siswa khususnya dalam pembelajaran membaca pemahaman dengan harapan dapat mencapai target atau tujuan pembelajaran.
Salah satu hal yang patut diperhatikan dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah cara siswa dalam membuat kesimpulan hal ini dapat digarisbawahi karena dengan membuat kesimpulan, siswa dapat mengetahui atau memahami seberapa dalam terhadap isi bacaan tersebut.
B. Interpretasi Hasil Penelitian
a. Faktor keadaan
Menurut pendapat Muhsyanur(2014:53) mengemukakan bahwa kegiatan membaca dapat berlangsung dengan baik harus didukung dengan bahan bacaan (reading matter ) , situasi, atau tempat ( place and situation ) , dan keadaan pelaku itu sendiri ( situation of personality).
Berikut hasil wawancara dengan AF siswa kelas IV C pada Jumat, 13 Mei 2022 jam 10.00 WIB di ruang kelas.
“……Ketika pelajaran banyak kendaraan yang lewat jadi berisik dan menganggu pelajaran terus kan gentian kadang masuk kadang engga waktu pandemi jadi banyak yang ga paham tentang pelajaran tetapi alhamdulillah ini sudah bisa berangkat sekolah terus jadi bisa ikut pelajaran bareng ibu guru……”
b. Faktor lingkungan
Ketika siswa diwawancarai mereka membaca ketika disuruh saja, kemudian merasa lelah, bosan, mengantuk, dan tidak bersemangat untuk membaca sehingga sebagian besar siswa lebih memilih mengobrol dengan teman sebangun pada saat pembelajaran berlangsung.
Namun, terdapat beberapa orang tua siswa yang sengaja membelikan handphone yang disalahgunakan oleh anak, seperti bermain game sehingga lupa untuk belajar, lebih banyak mendengarkan musik daripada belajar. Artinya peran orang tua disini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan anak tetapi peran orang tua juga harus senantiasa membimbing anaknya dalam hal belajar.
c. Faktor kebiasaan
Dalam hal ini kebiasaan siswa dalam membaca baik di sekolah maupun di rumah, berbeda dengan mereka yang mempunyai kebiasaan di rumah bermain dengan teman , bermain game, jarang membaca kembali mata pelajaran bahkan membaca ketika ada tugas.
d. Faktor motivasi dan minat
Merupakan dorongan atau dukungan serta keinginan siswa untuk semangat dalam melakukan sesuatu, dalam hal ini membaca dan memahami bacaan.
Berikut hasil wawancara dengan Ibu N selaku wali kelas IV pada hari Rabu, 20 April 2022 pukul 10.00 WIB di ruang guru.
“……..Untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran pembelajaran biasanya saya mengiming-imingi hadiah atau reward bagi siswa hal ini supaya siswa semangat dalam belajar”.
e. Faktor bahan bacaan
Dalam kemampuan membaca pemahaman juga mempengaruhi kemampuan siswa, diantaranya kalimat yang dirasa terlalu panjang, kosakata yang asing, paragraph yang terlalu banyak. Dalam wawancara ditemukan beberapa alasan dari siswa yang mengaku bahwa mereka merasa kesulitan karena ada kata yang dirasa asing dan baru. Ini dikarenakan kurangnya penguasaan kosa kata dan juga kurangnya pembiasaan dalam membaca.
2. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, diantaranya :
a. Memotivasi siswa dalam membaca
Dimyati dan Mudjiono ( 2019 : 80 ) mengemukakan bahwa motivasi belajar dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku belajar seseorang. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam belajar.
Cara yang dilakukan guru yaitu dengan memberikan semangat kepada anak, kemudian pada waktu pembelajaran anak diminta kedepan untuk membaca.
b. Menentukan tujuan membaca
Nurhadi ( dalam Gunawan, 2014 : 10 ) mengemukakan bahwa tujuan membaca akan meningkatkan pemahaman seseorang terhadap bacaam , semakin sadar seseorang terhadap tujuan membacanya, semakin besar kemungkinan ia memperoleh apa yang diperlukannya dari buku atau hasil sebaliknya, bila tujuan membaca tidak dirumuskan.
Menentukan tujuan membaca merupakan kewajiban guru untuk selalu mengingatkan , memotivasi kepada siswa tentang pentingnya menentukan tujuan dari membaca terutama membaca pemahaman karena membaca pemahaman didapat dari memahami maksud dan tujuan serta isi dari bacaan yang telah dibaca.
c. Kepekaan guru terhadap siswa yang sulit dalam membaca pemahaman
Guru meluangkan waktu disaat kegiatan belajar mengajar dengan cara langsung mendatangi anak kemudian memberikan penghargaan kepada siswa yang kesulitan dalam membaca pemahaman, memberikan penghargaan merupakan usaha yang dilakukan untuk menjadikan siswa lebih giat lagi
guna memperbaiki, mempertahankan, serta meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
Penghargaan yang dapat diberikan seperti alat – alat sekolah, buku tulis, pensil, penghapus, pulpen , dan lain- lain.
d. Penggunaan metode dan media dalam mengajar
Maimunah ( dalam Sarika, 2016 : 54 ) mengemukakan bahwa media penting dalam menunjang pembelajaran sehingga meningkatkan perhatian anak serta menimbulkan motivasi belajar bagi anak. Sejalan dengan Dewanti ( dalam Mulyana , 2018:55) bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu untuk menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar, memudahkan guru dalam menyampaikan informasi atau materi pembelajaran, serta membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Artinya penggunaan metode dan media dalam pembelajaran dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan bermakna.
e. Penggunaan sarana dan prasarana
Lestari ( dalam Mulyana,2018:45) mengemukakan bahwa sarana prasarana pendidikan adalah semua fasilitas atau perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan dan demi tercapainya tujuan khusunya proses belajar mengajar seperti gedung, ruang, meja kursi, alat – alat, media pengajaran, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, dan sebagainya.
Menurut Matin dan Fuad ( 2016 : 29 ) Jenis sarana prasarana pendidikan dapat digolongkan ke dalam buku, alat, perabot, bangunan, dan tanah. Jadi penggunaan sarana dan prasarana merupakan penunjang supaya proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, seperti tersedianya buku, sumber, buku tema, dan bangunan.
Tabel 4.5
Keadaan Fasilitas Gedung
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Sukoharjo
Tanah Luas Bangunan 794 m2
Luas Halaman 206
Jumlah 1000
Jumlah Ruang Kelas Baik 8
Rusak Sedang 5 Rusak Berat -
Jumlah 13
Ruang Kepala 1
Ruang Guru 1
Perpustakaan 1
Ruang UKS 1
Masjid 1
Aula 1
Lapangan Olahraga -
WC/Jamban WC Guru Siswa 2
3. Aspek - aspek penilaian pembelajaran membaca pemahaman pada siswa kelas IV MIN 4 Sukoharjo antara lain :
a. Kelancaran membaca anak
Sekolah dasar merupakan gerbang bagi seorang anak memasuki dunia pendidikan formal dan apabila guru melakukan kesalahan dalam mengajar atau menyampaikan ilmu maka akan berdampak atau berpengaruh pada pemahaman dan kemajuan siswa di masa yang akan datang. Salah satu pembelajaran awal bagi siswa sekolah dasar adalah membaca.
Membaca menurut Kridalaksana ( dalam Istiqoma, 2019:2) merupakan suatu keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam- diam atau pengujaran keras
Sedangkan Menurut Chandra ( dalam Damaianti, 2018 : 14 ) Kemampuan membaca anak dapat dikembangkan sejak dini dimana dimulai dari anak kelas dua sekolah dasar dapat mengembangkan kemampuan membaca lancar dengan baik jika dalam bimbingan maksimal dari pendidik dan dengan partisipasi orang tua. Kemampuan membaca lancar kelas atas dapat dilakukan dengan memperhatikan penggunaan jeda, intonasi, ekspresi dalam membaca serta memahami makna bacaan dalam setiap kalimat.
Berikut hasil wawancara dengan ibu N selaku wali kelas IV pada hari Rabu, 20 April 2022 pukul 10.00 WIB di ruang guru.
“……Begini mbak ada beberapa siswa yang belum lancar membaca bahkan ada yang belum bisa membaca, memang itu kendala di dalam kegiatan belajar mengajar bukan hanya di pelajaran Bahasa Indonesia
tetapi untuk semua pelajaran oleh karena itu diadakan kegiatan ekstra setelah jam pelajaran selesai selama satu jam untuk les membaca supaya bisa menyusul temannya apalagi sebentar lagi menginjak kelas lima….”
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pengampu kelas IV bahwa ada beberapa siswa kelas IV belum lancar dalam membaca sehingga masih terbata-bata dan guru memberikan waktu esktra pada hari tertentu untuk membantu siswa dalam kelancara membaca dengan harapan dapat menyusul teman lainnya yang sudah lancar membaca.
b. Kemampuan siswa menjawab pertanyaan secara kongkrit Menurut Brown ( dalam Pandawa, 2017 : 80 ) kemampuan menjawab pertanyaan secara kongkrit adalah kemampuan anak memberikan jawaban dan setiap jawaban terdiri dari dua klausa atau lebih dan setiap klausa yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan saling berhubungan . Klausa dalam tata bahasa adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap.
Apabila anak mampu menjawab pertanyaan dengan benar , anak berani berbicara, dan berani mengungkapkan pendapatnya , maka anak tersebut dapat dinyatakan menguasai materi pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti banyak siswa yang mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan bacaan dengan benar baik diberikan oleh guru secara lisan maupun tertulis, misalnya siswa diminta membaca bacaan dengan diberi waktu kemudian mengerjakan soal atau diberikan pertanyaan oleh guru secara lisan dengan ditunjuk kepada siswa secara acak dan jika sanggup menjawab pertanyaan secara benar maka dapat dinyatakan siswa paham dengan isi bacaan tersebut.
c. Siswa dapat menceritakan kembali isi bacaan
Menurut Nuraini ( dalam Mustakim, 2015 : 19 ) Menceritakan kembali merupakan sebuah proses bercerita dengan cara mengulang atau memaparkan kembali apa yang telah diberikan , misalnya menceritakan kembali isi teks bacaan yang telah dibaca atau menceritakan kembali isi sebuah rekaman yang telah didengar. Penceritaan yang disajikan oleh anak bertujuan untuk mengungkapkan kemampuan dan keterampilan anak.
Ada tiga hal yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu anak mampu menyusun kembali cerita yang disimak dari proses penceritaan kemudian anak dapat terampil menggunakan bahasa lisan melalui kegiatan berbicara produktif, serta anak dapat terampil mengekspresikan perilaku dan dialog cerita dalam simulasi kreatif. Tiga hal tersebut penting dikembangkan pada anak agar dapat menceritakan kembali isi cerita dengan baik dan menggunakan kalimat yang mudah untuk dipahami.
Berikut adalah hasil wawancara dengan guru kelas IV pada Rabu, 27 April 2022 jam 11.00 di ruang guru.
“……...untuk penilaian pembelajaran membaca pemahaman yaitu salah satunya siswa mampu menceritakan kembali isi bacaan dan menemukan ide-ide pokok mbak, disini banyak yang sudah paham tentang ide pokok dan letak ide pokok kemudian untuk menceritakan kembali isi bacaan beberapa siswa hanya menceritakan secara garis besar…..”
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV dan melalui pengamatan peneliti ketika pembelajaran membaca pemahaman banyak siswa menceritakan isi bacaan secara garis besar dan beberapa siswa mampu menceritakan kembali isi bacaan secara benar dan runtut.
d. Siswa dapat menemukan ide pokok atau kalimat utama
Ide pokok merupakan ide utama atau inti pembahasan dalam suatu paragraf. Pokok pikiran disebut juga dengan gagasan utama, gagasan pokok, atau ide pokok. Pokok pikiran dalam setiap paragraph terdapat pada kalimat utama.
Menentukan ide pokok pada setiap paragraf dalam sebuah bacaan secara keseluruhan . Siswa juga diharapkan dapat memahami bacaan keseluruhan karena bacaan mengandung seperangkat kalimat yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu rasa keterkaitan bagi pembaca, sehingga pembaca dapat menentukan apa yang menjadi ide pokok dalam sebuah bacaan ( Tarigan ( dalam Tadulako, 2018 : 116 ) .
Berikut adalah hasil wawancara dengan guru kelas IV pada Rabu, 27 April 2022 jam 11.00 di ruang guru.
“……...untuk penilaian pembelajaran membaca pemahaman yaitu salah satunya siswa mampu menceritakan kembali isi bacaan dan menemukan ide-ide pokok mbak, disini banyak yang sudah paham tentang ide pokok dan letak ide pokok kemudian untuk menceritakan kembali isi bacaan beberapa siswa hanya menceritakan secara garis besar…..”
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru untuk kegiatan menemukan letak ide pokok dan bacaan dalam ide pokok banyak siswa yang sudah paham didukung dengan pengamatan peneliti ketika kegiatan belajar mengajar dengan spontanitas guru menanyakan secara acak dengan beberapa siswa.
4. Faktor-faktor keberhasilan siswa kelas IV MIN 4 Sukoharjo dalam pembelajaran membaca pemahaman antara lain :
a. Kemauan anak
Kemauan atau minat untuk membaca adalah sumber motivasi yang sangat penting dan kuat bagi seseorang untuk menganalisa dan mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibacanya.
Minat baca seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebiasaan membaca karena apabila seseorang membaca tanpa mempunyai kemauan membaca tinggi maka siswa tersebut tidak akan membaca dengan serius dan sepenuh hati. Apabila siswa membaca atas kemauan dan kehendaknya sendiri maka siswa dipastikan dapat membaca sepenuh hati.
Minat baca akan mempengaruhi bentuk serta intensitas seseorang dalam menentukan cita – citanya kelak di masa yang akan datang, hal tersebut merupakan sebuah proses pengembangan diri yang memiliki peran besar dalam hidup seseorang maka dari itu kemauan ini harus senantiasa diasah, dikembangkan, dan didalami.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas IV MIN 4 Sukoharjo, ada yang memiliki minat baca tinggi dan ada yang memiliki minat baca rendah hal ini dibuktikan dengan keantusiasan siswa ketika guru meminta siswa membaca bacaan.
b. Kegiatan Literasi
Menurut Hartono ( dalam Rahman, 2017 : 142 ) kegiatan literasi adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara.
Kegiatan literasi merupakan suatu kegiatan yang penting dalam mencetak generasi muda berintelektual tinggi dan
kegiatan ini sudah banyak dilakukan diberbagai sekolah dasar salah satunya di MIN 4 Sukoharjo setiap pada hari sabtu, siswa dapat membaca buku di perpustakaan atau di pojok literasi di setiap kelas.
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru pengampu kelas IV dimana dalam membentuk kebiasaan membaca siswa di sekolah adalah pendidik yang selalu berupaya untuk memberikan penanaman melek membaca dan teknologi kepada peserta didik mereka. Dimulai dari menerapkan kebiasaan kecil seperti kegiatan literasi yang memang sudah selayaknya berada di lingkungan sekolah yang menjadi wadah untuk membentuk karakter peserta didik.
c. Interaksi antara guru dan murid
Pembelajaran interaktif adalah pembelajaran yang dapat membantu siswa membuat konsep dan kesimpulan menjadi lebih bermakna dengan meningkatkan gabungan yang dibuat oleh masing – masing konsep beserta kesimpulannya.
Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan dapat menjadikan pengetahuan yang diterima lebih bermakna dan pembelajaran berpusat pada siswa tidak terus – menerus berpusat pada guru. Sehingga antara guru dan siswa ataupun siswa dan guru dapat menjalin interaksi dengan baik . Berdasarkan hasil pengamatan peneliti , para pendidik di MIN 4 Sukoharjo selalu berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan sesama guru, siswa, dan wali murid sehingga tercipta interaksi sosial yang baik untuk mendukung kegiatan pembelajaran membaca pemahaman siswa.
72
Berdasarkan hasil penelitian kualitatif deskriptif tentang pembelajaran membaca pemahaman pada siswa kelas IV MIN 4 Sukoharjo maka dapat disimpulkan bahwa Membaca pemahaman adalah suatu kegiatan membaca untuk menyerap informasi dari bahan bacaan kemudian memahami atau mengetahui makna yang tersirat dari bacaan tersebut. membaca pemahaman merupakan suatu kegiatan membaca yang dilakukan untuk memahami isi bacaan, mencari informasi yang terdapat dalam teks bacaan, menyimpulkan bacaan, dan merefleksikan hal-hal yang telah dibaca. Membaca pemahaman bukanlah membaca teknik atau membaca indah melainkan membaca untuk mengenal atau menemukan ide baik secara tersurat ataupun tersirat.
Adapun faktor-faktor pendukung utama keberhasilan pembelajaran membaca pemahaman adalah Kemauan atau minat untuk membaca, minat membaca adalah sumber motivasi yang sangat penting dan kuat bagi seseorang untuk menganalisa dan mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibacanya.Minat baca seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebiasaan membaca karena apabila seseorang membaca tanpa mempunyai kemauan membaca tinggi maka siswa tersebut tidak akan membaca dengan serius dan sepenuh hati. Apabila siswa membaca atas kemauan dan kehendaknya sendiri maka siswa dipastikan dapat membaca sepenuh hati dan dapat memahami makna bacaan dengan tepat