KELAS VII I KELAS IX JUMLAH
C. Interpretasi Hasil Penelitian
Guru di Indonesia sebagaimana di negara-negara lain bukan hanya sebagai sebuah pekerjaan, akan tetapi juga sebagai sebuah profesi. (lihat UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen). Sebagai sebuah profesi, guru seperti juga
93
profesi-profesi yang lain memiliki jenjang karir. Artinya bahwa ketika seseorang bekerja sebagai guru, itu berarti ada jenjang atau tingkat/jabatan karir yang diemban oleh seorang guru ketika dia bekerja. Karir pada satu sisi bukan hanya memberikan dampak ekonomis bagi sang guru akan tetapi juga dapat memberikan rasa self esteem atau sebuah penghargaan diri. Seorang guru ketika dia bekerja di sebuah sekolah tentu berharap akan adanya penghargaan diri yang diwujudkan dalam jemjang karir. Hal ini disebabkan self esteem merupakan sebuah kebutuhan yang harus terpenuhi dalam hidup (lihat Maslow’s theory of hierarchical needs).
Pengembangan karir guru, tentu saja tidak hanya diperuntukkan bagi guru yang mengajar di sekolah Negeri, atau dengan kata lain bagi guru PNS/ASN, akan tetapi juga bagi guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah swasta. Walaupun pada kenyataannya banyak sekolah swasta yang tidak memperhatikan manajemen karir guru-guru mereka. Sehingga guru-guru tersebut merasa tidak nyaman bekerja, atau setidaknya merasa guru bukan merupakan pekerjaan yang menjanjikan.
SMPI Al Azhar Syifa Budi Solo merupakan salah satu sekolah swasta yang berada di kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan kota Solo. Sebagai sebuah sekolah bonafid atau unggulan, sudah tentu SMPI Al Azhar Syifa budi memperhatikan seluruh aspek penting dalam penyelenggraan pendidikan yang berkualitas, dan hal-hal lain yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi mutu pendidikan di sekolah tersebut. Salah satu hal yang
94
menjadi perhatian bagi SMPI Al Azhar Syifa Budi Solo adalah berkaitan dengan manajemen karir guru.
Sebagaimana sekolah Negeri dan sekolah-sekolah swasta lainnya, SMP Al Azhar Syifa Budi juga melakukan manajemen karir bagi para guru, termasuk guru PAI. Ada dua macam karir guru di SMP Al Azhar yaitu karir fungsional dan karir structural. Karir fungsional adalah karir yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai seorang guru. Tugas utama guru adalah mengajar, maka yang dimaksud dengan karir fungsional adalah karir yang berkaitan dengan tupoksi tersebut. Sedangkan karir structural merupakan posisi-posisi atau jabatan-jabatan structural yang ada di SMP Al Azhar Syifa Budi yang dapat diduduki oleh seorang guru yang mengajar di SMP Al Azhar Syifa Budi.
Di SMP Al Azhar Syifa budi ada tiga status guru. Ketiga status guru tersebut merupakan bagian dari jenjang karir yang harus dilalui oleh semua guru yang mengajar di SMP Al Azhar Syifa budi Solo, termasuk guru-guru PAI. Ketiga status guru tersebut adalah guru honorer, guru kontrak (GTT), dan guru tetap Yayasan (GTY). Guru honorer merupakan guru lepas atau part timer, yaitu guru yang paruh waktu, yang hanya datang ketika guru tersebut memiliki jam mengajar. Umumnya guru-guru honerer di sekolah swasta diberi upah bukan gaji yaitu sesuai dengan jumlah jam mengajar. Biasanya satu jam pelajaran dihargai beberapa puluh ribu rupiah sesuai dengan kemampuan dan kemauan sekolah. Guru honorer tidak terikat dengan segala aturan atau kebijakan yang ada di sekolah. biasanya guru honorer dapat mengajar di beberapa sekolah yang berbeda.
95
Guru honorer tidak memiliki perjanjian dengan pihak sekolah, dan hanya mengajar ketika sekolah tersebut membutuhkan. Jadi jika sewaktu-waktu sekolah tersebut tidak membutuhkan, maka guru tersebut secara otomatis tidak mengajar lagi di sekolah tersebut. Guru honorer sudah tentu tidak memiliki jenjang karir di sekolah tersebut. Di SMPI Al Azhar Syifa Budi Solo, tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Namun demikian, guru honorer di sekolah ini merupakan bagia awal dari proses karir guru di SMP AL Azhar Syifa Budi Solo. Di SMP Al Azhar Syifa budi Solo, kinerja, loyalitas, dan dedikasi guru honorer tersebut dinilai selama satu tahun. Setelah satu tahun mengajar, dan hasil penilaian kinerjanya baik, maka guru tersebut dapat diusulkan menjadi guru kontrak melalui test. Jika lulus tes tersebut, maka guru honorer tersebut berubah statusnya menjadi guru kontrak.
Guru kontrak merupakan jenjang karir kedua di SMP Al Azhar Syifa budi Solo. Secara principal, tidak ada perpedaan yang jauh antara guru honorer dan guru kontrak. Yang membedakan hanyalah bahwa guru kontrak diberikan perjanjian berupa durasi waktu tertentu untuk mengajar di sekolah Al Azhar Syifa Budi Solo, biasanya antara 1 sampai 4 tahun. Perbedaan lainnya adalah bahwa selama waktu kontrak tersebut, kinerja, loyalitas, dan dedikasi guru tersebut dinilai, dan dapat diangkat menjadi guru tetap yayasan (GTY). Sebagaimana guru honorer, guru kontrak juga tidak bisa mendapatkan apa yang didapatkan oleh GTY, termasuk di dalamnya kesejahteraan seperti gaji dan tunjangan, dan jenjang karir. Minimal 1 tahun dalam rentang waktu 4 tahun tersebut, guru kontrak (GTT)
96
dapat diajukan untuk menjadi GTY jika telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh sekolah/yayasan.
Status guru selanjutnya adalah guru tetap yayasan (GTY). Status guru inilah terdapat jenjang karir yang lebih jelas. Di SMP Al azhar syifa Budi Solo, GTY memiliki penggolongan pegawai seperti halnya guru PNS atau ASN. Bedanya, kalau guru PNS/ASN penggolongan dimulai dari golongan 3 ruang a untuk sarjana strata 1 dan 3 b untuk lulusan sarjana strata 2 dengan minimal masa kerja 0 tahun, dan seterusnya sampai 3 d, kemudian golongan 4 a sampai e sesuai dengan masa kerjanya. sedangkan di SMP AL Azhar Syifa Budi Solo seorang GTY dimulai dari golongan 3 a untuk lulusan sarjana strata 1 dan 3 c untuk lulusan arjana strata 2 dengan masa kerja 0 tahun. Bedanya di SMP Al Azhar Syifa Budi golongan 3 dimulai dari ruang a sampai dengan h. dan untuk golongan 4 sama dengan guru PNS yaitu sampai ruang e. sama halnya dengan guru PNS/ASN, penggolongan kepegawaian di SMP Al Azhar Syifa Budi Solo berimplikasi pada jumlah gaji yang diterima oleh seoang GTY. Namun peneliti tidak dapat mendapatkan angka nominalnya dan keterangan berkaitan dengan tunjangan yang diterima oleh seorang GTY selain gaji pokok karena alasan rahasia sekolah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui tabel berikut:
Tabel 3.4
Perbandingan penggolongan guru PNS/ASN dengan GTY SMPI Al Azhar Syifa Budi Solo
97
Golongan 3 Golongan 4 Golongan 3 Golongan 4
A A A A B B B B C C C C D D D D E E F E G H
Dengan adanya penggolongan kepegawaian guru di SMP Al Azhar Syifa budi Solo ini dapat mendorong para GTY untuk meningkatkan kinerja dan melakukan pengembangan karir seperti halnya guru PNS/ASN. Hal ini tentu sesuai dengan teori Maslow bahwa ketika seseorang bekerja, dia akan termotivasi untuk mendapatkan apa yang tersedia dalam pekerjaan tersbut, dalam hal ini bisa berwujud gaji, dan karir.
Di SMP Al Azhar Syifa Budi ada dua jenis karir, yaitu karir akademik (fungsional) dan karir struktural. Yang dimaksud karir akademik yaitu berkaitan dengan jabatan akademik yang dapat dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tupoksinya. Namun tidak seperti guru PNS/ASN yang secara sistem dan prosedur kenaikan pangkat akademik sudah jelas, di SMP Al Azhar Syifa budi tidaklah demikian. Untuk bisa mendapatkan jabatan
98
akademik mengikuti aturan yang sama dengan guru PNS/ASN. Untuk bisa mendapatkan jabatan akademik atau fungsional, GTY SMPI Al Azhar Syufa Budi harus melakukannya dengan waktu yang lama. Tidak spserti guru PNS yang setelah mendapatkan status PNS nya dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun langsung bisa mendapatkatkan jafung pertamanya yaitu guru pertama, dan seterusnya sampai dengan guru utama golongan dan ruang IV e yang biasanya dapat dilakukan minimal 2 tahun setiap jafung. Untuk GTY SMP Al Azhar memerlukan waktu yang panjang untuk mendapatkan jafung pertama guru yaitu guru pertama golongan ruang III a yaitu melalui impassing atau penyetaraan golongan. Dan untuk naik ke jabatan selanjutnya juga cukup sulit karena dan memerlukan waktu yang lama. Sehingga jarang sekali ditemukan seorang guru swasta memiliki jafung tertinggi sebagai puncak karir seorang guru yaitu guru utama golongan ruang IV e.
Karir selanjutnya adalah karir struktural. Karir struktural adalah jabatan atau posisi manajemen yang ada di sekolah yang dapat diisi oleh seorang guru, termasuk guru PAI. Mirip dengan sekolah Negeri, SMP Al Azhar Syifa Budi Solo juga memiliki jabatan-jabatan tersebut, dari wali kelas, wakil kepala sekolah, dan kepala sekolah. perbedaannya kalau di SMP Negeri jabatan wakil kepala sekolah ada 3 posisi yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Sedangkan di SMP Al Azhar Syifa Budi Solo
99
hanya ada 2 posisi wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan wakil kepala sekolah bidan kesiswaan.
Perbedaan lainnya adalah berkenaan dengan syarat-syarat untuk menjadi kepala sekolah. kalau di sekolah negeri, secara otomatis syarat-syarat menjadi kepala sekolah harus mengikuti peraturan pemerintah yaitu permendikbud nomor 6 tahun 2018. Sesuai dengan permendikbud tersebut terutama pasal 2 dinyatakan bahwa syarat untuk menjadi kepala sekolah adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan minimal S1/DIV
2. Memiliki pangkat minimal penata, golongan III c dengan masa kerja minimal 6 tahun
3. Prestasi kerja 2 tahun minimal baik
4. Pernah mendapat tugas manajerial minimal 2 tahun 5. Sehat jasmani dan rohani serta bebas NAPZA
6. Tidak sedang mengalami hukuman disiplkin dan atau menjadi tersangka, dan
7. Berusia setinggi-tingginya 56 tahun
Sedangkan persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang guru di SMP Al Azhar Syifa budi untuk dapat diangkat menjadi kepala sekolah adalah sebagai berikut:
1. Berstatus guru tetap Yayasan (GTY) 2. Memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi
100 3. Memiliki kinerja yang baik, minimal B
4. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial
Lebih lanjut seleksi calon kepala sekolah dilakukan oleh LKKS (lembaga pengembangan dan dan pemberdayaan kepala sekolah. setelah calon itu lulus baik secara administrative dan ujian substantive, mereka kemudian ditraining oleh LKKS untuk mendapatkan sertifikat kepala sekolah. sedangkan, pemilihan atau seleksi kepala sekolah dilakukan secara internal oleh bagian personalia yayasan.
Ada tiga kegiatan utama dalam manajemen karir, yaitu perencanaan, pelaksanaan/pengembangan karir, dan evaluasi. Di SMP Al Azhar Syifa budi Solo ketiga kegiatan manajemen karir bagi guru PAI juga sudah dilakukan, walaupun mungkin belumlah sempurna.
1. Perencanaan Karir guru PAI
Pada dasarnya kegiatan perencanaan pengembangan karir guru di SMP AL Azhar Syifa Budi tidak hanya dikhususkan untuk guru PAI, tetapi untuk semua guru mata pelajaran, dan untuk semua jenis atau golongan guru, baik itu guru honorer, guru kontrak, dan guru tetap yayasan (GTY). Tugas kepala sekolah dalam hal ini adalah membuat daftar atau list semua guru yang mengajar di SMP Al Azhar syifa budi Solo, dan mengidentifikasi siapa saja yang dapat diusulkan untuk perubahan status guru, atau kenaikan pangkat guru, dan juga sertifikaasi guru. Data-data tersebut sangat penting dan diperlukan untuk pengembangan karir guru.
101
Pengembangan karir guru pada dasarnya bukan semata-mata untuk kepentingan guru sendiri akan tetap juga untuk kepentingan sekolah. hal ini disebabkan, salah satu komponen penilaian akreditasi sekolah, status dan jabatan akademik guru menjadi salah satu indikator.
Kegiatan perencanaan pengembangan karir guru di sekolah merupakan tahapan yang sangat penting untuk dapat mengukur arah pengembangan karir guru di sekolah.
2. Pelaksanaan/pengembangan Karir guru PAI
Kegiatan kedua adalah pelaksanaan pengembangan karir guru. Pada dasarnya, karir utama seorang guru adalah karir akademik atau jabatan fungsional guru. Untuk mencapai jabatan fungsional guru yang empat (guru pertama, guru, muda, guru, madya, dan guru utama) diperlukan angka kredit melalui berbagai kegiatan, baik itu kegiatan pendidikan dan pengajaran, maupun pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan juga penilaian kinerja guru (PKG). ketiga unsur ini adalah inti dari pelaksnaan karir guru. Untuk dapat mencapai karir guru tersebut, seorang guru harus melakukan tiga kegiatan tersebut. Jadi inti dari pelaksanaan atau pengembangan karir guru adalah kegiatan KBM, PKB, dan PKG. SMP Al Azhar Syifa Budi telah melakukan ketiga kegiatan ini, walaupun mungkin tidak semulus dan sebaik di sekolah negeri.
102
Kegiatan yang terakhir adalah evaluasi. Kegiatan evalusi ini diperlukan untuk mengukur tercapai tidaknya pengembangan karir, termasuk karir guru PAI. Kegiatan evaluasi ini juga penting untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pengembangan karir guru di sekolah. apakah hambatan-hambatan itu dating dari kementrian, kebijakan atau peraturan, atau dari sekolah dan kebijakan sekolah, atau dari pihak guru itu sendiri. Dari hasil evaluasi ini kemudian dicari dan ditemukan solusi yang dapat menagatsi hambatan-hambatan tersebut.
103 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN