• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V................................................................................................................... 62

B. Saran-saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah di kemukakan diatas, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu:

1. Bagi pengasuh dan Instruktur

a. Bimbingan dan teguran adalah kunci dari keberhasilan penanaman pendidikan kewirausahaan. Sebaiknya hal ini perlu diintensifkan dan dijaga eksistensinya.

b. Keharmonisan hubungan antara Instruktur dan santri perlu dijaga dan ditingkatkan guna menciptakan pengkodisian lingkungan pesantren yang kondusif dalam pendidikan kewirausahaan.

2. Bagi pengajar/ustadz

a. Waktu yang dimiliki santri untuk lebih dioptimalkan agar mutu dan hasil belajar ilmu islam ataupun pendidikan kewirausahaan dapat dicapai dengan memuaskan.

b. Pendidikan kewirausahaan terkadang juga membuat santri kurang fokus dalam mempelajari ilmu agama. Sebaiknya santri lebih diingatkan secara intensif agar bisa membagi waktu antara berwirausaha dan mengaji

3. Bagi santri

a. Hendaknya lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya anatara mengaji ilmu agama untuk bekal dumia akhirat dan pendidikan kewirausahaan untuk bekal mencari nafkah dikemudian hari dan berusaha lebih memperbaiki diri dalam mengikuti setiap kegiatan di pondok pesantren.

b. Dalam melaksanakan semua kegiatan dipondok pesantren supaya lebih ikhlas.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Dibul Amda, R. M. (2020). Butir-Butir Nilai Pancasila Dalam Kajian Tafsir Mudhu’iy. Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, 5(2).

Arifin, HM. dan Hasbullah. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam, Jakarta: PT.

Raja Grafindo.

Ahyadi, A. G. (2021). Model Pendidikan Entrepreneurship Pada Era 4.0 Di Pondok Pesantren Api Tegalrejo Magelang. Penamas, 34(2), 297-300.

Alifuddin, M. (2013). Penguatan Kemandirian Santri Anak Jalanan Melalui Usaha Pembuantan Sapu Ijuk Berbasis Enterpreneurship di Pondok Pesantren Darul Muhlisin. Al Izzah, 8(1), 201-202.

Alwi, H. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III. Jakarta: Balai Pustaka.

Asrori, Karni, (2009). Etos Studi Kaum Santri, Wajah Baru Pendidikan Islam, Bandung : PT Mizan Pustaka.

Kementrian Agama RI, (2019). Al Qur'an dan Terjemahannya. Bandung: Syamil Qur'an

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Asmani, J. M. (2003). Dialektika Pesantren dengan Tuntutan Zaman. Jakarta:

Qirtas.

Brillyanes Sanawiri, M. I. (2018). Kewirausahaan. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Chotimah, C. (2014). Pendidikan Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Penelitian Sosial Keagamaan, 8(1), 116.

Dian Popi Oktari, A. K. (2019). Pendidikan Karakter Religius dan Mandiri di Pesantren. Pendidikan Ilmu Sosial, 28(1), 45-46.

Enny Widayati, H. Y. (2019). Pengembangan Kewirausahaan Dengan Menciptakan Wirausaha Baru Dan Mandiri. Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi, 6(2), 99.

Hasan, H. A. (2020). Pendidikan Kewirausahaan: Konsep, Karakteristik Dan Implikasi Dalam Memandirikan Generasi Muda. Kajian Islam Kontemporer, 11(01), 340-341.

Handari, HM Amin, 2004. Masa Depan Pesantren (Dalam Tantangan Modernitas Dan Tantangan Kompleksitas Global),Jakarta: IRD PRESS

Hasni. (2018). Urgensi Pendidikan Kewirausahaan Dalam Menghasilkan Wirausahawan Muda dari perguruan Tinggi. jurnal kewirausahaan, 17(2),

Hendro, 2011. Dasar Dasar Kewirausahaan, Jakarta: Erlangga.

Kompri. (2018). Manajemen dan kepemimpinan pondok pesantren. Jakarta:

Prenadamedia Group.

M. Mun’im, P. S. (2021). Strategi Membangun Kewirausahaan Santri Menggunakan Model Pendidikan Taxonomi Bloom. Bisnis dan Manajemen Islam, 09(01), 114.

Malawat, M. S. (2019). Kewirausahaan Pendidikan. Sleman: CV Budi Utama.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Muslim, I. (2000). Shahih Muslim. Arab Saudi: Daar As-Salam.

Nenden Maesaroh, Y. A. (2017). Tugas dan Fungsi Pesantren di era Modern.

jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 348-349.

Robikhah, A. S. (2018). Paradigma Pendidikan Pembebasan Paulo Freire Dalam Konteks Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Islam, 1(1), 3-4.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta CV.

Suid, A. S. (2017). Analisis Kemandirian Dalam Proses Pembelajaran. Pesona Dasar, 1(5), 7.

Suparlan, H. (2015). Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Sumbangannya Bagi Pendidikan Indonesia. Filsafat, 25(1), 59.

Suharyadi, A. N., Purwanto, S. K. and Maman, F. (2007) Kewirausahaan (Membangun usaha sukses sejak usia muda). Jakarta: Salemba Empat.

Triyo, S. (2009). Humanitas Spiritual dalam Pendidikan. Malang: UIN Malang Press.

Yuliana, E. (2017). Kewirausahaan Dalam Perspektif Islam. Ta’dib, 15(02), 33-34.

Ziemek, B. B. (2016). Pendidikan Islam Di Pesantren antara Tradisi Dan Tuntutan Perubahan. Muaddib, 06(01).

LAMPIRAN

PEDOMAN WAWANCARA

1. Deskripsi Pondok Pesantren Ar Rahim.

2. Tujuan diberikannya pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Ar Rahim.

3. Bagaimana pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Ar Rahim.

4. Kendala yang dihadapi dalam memberikan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Ar Rahim.

5. Solusi yang diberikan untuk menanggulangi setiap kendala yang dihadapi dalam memberikan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Ar Rahim.

6. Cara mengatur waktu santri dalam setiap kegiatan

7. Respon para santri dalam mengikuti pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Ar Rahim.

PEDOMAN OBSERVASI

Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di Pondok Pesantren Ar Rahim Sragen kulon.

PEDOMAN DOKUMENTASI 1. Profil pondok pesantren Ar Rahim Sragen kulon.

2. Foto pendidikan kewirausahaan di pondok pesantren Ar Rahim Sragen kulon.

FIELD NOTE

Kode: 01/Pengasuh/V/2022

Hari, tanggal : Sabtu, 24 Mei 2022 Waktu : Pukul 13.30 WIB Narasumber : KH M Yusuf Nur Lokasi : Aula

Peneliti : Di pondok ini pengajarnya banyak pak ?

KH M Yusuf Nur : Tidak mas, ada 3 orang yaitu mas Shofi Alhuda, sama mas Mushthofa dan termasuk saya sendiri.

Peneliti : Iya pak, Pengajar-pengajar itu semua tidur di pondok pak ? KH M Yusuf Nur : Tidak mas 2 orang itu, kalau saya hanya ke pondok di waktu

ngajar dan ada kepentingan saja mas.

Peneliti : Bagaimana pengangkatan pengajar disini pak ?

KH M Yusuf Nur : Pengajar disini dipilih dari pondok yang sudah jelas kualitasnya dan kebanyakan adik dari saya sendiri

Peneliti : Jumlah santri disini berapa pak ? KH M Yusuf Nur : Santri sekitar 13 anak mas

Peneliti : Iya pak, kebanyakan dari mana pak ?

KH M Yusuf Nur : kebanyakan dari sragen sendiri mas, tapi juga ada dari karanganyar 2 orang kalo tidak salah.

Peneliti : Kalau semua santri disini juga sekolah pak ?

KH M Yusuf Nur : Sekolah semua mas, kalau tidak mau sekolah pak yusuf suruh sekolah.disini santri ada yang yatim, yatim piatu dan tidak mampu, semua saya gratiskan mas.

Peneliti : Santrinya sekolah di jenjang apa saja pak ?

KH M Yusuf Nur : Kebanyakan MTs dan MA mas

Penliti : Semua santri tidur di pondok pak ?

KH M Yusuf Nur : Hanya 1 yang tidak, dani itu santri kalong, tidurnya dirumah tapi bangun tidur sampai malam di sini terus tapi kadang juga tidur disini mas.

FIELD NOTE

Kode: 02/Pengajar/V/2022

Hari, tanggal : Kamis, 26 Mei 2022 Waktu : Pukul 14.00 WIB Narasumber : Ustadz Musthofa Lokasi : Kamar Ustadz

Peneliti : Mohon maaf pak dari file yang bapak beri kemarin kegiatan santri hanya ada kegiatan harian, kalau kegiatan mingguan sama bulan yang rutin ada atau tidak pak ?

Ustadz Musthofa : Ada mas, Kegiatan mingguan biasanya malam Jumat sholawatan habis isya. Dan untuk kegiatan bulanan setiap minggu ke 3 hari sabtu pagi pengajian dengan masyarakat sekitar

Peneliti : Apa saja sarana dan prasarana yang ada disini pak ?

Ustadz Musthofa : Banyak mas, Mulai dari Aula, kamar pengajar ada 2 , Kamar santri ada 2, dapur, kamar mandi ada 3 dan tempat kewirausahaan mas.

FIELD NOTE

Kode: 03/Instruktur/V/2022

Hari, tanggal : Sabtu, 28 Mei 2022 Waktu : Pukul 16.00 WIB Narasumber : Gus Shofi Alhuda Lokasi : Aula

Peneliti : Apa yang menjadi alasan disini diadakan kegiatan kewirausahaan gus ?

Gus Shofi : Simple mas, karena saya ingin santri kalau keluar pondok itu santri sudah siap terjun ke masyarakat mas. Jadi santri tidak hanya belajar agama tapi juga belajar berwirausaha, dengan berwirausaha satri mandiri, ulet dan kreatif.

Gus shofi itu tidak ingin melihat alumni pesantren yang ekonominya tidak karuan mas, sekarang tidak pantas kalau imam masjid, khatib, atau guru madrasah yang sebagian besar “Jebolan”

Pondok lemah dalam hal ekonomi. Itu sebabnya disini ada pendidikan kewirausahaan mas.

Peneliti : Bagaimana metode/model pendidikan kewirausahaan yang digunakan disini gus ? apakah langsung praktek gus ?

Gus Shofi : Iya mas, tidak ada pembelajaran khusus dikelas. Hanya penjelasan umum sebelum praktek. Nanti waktu praktek langsung dibimbing dan juga ketika ada masalah atau kendala santri diajari cara penanggulangannya mas

Gus shofi : Memberikan ilmu kepada santri yang bisa digunakan ketika menghadapi masa depan. Mempersiapkan mental santri, , agar siap saat terjun di masyarakat, karena kehidupan sebenarnya lebih sulit dan lebih banyak tantangan dan rintangan. Serta menghilangkan pandangan masyarakat yang menilai bahwa lulusan pondok pesantren hanya bisa mengaji

Peneliti : Yang menjadi pusat tertinggi dari pendidikan kewirausahaan ini siapa gus ?

Gus Shofi : Saya sendiri mas yang mempunyai kewenangan sama KH M Yusuf beliau juga sebagai pengawas, tapi ada juga orang yang saya amanati mas dalam setiap bidang kewirausahaan.

Peneliti : Disini ada kegiatan kewirausahaan apa saja gus ?

Gus Shofi : Ada servise laptop, ternak jangkrik sama jualan pakaian mas Peneliti : Siapa saja gus yang diamanahi bertanggung jawab kegiatan ? Gus Shofi : Bidang teknologi service laptop saya sendiri yang bertanggung

jawab karna dari dulu saya berkecimpung disitu, budidaya jangkrik ada pak sri yang sudah ahli dan penjualan pakaian ada pak Sobyan karna dulu beliau pernah menjadi pengurus lembaga ekonomi PCNU Sragen bersama pak Agung BH.

Peneliti : Kalau yang mengawasi kegiatannya siapa saja gus ?

Gus Shofi : Santri yang bertugas, pengajar dan KH M Yusuf terkadang.

Peneliti : Bagaimana langkah santri jika terjadi masalah-masalah gus ? Gus Shofi : ya kalau ada masalah biasanya santri melapor kepada Instruktur

bidang kewirausahaannya atau langsung ke saya

Peneliti : Kapan evaluasi dilakukan gus?

Gus Shofi : Kalau evaluasi itu bisa sewaktu-waktu mas supaya kegiatan bertambah maju.

Peneliti : berjalannya waktu, apa hambatan yang terjadi pada kegiatan kewirausaahan di pondok pesantren ini gus lalu solusi apa yang hendak di berikan ?

Gus shofi : dalam kegiatan bisa kurangnya instruktur ahli mas, kurangnya motivasi santri. Sama ini mas kalo solusi, pondok pesantren mau menerapkan penambahan instruktur dan sekaligus pemetaan kegiatannya agar terencana mas dan penambahan motivasi dengan berbagai cara kaya cerita orang muslim yang sukses

FIELD NOTE

Kode: 04/Instruktur/VI/2022

Hari, tanggal : Rabu, 1 Juni 2022 Waktu : Pukul 13.30 WIB Narasumber : Gus Shofi

Lokasi : Kamar Pengajar

Peneliti : Apa saja yang dilakukan santri gus di bidang teknologi ?

Gus Shofi : Santri di ajari mengenai seluk beluk perangkat elektronik laptop.

Khususnya service laptop mas.

Peneliti : Dalam service laptop apa saja yang diajarkan gus ?

Gus shofi : Semuanya mas, mulai santri di kenalkan perangkat lunak (software) seperti pengoperasian aplikasi seperti antivirus, MS word Excel powerpoint dan aplikasi lainnya. maupun perangkat keras (hardware) seperti keyboard, mouse, baterai, display layar, loudspeaker. Sampai cara membedah dan membongkar pasang sekaligus juga memilah-milah komponen yang masih baik serta perbaikan/pengantian komponen-komponen laptop yang rusak seperti keyboard, display monitor yang mati, laptop mati total.

Peneliti : Apa saja yang menjadi faktor pendukung keberhasilan pendidikan kewirausahaan di sini gus ?

Gus Shofi : Kalau mengenai faktor pendukung itu ketersediaan fasilitas atau sarana dan prasarana mas juga antusias santri dalam mengikuti kewirausahaan serta kedisiplinan dan pengawasan yang baik dari setiap elemen di pondok mas

Peneliti : Kalau untuk faktor penghambatnya apa saja Gus ?

Gus Shofi : Ya timbulnya perasaan jenuh atau malas yang kadang-kadang timbul pada santri dikarenakan masalah pribadi atau hal lain di saat bekerja serta musim libur yang lama yang menjadikan sebagian besar bidang kewirausahaan diurus oleh Instruktur sendiri.

FIELD NOTE

Kode: 05/Santri/VI/2022

Hari, tanggal : Sabtu, 1 Juni 2022 Waktu : Pukul 09.30 WIB Narasumber : Dani

Lokasi : Belakang dapur

Peneliti : Habis kerja bakti mas ?

Dani : Iya mas

Peneliti : Kerja bakti apa mas ?

Dani : Bersihin sampah sama rumput halaman pondok mas, ada apa ya ? Peneliti : Bagaimana tanggapanmu diadakannya kegiatan kewirausahaan disini

mas ?

Dani : Ya bagus mas, seneng buat ngisi kegiatan mas.

FIELD NOTE

Kode: 06/Instruktur/VI/2022

Hari, tanggal : Jumat, 3 Juni 2022 Waktu : Pukul 13.30 WIB Narasumber : Bapak Sri

Lokasi : Tempat budidaya Jangkrik

Peneliti : Apa saja yang di pelajari santri dalam budidaya jangkrik ini pak

?

Bapak Sri : Santri diajak bersama-sama membuat kandang, mulai dari memotong bambu memasang triplek sampai kandang selesai.

setelah itu santri jelaskan cara menentukan tempat yang baik untuk jangkrik. Santri juga diajari cara memilih bibit jangkrik yang baik dan pemberian makan yang tepat mulai dari takaran dan macam pakan yang diberikan kepada jangkrik. Santri juga diajak untuk selalu membersihkan kandang jangkrik dari sisa-sisa pakan yang telah lalu

Peneliti : Apakah semua jangkrik di jual pak ?

Bapak Sri :Iya mas, santri juga di ajak untuk menjual biasannya pemasarannya warga sekitar yang mempunyai burung peliharaan dan budidaya ikan, tapi mas waktu dulu sempet mau di gunakan untuk kuliner tapi masih jadi wacana mas.

FIELD NOTE

Kode: 06/Instruktur/VI/2022

Hari, tanggal : Minggu, 5 Juni 2022 Waktu : Pukul 14.00 WIB Narasumber : Bapak Sobyan

Lokasi : Tempat pengemasan barang

Peneliti : Apakah anda yang bertanggung jawab dalam bidang fasion penjualan pak ?

Bapak Sobyan : Iya mas, Kebetulan Gus shofi meminta saya untuk mengurusi penjualan.

Peneliti : Apa yang di pelajari santri dalam penjualan pakaian ini pak ? Bapak Sobyan : karna pakaiannya telah di stok oleh pak agung BH mas,

kebanyakan adalah pakaian dalam, santri diajak untuk membuat akun penjualan di platform media sosial dan pengoprasiannya.

Setelah itu santri di ajarkan cara menjual barang tanpa modal sedikitpun dengan memperbanyak posting sekaligus di ajak untuk mem packing/membungkus barang yang baik mas.

Peneliti : Mekanisme penjualannya bagaimana pak ?

Bapak Sobyan : Kita perjualankan di ranah nasional mas, kita perluas kan postingan.

FIELD NOTE

Kode: 07/Santri/VI/2022

Hari, tanggal : Minggu, 5 Juni 2022 Waktu : Pukul 17.00 WIB Narasumber : Yuda

Lokasi : Kamar Santri

Peneliti : Lagi apa mas ?

Yuda : Habis bantu-bantu dapur mas.

Peneliti : Ikut kegiatan kewirausahaan apa mas ? Yuda : Jualan pakaian Online mas

Peneliti : Bagaimana perasaannya ikut membantu jualan pakaian mas ? Yuda : Bagus mas, karena kita belajar bekerja mas, nanti kalau sudah lulus

bisa meneruskan penjualan pakaian itu mas karna santri disuruh juga untuk membuat akun media sosial untuk penjualan mas, sama biar banyak pengalaman juga mas

FIELD NOTE

Kode: 08/Santri/VI/2022

Hari, tanggal : Minggu, 5 Juni 2022 Waktu : Pukul 17.30 WIB Narasumber : Maulana

Lokasi : Depan aula

Peneliti : Habis pengiriman barang mas ? Maulana : Iya mas

Peneliti : Bagaimana tanggapanmu diadakannya kegiatan kewirausahaan dipondok ini mas ?

Maulana : Ya bagus sih mas,tapi kalau hari sabtu dan minggu sebenarnya agak keberatan mas, kadang juga pengen main sama temen-temen sekolah mas.

PENGASUH K.H M Yusuf Nur Hasan

BENDAHARA M Sulaiman S.E

SEKRETARIS M Shofi Alhuda S.H

S.Ag

BIDANG KEGIATAN

M AbdulqodirAljudiyy BIDANG PENDIDIKAN

Mushthofa Arwani Lc

PENASEHAT 1. Khoirul Faizin 2. Puji Santoso 3. Bandi

BIDANG HUMAS &

DAKWAH

Ghofirin Ahmad

STRUKTUR PENGURUS PONDOK PESANTREN AR RAHIM SRAGEN KULON, SRAGEN

PENGASUH K.H M Yusuf Nur Hasan

BENDAHARA M Sulaiman S.E

SEKRETARIS M Shofi Alhuda S.H

S.Ag

BIDANG KEGIATAN

M AbdulqodirAljudiyy BIDANG PENDIDIKAN

Mushthofa Arwani Lc

PENASEHAT 1. Khoirul Faizin 2. Puji Santoso 3. Bandi

BIDANG HUMAS &

DAKWAH

Ghofirin Ahmad

STRUKTUR PENGURUS PONDOK PESANTREN AR RAHIM SRAGEN KULON, SRAGEN

PENGASUH K.H M Yusuf Nur Hasan

BENDAHARA M Sulaiman S.E

SEKRETARIS M Shofi Alhuda S.H

S.Ag

BIDANG KEGIATAN

M AbdulqodirAljudiyy BIDANG PENDIDIKAN

Mushthofa Arwani Lc

PENASEHAT 1. Khoirul Faizin 2. Puji Santoso 3. Bandi

BIDANG HUMAS &

DAKWAH

Ghofirin Ahmad

STRUKTUR PENGURUS PONDOK PESANTREN AR RAHIM SRAGEN KULON, SRAGEN

GAMBAR

Gambar 1

Pondok Pesantren Ar Rahim

Gambar 2

Tempat Pengemasan Barang Jualan

Gambar 3

Tempat Service laptop

Gambar 4

Tempat budidaya jangkrik

Dokumen terkait