30 September 2021/ 31 Desember 2020/
September 30, 2021 December 31, 2020
Jangka panjang Long-term
Saham yang tidak memiliki kuotasi harga
di pasar yang aktif: Shares not quoted in active market:
Pada harga perolehan: At cost:
PT Putra Alvita Pratama 16,855,442,000 16,855,442,000 PT Putra Alvita Pratama
PT Pembangunan Kota Tua 10,000,000,000 10,000,000,000 PT Pembangunan Kota Tua
PT Spinindo Mitradaya 160,000,000 160,000,000 PT Spinindo Mitradaya
PT Abadinugraha Ciptajaya 100,000 100,000 PT Abadinugraha Ciptajaya
PT Alamdharma Jatimsentosa 100,000 100,000 PT Alamdharma Jatimsentosa
PT Dharmo Grande 100,000 100,000 PT Dharmo Grande
PT Intiwhiz International 500 500 PT Intiwhiz International
PT Intiland Estrella 500 500 PT Intiland Estrella
PT Estrella Satu Indonesia 500 500 PT Estrella Satu Indonesia
PT Estrella Dua Indonesia 500 500 PT Estrella Dua Indonesia
PT Estrella Tiga Indonesia 500 500 PT Estrella Tiga Indonesia
PT Estrella Lima Indonesia 500 500 PT Estrella Lima Indonesia
PT Estrella Tujuh Indonesia 500 500 PT Estrella Tujuh Indonesia
PT Estrella Delapan Indonesia 500 500 PT Estrella Delapan Indonesia
PT Estrella Sembilan Indonesia 500 500 PT Estrella Sembilan Indonesia
PT Estrella Sebelas Indonesia 500 500 PT Estrella Sebelas Indonesia
PT Estrella Duabelas Indonesia 500 500 PT Estrella Duabelas Indonesia
PT Estrella Limabelas Indonesia 500 500 PT Estrella Limabelas Indonesia
PT Estrella Enambelas Indonesia 500 500 PT Estrella Enambelas Indonesia
PT Estrella Tujuhbelas Indonesia 500 500 PT Estrella Tujuhbelas Indonesia
PT Estrella Sembilanbelas Indonesia 500 500 PT Estrella Sembilanbelas Indonesia
PT Estrella Duapuluh Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Indonesia
PT Estrella Duapuluh Satu Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Satu Indonesia
PT Estrella Duapuluh Dua Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Dua Indonesia
PT Estrella Duapuluh Tiga Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Tiga Indonesia
PT Estrella Duapuluh Lima Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Lima Indonesia
PT Estrella Duapuluh Enam Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Enam Indonesia
PT Estrella Duapuluh Tujuh Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Tujuh Indonesia
PT Estrella Duapuluh Delapan Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Delapan Indonesia
PT Estrella Duapuluh Sembilan Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Sembilan Indonesia
PT Estrella Tigapuluh Indonesia 500 500 PT Estrella Tigapuluh Indonesia
Jumlah 27,015,754,500 27,015,754,500 Total
Pada tanggal 23 Desember 2020, PT Intisarana Ekaraya (ISER), entitas anak, telah menjual seluruh kepemilikannya di PT Kuripan Raya kepada pihak ketiga, dengan harga sebesar Rp 9.000.000.000.
Atas transaksi ini, ISER mengakui keuntungan penjualan sebesar Rp 349.668.769 yang dicatat sebagai “Keuntungan penjualan investasi pada aset keuangan” pada laba rugi tahun 2020.
On December 23, 2020, PT Intisarana Ekaraya (ISER), a subsidiary, sold all its ownership interest in PT Kuripan Raya to third party, for a selling price of Rp 9,000,000,000. For this transaction, ISER recognized gain from sale of investment amounting to Rp 349,668,769 which was recognized as a “Gain on sale of investment in financial asset” in the 2020 profit or loss.
Dinyatakan Lain) Otherwise Stated)
Pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020, investasi aset keuangan di atas diukur pada biaya perolehan, berdasarkan pertimbangan manajemen yang diungkapkan pada Catatan 3.e, Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif.
As of September 30, 2021 and December 31, 2020, the above investment financial assets are measured at cost, based on management’s judgment as disclosed in Note 3.e, Financial Assets Not Quoted in Active Market.
Kepemilikan pada masing-masing investasi saham diatas berada dibawah 20%. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas investasi tersebut.
The ownership in each of the above investments in shares is below 20%. Management believes that there is no impairment in value of these investments.
7. Piutang Usaha 7. Trade Accounts Receivable
30 September 2021/ 31 Desember 2020/
September 30, 2021 December 31, 2020
a. Berdasarkan Segmen Usaha a. By Business Segments
Penjualan Sales
Perumahan Houses and land
Pihak berelasi 180,669,600,000 180,669,600,000 Related party
Pihak ketiga 17,598,286,398 29,078,097,777 Third parties
High rise 47,125,335,922 94,275,792,955 High rise
Kawasan industri 7,251,689,629 10,504,274,277 Industrial estate
Jumlah 252,644,911,949 314,527,765,009 Subtotal
Pendapatan usaha Operating revenues
Perkantoran 30,245,458,083 17,792,236,579 Offices
Fasilitas 34,839,937,413 16,525,674,431 Facilities
Kawasan industri 36,663,377,862 509,222,433 Industrial estate
Lain-lain - 200,340,000 Others
Jumlah 101,748,773,358 35,027,473,443 Subtotal
Jumlah 354,393,685,307 349,555,238,452 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (8,529,069,131) (8,529,069,131) Allowance for impairment
Bersih 345,864,616,176 341,026,169,321 Net
Piutang usaha - disajikan dalam Trade receivables - presented in the
laporan posisi keuangan consolidated statements of
konsolidasian sebagai berikut: financial position under:
Aset lancar 161,818,141,472 146,443,314,905 Current assets
Aset tidak lancar 184,046,474,704 194,582,854,416 Noncurrent assets
Jumlah 345,864,616,176 341,026,169,321 Total
b. Berdasarkan umur b. By Age
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami
penurunan nilai 292,557,109,132 282,854,372,908 Not past due and unimpaired
Sudah jatuh tempo: Past due but not impaired
1 - 30 hari 20,473,368,958 16,235,008,147 1 - 30 days
31 - 60 hari 3,230,580,661 3,519,045,298 31 - 60 days
61 - 90 hari 1,352,506,327 1,995,595,005 61 - 90 days
91 - 120 hari 8,682,884,439 11,047,107,798 91 - 120 days
> 120 hari 19,568,166,659 25,375,040,165 More than 120 days
Jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai 8,529,069,131 8,529,069,131 Past due and impaired
Jumlah 354,393,685,307 349,555,238,452 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (8,529,069,131) (8,529,069,131) Allowance for impairment
Jumlah 345,864,616,176 341,026,169,321 Total
Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
The changes in allowance for impairment follows:
30 September 2021/ 31 Desember 2020/
September 30, 2021 December 31, 2020
Saldo awal 8,529,069,131 2,365,991,046 Beginning balance
Dampak penerapan PSAK No. 71 - 4,827,232,531 Impact of adoption PSAK No. 71 Penambahan - 3,701,836,600 Additions
Pemulihan - (2,365,991,046) Recovery
Saldo Akhir 8,529,069,131 8,529,069,131 Ending balances
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk menghitung cadangan kerugian ekspektasian pada tanggal 1 Januari 2020 yang disyaratkan oleh PSAK No. 71, yang memperbolehkan penerapan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk seluruh piutang usaha. Untuk mengukur cadangan kerugian ekspektasian tersebut, piutang usaha dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang sejenis dan pola tunggakan atau gagal bayar.
The Group applies the simplified approach to provide for expected credit losses prescribed by PSAK No. 71 on January 1, 2020, which permits the use of the lifetime expected loss provison for all trade receivables. To measure the expected credit losses, trade receivables have been grouped based on shared credit risk characteristics and the days past due.
Piutang usaha dari pihak berelasi merupakan piutang yang timbul dari penjualan perumahan kepada PT Graha Abdael Sukses (GAS) (Catatan 44).
Trade accounts receivable from related parties represents receivables arising from the sale of houses and land to PT Graha Abdael Sukses (GAS) (Note 44).
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
Based on management’s evaluation of the collectibility of the individual receivable account as of September 30, 2021 and December 31, 2020, they believe that the allowance for impairment is adequate to cover possible losses from uncollectible accounts.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak ketiga.
Management also believes that there is no significant concentration of credit risks in trade accounts receivable from third parties.
8. Piutang Lain-Lain 8. Other Accounts Receivable
30 September 2021/ 31 Desember 2020/
September 30, 2021 December 31, 2020
Pihak ketiga: Third parties:
Reco Promenade Private, Ltd 33,399,986,643 - Reco Promenade Private, Ltd
Karyawan 681,137,091 184,355,381 Employees
PT Wework Services International - 17,087,640,278 PT Wework Services International
Lain-lain 3,018,898,343 3,214,018,147 Others
Jumlah 37,100,022,077 20,486,013,806 Total
Piutang lain-lain - disajikan dalam Other receivables - presented in the
laporan posisi keuangan consolidated statements of
konsolidasian sebagai berikut: financial position under:
Aset lancar 1,477,993,703 19,832,379,236 Current assets
Aset tidak lancar 35,622,028,374 653,634,570 Noncurrent assets
Jumlah 37,100,022,077 20,486,013,806 Total
Dinyatakan Lain) Otherwise Stated)
Reco Promenade Private, Ltd
Pada tanggal 21 Desember 2020, RMF, entitas anak, telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan Reco Promenade Private, Ltd, pihak ketiga, dimana RMF, entitas anak, akan memberikan pinjaman dengan jumlah maksimal Rp 33.399.986.643 yang akan jatuh tempo pada 30 April 2023 dengan bunga sebesar 7,34% per tahun.
Pada tanggal 26 Januari 2021, RMF, entitas anak, mencairkan pinjaman kepada Reco Promenade Private, Ltd, pihak ketiga, sebesar Rp 33.399.986.643. Bunga dihitung dan dibayarkan setiap tahun. Tanggal pembayaran bunga adalah tanggal 31 Desember setiap tahun. Tanggal pembayaran bunga terakhir adalah tanggal 30 April 2023. will mature on April 30, 2023 with an interest rate of 7.34% per annum.
On January 26, 2021, RMF, a subsidiary provided a loan to Reco Promenade Private, Ltd, a third sehubungan dengan perjanjian pinjaman tanggal 20 Juni 2019 antara WSI dengan PSP, entitas anak, dimana PSP akan memberikan pembiayaan untuk pekerjaan renovasi kantor dan pengadaan aset WSI sehubungan dengan ruangan yang disewa oleh WSI di Gedung perkantoran South Quarter milik PSP dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 25.000.000.000 dengan jangka waktu 10 tahun dimulai pada 17 Oktober 2019 sampai dengan 17 Juli 2029. Seluruh piutang ini telah dilunasi pada tanggal 22 Januari 2021.
PT Wework Services International (WSI) Receivable from WSI, a third party, represents the receivable in relation to the loan agreement dated June 20, 2019 between WSI and PSP, a subsidiary, which PSP will provide financing for office renovation work and procurement of WSI assets in connection with the office rented by WSI in the PSP's South Quarter office building with a maximum loan of Rp 25,000,000,000 with a tenor of 10 years starting on October 17, 2019 until July 17, 2029. All this receivable had been fully paid on January 22, 2021.
PT Galang Gema Perdana (GGP)
Pada tanggal 12 Januari 2021, RMF, entitas anak, telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan GGP, pihak ketiga, dimana RMF akan memberikan pinjaman dengan jumlah maksimal Rp 29.970.811.350 yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2023 dengan bunga sebesar 7,34%
per tahun.
PT Galang Gema Perdana (GGP)
On January 12, 2021, RMF, a subsidiary, entered into a loan agreement with GGP, a third party, wherein RMF, a subsidiary, will provide loan with a maximum amount of Rp 29,970,811,350 which will mature on April 30, 2023 with an interest rate of 7.34% per annum.
GGP belum menarik dana pinjaman tersebut sampai dengan 30 September 2021.
GGP has not withdrawn the loan until September 30, 2021.
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 30 September 2021 dan 31 Desember 2020, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan.
Based on management’s evaluation of the collectibility of the individual receivable account as of September 30, 2021 and December 31, 2020 they believe that allowance for impairment is not necessary since all of such receivables are collectible.
Tidak terdapat piutang lain-lain yang dijadikan jaminan atas liabilitas Grup.
There are no other accounts receivable that are used as collateral for obligations of the Group.