• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Inventarisasi Makanan Tradisional Toba Samosir

Masakan Toba mengalami stigma yang sama dengan masakan Bali dan Manado. Banyak yang menduga bahwa masakan dari ketiga daerah itu selalu mengandung bahan-bahan yang tidak halal. Padahal, bila mengenalinya dengan baik, ketiga daerah itu memiliki kekayaan kuliner yang sangat kaya dengan makanan-makanan yang dapat disajikan secara halal (Silaban, 2006)

Jenis-jenis makanan tradisional di kabupaten Toba Samosir adalah tidak jauh berbeda dengan jenis makanan tradisional yang ada di daerah Tapanuli Utara, sebab mayoritas penduduk adalah sama dengan mayoritas penduduk di Toba Samosir yaitu Batak Toba.

Jeruk sundai, asam gelugur, dan andaliman adalah bumbu-bumbu khas yang banyak hadir dalam masakan Toba. Orang Batak juga suka memakai kucai dalam masakan mereka, seperti tampak hadir dalam ikan arsik, naniura, natinombur, dali ni horbo, dan lain-lain. Untuk menciptakan keasamannya dipakai jeruk sundai dan asam gelugur (Garcinia atrovridis). Untuk kepedasan yang khas, selain cabai dipakai juga andaliman (Zanthoxylum piperitum, juga sering disebut

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

Andaliman merupakan rempah-rempah khas dari Sumatera Utara (rempah-rempah yang hanya tumbuh di tanah Batak), sebagai bumbu penyedap masakan untuk memberikan rasa pedas yang khas (di lidah seperti ”menyengat” dan menggetarkan), buahnya bulat kecil-kecil berwarna hijau (berwarna hitam setelah kering dijemur). Kunci makanan khas Batak itu ada di andaliman. Tanpa andaliman, misalnya : sangsang, panggang, arsik, natimombur, na niura dan lainnya pasti hambar rasanya. Khasnya ada di andaliman, karena rasanya menggetarkan lidah. Buah andaliman, kaya vitamin C dan E guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Asam gelugur sebenarnya adalah tanaman serbaguna yang perlu dipopulerkan kembali karena semakin jarang adanya. Sebagai elemen penghijauan, pohonnya sangat cantik. Di Malaysia, tanaman asam gelugur disebut “Si Pohon Indah dari Semenanjung”. Buahnya dapat dipakai sebagai bumbu masak, selai, sirup, dan manisan. Rasa asamnya khas dan beda dari asam jawa atau tamarind (Sihotang, 2008).

Gambar 2. Buah Andaliman. Andaliman yang berwarna hitam setelah dijemur.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

5.1.1. Pangan Hewani.

Terdapat beberapa jenis pangan hewani yang menjadi makanan tradisional khas Toba Samosir, yaitu na tinombur, na niura, ikan arsik, dan dali ni horbo. Pada dasarnya resep masakan ini banyak menghindari penggunaan minyak goreng dalam pengolahannya. Berikut jenis-jenis makanan tradisional Toba Samosir :

a. Na Tinombur.

Arti harafiahnya: yang di-tombur. Ikan yang dijadikan natinombur dapat dari ikan apa saja, misalnya: ikan mujair, ikan mas, ikan lele, dan sebagainya. Ikannya bisa digoreng, bisa pula dibakar - tergantung kesukaan masing-masing. Tombur-nya adalah sambal atau bumbu yang dilumurkan di atasnya.

Jika ikan natinombur dibuat dari ikan lele maka sekilas tampak seperti lele penyet Madiun. Nyata sekali kesamaan bahan dasar sambalnya yang sama-sama dibuat dari kemiri. Kualitas sambal tombur memiliki citarasa yang complicated. Secara umum sambal tombur ini memang mirip dengan bumbu naniura. Tetapi, natinombur tidak semasam naniura. Ada rasa tajam-pedas yang mencuat dari natinombur, menandakan penggunaan andaliman dalam jumlah yang cukup banyak.. Bahan untuk membuat tombur sangatlah rumit, seperti tercermin pada citarasanya. Untuk menciptakan keasamannya dipakai jeruk sundai dan asam

Gambar 3. Daun Andaliman. Rempah-rempah yang

menjadi khas dalam masakan Batak Toba

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

gelugur (Garcinia atrovridis). Untuk kepedasan, selain cabe dipakai juga andaliman (Zanthoxylum piperitum, juga sering disebut Szechuan peppercorn). Bumbu-bumbu tombur lain adalah sereh, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dll.

Gambar 4. Na Tinombur

b. Na niura

Hidangan ini biasanya dibuat dari ikan mas. Keunikan dari makanan tradisional ini adalah na niura tidak dimasak. Ikan mas utuh, atau dipotong-potong bila besar. Direndam selama semalam dalam bumbu-bumbu yang terutama terdiri atas asam jumba. Rendaman asam jumba itulah yang secara kimiawi membuat ikan mentah itu tidak terasa amis dan alot seperti layaknya ikan mentah. Hampir setiap rumah mempunyai resep naniura sendiri, sehingga cukup sulit mencari standar baku naniura. Berikut tabel resep na niura:

Tabel 3. Resep na niura

No. Bahan dan bumbu Takaran

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

2. Cabai 1 ons

3. Bawang merah 1 ons

4. Bawang putih 1 ons

5. Kemiri 2 biji

6. Andaliman 2 sdm

7. Kunyit 1 sdm

9. Air perasan asam jumba 10 buah

10. Garam 1 ½ sdm

Cara membuat:

1. Ikan dibersihkan terlebih dahulu dengan membuang seluruh bagian dalam ikan dan ikan digurat untuk membuang sisiknya. Kemudian ikan dibelah dari kepala hingga ekor lalu duri ikan dibuang.

2. Ikan diasami dan dibiarkan ± 3 jam (sampai ikan setengah matang).

3. bawang merah, bawang putih, kemiri, digongseng kemudian digiling halus. cabai, kunyit, dan andaliman digiling halus. Diberi garam dan dicampur dengan ikan dan dibiarkan 2 jam hingga akhirnya ikan benar-benar matang. 4. Siap untuk disajikan.

c. Ikan arsik

Ikan arsik adalah suatu bentuk makanan khas dari masyarakat Batak, yang juga adalah bagian dari upacara adat Batak. Ada sedikit perbedaan antara arsik Karo dan Tobasa. Biasanya arsik Karo lebih kering, sedangkan arsik Toba lebih berkuah dan encer. Jenis bumbunya pun sedikit berbeda. Kebanyakan arsik dibuat dari ikan mas, direbus atau dikukus dalam kuah bumbu kuning.

Masyarakat Batak biasanya memasak ikan ini tanpa dibersihkan sisiknya. Ikan dilumuri bumbu dulu kemudian diungkep sampai matang. Setelah matang

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

pun, tidak boleh dibuka supaya keharumannya tetap terjaga. Bahkan akan lebih enak lagi kalau dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar. Memasaknya cukup lama sampai-sampai tulang ikan pun hancur hingga bisa dimakan. Berikut resep membuat ikan mas arsik:

Tabel 4. Resep Ikan Mas Arsik

No. Bahan dan bumbu Takaran

1. Ikan mas/gabus 1 kg

2. Sereh 2 batang

3. Daun salam 2 lembar

4. Kunyit 1 sdm 5. Jahe 1 sdm 6. Andaliman 1 sdt 7. Kemiri 2 butir 8. Bawang merah 1 sdm 9. Bawang putih 1 sdm

10. Asam glugur 1 lembar

11. Cabai merah 1 sdm

12. Buah kecombrang 5 buah

13. Lengkuas 1 ons

14. Kucai 2 ons

Cara membuat:

1. Ikan dibalur dengan semua bumbu yang telah dihaluskan cabe merah, kunyit, jahe, kemiri, andaliman, bawang merah, bawang putih, garam, daun salam. Lengkuas, sereh dan buah kecombrang dimemarkan.

2. Letakkan di wajan/kuali berisi air ± 800 cc dan diamkan selama ± 30 menit. 3. ikan matang, diangkat an disajikan.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

Gambar 5. Ikan arsik

d. Dali ni horbo

Dali ni horbo atau susu kerbau merupakan produk olahan susu fermentasi tradisional yang berpotensi sebagai pangan probiotik. Dali merupakan produk susu fermentasi tradisional seperti yoghurt yang terdapat di daerah Sumatera Utara, yang proses pembuatannya sangat sederhana. Susu yang digunakan berasal dari susu kerbau yang diperah langsung. Dali belum begitu dikenal secara meluas seperti halnya keju, yoghurt atau kefir. Produk olahan susu seperti ini yang berasal dari Sumatera Barat disebut dadih dan dari Sulawesi Selatan disebut dengan

dangke.

Tabel 5. Komposisi Kimia Dadih dan Yoghurt

Komposisi Kimia Dadih Yoghurt

Kadar Air (%) 84,35 90,78

Protein (%) 5,93 3,91

Lemak (%) 5,42 0,07

Karbohidrat (%) 3,34 4,32

pH 4,10 3,40

Keasaman Tertitrasi (sebagai asam laktat) 1,28 1,49

Sumber: Yudoamijoyo,dkk (1983)

Pada awalnya, memang tidak mudah menyukai hidangan ini (acquired

taste). Rasanya cenderung tawar. Susu kerbau dikoagulasikan dengan perasan

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

Gambar 6. Dali ni horbo

e. Sangsang

Salah satu dari jenis makanan khas masyarakat Batak Toba,. Sangsang adalah pangan hewani (daging babi). Jenis hidangan ini identik dengan upacara adat Batak Toba, baik adat pernikahan, adat duka (upacara penguburan), dan acara keluarga lainnya. Sangsang adalah pangan hewani yang diolah dari daging babi yang dicincang, dan bumbu masak seperti andaliman, cabai, bawang merah, bawang putih, serai dan terutama dimasak dengan darah hewan ini (dalam bahasa Batak Toba disebut bontar).

5.1.2. Pangan padi-padian

Terdapat beberapa jenis pangan padi-padian yang menjadi makanan tradisional khas Toba Samosir, yaitu benti, ombus-ombus, dan tipa-tipa. Pada dasarnya resep masakan ini berbahan dasar padi, baik beras maupun pulut dalam pengolahannya. Berikut jenis-jenis makanan tradisional Toba Samosir :

a. Benti

Tampilan kue ini persis sama dengan Ombus-ombus. Kue ini memanfaatkan daun pisang sebagai pembungkusnya, dan dimasak dengan cara

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

dikukus. Benti dan ombus-ombus hampir sama, perbedaannya bahwa benti (kue bugis) menggunakan tepung ketan, sementara ombus-ombus menggunakan tepung beras.

Tabel 6. Resep benti

No. Bahan Takaran

1. Tepung ketan 1 kg

2. Santan kental 250 cc

3. Kelapa muda 1 buah

4. Gula aren 250 gr

5. Gula putih 150 gr

6. Garam 1 sdt

Cara:

1. Tepung ketan dan sedikit garam dibuat adonan yang dapat dipulung dengan santan hangat.

2. Isi dengan inti yang sudah dipulung bulat-bulat, tutup lalu bulatkan pula. Taruh di daun pisang yang sudah dipotong persegi –persegi lebar, Bungkus bentuk persegi lalu kukus. Kalau sudah matang bungkusnya tentu keriput-keriput, rapikan ini lalu potong ujung daunnya.

Membuat intinya:

Kelapa dikupas, lalu diparut. gula aren dan gula pasir dicampur. Dengan sedikit air masukkan kelapanya, beri satu sendok tepung ketan supaya kental, aduk-aduk sampai benar-benar kental diatas api kecil. Kalau sudah dingin, pulung bulat-bulat.

b. Ombus-ombus

Merupakan makanan tradisional berbahan dasar tepung beras. Ombus-ombus selalu dijadikan sebagai buah tangan bagi yang melintas daerah

Siborong-Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

borong (daerah yang termasuk kabupaten Tapanuli Utara). Lebih enak saat disajikan dalam keadaan panas.

Tabel 7. Resep ombus-ombus No. Bahan Takaran

1. Tepung beras 1/2 kg

2. Kelapa ½ buah

3. Kelapa muda 1 buah

4. Gula aren 250 gr

5. Garam Secukupnya

6. Daun pisang Secukupnya

7. Minyak goreng 1 sdm

Cara membuat :

1. Tepung beras diuleni dengan santan (yang telah diberi garam secukupnya), dituang sedikit demi sedikit, hingga akhirnya menjadi adonan.

2. Membuat isi (inti), parutan kelapa muda dicampur dengan irisan gula merah dan sedikit air, kemudian digongseng sampai tercampur dengan baik dan kelapa mulai mengeluarkan minyak.

3. Taruh adonan pada daun pisang yang telah dipotong persegi lebar-lebar dan sebelumnya telah diolesi dengan minyak goreng agar tidak lengket.

4. Bungkus berbentuk kerucut, lalu kukus.

5. Ombus-ombus akan matang setelah 20-30 menit. Hidangkan panas-panas.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

Gambar 7. Ombus-ombus

c. Tipa-tipa

Tipa-tipa adalah makanan tradisional yang telah dijadikan sebagai usaha kecil di kabupaten Toba Samosir yang pada awalnya membuat tipa-tipa merupakan kebiasaan pada masyarakat Batak pada saat musim panen selesai sebagai makanan kecil sebagaimana kebiasaan ini juga terdapat di masyarakat Karo yang menyebut tipa-tipa sebagai beras pahpah. Tipa-tipa biasanya dimakan dengan campuran parutan kelapa dan gula aren. Toba Samosir dikenal sebagai daerah penghasil tipa-tipa yang sentra produksinya berada di desa Marom, kecamatan Uluan,. Tipa-tipa bentuknya pipih, berwarna putih dan renyah apalagi jika masih baru ditumbuk.

Dalam usaha pembuatan tipa-tipa ini pun masih menggunakan peralatan seadanya dan memakai peralatan tradisional, yaitu periuk yang terbuat dari tanah liat (dalam bahasa Batak disebut hudon tano) dan lumpang (dalam bahasa Batak disebut losung) untuk menumbuk padi yang baru digongseng. Sedangkan tungku yang dipakai untuk menggoseng hanya terdiri dari batu yang disusun menggantikan fungsi tungku. Bahan bakarnya adalah kayu-kayu atau bambu yang dikumpulkan dari lahan kosong atau hutan yang masih tergolong dekat dengan lokasi desa penelitian. Terkadang, bahan bakarnya juga memakai serbuk padi karena api yang dibutuhkan untuk menggongseng tidaklah terlalu besar.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

Tipa-tipa belum sepopuler kacang Sihobuk yang juga adalah produk lokal masyarakat Batak (Tapanuli Utara) tetapi pemasaran tipa-tipa ini telah melintasi wilayah Porsea itu sendiri, yaitu sampai pada kecamatan sekitarnya yaitu kecamatan Laguboti dan kecamatan Balige dengan kemasan yang sederhana. Bahan:

Padi (beras atau pulut). Tipa-tipa yang dibuat di desa Marom terbuat dari padi beras

Cara membuat tipa-tipa:

1.Padi direndam selama 2 hari 2 malam 2. Dicuci bersih

3. Padi digongseng selama ± 3 menit (sebanyak setengah cangkir setiap satu kali penggongsengan)

4. Dalam keadaan panas, padi langsung ditumbuk dengan lumpang. 5. Ditampi, untuk memisahkan kulit padi dan hasil (tipa-tipa).

Gambar 8. Hudon tano.

Peralatan tradisional rumah tangga pada masyarakat Batak yang terbuat dari tanah liat.

Gambar 9. Losung

Losung (lumpang) untuk menumbuk padi dalam pembuatan Tipa-tipa.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

Gambar 10. Menggongseng padi. padi digongseng ± 3 menit dengan menggunakan 2 periuk (Hudon tano) sekaligus, dan batu disusun layaknya tungku.

Gambar 11. Menumbuk padi. Padi yang telah digongseng ditumbuk dengan lumpang oleh 2 orang sekaligus, hingga kulit terkelupas dari padi dan padi itu pun bentuknya menjadi pipih (Tipa-tipa).

Gambar 12. Pengecer Tipa-tipa. Jika melintas disepanjang Jl. Sisingamangaraja, Porsea akan banyak ditemukan penjual Tipa-tipa, baik Tipa-tipa yang masih belum dikemas dan yang sudah dikemas dalam plastik. Biasanya dijual per satuan liter atau takaran kecil.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009 5.1.3 Pangan sayuran

Ada satu jenis makanan tradisional yang barbahan dasar sayur dimana masyarakat Toba Samosir menyebutnya dengan ikkau rata.

Tabel 8. Resep Daun Singkong Tumbuk / Ikkau Rata

No. Bahan Takaran

Gambar 13. Tipa-tipa yang sudah dikemas.

Tipa-tipa dikemas dalam plastik putih dengan berbagai ukuran, dijual dari harga Rp.2000,- sampai Rp. 10.000,-

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

1. Daun singkong 100 gr

2. Ikan asap 100 gr

3. Bawang merah 10 butir

4. Cabai hijau 5 buah

5. Terong telunjuk 5 buah

6. Tekokak 100 gr

7. Kelapa 1 butir

8. Garam 1 sdt

Cara Membuat :

1. Daun singkong dan tekokak dibakar hingga layu.

2. Dari 1 butir kelapa dibuat 400 ml santan

3. Tumbuk kasar daun singkong, bawang merah, cabai hijau, terong, dan tekokak 4. Didihkan santan bersama garam lalu masukkan campuran daun singkong. 5. Tambahkan ikan asap, aduk sampai bumbu meresap.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

5.1.4. Minuman tradisional Tuak

Tuak merupakan sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren (

Arenga pinnata). Dalam bahasa Indonesia, sadapan dari enau atau aren disebut

nira. Nira tersebut manis rasanya, sedangkan ada dua jenis tuak sesuai dengan resepnya, yaitu yang manis dan yang pahit (mengandung alkohol). Di Indonesia, tanaman aren dapat tumbuh baik dan mampu berproduksi pada daerah-daerah yang tanahnya subur pada ketinggian 500-800 m di atas permukaan laut. Pada daerah-daerah yang mempunyai ketinggian kurang dari 500m dan lebih dari 800m, tanaman aren tetap dapat tumbuh namun produksi buahnya kurang memuaskan. Pohon enau atau aren dinamai bagot dalam bahasa Batak Toba. Di Medan yang hampir sama tingginya dengan permukaan laut, bagot tidak bertumbuh. Oleh karena itu, masyarakat Medan mengambil sadapan dari pohon kelapa. Namun setelah diproses, minuman itu tetap dinamai tuak dalam masyarakat Batak Toba. Penyadap tuak disebut paragat ( agat = semacam pisau yang dipakai waktu menyadap tuak) dalam bahasa Batak Toba. Setelah dipukul tandan berulang-ulang dengan alat dari kayu yang disebut balbal-balbal selama beberapa minggu, baru dipotong mayangnya. Kemudian membungkus ujung tandan tersebut dengan obat (kapur sirih atau keladi yang ditumbuk) selama dua-tiga hari. Dengan prosedur ini barulah mulai datang airnya dengan lancar. Seorang paragat menyadap tuak dua kali sehari, yaitu pagi dan sore.Tuak yang ditampung pagi hari dikumpulkan di rumah paragat. Setelah ujicoba rasanya, paragat memasukkan ke dalam bak tuak sejenis kulit kayu yang disebut raru supaya cocok rasanya dan alkoholnya. Raru inilah yang mengakibatkan peragian. Resep membuat tuak berbeda-beda sedikit demi sedikit tergantung para paragat . Resep

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

masing-masing boleh dikatakan "rahasia perusahaan," maka tidak tentu siapa pun bisa berhasil sebagai paragat. Paragat harus belajar dahulu cara kerjanya. Biasanya anak seorang paragat mengikuti orang tuanya untuk belajar "rahasia" tersebut. Tidak ada paragat perempuan, mungkin karena kegiatan paragat sehari-hari yang turun ke jurang, menaiki pohon bagot dan membawa tuak yang tertampung ke kampung sangat keras untuk perempuan. Sebagian paragat membuka kedai tuak sendiri, tetapi pada umumnya sebagian besar paragat menjual tuak kepada kedai atau agen tuak. Cara produksi tuak dari pohon kelapa hampir sama dengan tuak dari bagot.

Kebiasaan Minum Tuak dalam Kehidupan Sehari-hari

Di daerah Tapanuli Utara dan Tobasa, biasanya laki-laki yang menyelesaikan kerjanya berkumpul di kedai pada sore hari. Biasanya kaum wanita Batak Toba tidak minum tuak. Namun demikian, menurut tradisi Batak Toba, wanita yang baru melahirkan anak minum tuak untuk memperlancar air susunya dan berkeringat banyak.

Penggunaan Tuak dalam Upacara Adat

Tuak yang ada hubungannya dengan adat adalah tuak tangkasan: tuak yang tidak bercampur dengan raru. Tuak termasuk sebagai minuman adat pada dua upacara adat resmi, yaitu (1) upacara manuan ompu-ompu dan (2) upacara manulangi. Ketika orang yang sudah bercucu meninggal, ditanam beberapa jenis tanaman di atas tambak. Tambak pada aslinya merupakan kuburan dari tanah yang terlapis, tetapi kuburan modern yang terbentuk dari semen pula disebut tambak. Menurut aturan adat, air dan tuak harus dituangkan pada tanaman di atas tambak. Tetapi sekarang ini biasanya yang dituangkan hanya air saja, atau tuak yang

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009

mengandung alkohol. Dalam upacara manulangi, para keturunan dari seseorang nenek memberikan makanan secara resmi kepada orang tua tersebut yang sudah bercucu, dimana turunannya meminta restu, nasehat dan pembagian harta, disaksikan oleh pengetua-pengetua adat. Pada waktu memberikan makanan harus disajikan air minum serta tuak.

Analisis Benefit Cost Ratio makanan tradisional tipa-tipa

Analisis Benefit Cost Ratio adalah analisis finansial untuk menilai kelayakan usaha yaitu perbandingan antara penerimaan dan biaya. Untuk menghitung B/C Ratio tipa-tipa ini akan dilihat dari biaya produksi tipa-tipa dan total penerimaannya.

Biaya produksi

Biaya produksi dalam usaha pembuatan tipa-tipa meliputi biaya input produksi (bahan baku dan tenaga kerja) dan biaya penyusutan peralatan. Input produksi berupa bahan baku adalah padi yang dibeli sampel dari petani yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Biaya tenaga kerja

Suatu proses produksi tidak dapat berjalan tanpa adanya tenaga kerja. Sedangkan tenaga kerja yang dipakai dalam usaha pembuatan tipa-tipa adalah tenaga kerja dalam keluarga. Bahwa peranan tenaga kerja yang berasal dari keluarga petani sendiri memegang peranan yang sangat penting karena turut menyumbang dalam kegiatan produksi. Tenaga kerja yang berasal dari keluarga merupakan sumbangan keluarga pada proses produksi dan tidak pernah dinilai dengan uang.

Rutkaya Simanungkalit : Inventarisasi Makanan Tradisional Khas Toba Samosir Dan Strategi Pengembangan Tipa-Tipa Di Toba Samosir, 2008.

USU Repository © 2009 Biaya penyusutan

Semua alat yang digunakan dalam proses produksi tipa-tipa ini merupakan alat yang merupakan masih tergolong dalam alat tadisional yaitu periuk (disebut hudon tano dalam bahasa Batak) dan lumpang. Penilaian atas alat-alat ini dilakukan dengan perhitungan penyusutan. Nilai biaya penyusutan peralatan diihitung dengan menggunakan metode garis lurus (the straight line

method).

Nilai penyusutan (Rp) = Jumlah barang (unit) x harga pembelian (Rp)

Umur ekonomis peralatan (tahun)

Biaya penyusutan ini dihitung per bulan. Umur tahan pakai untuk masing-masing alat yang digunakan adalah periuk umur pakainya 2 bulan dan lumpang. Lumpang ini ada yang terdiri dari 4 lubang dengan umur pakai 2 tahun.

Biaya utilities

Sampel tidak memiliki biaya utilities seperti air, listrik dan telepon sebab air didapat dengan cuma-cuma dari sungai yang mengalir di desa tempat

Dokumen terkait