• Tidak ada hasil yang ditemukan

PREPARAT KERING

B.2.2. PERALATAN LABORATORIUM IPA BIOLOGI PAKET PELENGKAP

70 Invertebrata Laut

Terdiri dari 3 blok hewan invertebrata laut, masing-masing berisi 1 spesimen.

Tiga spesimen invertebrata dapat dipilih dari: Asteroidea, Ophiuroidea, Gorgonia, Anthipathes, Corralina, Acrophora, Crustaceae.

1 set

71 Alga

Terdiri dari blok 3 genus tumbuhan alga makroskopis yang hidup di laut dari kelas yang berbeda, masing-masing blok berisi 1 spesimen. Ukuran spesimen 4-7 cm. Tiga jenis Alga dapat dipilih dari: Padina, Ulva, Sargassum, Turbinaria, Euchema, Gracilaria, Chaulerpa.

1 set

72 Kartu Tumbuhan

Merupakan gambar 50 jenis tumbuhan khas dari hasil fotografi atau editan desain grafis dalam kertas ukuran 8 X 12 cm. Dicetak full color pada kertas yang diperkuat dengan plastik PVC sehingga membentuk kartu dan dilaminasi. Menggambarkan tumbuhan yang hidup pada ekosistem yang berbeda seperti tumbuhan air, tumbuhan gurun/padang pasir, tumbuhan pantai, tumbuhan mangrove. Mencakup tumbuhan alga, lumut, paku Gymnospermae dan Angospermae. Kartu ini digunakan

untuk pembelajaran klasifikasi dan menjelaskan

keanekaragaman serta penyebaran berdasarkan kondisi geografis dari tumbuhan serta dapat menunjukkan pula kekhasan dari bentuk adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan tersebut Pada bagian belakang terdapat nama

No. Nama Alat dan Spesifikasi Minimal

Jumlah Satuan minimal ilmiah, klasifikasi dan deskripsi habitat. Jenis tumbuhan

yang diperlukan adalah:

 10 Jenis Tumbuhan Alga (mikroskopis dan makroskopis)

 5 Jenis Tumbuhan Lumut

 5 Jenis Jamur yang hidup diserasah, menempel di

batang kayu lapuk, pohon serta yang dibudidayakan.

 10 Jenis Tumbuhan Paku-pakuan

5 Jenis Tumbuhan Gymnospermae

 15 Jenis Tumbuhan Angiospermae (Dikotil dan

monokotil). 73 Kartu Hewan

Merupakan gambar hasil fotografi full color atau hasil editan desain grafis dan bukan hasil lukisan. Terdiri dari 50 jenis hewan secara individual dalam posisi tegak atau berdiri untuk mammalia dan aves sehingga terlihat bagian-bagian utama tubuhnya. Dicetak pada kertas yang diperkuat dengan plastik PVC ukuran 8 x 12 cm dan dilaminasi. Menunjukkan jenis sesuai dengan habitatnya, atau khas geografis Indonesia dan dunia atau merupakan hewan langka, menunjukkan pula kekhasan dari bentuk adaptasi yang dilakukan oleh hewan tersebut. Kartu ini

dapat digunakan untuk pembelajaran klasifikasi

menjelaskan keanekaragaman dan penyebaran

berdasarkan kondisi geografis dari binatang, rantai makanan dan jaring-jaring makanan serta dapat pula digunakan untuk mempelajari adaptasi pada hewan. Pada bagian belakang terdapat nama ilmiah, klasifikasi dan deskripsi habitat.

 15 Hewan Vertebrata khas geografis dan langka di dunia

selain Indonesia

 15 Hewan Vertebrata (pisces, amphibia, reptilia, aves,

mammalia) langka dan terancam punah di Indonesia

 5 Hewan vertebrata domestikasi yang bermanfaat

membantu manusia

5 Hewan Invertebrata yang hidup di laut

10 Hewan Invertebrata yang hidup di darat.

No. Nama Alat dan Spesifikasi Minimal

Jumlah Satuan minimal 74 Buku Kegiatan Laboratorium

Berisi penjelasan nama alat dan kegiatan laboratorium yang menggunakan peralatan mengacu pada kurikulum 2013. Sekurang-kurangnya terdiri dari 30 kegiatan laboratorium menggambarkan proses belajar terkait dengan pengamatan, eksperimen dan pengumpulan data untuk mengembangkan pemahaman terkait dengan konsep yang dipelajari. Buku dicetak pada kertas HVS min 70 gr. Kertas sampul art paper min 120 gr ukuran A4. Pada sampul halaman belakang tertulis identitas perusahaan minimal nama, alamat dan nomor telepon.

IV. Peralatan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) A. Persyaratan Teknis

Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) harus secara proporsional mengembangkan kemampuan motorik, kemampuan kognitif, dan afektif, maka fungsi alat tidak hanya sekedar untuk kegiatan praktik saja tetapi merupakan bagian terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Untuk itu, harus diupayakan ketersedian peralatan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebagai sarana pendidikan dengan mutu yang baik dan dalam jumlah yang cukup di sekolah.

Alokasi biaya kegiatan dalam penganggaran maksimum sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah), merupakan besaran harga estimasi tertinggi (HET) yang menjadi dasar acuan bagi pelaksana DAK Bidang Pendidikan Dasar untuk SMP/SMPLB dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang

ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Kabupaten/Kota untuk pengadaan peralatan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) SMP tahun 2015 per paket, dana tersebut sudah termasuk biaya pengiriman sampai sekolah dan pajak-pajak yang berlaku.

Peralatan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diadakan melalui DAK tahun 2015 mencakup materi:

 Permainan bola besar

 Permainan bola kecil

 Atletik

 Senam

Setiap alat diharapkan memenuhi kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan SMP. Kebutuhan dimaksud tertuang dalam sebuah deskripsi teknis yang disebut spesifikasi. Karakteristik tersebut dirumuskan dengan melihat dua aspek utama, yaitu aspek umum dan aspek khusus dengan mempertimbangkan nilai edukatif, keamanan penggunaan, dan bahan/material.

1. Aspek umum yang harus ada dalam setiap peralatan pendidikan jasmani, olahraga da kesehatan adalah sebagai berikut:

a. Setiap alat yang dibeli merupakan alat baru. b. Tampilan visual menarik, kuat, dan kokoh. c. Tanpa kerusakan atau cacat.

d. Peralatan harus aman terhadap pemakai dan peralatan itu sendiri.

e. Setiap alat terdapat identitas permanen (lambang/merk) dari produsen (kecuali yang secara teknis sulit misalnya bendanya terlalu kecil dan lainnya).

2. Aspek Khusus merupakan spesifikasi masing-masing

komponen peralatan pendidikan jasmani, olahraga dan

kesehatan untuk sarana pendidikan dengan

mempertimbangkan: kesesuaian ukuran, kesesuaian bahan, fungsi, mudah digunakan, kelengkapan alat, mudah perawatan, dan memiliki kompatibilitas. Daftar nama, jumlah minimal, jenis alat, dan spesifikasi minimal peralatan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan SMP yang diadakan selengkapnya dapat dilihat dalam spesifikasi teknis.

B. Spesifikasi Teknis

Peralatan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) dengan spesifikasi teknis sebagai berikut :

No Nama Alat dan Spesifikasi Minimal Jumlah satuan

minimum 1 Bola Sepak No. 5 (bola formal)

Bahan terbuat dari kulit sintetis Polyurethan microfiber, dijahit rapi menggunakan bola dalam Butyl. Bentuk bulat pada semua sisi, keliling 68,0 s.d 70,0 cm, berat 410 s.d. 450 gr. SNI 2180:2014

3 buah

2 Bola Sepak Penjas

Bahan Bola busa polyurethan/NBR dilapisi penguat permukaan luar, keliling bola 68 – 69,5 cm, berat 350-400 gr. Penampilan menyerupai bola kaki formal. Aman bebas racun, lembut, lentur, warna cerah, saat persentuhan dengan tubuh tidak menimbulkan rasa sakit, diberi 2 lapisan (polyurethan foam double coated), lapisan tidak lengket.

6 buah

3 Bola Voli No. 4 (bola formal)

Bahan kulit sintetis Polyurethan microfiber, dilem rapi, menggunakan bola dalam Butyl, lunak dan lentur, warna cerah, Keliling 62 s.d 64 cm, berat 225 s.d. 250 gr. Dikulit luar tercetak ukuran tekanan angin minimal 0.30 kg/cm2. SNI 1286:2014

No Nama Alat dan Spesifikasi Minimal Jumlah satuan minimum 4 Bola Voli Penjas

Bahan Bola busa polyurethan/NBR dilapisi penguat permukaan luar, Keliling bola 62-64 cm. Berat 230-320 gr. Penampilan menyerupai bola voli formal. Aman bebas racun, lembut, lentur, warna cerah, saat persentuhan dengan tubuh tidak menimbulkan rasa sakit, diberi 2 lapisan (polyurethan foam double coated), lapisan tidak lengket.

6 buah

5 Jaring (net) Bola Voli Formal

Berbentuk jaring dengan lebar jaring 0,9-1 m panjang jaring 9-10 m, terbuat dari bahan nylon atau katun berwarna gelap. Pada bagian atas ditutup dengan kain kanvas sebagai sarung tali perentang dengan lebar 7 cm dan bagian bawah lebar 5 cm. Net direntangkan dengan kawat sling dan tali untuk mengikat dan meregangkan bagian bawah. Panjang tali atas minimum 1,2 m, panjang tali bawah minimum 1,2 m. Ukuran mata jaring 10 x 10 cm. SNI 12-0457-1996

1 buah

6 Bola Basket No. 6 (Formal)

Bahan karet sintetis yang dibalut karet dengan permukaan bertotol halus, berat 510 s.d. 567 gr keliling 72,4 -73,7 cm, lebar garis sambung ( kelim) kurang dari atau sama dengan 6,54 mm. Jika dijatuhkan pada ketinggian 1,80 m akan memantul pada ketinggian 1,20 – 1,40 m, pada tekanan bola 0.40 -0.69 kg/cm2/ 0.39-0.68 bar. SNI 1282:2009

3 buah

7 Bola Basket Penjas

Bola busa polyurethan/NBR densitas tinggi. Keliling bola 72,4 -73,7 cm, berat 350 - 400 gr. bahan busa polyurethan/NBR, aman bebas racun, lembut, lentur, warna cerah, saat persentuhan dengan tubuh tidak menimbulkan rasa sakit pada siswa, dilapisi 2 kali pelapisan (polyurethan foam double coated), lapisan tidak lengket.

6 buah

8 Ring Basket Formal ( tanpa papan pantul )

Ring terbuat dari besi pejal diameter 16-20 mm dengan

diameter ring 45,0-45,9 cm dapat dipasang

dipermukaan papan pantul, dilengkapi mur baut. Konstruksi ring harus kokoh tidak berkarat, tersedia

No Nama Alat dan Spesifikasi Minimal Jumlah satuan minimum 12 lubang tali jala dan selanjutnya jala nylon dianyam

sedemikian rupa, panjang jala antara 40-45 cm. dan tidak ada permukaan yang tajam yang membahayakan. 9 Shutlecock Sintetik

Panjang bulu imitasi 55-65 mm, diameter kepala shutle cock 2,5-2,8 cm terbuat dari karet polimer hidrokarbon tinggi kepala 22-25 mm, bulu imitasi disatukan sedemikian rupa menjadi satu kesatuan, berat 4,74-5,5 gr. Kecepatan layangnya rendah. Saat melayang tidak bergoyang ataupun berputar. Kepala shuttlecock tidak mudah terlepas (1 slop berisi 6 buah).

2 slop

Dokumen terkait