• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Interpretasi Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis statistik yang telah dilakukan di SD Negeri 9 Tanjungpandan Belitung maka terdapat beberapa interpretasi penelitian sebagai berikut.

Berdasarkan uji validitas, dari total 18 pernyataan angket yang diberikan kepada responden, ada 2 pernyataan yang tidak valid dan 16 pernyataan yang dinyatakan valid. Uji realibilitas ditunjukkan oleh nilai Cronbach’s Alpha dimana nilai variabel ibu bekerja sebesar 0,763, dan variabel motivasi belajar sebesar 0,768. Maka dapat disimpulkan instrument angket yang digunakan dalam mengumpulkan data cukup reliabel dan dapat dipercaya.

Berdasarkan uji normalitas Kolmogrov-Smirnov menunjukkan bahwa data variabel X dan Y berdistribusi normal, sehingga data yang ada bisa dipergunakan dalam analisis lebih lanjut.

Hasil penelitian jelas mengungkapkan bahwa ada pengaruh antara ibu bekerja dan motivasi belajar siswa. Hal ini didukung oleh data statistik yang menjelaskan Fhitung

70

sebesar (228,970) > Ftabel (4,13) pada taraf signifikansi 0,05 yang berarti model tersebut signifikan.

Dari penjelasan penelitian tersebut maka dapat dipahami bahwa ibu bekerja memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar siswa DI SD Negeri 9 Tanjungpandan Belitung.

Besar pengaruh antara ibu bkerja dan motivasi belajar siswa sebesar 81,7%

Dalam penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan

Pelaksanaan waktu penelitian harus menentukan waktu yang tepat dengan sekolah agar tidak mengganggu kegiatan di sekolah.

Menjelaskan pernyataan satu persatu kepada siswa saat menyebarkan angket karena banyak siswa yang bertanya pernyataan yang diberikan.

Perbedaan karakteristik antara seorang ayah dan ibu dalam pola pengasuhan anak menjadi salah satu faktor yang kemudian menimbulkan suatu anggapan di masyarakat bahwa seorang ibu yang dikatakan berhasil menjalankan peran dan fungsinya adalah yang mampu membesarkan, membimbing, dan mendidik anak-anaknya hingga berhasil dalam pendidikan di sekolahnya. Oleh karena itu, Permasalahan yang kemudian muncul adalah adanya asumsi bahwa dampak dari ibu-bu yang bekerja di luar rumah ditandai dengan me-nurunnya motivasi anak-anak mereka untuk belajar di sekolah. Siti Nurhidayah

Peran khusus motivasi adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Seseorang yang memiliki motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk belajar. (Sardiman, 2011:75). Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah atau semangat dalam belajar, sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki banyak energi untuk melakukan

71

kegiatan belajar (Tadjab, 1994:102). Uno (2007:27) menjelaskan ada beberapa peran penting motivasi dalam belajar dan pembelajaran, antara lain; menentukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar, memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, menentukan ragam kendali terhadap rangsangan belajar, dan menentukan ketekunan belajar. motivasi dan emosi yang bersifat adaptif. Dukungan sosial orang tua terdiri dari informasi atau nasehat verbal dan non-verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial (orang tua) atau didapat karena kehadiran orang tua dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi anak (Gottlieb dalam Smet, 1994:135). Hal ini sejalan dengan pendapat Cobb (dalam Smet, 1994:136) yang menyatakan bahwa dukungan sosial orang tua terdiri atas informasi yang menuntun orang meyakini bahwa ia diurus dan disayangi oleh orangtuanya.

Menurut Sardiman (2011:85), aspek-aspek motivasi belajar adalah sebagai berikut: (a) Mendorong seseorang untuk berbuat dalam hal ini sebagai penggerak yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. (b) Menentukan arah perbuatan, yakni arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. (c) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. Oleh sebab itu motivasi yang diberikan orang tua khususnya ibu akan berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. Walaupun ibunya bekerja tetapi dia tetap akan menyempatkan diri dan meluangkan waktunya memperhatikan belajar anaknya, tentu akan berpengaruh

72

terhadap motivasi belajarnya. Jadi. Jelaslah bahwa apabila seorang ibu yang bekerja meluangkan waktunya untuk memperhatikan anaknya dalam belajar dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah karena perhatian seorang ibu walaupun dia bekerja di luar rumah tetapi apabila dia memperhatikan anaknya dalam belajar sudah merupakan motivasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah.

73 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dari pembahasan tentang pengaruh ibu bekerja terhadap motivasi belajar siswa, dapat disimpulkan bahwa :

Ada pengaruh yang signifikan antara ibu bekerja dan motivasi belajar siswa di SD Negeri 9 Tanjungpandan Belitung yang diukur berdasarkan masing-masing indikator selama penelitian secara nyata terbukti dari hasil perhitungan korelasi product momen memperoleh nilai antara variabel ibu bekerja (X) dan variabel motivasi belajar siswa (Y) adalah 0,933 ini berarti bahwa ada tingkat hubungan yang cukup kuat antara variabel X dan Y. sedangkan arah hubungan kedua variabel adalah positif karena r positif. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ibu bekerja, semakin baik tingkat motivasi belajar siswa. Berarti ibu bekerja menunjukkan adanya hubungan secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri 9 Tanjungpandan Belitung.

Berdasarkan hasil keberartian regresi yang signifikan pada taraf 0,05 Fhitung

sebesar 228,970 > Ftabel sebesar 4,13 sehingga ibu bekerja berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.

74 B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti ingin mengemukakan beberapa saran diantaranya :

1. Siswa diharapkan termotivasi dalam belajar sehingga hasil belajarnya meningkat.

2. Guru diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.

3. Kepala Sekolah lebih peduli terhadap guru. Guru agar membantu siswa dalam motivasinya sehingga hasil belajarnya lebih meningkat.

4. Orang tua terutama ibu diharapkan dapat memotivasi anak daalam belajar di rumah dan memperhatikan belajar anak di rumah sehingga anak semangat dalam belajar.

5. Peneliti selanjutnya diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dalam melakukan penelitian.

75

DAFTAR PUSTAKA

Apranadiyanti Nitya, Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Motivasi Belajar.

Arikunto Suharsimi.2006.Prosedur Penelitan Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta.Rineka Cipta

Christina.2017.Bukan Supermom Tapi Smartmom.Yogyakarta.Laksana

Dhitaningrum Melisa, Hubungan Antara Persepsi Mengenai Dukungan Sosial Orangtua Dengan Motivasi Belajar Siswa.

Faturrohman Pupuh dan sutikno Sobry M.2010.Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Komsep Umum dan Konsep Islami.Bandung.PT RefikaAditama

Field Lynda.2003.Self-Esteen For Women.Bandung:Kaifa

Hasibuan.S.P.Malayu.2008.Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas.Jakarta.PT Bumi Aksara

Hermawan Akif dan Nurhayati Farida, Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua Dengan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, Vol 1 2013

Kasmadi dan Nia. 2014.Panduan Modern Penelitian

Kuantitatif.Bandung.Alfabeta

Khodijah Nyayu.2014.Psikologi Pendidikan.Jakarta.PT Raja Grafindo Persads Kiong Melly.2010.Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak Dengan

Baik?.Jakarta.Progressio Publishing

M.A.Sardiman.2014.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta.PT Rajagrafindo Persada

Nurhidayah Siti, Pengaruh Ibu Bekerja Dan Peran Ayah Dalam Comperenting Terhadap Proses Belajar Anak.

Prawira Atmaja Purwa.2012.Psikologi Pendidikan.Yogyakarta.Ar-ruzz Media Prayassita Putri, Hubungan Antara Coping Stress Dan Dukungan Sosial

Dengan Motivasi Belajar Siswa

Dokumen terkait