BAB III METODE PENELITIAN
D. Interpretasi Data
Pengolahan data mengenai korelasi antara metode diskusi dengan tingkat keberhasilan mahasiswa diperoleh “r” hitung sebesar – 0,272 . Jadi secara kasar atau sederhana dapat ditarik kesimpulan bahwa angka – 0,272 menunjukan bahwa tidak ada korelasi, setelah penulis mencocokan dengan standar angka
product moment pada bab III dengan kriteri 0 tidak ada korelasi.
Sedangkan setelah mendapat “r” hitung sebesar – 0,272, maka nilai “r”
hitung tersebut dikonsultasikan dengan “r” tabel product moment. Kemudian interpretasi dengan menggunakan tabel nilai “r” : df = N-nr, yaitu 28-2 = 26. Dengan memeriksa tabel nilai “r” product moment ternyata dengan df sebesar 26 pada taraf signifikansi 5% diperoleh “r” tabel = 0,374 dan pada taraf signifikansi 1% “r” tabel sebesar 0,478. Karena “r” tabel lebih besar dari r hitung, baik itu pada taraf signifikansi 5% (-0, 272<0,-374) maupun pada taraf signifikansi 1% (-0,272<0,478), maka Hipotesis nihil diterima dan Hipotesis
alternatif ditolak. Ini berarti tidak ada korelasi yang signifikan antara efektivitas metode diskusi dengan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
72
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah menjelaskan bab demi bab sebelumnya, tentang efektivitas metode diskusi dalam proses pembelajaran Fiqih Mawaris di Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka penulis menyimpulkan bahwa efektifitas metode dalam proses pembelajaran Fiqih Mawaris di Jurusan Pendidikan Agama Islam termasuk dalam kategori efektif. Hal ini dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek proses dan juga hasil.
1. Proses pebelajaran Fiqih Mawaris dengan menggunakan metode diskusi berjalan efektif. Hal ini dapat dihat dari hasil anggket yang menunjukan bahwa pembelajaran Fiqih Mawaris dengan menggunaan metode diskusi berlangsung menyenangkan, kesiapan mahasiswa menggunakan metode diskusi, kesesuaian dengan tujuan perkuliahan, yaitu pemecahan masalah, diskusi berjalan demokratis, kesiapan dosen menyajikan perkuliahan dengan metode diskusi, dosen memperhatikan jalannya diskusi agar diskusi berjalan efektif, diskusi berlangsung hidup, setelah pelaksaan diskusi pemikiran mahasiswa menjadi kritis, pemehaman mahasiswa tentang Fiqih Mawaris setelah diskusi menjadi lebih mendalam, metode diskusi memperluas pemahaman mahasiswa tentang Fiqih Mawaris, kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan dosen Fiqih mawaris yang menggunakan metode diskusi, kepuasan mahsiswa terhadap kesiapan para penyaji diskusi, kepuasan mahasiswa
73
terhadap hasil perkuliahan Fiqih Mawaris dengan menggunakan metode diskusi, mahasiswa sangat tidak setuju jika metode diskusi dalam perkuliahan Fiqih Mawaris ditiadakan.
2. Keberhasilan metode diskusi dalam pembelajaran Fiqih Mawaris di Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hasilnya memuaskan. Ini dapat dilihat dari nilai rata-rata responden pada mata kuliah ini yang mencapai 81,03.
B. Saran
Berdasarkan angket yang telah diajukan kepada responden tentang efektivitas metode diskusi dalam pembelajaran Fiqih Mawaris, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan agar pelaksanaan diskusi berjalan lebih efektif lagi: 1. Dosen hendaknya mewajibkan mahasiswa untuk membuat resume pada setiap
materi/pembahasan pada setiap pertemuan, agar mahasiswa lebih memperhatikan jalannya diskusi dan mencatat hal-hal penting dari hasil diskusi.
2. Dosen hendak menyarankan mahasiswa untuk mengkaji pustaka yang berkaitan dengan materi/pembahasan sebelum diskusi dilaksanakan.
3. Pihak Universitas hendaknya membagi ke dalam kelompok dengan jumlah yang lebih ideal berhubung jenis diskusi yang digunakan adalah diskusi kelas. Karena semakin banyak jumlah mahasiswa di dalam kelas, semakin kurang efektif jalannya diskusi.
4. Mengingat Fiqih Mawaris merupakan ilmu yang memiliki karakter khusus bila dibandingkan dengan ilmu fiqih lainnya, alangkah baiknya bila mata kuliah Fiqih Mawaris dipelajari satu semester penuh tampa digabung menjadi Fiqih Munakahat yang disatukan menjadi Fiqih II. Dengan begitu, ilmu yang didapat oleh mahasiswa akan lebih mendalam.
‘Abdul Azhim bin ‘Abdul Qowi Zakiyyudin al-MunDziri, Al-Hafid, Ringkasan Shahih Muslim, Terj. Ringkasan Hadits Shahih Bukhariy oleh Imam al-Mundziri, (Jakarta: Pustaka Amani), cet. II.
Abu Bakar, Alyasa, Ahli waris Sepertalian Darah, (Jakarta: Inis, 1998).
Ali Hidayat, Budi, Memahami Dasar-Dasar Ilmu Fara’id , (Bandung: Titian ilmu, 2009).
Ali Hidayat, Budi, Memahami Dasar-Dasar Ilmu Fara’id , (Bandung: Titian ilmu, 2009).
Al-Rasyid dan Samsul Nizar, Filsafat Pendndikan Islam “Pendekatan historis,
teoritis, dan Praktis”, (Ciputat: PT. Ciputat Press 2005).
Arief, Armai, Pengantar Ilmu Dan metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat pers, 2002).
Ash-Siddieqy, Hasbi, Fiqhul Mawarits, (Jakarta: Bulan Bintang. 1973).
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2005), cet. III.
http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/index.php/profil/profil-fakultas.html.
http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/index.php/profil/sejarah-fakultas.html.
http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/index.php/profil/visi-a-misi.html. http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/index.php/staf-dosen.html.
Komite Fakultas Syariah Univesitas Al-Azhar, Mesir, Hukum Waris, (Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2004).
Lampiran Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003,Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
LampiranPeraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2004, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
M. Echol, Jhon dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (PT. Gramedia: Jakarta, 2005), Cet. XXVI.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru), (Bandung: Pt. Remaja Rosda Karya, 2011), Cet. XI. Majid, Abdul, PerencanaanPembelajaran, MengembangkanStandarKompetensi
Guru, (Bandung: PT. Rosdakarya, 2012), cet. IX.
Masitoh, Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama), cet. I.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Balai Pustaka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan), cet. X.
Rofiq, Ahmad, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada). Sabiq, Sayyid, Fiqih Sunnah, Jilid XIV, (Bandung: PT. Al-Ma’arif ).
Sanjaya,Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan, (Bandung, Kencana Prenada Media Group, 2012), cet. XII.
Shihab, M. Quraish, Tafsir al-Misbah (Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran),
(Ciputat: Lentera Hati, 2000), cet. I.
Sudijono, Anas, PengantarStatistikPendidikan,(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), cet. XXI.
Sumarno, Muljanto, Pengajaran Bahasa Asing, (Jakarta: Bulan Bintang, 2000), cet. I.
Sumati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung: CV Wahana Priama, 2008), cet. II.
Thaha Abul Ela Khalifah, Muhammad, Hukum Waris: Pembagian Warisan Berdasarkan Syariat Islam, (Solo: PT. Tiga Serangkai Pusaka Mandiri. 2007).
No Indikator No. Item Jumlah
Butir
1.
2.
3.
Frekuensi peggunaan metode
diskusi
Efektivitas proses berjalannya
diskusi di kelas
Efektivitas hasil belajar dengan
menggunakan metode diskusi
1
2, 3, 5, 6, 7,
8, 9, 11,
12,14,16,
17,18
4, 10, 13,
15,19,20
1
13
6
Jumlah 20
A.Petunjuk Pengisian Angket
1. Pilihlah salah satu jawaban yang dapat mewakili diri anda. Dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban a, b, c, atau d.
2. Jawaban harus sesuai dengan diri anda dan jangan terpengaruh oleh jawaban orang lain. B.Identitas Responden 1. Nama : ………. 2. NIM : ………. 3. Semester : ………. 4. Kelas : ……….
1. Proses pembelajaran Fiqih Mawaris dikelas anda menggunakan metode diskusi. a. Selalu
b.Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
2. Proses pembelajaran Fiqih Mawaris menggunakan metode diskusi. a. Sangat menyenangkan
b. Menyenangkan
c. Kurang menyenangkan d. Tidak menyenangkan
3. Saya siap menggunakan metode diskusi pada pembelajaran mata kuliah fiqih mawaris. a. Sangat siap
b. Siap
c. Kurang siap d. Tidak siap
4. Pembelajaran mata kuliah Fiqih Mawaris yang menggunakan metode diskusi sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, yaitu pemecahan masalah.
a. Sangat sesuai b. Sesuai
c. Kurang sesuai d. Tidak sesuai
5. Pelaksanaan diskusi pada pembelajaran mata kuliah Fiqih Mawaris berjalan demokratis. a. Sangat demokratis
b. Demokratis
c. Kurang demokratis d. Tidak demokratis
7. Dosen memperhatikan proses berjalannya diskusi. a. Sangat memperhatikan
b. Memperhatikan
c. Kurang memperhatikan d. Tidak memperhatikan
8. Pelaksanaan diskusi pada mata kuliah Fiqih Mawaris di kelas anda. a. Sangat hidup
b. Hidup
c. Kurang hidup d. Tidak hidup
9. Sebelum metode diskusi dilaksanakan saya telah membaca buku tentang masalah yang akan di diskusikan.
a. Selalu b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
10. Setelah menggunakan metode diskusi saya dapat berpikir kritis. a. Sangat kritis
b. Kritis
c. Kurang kritis d. Tidak kritis
11. Dalam pelaksanaan diskusi pada mata kuliah Fiqih Mawaris saya aktif berdiskusi. a. Sangat aktif
b. Aktif
c. Kurang aktif d. Tidak aktif
12. Saya mencatat hal-hal yang dianggap penting dari hasil diskusi. a. Selalu
b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
13. Setelah pelaksanaan diskusi, pengetahuan saya tentang Fiqih Mawaris semakin mendalam.
a. Sangat mendalam b. Mendalam
c. Kurang mendalam d. Tidak mendalam
14. Dalam pelaksanaan diskusi pada mata kuliah Fiqih Mawaris, saya mengemukakan pendapat.
a. Selalu b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
15. Metode diskusi membuat wawasan saya menjadi luas. a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setju d. Tidak setuju
16. Saya puas dengan pelayanan dosen mata kuliah fiqih mawaris dalam diskusi.
18. Metode diskusi dilaksanakan dengan jumlah mahasiswa yang berjumlah banyak. a. Sangat baik
b. Baik
c. Kurang baik d. Tidak baik
19. Proses perkuliahan dengan menggunakan metode diskusi hasilnya memuaskan. a. Sangat memuaskan
b. Memuaskan
c. Kurang memuaskan d. Tidak memuaskan
20. Saya setuju jika metode diskusi pada mata kuliah fiqih mawaris ditiadakan. a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
Hidayatullah Jakarta” yang disusun oleh Solehudin NIM 109011000255 Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah disetujui Kebenarannya oleh dosen pembimbing skripsi pada hari ini.
Referensi Bab I
No Referensi Paraf
1. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2004,
tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, h.16-17. 2. Lampiran Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, h. 3
3. Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, Bandung: PT. Rosdakarya, 2012. Cet. IX, h. 135. 4. Sumati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung: CV Wahana Priama,
2008), Cet. II, h. xii.
5. Ghufran Ihsan, Dosen Tarbiyah UIN Jakarta, Wawancara Pribadi, tentang yang tepat untuk pembelajaran Fiqih Mawaris di Perguruan Tinggi, September 2014.
Referensi Bab II
No Referensi Paraf
1. Armai Arief, Pengantar Ilmu Dan metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat pers, 2002), h. 41.
2. Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru), (Bandung: Pt. Remaja Rosda Karya, 2011), Cet. XI, h. 136.
3. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Pusat Bahasa, 2005), Cet. III, h. 740.
4. Muljanto Sumarno, Pengajaran Bahasa Asing, (Jakarta: Bulan Bintang, 2000), Cet. I, h. 12.
5. Al-Rasyid dan Samsul Nizar, Filsafat Pendndikan Islam “Pendekatan
historis, teoritis, dan Praktis”, (Ciputat: PT. Ciputat Press 2005), h. 65.
8. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan,
(Bandung, Kencana Prenada Media Group, 2012), Cet. XII, h. 154. 9. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan,
(Bandung, Kencana Prenada Media Group, 2012), Cet. XII, h. 156. 10. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan,
(Bandung, Kencana Prenada Media Group, 2012), Cet. XII, h. 156. 11. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan,
(Bandung, Kencana Prenada Media Group, 2012), Cet. XII, h. 157. 12. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan,
(Bandung, Kencana Prenada Media Group, 2012), Cet. XII, h. 158-159.
13. Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung:CV Wacana Prima, 2008), Cet. II, h. 38.
14. Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama), Cet. I, h. 3.
15. Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama), Cet. I, h. 7.
16. Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama), Cet. I, h. 7.
17. Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama), Cet. I, h. 8.
18. Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung:CV Wacana Prima, 2008), Cet. II, h. 144.
19. Ali Parman, Kewaisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada1995), h. 23.
02. Ali Parman, Kewaisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada1995), h. 30.
21. Ali Parman, Kewaisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada1995), h. 31.
22. Ali Parman, Kewaisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada1995), h. 33.
23. Moh. Muhibbin, Abdul Wahid, Hukum Kewarisan Islam Sebagai Pembaharuan Hukum Positif di Indonesia (Jakarta: Sinar Grafika), Cet. II, h. 12.
24. M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah (Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran), (Ciputat: Lentera Hati, 2000), Cet. I, h. 343.
al-Quran), (Ciputat: Lentera Hati, 2000), Cet. I, h. 655.
28. Al-Hafid ‘Abdul Azhim bin ‘Abdul Qowi Zakiyyudin al-MunDziri,
Ringkasan Hadits Shahih Bukhariy, Terj. dari Mukhtashar Shahih Bukhari oleh Imam al-Mundziri, (Jakarta: Pustaka Amani) Cet. II, h. 1035.
29. Al-Hafid ‘Abdul Azhim bin ‘Abdul Qowi Zakiyyudin al-MunDziri,
Ringkasan Shahih Muslim, Terj. Ringkasan Hadits Shahih Muslim oleh Imam al-Mundziri, (Jakarta: Pustaka Amani) Cet. II, h. 545.
30. Ali Parma, Kewarisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.1995), h. 62.
31. Ali Parma, Kewarisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.1995), h. 65.
32. Komite Fakultas Syariah Univesitas Al-Azhar, Mesir, Hukum Waris, (Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2004), h. 338.
33. Ali Parma, Kewarisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.1995), h. 68.
34. Budi Ali Hidayat, Memahami Dasar-Dasar Ilmu Fara’id , (Bandung: Titian ilmu, 2009). h. 20.
35. Al-Hafid ‘Abdul Azhim bin ‘Abdul Qowi Zakiyyudin al-MunDziri,
Ringkasan Shahih Muslim, Terj. Ringkasan Hadits Shahih Bukhariy
oleh Imam al-Mundziri, (Jakarta: Pustaka Amani) Cet. II, h. 545. 36. Ali Parma, Kewarisan Dalam Al-Quran: Suatu Kajian Hukum Dengan
Pendekatan Tafsir Tematik, (Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.1995), h.51.
37. Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Shahih Sunan Tirmidzi, Terj.
Seleksi Hadits Shahih dari Kitab Sunan Tirmidzi oleh Fachrurrazi, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006), Cet. I, h. 635.
38. Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, Jilid XIV, (Bandung: PT. Al-Ma’arif ), h. 239.
39. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 42.
40. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 43.
41. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 33.
42. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 33.
36.
46. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 39.
47. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 38.
48. Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), h. 45.
49. Alyasa Abu Bakar. Ahli waris Sepertalian Darah, (Jakarta: Inis, 1998), h. 252.
50. Hasbi Ash-Siddieqy. Fiqhul Mawarits, (Jakarta: Bulan Bintang. 1973). h. 142.
51. Hasbi Ash-Siddieqy. Fiqhul Mawarits, (Jakarta: Bulan Bintang. 1973). h. 147.
52. Hasbi Ash-Siddieqy. Fiqhul Mawarits, (Jakarta: Bulan Bintang. 1973). h. 153.
53. Muhammad Thaha Abul Ela Khalifah, Hukum Waris: Pembagian Warisan Berdasarkan Syariat Islam, (Solo: PT. Tiga Serangkai Pusaka Mandiri. 2007), h. 541.
54. Budi Ali Hidayat, Memahami Dasar-Dasar Ilmu Fara’id , (Bandung: Titian ilmu, 2009), h.61.
Referensi Bab III
No. Referensi Paraf
1. Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), Cet. XXI, h. 36.
2. Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), Cet. XXI, h. 217.
Referensi Bab IV
No. Referensi Paraf
1. http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/index.php/profil/sejarah-fakultas.html, pada tanggal 19 Mater 2015 pukul 10.18
2. http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/index.php/profil/visi-a-misi.html, pada tanggal 19 Mater 2015 pukul 10.20
Jakarta, 4 April 2015 Dosen Pembimbing,
Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.Ag. NIP. 196703382000031001