Melihat pada Teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) yang merupakan bagian dari psikologi maka sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi manusia masuk ke dalam objek material dari ilmu komunikasi dan psikologi. Menurut teori S-O-R, akibat atau efek yang akan ditimbulkan adalah adanya reaksi khusus pada stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesamaan antara pesan yang disampaikan dengan reaksi komunikan. Adapun, unsur-unsur dalam model teori ini adalah pesan, komunikan dan efek. Dan, interpretasi penelitian ini menunjukan para pemain program Pesbukers sebagai stimulus dan penonton yang memberikan respons atas sikap dan perilaku kekerasan para pemain program Pesbukers.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pemain program Pesbukers sebagai stimulus dan penonton yang memberikan respons atas sikap dan perilaku para pemain program Pesbukers. Penonton program Pesbukers yang memberikan respons mayoritas berusia 15-18 tahun dan kemudian rata-rata yang menonton program Pesbukers adalah laki-laki yang berjumlah 52 orang dari 100 responden sedangkan perempuan berjumlah 48 orang.
Dari hasil penelitian dimensi kognitif sub dimensi materi diperoleh hasil bahwa 45 orang setuju program Pesbukers mempunyai materi yang bersifat mencela kemudian responden yang menilai program “Pesbukers” banyak mengandung materi kekerasan sebanyak 21 responden (21%), selanjutnya 43 responden (43%) melihat bahwa program “Pesbukers” memuat banyak materi mendidik dan yang terakhir 20 responden (20%) menilai program “Pesbukers” banyak terdapat materi yag menghibur. Kemudian hasil penelitian kognitif sub dimensi presenter diperoleh bahwa Olga selalu berkata kasar dalam setiap tayangan program “Pesbukers”
sebanyak 31 responden (31%), sedangkan yang mengetahui bahwa dalam tayangan “Pesbukers” Jessica selalu berpenampilan menggoda sebanyak 39 responden (39%), kemudian responden yang melihat bahwa Oppie kumis selalu membuka aib pribadinya dalam setiap tayangan program “Pesbukers” sebanyak 48 responden (48%), selanjutnya responden yang melihat Deni cagur tidak selalu merayu dengan pantun dalam setiap tayangan program “Pesbukers” sebanyak 6 responden (6%), kemudian responden yang menilai bahwa Sapri menolak jika akan dianiaya dalam setiap tayangan program “Pesbukers” sebanyak 4 responden (4%) dan yang terakhir responden yang berpendapat bahwa Jessica dan Olga tidak sering berperilaku romantis dalam program tersebut sebanyak 19 responden (19%). Dan yang terakhir hasil penelitian dimensi kognitif sub dimensi isi siaran adalah 63 responden (63%) berpendapat bahwa program Pesbuker memberikan hiburan yang menarik, sedangkan 48 responden (48%) memilih program acara Pesbuker merupakan hiburan menarik pada sore hari dan yang terakhir 69 responden (69%) menyatakan bahwa program komedi “Pesbukers” yang kemasannya sesuai dengan keinginan penonton.
Dari hasil penelitian dimensi afektif sub dimensi sikap diperoleh hasil bahwa para pemain program “Pesbukers” yang dapat membawa suasana ceria pada saat siaran sebanyak 95 responden (95%), sedangkan yang berpendapat bahwa para pemain bertingkah lucu saat membawakan acara tersebut sebanyak 98 responden (98%), kemudian responden yang menilai para pemain program tersebut sering mencela pada saat siaran sebanyak 100 responden (100%), selanjutnya responden yang melihat para pemain program “Pesbukers” sering membuka masalah pribadi sesama pemain sebanyak 88 responden (88%), kemudian responden yang memilih bahwa para pemain sering berpantun pada saat membawakan program “Pesbukers” sebanyak 84 responden (84%) dan yang terakhir responden yang menilai para
pemain sering berjoged pada saat siaran sebanyak 83 responden (83%). Kemudian hasil penelitian dimensi afektif sub dimensi penerimaan yaitu 42 responden (42%) menyukai program Pesbuker karena para pemainnya merupakan artis yang terkenal, sedangkan 64 responden (64%) menilai bahwa suka menonton program “Pesbukers” karena para pemainnya dapat menghibur dan yang terakhir 61 responden (61%) menyatakan bahwa menyukai para pemain program komedi “Pesbukers” jika saling mencela.
Dari hasil penelitian dimensi konatif sub dimensi perilaku diperoleh hasil bahwa para pemain suka memperlakukan sapri dalam program “Pesbukers” sebanyak 86 responden (86%), sedangkan yang berpendapat bahwa para pemain suka menggoda bintang tamu dengan kata-kata yang tidak pantas sebanyak 83 responden (83%), kemudian responden yang menilai para pemain program tersebut sering menampilkan gerakan-gerakan tubuh yang kasar sebanyak 80 responden (80%), selanjutnya responden yang melihat Olga Syahputra dan Jessica Iskandar terlihat sering berpelukan jika sedang bersama sebanyak 36 responden (36%), kemudian responden yang melihat bahwa Olga Syahputra dan Oppie Kumis sering terlihat saling menempelkan pipi mereka pada saat membawakan program “Pesbukers” sebanyak 37 responden (37%). Kemudian hasil penelitian dimensi konatif sub dimensi penilaian adalah responden yang menilai bahwa perilaku mencela pemain “Pesbukers” merupakan perilaku kasar sebanyak 1 responden (1%), sedangkan yang berpendapat bahwa lawakan pemain “Pesbukers” merupakan lawakan yang kasar sebanyak 1 responden (1%), kemudian responden yang menilai lawakan kasar pemain “Pesbukers” merupakan hiburan yang menarik sebanyak 49 responden (49%), selanjutnya responden yang berpendapat bahwa pemain “Pesbukers” dapat diterima di masyarakat sebanyak 19 responden (19%), kemudian responden yang
berpendapat bahwa pemain “Pesbukers” tidak dapat diterima di masyarakat sebanyak 32 responden (32%). Dan hasil penelitian yang terakhir dimensi konatif sub dimensi Entertainment bahwa responden yang menilai dengan menonton program komedi “Pesbukers” membuat responden merasa terhibur sebanyak 24 responden (24%), sedangkan yang berpendapat bahwa menonton program komedi “Pesbukers” dapat menghilangkan stres sebanyak 10 responden (10%), kemudian responden yang menilai menonton program komedi “Pesbukers” dapat sebagai sarana pelarian diri dari masalah yang saya hadapi sebanyak 43 responden (43%), selanjutnya responden dengan menonton program komedi “Pesbukers” dapat mengetahui gosip-gosip terbaru sebanyak 30 responden (30%), kemudian responden berpendapat bahwa menonton program komedi “Pesbukers” dapat mempelajari hal negatif sebanyak 1 responden (1%) dan yang terakhir responden yang menilai dengan menonton program komedi “Pesbukers” dapat mempelajari hal positif sebanyak 40 responden (40%).
Hasil penelitian diatas menunjukkan respons responden berdasarkan teori S-O-R, bahwa para pemain program Pesbukers menjadi stimulus, kemudian dari stimulus tersebut muncul organisim dari sikap dan perilaku para pemain program Pesbukers yang banyak memperlihatkan perilaku yang kurang terpuji yang selanjutnya menimbulkan Respons dari responden penonton program Pesbukers berupa tanggapan berdasarkan Dimensi Kognitif, Afektif dan Konatif