PENJELASAN POS-POS NERACA
2) Investasi Permanen
Pasar Desa Kemlagigede Kecamatan Turi
2008 60.000.000,00 0,00 30.000.000,00 30.000.000,00
26
Pasar Desa Sidomulyo Kecamatan Modo
2008 60.000.000,00 0,00 30.000.000,00 30.000.000,00
27
Pasar Desa Sukobendu Kecamatan Mantup
2009 120.000.000,00 0,00 40.000.000,00 80.000.000,00
28
Pasar Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng
2009 150.000.000,00 0,00 50.000.000,00 100.000.000,00
29
Pasar Desa Kedungpring Kecamatan Kedungpring
2009 120.000.000,00 0,00 40.000.000,00 80.000.000,00
30
Pasar Desa Sidomlangen Kecamatan Kedungpring
2009 150.000.000,00 0,00 50.000.000,00 100.000.000,00
31
Pasar Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang
2009 150.000.000,00 0,00 50.000.000,00 100.000.000,00
32
Pasar Desa Sugio Kecamatan Sugio 2009 120.000.000,00 0,00 40.000.000,00 80.000.000,00 Jumlah 7.338.000.000,00 15.750.000.000,00 22.458.000.000,00 630.000.000,00 2) Investasi Permanen 31 Des 2012 (Rp) 31 Des 2011 (Rp) 264.108.892.548,74 241.681.772.690,15
Investasi Permanen merupakan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lamongan pada entitas bisnis tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama dan dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Selama tahun 2012 terdapat tambahan penyertaan modal Pemerintah Daerah sebesar Rp13.000.000.000,00 terdiri dari penyertaan modal (investasi) dalam bentuk tunai ke PD. BPR Bank Daerah Lamongan sebesar Rp1.000.000.000,00; PDAM sebesar Rp2.000.000.000,00; dan Bank Jatim sebesar Rp10.000.000.000,00.
Berdasarkan RUPS LB Nomor 19 tanggal 19 Maret 2012, dalam rangka Bank Jatim menerbitkan IPO (Initial Public Offering) maka cadangan umum yang selama ini dibentuk sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 dikonversi menjadi saham yang dibagi secara proporsional sesuai dengan jumlah kepemilikan. Adapun jumlah cadangan umum yang dikonversi menjadi saham adalah sebesar Rp1.310.000.000.000,00 dan yang menjadi hak Pemerintah Kabupaten Lamongan sebesar
Rp8.566.578.798,53. Hak Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut dikonversi sebagai saham sebesar Rp8.566.578.750,00 dan disetor ke Kas Daerah sebagai pendapatan sebesar Rp48,53.
Sehingga posisi kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Lamongan sebanyak 101.318.315 lembar saham dengan harga per lembar saham Rp250,00 atau seluruhnya sebesar Rp25.329.578.750,00 dengan rincian sebagai berikut :
a. Posisi per 31 Desember 2011 Rp6.763.000.000,00
Nilai sebesar Rp122.740,34 telah disetor oleh Bank Jatim ke Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Lamongan pada tanggal 28 April 2010 dan telah dicatat di LRA sebagai pendapatan dividen;
b. Tambahan Setoran Modal dalam tahun 2012 sebesar Rp10.000.000.000,00;
c. Cadangan yang dikonversi sebesar Rp8.566.578.750,00; Sisa hasil dari cadangan yang dikonversi sebesar Rp48,53 telah dilimpahkan ke rekening Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Lamongan pada tanggal 22 April 2013.
Sedangkan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lamongan pada PT. Bumi Lamongan Sejati sebanyak 29.250 lembar saham dengan harga per lembar saham Rp1.000.000,00 atau seluruhnya senilai Rp29.250.000.000,00.
Sehingga seluruh penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lamongan dihitung dengan menggunakan metode biaya (cost method) adalah sebagai berikut :
Tabel 6.12
Penyertaan Modal Pemerintah (Cost Method)
(dalam Rupiah)
No. Uraian Saldo Awal 2012 Tambahan Penyertaan
Modal di TA 2012
Saldo Akhir 2012 1. PD. BPR Bank Daerah Lamongan 11.000.000.000,00 1.000.000.000,00 12.000.000.000,00 2. PD. Aneka Usaha Jaya Lamongan 2.500.000.000,00 0,00 2.500.000.000,00
3. PDAM 25.181.923.774,00 2.000.000.000,00 27.181.923.774,00
4. Bank Jatim 6.763.000.000,00 10.000.000.000,00 16.763.000.000,00 5. PT. Bumi Lamongan Sejati 29.250.000.000,00 0,00 29.250.000.000,00
6. PD. Pasar 166.033.528.795,00 0,00 166.033.528.795,00
Sampai dengan TA 2012, penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lamongan telah dinilai dengan metode ekuitas (Equity Method) di mana adanya Laba/Rugi akan mempengaruhi penambahan/pengurangan nilai investasi yang ada. Penyertaan yang masih dinilai dengan menggunakan metode biaya adalah penyertaan pada Bank Jatim dikarenakan penyertaannya <20%. Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), maka pada TA 2012, Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan penyesuaian akun penyertaan modal dengan metode ekuitas untuk kepemilikan penyertaan modal 20%. Perubahan metode tersebut berdampak berubahnya nilai akun penyertaan modal dengan rincian pada tabel berikut :
Tabel 6.13 Investasi Permanen
(dalam rupiah) No. Uraian Saldo Awal 2012
Penyesuaian Laba Bersih TA 2011 Penambahan Penyertaan Modal di TA 2012
Penambahan Investasi Setoran PAD Saldo Akhir 2012
1 2 3 4 5 6 7 8= (3 + 4 + 5+6)-7
1. Penyertaan pada PD. BPR Bank Daerah Lamongan/ 100%/Metode Ekuitas
18.808.644.926,87 0,00 1.000.000.000,00 2.121.118.990,00 1.022.293.545,00 20.907.470.371,87
2. Penyertaan pada PD. Aneka Usaha Jaya
Lamongan/100%/Metode Ekuitas
0,00 0,00 0,00 290.070.530,38 155.000.000,00 135.070.530,38
3. Penyertaan pada PDAM/ 100%/Metode Ekuitas
0,00 0,00 2.000.000.000,00 (2.241.168.296,41) 0,00 0,00
* 4. Penyertaan pada Bank
Jatim/0,76%/Metode Biaya
6.763.000.000,00 0,00 18.566.578.750,00 0,00 0,00
**
25.329.578.750,00
Sisa stock dividen tahun 2007
122.740,34 ***
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
5. Penyertaan pada PT. Bumi Lamongan Sejati/45%/ Metode Ekuitas 49.286.329.224,84 0,00 0,00 15.966.609.695,55 14.125.000.000,00 51.127.938.920,39 6. Penyertaan pada PD Pasar/100%/Metode Ekuitas 166.823.675.798,10 0,00 0,00 272.466.985,00 487.308.807,00 166.608.833.976,10 Jumlah Investasi Permanen 241.681.772.690,15 0,00 21.566.578.798,53 16.409.097.904,52 15.789.602.352,00 264.108.892.548,74
* Nilai akun Investasi Permanen pada PDAM dinilai nol karena perhitungan saldo akhir 2012 menghasilkan nilai negatif. ** Setoran PAD Bank Jatim tidak dimasukkan karena prosentase kepemilikan <20% (metode biaya).
*** Sudah disetorkan ke Kas Daerah
Metode ekuitas digunakan untuk mencatat nilai investasi permanen apabila prosentase kepemilikan 20% sedangkan metode biaya digunakan apabila prosentase kepemilikan <20%. Pada pencatatan menggunakan metode ekuitas, bagian pemerintah daerah atas laba (rugi) bersih perusahaan dihitung
sesuai dengan prosentase kepemilikannya dikalikan dengan laba (rugi) bersih perusahaan tersebut dan menambah nilai investasi permanen pemerintah daerah. Sebaliknya, penyetoran yang dilakukan oleh perusahaan ke kas daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) seluruhnya akan mengurangi nilai investasi permanen tersebut. Pada pencatatan menggunakan metode biaya, baik laba (rugi) bersih maupun penyetoran PAD tidak merubah nilai investasi permanen pemerintah daerah.
6.1.3 Aset Tetap
31 Des 2012 (Rp) 31 Des 2011 (Rp)
2.903.625.532.706,00 3.370.171.618.865,00
Pengakuan nilai Aset Tetap untuk tahun 2012 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 53 ayat (2), bahwa Aset Tetap harus diakui sesuai dengan belanja modal dan biaya-biaya yang menyertainya sampai aset tetap tersebut dapat dipergunakan. Adapun penambahan Aset Tetap Kabupaten Lamongan selama Tahun 2012 adalah sebagai berikut :
Tabel 6.14 Aset Tetap
(dalam rupiah)
No. Uraian Saldo Awal 2012 Penambahan Pengurangan Penyesuaian Saldo Akhir 2012
1. Tanah 1.472.874.682.851,00 5.640.895.900,00 795.000.000,00 (722.706.637.496,00) 755.013.941.255,00 2. Peralatan dan Mesin 269.948.639.229,00 64.689.508.275,00 0,00 (9.636.663.863,00) 325.001.483.641,00 3. Gedung dan Bangunan 552.110.388.697,00 82.140.091.475,00 7.500.000,00 (1.900.262.300,00) 632.342.717.872,00
4. Jalan, Irigasi dan Jaringan 1.055.504.641.475,00 113.620.316.350,00 0,00 2.395.133.500,00 1.171.520.091.325,00 5. Aset Tetap Lainnya 19.733.266.613,00 11.818.272.085,00 (11.804.240.085,00) 19.747.298.613,00 6. Kont. Dalam Pengerjaan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Jumlah 3.370.171.618.865,00 277.909.084.085,00 802.500.000,00 (743.652.670.244,00) 2.903.625.532.706,00
Aset Tetap bertambah sebesar Rp277.909.084.085,00; pengurangan mencapai jumlah sebesar Rp802.500.000,00, dan penyesuaian menambah sebesar Rp2.395.133.500,00 serta
penyesuaian mengurangi sebesar Rp746.047.803.744,00 sehingga total Aset Tetap per 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp2.903.625.532.706,00.
1) Tanah
31 Des 2012 (Rp) 31 Des 2011 (Rp)
755.013.941.255,00 1.472.874.682.851,00
Penambahan aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2012 berasal dari pengadaan tanah untuk kepentingan Pemerintah sebesar Rp5.640.895.900,00. Penjelasan atas perubahan Aset Tetap Tanah adalah sebagai berikut :
Saldo per 31 Desember 2011 : Rp 1.472.874.682.851,00 Penambahan :
Belanja Modal : Rp 5.508.395.900,00
Belanja Umum/Administrasi : Rp 132.500.000,00
Jumlah Penambahan : Rp 5.640.895.900,00 Pengurangan :
Hibah Tanah ke Polsek :(Rp 795.000.000,00)
Jumlah Pengurangan :(Rp 795.000.000,00) Reklas/Penyesuaian :
Menambah Aset :
Penilaian 27 bidang Tanah : Rp 7.830.646.003,00 Pencatatan 2 bidang Tanah : Rp 21.000.001,00 Penilaian Tanah yg dimanfaatkan LIS : Rp 4.872.146.500,00 Jumlah Penambahan Penyesuaian : Rp 12.723.792.504,00 Mengurangi Aset :
ke Bangunan Air :(Rp 1.254.190.000,00) Penyesuaian Tanah Pusat :(Rp 546.846.740.000,00) Penyesuaian Tanah Propinsi :(Rp 185.354.500.000,00) Penyesuaian Tanah Dishub :(Rp 1.975.000.000,00) Jumlah Pengurangan Penyesuaian :(Rp 735.430.430.000,00) Jumlah Penyesuaian :(Rp 722.706.637.496,00) Saldo per 31 Desember 2012 : Rp 755.013.941.255,00
Penambahan tanah berasal dari hasil pengadaan belanja modal dan penyesuaian 27 bidang tanah yang telah bersertifikat. Sedangkan untuk pengurangan tanah berupa hibah kepada Polres yang dipergunakan untuk Polsek Kota Lamongan, penyesuaian tanah yang tidak dapat diakui statusnya dan reklas tanah kolam ikan ke bangunan air.
Belanja Umum/Administrasi sebesar Rp132.500.0000,00 merupakan total dari Belanja Pegawai sebesar Rp107.424.000,00 dan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp25.076.000,00.
Dari nilai tanah sebesar Rp755.013.941.255,00 tersebut di dalamnya terdapat tanah yang dimanfaatkan oleh PT. Lamongan Integrated Shorebase (LIS) seluas 97,6322 Ha sesuai dengan Perda Kabupaten Lamongan Nomor 15 tahun 2012 dengan nilai perolehan sebesar Rp16.746.338.000,00.
Total aset tanah sebesar Rp755.013.941.255,00 terdiri dari 1.261 bidang, dengan 546 bidang telah bersertifikat dengan nilai sebesar Rp519.566.947.391,00 dan 715 bidang belum bersertifikat dengan nilai sebesar Rp235.446.993.864,00.