• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA

6.7 IPNBK

Secara lengkap, hasil pengukuran indeks penerapan nilai budaya kerja pegawaiStasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon disajikan pada Tabel Lampiran 1. Secara ringkas, hasil pengukuran IPNBK tersebut dirangkum pada Tabel 36 berikut ini.

Tabel 36 Hasil Pengukuran Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja Pegawai SKP

Kelas I Ambon Semester II Tahun 2020

No. NilaiBudayaKerja/Pertanyaan NilaiRerata

1. Komitmen 3,14

1)Mentaatiperaturan/kesepakatan 3,42 2)Konsistensipenegakanperaturan/kesepakatan 3,60 3)Pelaksanaaninternalisasitujuanorganisasi 3,77 4)Penyamaanpersepsidalam langkahkerja 3,77 5)Konsistensipelaksanaantugas 3,65 6)Loyalitasterhadappelaksanaantugas 3,77 7)Menepatijanji 3,70 8)Pengunaanproduklokal 3,16

2. Keteladanan 3,65

1)Peranpegawaiaktifdalam meningkatkankinerja 3,65 2)Peranaktifpimpinandalam meningkatkankinerja 3,72

4)Penghargaanterhadappendapatoranglain 3,65 5)Sikaptegasdankeberanian pimpinan 3,58 6)Kepedulianpegawaiterhadap lingkungankerja 3,70

3. Profesionalisme 3,79

1)Peningkatanpengetahuandanketerampilanpelaksanaantugas 3,67 2)Peranpimpinanmemfasilitasipeningkatankemampuanpeg. 3,77 3)Kesesuaianpenugasan dengankompetensi 3,72 4)KesesuaianbekerjadenganSOP 3,86 5)Penyelesaianpekerjaansesuaitargetkinerja 3,86 6)Pelaksanaanpelayananprima 3,86

4. Integritas 3,75

1)Kejujuran 3,81 2)Tanggungjawabdalam pelaksanaantugas 3,79 3)Kesesuaiantindakandengannilaidannormayangberlaku 3,86 4)Inisiatifmelaporkanpenyimpangan 3,63 5)PenggunaanbahasaIndonesiayangbaik danbenar 3,67

5. Disiplin 3,56

1)Pelanggaranterhadapketentuan jam kerja 3,23 2)Pelanggaranterhadapketentuan pemakaianseragam 3,56

3)Ketaatanmengikutiupacara 3,67

4)Penggunaanfasilitaskantorsesuaiperaturan 3,79

NILAIRERATAIPNBKTOTAL 3,67

Berdasarkan Tabel 36 seperti disajikan diatas, terlihat bahwa secara totalitas hasil pengukuran indeks penerapan nilai budaya kerja pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon pada semester II tahun 2020

mencapai rerata skor 3,67 dari skalaskor 1 sampai dengan 4. Rerata skor

totalitas tersebut merupakan resultanteatau gabungan dari rerata skor kelima komponen nilai budaya kerja, masing-masing komitmen (rerata skor 3,60), keteladanan (rerata skor 3,65), profesionalisme (rerata skor 3,79), integritas (rerata skor 3,75) dan disiplin (rerata skor 3,56).

Didalam Permentan Nomor : 32/Permentan/OT.070/6/2015 tentang Pedoman Pengukuran Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja di Lingkungan Kementerian Pertanian dijelaskan kriteria dan hubungan antara nilai persepsi

budaya kerja, nilai interval budaya kerja, nilai interval konversi kualitas budaya kerja dan klasifikasi kualitas budaya kerja sebagaimana disajikan pada Tabel 37 berikut ini :

Tabel 37 Nilai Persepsi, Nilai Interval Budaya Kerja, Nilai Interval Konversi

Kualitas Budaya Kerja dan Klasifikasi Kualitas Budaya Kerja

Nilai Persepsi

Budaya Kerja Interval Nilai Budaya Kerja Nilai Interval Konversi Kualitas Budaya Kerja Klasifikasi Kualitas Budaya Kerja (Skor 1-4) (Interval 1-4) (Nilai Interval

X25)

4 3,26-4,00 81,26-100,00 A (SangatBaik)

3 2,51-3,25 62,51-81,25 B (Baik)

2 1,76-2,50 43,76-62,50 C (KurangBaik)

1 1,00-1,75 25,00-43,75 D (TidakBaik)

Mengacu pada Tabel 37 seperti tersebut diatas, maka hasil pengukuran IPNBK Pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Semester II Tahun 2020 dapat dilihat seperti tampak pada Tabel berikut ini.

Tabel 38 Nilai Persepsi, Nilai Interval Budaya Kerja, Nilai Interval Konversi Kualitas

Budaya Kerja dan Klasifikasi Kualitas Budaya Kerja Pegawai SKP Kelas I Ambon Semester II Tahun 2020 Komponen Nilai Budaya Kerja Nilai Persepsi Budaya Kerja Nilai Interval Budaya Kerja Nilai Interval Konversi Kualitas Budaya Kerja Klasifikasi Kualitas Budaya Kerja (Skor 1-4) (Interval 1-4) 1.Komitmen 3,60 3,26-4,00 90,12 A (SangatBaik) 2.Keteladanan 3,65 3,26-4,00 91,28 A (SangatBaik) 3.Profesionalisme 3,79 3,26-4,00 94,77 A (SangatBaik) 4.Integritas 3,75 3,26-4,00 93,84 A (SangatBaik) 5.Disiplin 3,56 3,26-4,00 89,10 A (SangatBaik)

Rerata IPNBK 3,67 3,26-4,00 91,82 A (SangatBaik)

Berdasarkan hasil pengukuran IPNBK seperti disajikan pada Tabel 2 diatas, makadapat diinterpretasikan atau disimpulkan bahwa rerata total nilai kualitas budaya kerja pegawai SKP Kelas I Ambon mencapai 91,82 atau berada pada kategori klasifikasi kualitas budaya kerja Sangat Baik (A). Nilai tersebut diperoleh darireratakelima komponen nilaibudaya kerja,yaitu:

1. Komitmen :90,12(SangatBaik/A).

2. Keteladanan :91,28(SangatBaik/A).

3. Profesionalisme:94,77(SangatBaik/A).

4. Integritas :93,84(SangatBaik/A).

Berdasarkan hasil pengukuran dari 43 PNS/CPNS pada Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, telah diperoleh skor rerata IPNBK yang mencapai 3,67 dari skala skor 1 sampai dengan 4. Adapun skor rerata IPNBK sebesar 3,67 tersebut jika dikonversikan ke dalam kualitas budaya kerja, yakni mengalikannya dengan angka konversi 25, menghasilkan nilai kualitas budaya kerja sebesar 91,82. Selanjutnya nilai kualitas budaya kerja sebesar 91,82 tersebut mencerminkan klasifikasi budaya kerja yang berada pada kategori Sangat Baik atau bernilai A.

Jadi pada tahun 2020, IPNBK pegawai SKP Kls I Ambon berhasil mencapai

skor 3,67 dari skor maksimal 4,00 atau berhasil memperoleh nilai kualitas budayakerja sebesar 91,82 yang mencerminkan klasifikasi budaya kerja Sangat Baik (A).

Penelusuran lebih jauh atau lebih dalam berdasarkan 5 komponen nilai budaya kerja, yaitu komitmen, keteladanan, profesionalisme, integritas dan disiplin memperlihatkan bahwa pada kelima atau pada ke semua komponen nilai budaya kerja tersebut, seluruhnya mencapai klasifikasi budaya kerja Sangat Baik (Nilai A).

dengan kualitas budaya kerja terbaik secara berurutan masing-masing dicapai oleh komponen:

1. Disiplin :skor 3,56 dan kualitas budaya kerja 89,10 (Sangat Baik/A).

2. Integritas :skor 3,75 dan kualitas budaya kerja 93,84 (Sangat Baik/A).

3. Profesionalisme :skor 3,79 dan kualitas budaya kerja 94,77 (Sangat Baik/A).

4. Keteladanan :skor 3,65 dan kualitas budaya kerja 91,28 (Sangat Baik/A).

Komitmen : skor 3,60 dan kualitas budaya kerja 90,12 (Sangat Dengan

nilai kualitas budaya kerja total pegawai SKP Kls I Ambon yang mencapai

91,82, maka dapat dilihat bahwa dari kelima komponen nilai budaya kerja

tersebut ternyata kualitas budaya kerja 4 komponen berada diatas rata-rata yaitu Inetgritas, Profesionalisma, Keteladanan dan komitmen, Sementara 1 komponen yang berada sedikit di bawah rata-rata, yaitu Disiplin.

Komponen Profesionalisme menjadi komponen nilai budaya kerja yang terbaik dengan skor 3,79 atau nilai kualitas budaya kerja 94,77 atau termasuk pada klasifikasi budaya kerja Sangat Baik/A. Berikut dapat di lihat tabel komponen Profesionalisme : Baik/A).

Tabel 39 Komponen Profesionalisme Nilai Budaya Kerja.

Indikator/Item Pertanyaan Skor

Kualitas Budaya Kerja

Klasifikasi Budaya Kerja

1)Peningkatan pengetahuan dan

keterampilan pegawai 3,67 91,86 Sangat Baik/A

2)Fasilitasi pimpinan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai

3,77 94,19 Sangat Baik/A

3)Kesesuaian penugasan dengan

kompetensi 3,72 93,02 Sangat Baik/A

4)Kesesuaian bekerja dengan SOP 3,86 96,51 Sangat Baik/A

5)Penyelesaian pekerjaan sesuai

target kinerja 3,86 96,51 Sangat Baik/A

6)Pelaksanaan pelayanan prima 3,86 96,51 Sangat Baik/A

Dari hasil diatas mencerminkan beberapa hal,yaitu:

(1) Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan oleh setiap pegawai (3,67 atau 91,86

(2) Fasilitasi pimpinan terhadap peningkatan pengetahuan dan

keterampilan pegawai (3,77 atau 94,19)

(3) Kesesuaian penugasan dengan kompetensi (3,72 atau 93,02)

(4) Kesesuaian bekerja dengan Standar Operasional Prosedur/SOP (3,86 atau 96,51);

(5) Penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan target kinerja (3,86 atau 96,51);

(6) Pelaksanaan pelayanan prima(3,86 atau 96,51);

Hasil ini hampir nyaris sempurna dalam memberikan gambaran bahwa para pegawai SKP Ambon sangat memahami dan senantiasa berupaya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan .

Kemudian dalam melaksanakan pekerjaannya, para pegawai SKP Ambon telah memiliki standar operasional prosedur atau mekanisme kerja standar yang menjadi acuan dalam bekerja sehingga pelaksanaan pekerjaan selalu berpedoman kepada SOP tersebut. hal ini didukung oleh kondisi kelembagaan SKP Ambon yang telah memiliki sertifikat SOP internasional (International Standart Operational/ISO), yaitu SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO 19025:2017 tentang Akreditasi Laboratorium 37001:2016 SMAP (sitem Manajemen Anti Penyuapan. Selanjutnya dalam upaya melaksanakan pekerjaan sesuai target kinerjanya, para pegawai terus

berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Upaya

peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai yang difasilitasi lembaga antara lain peningkatan profesionalisme petugas melalui tugas belajar, magang, diklat, seminar, pengiriman pegawai untuk memenuhi undangan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan oleh Pusat (Badan Badan Karantina Pertanian/BARANTAN, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, dan lain-lain). Disamping itu para pegawai secara perorangan juga melakukan inisiatif pribadi untuk meningkatkan

pengetahuan dan keterampilannya, antara lain dengan melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang yang lebih tinggi (Diploma, S1 dan S2) melalui ijin belajar atau mengikuti seminar-seminar singkat.

Komponen nilai budaya kerja terbaik kedua setelah Profesionalisme adalah integritas yangmencapai skor 3,75 atau nilai kualitas budaya kerja

93,84 atau termasuk pada klasifikasi budaya kerja Sangat Baik (A). Hasil

tersebut merupakan rerata resultante dari 5 indikator / item pertanyaan tentang integritas, masing-masing sebagai berikut:

Tabel 40 Hasil Rata-rata Resultante Dari 5 (Lima) Indikator Tentang Integritas

Indikator/ItemPertanyaan Skor Kualitas Budaya Kerja KlasifikasiBuday a Kerja

1)Bersikap dan bertindak jujur 3,81 95,35 Sangat Baik/A

2)Tanggungjawab dalam pelaksanaan

tugas 3,79 94,77 Sangat Baik/A

3)Kesesuaian tindakan dengan nilai

dan norma 3,86 96,51 Sangat Baik/A

4)Inisiatif melaporkan penyimpangan 3,63 90,70 Sangat Baik/A

5)Penggunaan Bahasa Indonesia yang

baik dan benar 3,67 91,86 Sangat Baik/A

Rata-rata 3,75 93,84 Sangat Baik/A

Berdasarkan kelima indikator integritas, maka hasil ini menggambarkan bahwa para pegawai SKP Ambon sangat memahami dan menjadikan tanggungjawab, kesesuaian tindakan dengan nilai dan norma yang berlaku serta kejujuran sebagai faktor yang harus diutamakan dan dilaksanakan seoptimal mungkin karena hal tersebut merupakan landasan moral dan keyakinan hidup yang menjadi dasar dalam bersikap dan bertindak, baik sebagai pegawai maupun sebagai warga masyarakat/negara.

Pada sisi lain dari nilai budaya kerja integritas masih beradadiatas angka rata-rata, yaitu indikator penggunaan bahasa Indonesia yang baikdan benar (3,67atau 91,84) dan inisiatif melaporkan penyimpangan (3,63 atau 90,70). Kondisi ini sangat mendukung didalam kehidupan dan pergaulan kerja

sehari-hari penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar selalu diterapkan dalam keseharian dalam menjalankan tugas, meski pengaruh dialek dari berbagai suku, budaya dan bahasa para pegawai yang cukup beragam (Ambon, Sunda, Jawa, Padang, Batak dan lain-lain) tidak menjadi penghalang dalam berkomunikasi. Disamping itu letak lokasi Perkantoran SKP Ambonyang berada di lingkungan masyarakat Ambon juga memberikan tidak pengaruh kepada pegawai dalam menggunakan bahasa daerah, khususnya bahasa Ambon dalam pergaulan kerja sehari-hari justru itu memperkaya Kosa kata mereka dalam penggunaan bahasa dan tidak jadi masalah dan tidak ada keraguan atau rasa takut dalam melaporkan suatu penyimpangan.

Peran dan teladan pimpinan SKP Kls Ambon dalam hal ini merupakan kunci upaya peningkatan keberanian para pegawai untuk berani berinisiatif melaporkan penyimpangan yang terjadi. Sedangkan upaya yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan pembinaan pegawai melalui pertemuan-pertemuan secara berkala. Peningkatan kemampuan secara ganda atau kompetensi pegawai terus menerus dalam hal pengendalian diri terhadap keinginan melakukan penyimpangan dan peningkatan kompetensi pegawai dalam hal pengawasan untuk dapat menumbuhkan keberanian dan inisiatif melaporkan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Lebih dari itu, upaya pimpinan lembaga dalam menumbuhkan dan mengembangkan keberanian pegawai untuk berani berinisiatif melaporkan penyimpangan melalui keteladanan merupakan langkah strategis yang sangat diperlukan.

Komponen nilai budaya kerja terbaik yang tiga setelah profesionalisme, integritas adalah keteladanan dengan skor 3,65 atau nilai kualitas budaya kerja 91,28 (Sangat Baik/A). Hasil tersebut merupakan rerata resultante dari 6 indikator atau 6 item pertanyaan tentang keteladanan, masing-masing sebagai berikut:

Tabel 41 Hasil Rata-rata Resultante Dari 6 (Enam) Indikator Tentang Keteladanan. Indikator/ItemPertanyaan Skor Kualitas Budaya Kerja Klasifikasi Budaya Kerja

1)Peran aktif pegawai dalam

meningkatkan kinerja 3,65 91,28 Sangat Baik/A

2)Peran aktif pimpinan dalam

meningkatkan kinerja 3,72 93,02 Sangat Baik/A

3)Upaya pimpinan membangun

keterbukaan dan komunikasi 3,60 90,12 Sangat Baik/A

4)Penghargaan pegawai terhadap

pendapat orang lain 3,65 91,28 Sangat Baik/A

5)Sikap tegas dan berani dari pimpinan 3,58 89,53 Sangat Baik/A

6)Kepedulian pegawai terhadap

lingkungan kerja 3,70 92,44 Sangat Baik/A

Rerata 3,45 86,32 Sangat Baik/A

Berdasarkan keenam item pertanyaan yang menggambarkan 6 indikator nilai budaya kerja keteladanan seperti disajikan diatas, dapat dijelaskan bahwa semua indikator indikator masuk nilai diatas skor rerata, yaitu peran aktif pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai (skor rerata 3,65 atau nilai kualitas budaya kerja 91,82 atau klasifikasi sangat baik/A), Peran aktif pimpinan dalam meningkatkan kinerja (skor rerata 3,72 atau nilai kualitas budaya kerja 93,02 atau klasifikasi sangat baik/A), upaya pimpinan membangun keterbukaan dan komunilkasi (skor rerata 3,60 atau nilai kualitas budaya kerja 90,12 atau klasifikasi sangat baik/A), Penghargaan pegawai terhadap pendapat orang lain (skor rerata 3,65 atau nilai kualitas budaya kerja 91,28 atau klasifikasi sangat baik/A), sikap tegas dan berani dari pimpinan (skor rerata 3,58 atau nilai kualitas budaya kerja 89,53 atau klasifikasi sangat baik/A), Kepedulian pegawai terhadap lingkungan kerja skor rerata 3,70 atau nilai kualitas budaya kerja 92,44 atau klasifikasi sangat baik/A). Ternyata ketiga indikator dengan skor diatas skor rerata, kesemuanya menyangkut aspek kepemimpinan dari pimpinan Stasiun atau Kepala Stasiun. Dalam konteks ini, upaya kedepan untuk dipertahankan capaian keteladanan melalui aspek

kepemimpinan salah satunya dengan meningkatkan keterbukaan dan komunikasi dengan para pegawai, penyelesaian masalah secara langsung dan cepat serta meningkatkan perhatian untuk membantu para pegawai meningkatkan kinerjanya.

Berdasarkan keenam item pertanyaan yang menggambarkan 6 indikator nilai budaya kerja keteladanan seperti disajikan diatas, dapat dijelaskan bahwa semua indikator indikator masuk nilai diatas skor rerata (3,45 atau rata-rata nilai kualitas budaya kerja (86,32), masing-masing secara berurutan adalah: (1) menghargai pendapat orang lain (skor rerata 3,73 atau nilai kualitas budaya kerja 93,13); (2) kepedulian terhadap lingkungan kerja (skor rerata 3,72 atau nilai kualitas budaya kerja 92,92); dan (3) peran aktif pegawai dalam meningkatkan kinerja (skor rerata 3,68 atau nilai kualitas budaya kerja 92,08). Hasil ini memberikan gambaran bahwa secara umum para pegawai SKP Ambon telah menyadari dan menerapkan rasa saling menghargai satu sama lain, baik dengan sesame pegawai, terlebih lagi dengan masyarakat pengguna balai. Hal tersebut sangat diperlukan karena merupakan cerminan keteladanan pegawai didalam upaya menumbuhkembangkan kepercayaan (trust) pihak lain terutama pihak pengguna balai. Hal tersebut diikuti pula oleh kesadaran akan kepedulian terhadap lingkungan kerja sebagai sumber penghidupan para pegawai dan peran aktif pegawai dalam meningkatkan kinerja, diantaranya melalui upaya peningkatan masing-masing kompetensi diri, baik yang difasilitasi oleh lembaga maupun atas inisiatif dan biaya sendiri.

Komponen nilai budaya kerja terbaik keempat adalah komitmen dengan skor 3,60 atau nilai kualitas budaya kerja 90,12 (Sangat Baik/A). Hasil tersebut merupakan rerata resultante dari 6 indikator atau 8 item pertanyaan tentang komitmen, masing-masing sebagai berikut:

Tabel 42 Hasil Rata-rata Resultante dari 6 (Enam) Indikator Tentang Komitmen Indikator/ItemPertanyaan Skor Kualitas Budaya Kerja Klasifikasi Budaya Kerja

2)konsistensi pimpinan dalam penegakan peraturan

3,60 90,12 Sangat Baik/A

3)Internalisasi tujuan organisasi oleh pimpinan

3,77 94,19 Sangat Baik/A

4)Penyamaan persepsi dalam langkah kerja oleh pimpinan

3,77 94,19 Sangat Baik/A

5)Konsistensi pegawai dalam melaksanakan tugas

3,65 91,28 Sangat Baik/A

6)Loyalitas pegawai terhadap pelaksanaan tugas

3,77 94,19 Sangat Baik/A

7)Menepati janji 3,70 92,44 Sangat Baik/A

8)Penggunaan produk lokal 3,16 79,07 Baik/B

Rata-rata 3,60 90,12 Sangat Baik/A

Berdasarkan kedelapan item pertanyaan yang menggambarkan 6 indikator nilai budaya kerja komitmen seperti disajikan diatas, dapat dijelaskan bahwa terdapat 7 indikator yang mencapai nilai diatas skor rerata (3,42 atau rata-rata nilai kualitas budaya kerja (85,47), dan 1 indikator yang berada dibawah skor rerata yaitu penggunaan prodak lokal untuk itu diperlukan upaya peningkatan komitmen yang kuat dari pimpinan, utamanya dalam upaya konsistensi penegakan peraturan /kesepakatan, internalisasi tujuan organisasi dan penyamaan persepsi dalam langkah kerja serta mendorong staf untuk lebih menggunakan produk lokal.

Hasil diatas juga memberikan gambaran bahwa secara umum para pegawai SKP Ambon telah memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap indikator menepati janji, konsistensi dan loyalitas pelaksanaan tugas, dan ketaatan terhadap peraturan. Artinya para pegawai telah menyadari dan telah berusaha menerapkan komitmen pribadi, baik terhadap pelaksanaan peraturan, pelaksanaan tugas dan pemenuhan janji, karena hal-hal tersebut merupakan dasar utama bagi penilaian kondite (kepatuhan) pribadi setiap pegawai. Baik buruknya pegawai dimulai dari komitmen pribadi dan penerapannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pencapaian nilai komitmen yang sangat tinggi/kuat terhadap ketiga indikator tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan dan perlu terus dipertahankan atau

ditingkatkan lagi untuk dapat mencapai skor maksimal.

Komponen nilai budaya kerja terbaik yang terakhir adalah Disiplin dengan skor 3,56 atau nilai kualitas budaya kerja 89,10 (Sangat Baik/A). Hasil ini mencerminkan beberapa hal yaitu:

 Pelanggaran pada ketentuan jam kerja secara umum sangat jarang atau hamper tidak pernah terjadi.

 Demikian pula untuk pelanggaran terhadap ketentuan pemakaian seragam dan atribut kerja sesuai peraturan secara umum juga sangat jarang atau hampir tidak pernah terjadi.

 Secara umum pelanggaran terhadap kewajiban mengikuti upacara juga sangat jarang atau hamper tidak pernah terjadi.

 Secara umum penggunaan fasilitas kantor sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kualitas budaya kerja disiplin menjadi komponen yang terbaik, hal tersebut dapat dijelaskan secara empiris yakni ketentuan jam kerja, pemakaian seragam, kewajiban mengikuti upacara dan penggunaan fasilitaskan torse sesuai peraturan merupakan hal-hal yang sudah diatur dengan sangat jelas, spesifik/khusus dan mudah dipahami serta sudah berlaku sejak sangat lama dan relatif tidak sering/banyak mengalami perubahan. Kemudian upaya sosialisasi tentang ketentuan jam kerja, pemakaian seragam dan kewajiban mengikuti upacara serta penggunaan fasilitas kantor juga dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan dengan berbagaicara, baik secara tercetak/tertulis yang ditempel dipapan pengumuman maupun secara lisan melalui pertemuan/rapat atau padasaat apel /brefing dan upacara reguler (senin / atau hari-hari besar nasional lainnya). Sosialisasi dalam jangka waktu yang lama, terus menerus dan melalui berbagai cara telah memberikan hasil yang positif bagi terinternalisasinya penerapan disiplin dengan baik sehingga diharapkan dapat menjadi budaya positif yang harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan melalui konsistensi upaya sosialisasi yang tetap terus menerus dengan berbagai cara, baik cara lama maupun cara baru yang lebih kreatif dan inovatif sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih

optimal.

Penelusuran dan analisis lebih dalam lagi terhadap komponen nilai budaya disiplin berdasarkan 4 (Empat) indikator dan 4 (Empat) item pertanyaannya memperlihatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 43 Hasil Analisis Komponen Nilai Budaya Disiplin 4 (empat) Indikator

Indikator/ItemPertanyaan Skor KualitasBu daya Kerja KlasifikasiBuday a Kerja 1)Pelanggaran terhadap ketentuan jam kerja

3,23 80,81 Baik/B

2)Pelanggaran terhadap

ketentuan pemakaian seragam

3,56 88,91 Sangat Baik/A

3)Ketaatan mengikuti upacara 3,67 91,86 Sangat Baik/A

4) Penggunaan fasilitas

kantor sesuai peraturan

3,79 94,77 Sangat Baik/A

Rata -rata 3,56 89,10 Sangat Baik/A

Penelusuran seperti terlihat diatas menunjukkan bahwa diantara keempat indikator/item pertanyaan komponen nilai budaya kerja disiplin, tiga berada pada klasifikasi sangat baik/A dan satu baik/B.

Jadi berdasarkan hasil penelusuran lebih dalam berdasarkan indikator/item pertanyaan komponen nilai budaya disiplin, dapat diketahui indikator yang menunjukkan hasil terendah/terlemah diantara yang terbaik, yakni ketaatan terhadap ketentuan jam kerja. Namun demikian kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kesengajaan pegawai untuk melakukan penyimpangan terhadap ketentuan jam kerja, akan tetapi terkadang disebabkan oleh hal-hal yang berada diluar kendali pegawai seperti adanya halangan, musibah dan lain-lain.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka pada komponen nilai budaya kerja disiplin, indikator ketaatan terhadap ketentuan jam kerja menjadi faktor yang paling perlu mendapatkan perhatian untuk diperbaiki atau ditingkatkan pada waktu-waktu yang akan datang. Upaya yang dapat dilakukan selain

peningkatan sosialisasi dengan berbagaicara, juga perlu dilakukan upaya penegakan sanksi yang lebih keras terhadap kesengajaan melakukan pelanggaran ketentuan jam kerja tersebut atau tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan, misalnya mulai dari pemotongan tunjangan kinerja, peringatan 1, peringatan 2, peringatan 3, teguran lisan, teguran tertulis, hukuman disiplin ringan, hukuman disiplin sedang atau hukuman disiplin berat sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan para pegawai.

Berdasarkan seluruh hasil yang dicapai dari pengukuran kelima komponen nilai budaya kerja pegawai SKP Ambon pada semester II tahun 2020, maka secara ringkas dapat dirangkum seperti disajikan pada Tabel 4 berikut ini.

Tabel 44 Rekapitulasi Hasil Pengukuran Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja

Pegawai SKP Kelas I Ambon Semester II Tahun 2020

Komponen/ Indikator/ Item Pertanyaan Skor Kualitas Budaya Kerja Klasifikasi Budaya Kerja

1.Disiplin: 3,64 91,04 Sangat Baik/A

1)Ketaatan mengikuti upacara 3,88 97,08 Sangat Baik/A

2)Pelanggaran terhadap ketentuan pemakaian seragam

3,72 92,92 Sangat Baik/A

3)Penggunaan fasilitas kantor sesuai peraturan

3,66 91,46 Sangat Baik/A 4)Pelanggaran terhadap ketentuan jam

kerja

3,31 82,71 Sangat Baik/A

2.Integritas: 3,55 88,71 Sangat Baik/A

1)Tanggungjawab dalam pelaksanaan tugas

3,88 97,08 Sangat Baik/A

2)Kesesuaian tindakan dengan nilai dan norma

3,73 93,13 Sangat Baik/A

3)Bersikap dan bertindak jujur 3,59 89,79 Sangat Baik/A

4)Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

3,54 88,54 Sangat Baik/A 5)Inisiatif melaporkan penyimpangan 3,00 75,00 Baik/B

kinerja

2) Kesesuaian bekerja dengan SOP 3,70 92,50 Sangat Baik/A

3) Pelaksanaan pelayanan prima 3,61 90,21 Sangat Baik/A

4) Peningkatan pengetahuan dan

keterampilan pegawai

3,51 87,71 Sangat Baik/A 5) Kesesuaian penugasan dengan

kompetensi

3,43 85,63 Sangat Baik/A 6) Fasilitasi pimp. Thdp peningkatan

penget. & keteramp. peg.

3,03 75,83 Baik/B

4.Keteladanan: 3,45 86,32 Sangat Baik/A

1)Penghargaan pegawai terhadap pendapat orang lain

3,73 93,13 Sangat Baik/A

2)Kepedulian pegawai terhadap lingkungan kerja

3,72 92,92 Sangat Baik/A

3)Peran aktif pegawai dalam meningkatkan kinerja

3,68 92,08 Sangat Baik/A 4)Peran aktif pimpinan dalam

meningkatkan kinerja

3,42 85,42 Sangat Baik/A

5) Sikap tegas dan berani dari pimpinan 3,18 79,58 Baik/B 6)Upaya pimpinan membangun

keterbukaan dan komunikasi

2,99 74,79 Baik/B

5.Komitmen: 3,41 85,36 Sangat Baik/A

1)Menepati janji 3,72 92,92 Sangat Baik/A

2)Loyalitas pegawai terhadap pelaksanaan tugas

3,68 91,88 Sangat Baik/A

3)Konsistensi pegawai dalam melaksanakan tugas

3,65 91,25 Sangat Baik/A

4)Ketaatan terhadap peraturan/kesepakatan

3,60 90,00 Sangat Baik/A 5)Penyamaan persepsi dalam langkah

kerja oleh pimpinan

3,33 83,13 Sangat Baik/A 6)Internalisasi tujuan organisasi oleh

pimpinan

3,13 78,33 Baik/B

7)Penggunaan produk lokal 3,12 77,92 Baik/B

8)Konsistensi pimpinan dalam penegakan peraturan

3,10 77,50 Baik/B

Rata-rata Total 3,49 87,36 SangatBaik/A

capaian IPNBK-nya paling rendah pada setiap komponen nilai budaya kerja sehingga menjadi focus untuk diperbaiki pada waktu-waktu mendatang. Secara ringkas, indikator-indikator komponen nilai budaya kerja yang harus menjadi focus perbaikan di SKP Ambon untuk waktu-waktu mendatang tampak pada Tabel 5 berikut ini.

Tabel 45 Indikator Komponen Nilai Budaya Kerja Yang Menjadi Fokus Perbaikan di

SKP Kelas I Ambon

Komponen/Indikator/Item Pertanyaan Skor

Kualitas Budaya Kerja Klasifiksi Budaya Kerja 1.Disiplin: 3,56 89,10 SangatBaik/A

1)Pelanggaran terhadap ketentuan jam kerja

3,23 80,81 Baik/B

2) Ketentuan pemakaian seragam dan atribut kerja sesuai peraturan

3,56 88,95 Sangat Baik/A

2.Integritas: 3,75 93,84 Sangat Baik/A

1)Inisiatifmelaporkanpenyimpangan 3,63 90,70 Sangat Baik/A

3.Profesionalisme: 3,79 94,77 Sangat Baik/A

1. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas

3,67 91,86 Sangat Baik/A

4.Keteladanan: 3,65 91,28 Sangat Baik/A

1)Sikap tegas dan berani dari pimpinan 3,58 89,53 Sangat Baik/A 2)Upaya pimpinan membangun

keterbukaan dan komunikasi

3,60 90,12 Sangat Baik/A

5.Komitmen: 3,60 90,12 Sangat Baik/A

1) Melanggar peraturan/kesepakatan dalam melaksanakan tugas

3,42 85,47 Sangat Baik/A

2)Penggunaan produk lokal 3,16 79,07 Baik/B

3)Konsistensi pimpinan dalam penegakan

peraturan 3,60 90,12 Sangat Baik/A

Memperhatikan Tabel 5 diatas, maka fokus tindak lanjut yang harus dilakukan SKP Kls I Ambon menyangkut perbaikan dan peningkatan hasil

Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja diwaktu-waktu mendatang disajikan pada Tabel 6 berikut ini.

Tabel 46 Fokus Tindak Lanjut Perbaikan Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja

Pegawai SKP Kelas I Ambon

Komitmen Keteladanan Profesionalisme Integritas Disiplin

1. Peningkatan peraturan/ke sepakatan dalam melaksanaka n tugas. 2. Peningkat

Dokumen terkait