di Kabupaten Sragen yang berdampak terhadap peningkatan angka capaian IPM, pemerintah harus memberikan kebijakan yang tepat untuk setiap wilayahnya. Aplikasi sistem pendukung keputusan pemetaan profil kecamatan di Kabupaten Sragen diharapkan dapat membantu pihak pengambil kebijakan dalam menetapkan kebijakan yang tepat untuk setiap wilayahnya. Output yang dihasilkan oleh aplikasi tersebut adalah berupa cluster –

cluster kecamatan yang terbentuk berdasarkan kemiripan karakteristik yang

dimiliki oleh setiap kecamatan.. Cluster yang terbentuk biasanya memiliki suatu ciri – ciri khusus yang membedakan dengan cluster yang lain.

Untuk hasil pembentukan cluster pada kategori indikator indeks pendidikan dengan output cluster sebanyak 2 cluster jika dikaitkan dengan data – data uji terlihat bahwa kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster 1 memiliki karakteristik dimana angka melek huruf kurang dari 0.885 sedangkan kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster 2 memiliki karakteristik dimana angka melek huruf lebih dari atau sama dengan 0.885 seperti yang telihat pada tabel 4.10.

Kecamatan yang berada dalam cluster 1 memiliki capaian angka melek huruf yaitu kurang dari 0.885 atau sebanyak 88.5% dari penduduk berusia diatas 15 tahun dari suatu wilayah yang bisa membaca dan menulis. Pemerintah harus lebih serius dalam memberikan perhatian terhadap kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster ini dikarenakan tingkat pendidikan penduduk usia muda

commit to user

menjadi investasi bagi suatu wilayah yang berdampak terhadap maju atau mundurnya suatu wilayah dimasa mendatang. Kebijakan yang dapat diberikan untuk kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster ini misalnya meningkatkan jumlah sarana (fasilitas) pendidikan, menggalakkkan program beasiswa untuk siswa – siswi berprestasi dan lain sebagainya.

5.8.3. Indeks standar hidup layak

Indeks standar hidup layak memiliki pengaruh dalam capaian angka IPM yang diperoleh. Komponen standar hidup layak diukur dengan indikator rata – rata konsumsi riil yang telah disesuaikan. Dalam upaya meningkatkan mutu standar hidup masyarakat di Kabupaten Sragen, pemerintah harus memberikan kebijakan yang tepat untuk setiap wilayahnya. Aplikasi sistem pendukung keputusan pemetaan profil kecamatan di Kabupaten Sragen diharapkan dapat membantu pihak pengambil kebijakan dalam menetapkan kebijakan yang tepat untuk setiap wilayahnya. Output yang dihasilkan oleh aplikasi tersebut adalah berupa cluster – cluster kecamatan yang terbentuk berdasarkan kemiripan karakteristik yang dimiliki oleh setiap kecamatan. Cluster yang terbentuk biasanya memiliki suatu ciri – ciri khusus yang membedakan dengan cluster yang lain.

Untuk hasil pembentukan cluster pada kategori indikator indeks standar hidup layak dengan output cluster sebanyak 2 cluster jika dikaitkan dengan data – data uji terlihat bahwa kecamatan – kecamatan yang berada dalam cluster 1 memiliki karakteristik dimana persentase rumah tangga tidak layak huni dengan nilai lebih dari 1.77% . Kemudian untuk kecamatan yang berada pada cluster 2 memiliki karakteristik dimana persentase rumah tangga tidak layak huni kurang dari atau sama dengan 1.77% seperti yang telihat pada tabel 4.15.

commit to user

Kecamatan yang berada dalam cluster 1 dilihat dari persentase rumah tangga yang tidak layak huni memiliki tingkat kehidupan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kecamatan yang berada dalam cluster 2. Untuk itu, kecamatan yang berada dalam cluster 1 perlu diberikan pelayanan yang lebih serius oleh pemerintah. Bentuk kebijakan yang dapat diberikan misalnya dengan melakukan relokasi warga yng tinggal di bantaran sungai, membangun tempat pembuangan sampah untuk meningkatkan pola hidup bersih masyarakat, dan lain sebagainya.

commit to user

BAB VI

Dokumen terkait