BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.2 Landasan Teori
2.2.5 Isim Dhomir dan Macamnya
“Isim adalah setiap kalimat yang menunjukkkan manusia, hewan, tumbuhan, jamad, tempat, waktu, sifat maupun makna tunggal dari waktu (suatu peristiwa)”.
Contohnya : ا ا ,ف , ش , ا , ئ , , أ ,
Ni‟mah juga membagi isim menjadi dua jenis berdasarkan tertentu tidaknya (tanpa tahun:10) yaitu isim nakiroh dan isim ma‟rifat. Isim nakiroh adalah setiap isim yang menunjukkan sesuatu tidak tertentu. Contohnya : , أ ,
Sementara isim ma‟rifat adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang tertentu. Contohnya : ا , أا ا , إا ,
Ni‟mah membagi Isim ma‟rifat menjadi tujuh macam, yaitu : 1. isim dhomir
2. isim alam 3. isim isyaroh 4. isim mawshul
5. isim yang dima‟rifatkan dengan ا 6. isim yang mudhof kepada isim ma‟rifat 7. isim munada maqshur yang tertentu
2.2.5.1 Pengertian Isim dhomir
Dalam bahasa Arab kata ganti disebut dengan isim dhomir (Hasanah 2012 : 27). Isim dhomir berfungsi sebagai pengganti sebuah kata atau digunakan untuk mewakili seseorang atau benda atau sekelompok orang atau benda.
Ma‟arif (2008:22) dalam bukunya mengatakan bahawa isim dhomir adalah kata yang menunjukkan kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga. Sementara Ni‟mah (113) menyatakan hal yang sama dengan Ma‟arif terkait pengertian isim dhomir bahwa isim dhomir adalah :
ئ غ أ أ
“Isim mabniy yang menunjukkan orang pertama (yang berbicara) atau orang kedua (yang diajak berbicara) atau orang ketiga (yang tidak hadir dalam pembicaraan.” Ketiga definisi di atas sudah memberikan gambaran jelas tentang pengertian isim dhomir. Kesimpulan dari definisi isim dhomir di atas adalah isim (atau kata benda) yang berfungsi sebagai kata ganti orang dalam bahasa Arab. Kata ganti orang tersebut menunjukkan orang pertama ( ), orang kedua ( ) dan orang ketiga ( ئ غ). 2.2.5.2 Macam Isim Dhomir
Ma‟arif (2008:22) membagi isim dhomir menjadi empat bagian, yaitu :
1. Isim Dhomir bariz : isim yang Nampak dalam lafadhnya, seperti . 2. Isim Dhomir Mustatir : isim dhomir yang tidak nampak dalam lafadhnya,
3. Isim Dhomir Muttashil : Isim Dhomir yang tidak bisa dijadikan permulaan kalimat atau jatuh setelah ا seperti pada lafadh .
4. Isim Dhomir Munfashil : isim dhomir yang bisa dijadikan permulaan kalimat dan jatuh setelah ا seperti pada lafadh ٌ أ .
24
Adapun Isma‟i (1992:b) mendeskripsikan macam-macam dhomir sebagai berikut :
Tabel 2.1 Macam-macam dhomir menurut Isma’i No. Fi‟il Madhi Mabni dan
Dhomirnya ( ف )
Fi‟il Mudhori‟ dan Dhomirnya ) ( Dhomir Muttashil ( ٍ ُ ) Dhomir Munfashil ( ) ( ف ) 1. ف ئ غ " " ئ غ " " 2. ا ف ئ غ "ف أ" ا ئ غ "ف أ" 3. ا ف ئ غ " ا " ئ غ " ا " 4. ف ئ غ ث " " ئ غ ث " " 5. ف ئ غ ث "ف أ" ا ئ غ ث "ف أ" 6. ف ئ غ ث " " ئ غ ث " " 7. ف "ء " " أ"
أ
8. ف "ف أ" ا "ف أ"أ
9. ف "ء " " ا "أ
10. ف ث "ء " ث "ء "أ
11. ف ث "ف أ" ا ث "ف أ"أ
12. ف ث "ء " ث " "أ
13 ف "ء " فأ " "أأ
14. ف ا غ ا " " غ ا " "25 Tabel 2.2 Macam-macam dhomir menurut Ma’shum
No. Fi‟il Madhi Dhomir-dhomir Rofa‟ Dhomir-dhomir Nashob Dhomir-dhomir Jar Fi‟il Mudhori‟ Fi‟il Amar
1.
ئ غ ا
ف- -
-2.
فا ا -
-3.
فا -
-4.
ف- -
-5.
فا ا -
-6.
ف-
-7.
ا
فأ - فا
8.
فأ ا فا ا
9.
فأ فا ا
10.
فأ فا
11.
فأ ا فا ا
12.
فأ فا
13 ا
فأ فأ - -
-14.
ف- -
-26
Sementara Ni‟mah (tanpa tahun:113) membagi isim dhomir menjadi tiga macam, yaitu :
1. Dhomir Munfashil, yaitu : Kata ganti orang yang berdiri sendiri dalam pengucapannya (tidak bersambung dengan kata lainnya). Dhomir munfashilah dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Dhomir Rofa‟ Munfashil Yaitu kata ganti yang berdiri sendiri dan bermahal rofa‟nya mubtada‟, khobar, fa‟il dan naibul fa‟il. Contohnya :
1) Untuk orang pertama ( ): , أ
2) Untuk orang kedua( ) : َ أ , أ , أ , أ , أ 3) Untuk orang ketiga ( ئ غ ) : , , , ,
b. Dhomir Nashob Munfashil
Yaitu kata ganti orang yang dii‟robkan dengan mahal nashobnya maf‟ul bih. Contohnya :
1) Untuk orang pertama ( ): َ , َ
2) Untuk orang kedua ( ) : َ َ , َ , َ , َ , َ 3) Untuk orang ketiga ( ئ غ ) : َ َ , َ , َ , َ , َ
2. Dhomir Muttashil Ada tiga macam dhomir muttashil :
a. Dhomir Rofa‟ Muttashil Yaitu kata ganti yang selamanya menempel pada fi‟il dan beserta saudara-saudaranya. Contohnya :
1) Kata ganti pada fi‟il madhi berupa huruf ا ء : , , , , , َ
2) Kata ganti pada fi‟il madhi berupa huruf :
3) Kata ganti pada fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar berupa huruf ثإا ف أ : ا , , , ,
4) Kata ganti pada fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar berupa huruf ا ا : ا , , ,ا
5) Kata ganti pada fi‟il mudhori‟ dan amar berupa huruf ء ا : ا ,
6) Kata ganti pada fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar berupa huruf ث ا ا : ا , , ,
Adapun dhomir muttashil yang menyambung pada fi‟il itu mabni dengan bermahal rofa‟nya fa‟il, contohnya :
ف ا أ : أ adalah fi‟il madhi yang mabni dan (yang menempel pada fi‟il
madhi terseubut) adalah dhomir muttashil mabni dhommah yang bermahal rofa‟nya fa‟il.
ا ا ط ا : ا adalah fi‟il mudhori‟ yang marfu‟ (dirofa‟kan) dengan tetapnya keberadaan nun. Sementara alif (pada fi‟il mudhori‟ tersebut) adalah dhomir muttashil sebagai fai‟l.
ط ا : adalah fi‟il madhi yang mabni dan (yang menempel pada fi‟il madhi tersebut) adalah dhomir muttashil yang mabni fathah yang bermahal rofa‟nya fail.
Sementara dhomir muttashil yang menyambung dengan dan
saudara-saudaranya itu mabni dengan bermahal rafa‟ isimnya . Adapun merupakan
fi‟il madhi naqish yang hanya bisa didapati bentuk fi‟il madhi dan mudhori‟nya saja (tidak ada bentuk fi‟il amar). Berbeda halnya dengan fi‟il tam yang memiliki bentuk fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar. Adapun fi‟il tam dan naqish merupakan fi‟il mutashorrif. Fi‟il mutashorrif itu sendiri merupakan fi‟il yang tidak hanya memiliki satu bentuk fi‟il saja (Ni‟mah tanpa tahun:84).
Contohnya :
خأ أ خ : fi‟il madhi naqish dan ta‟ (yang menempel pada fi‟il
madhi tersebut) merupakan dhomir muttashil yang mabni dengan bermahal rofa‟ isimnya . Sementara خ adalah khobarnya yang dinashobkan dengan fathah.
ً ا اً ا : fi‟il madhi naqish dan wawu (yang menempel pada fi‟il madhi tersebut) adalah dhomir muttashil yang bermahal rofa‟ isimnya . Sementara اً adalah khobarnya yang dinashobkan dengan fathah.
b. Dhomir Nashob Muttashil Yaitu kata ganti yang menempel pada fi‟il (sebagai maf‟ul bih) dan beserta saudara-saudaranya (sebagai isimnya ). Contohnya :
1) Kata ganti setelah fi‟il berupa huruf ِ اء : ش 2) Kata ganti setelah fi‟il berupa huruf ِ ا : ش 3) Kata ganti setelah fi‟il berupa huruf ا ف : , ش
ش , ش , ش , ش
4) Kata ganti setelah fi‟il berupa ئ غ ا ء : , ش , ش ش
, ش , ش
Adapun dhomir muttashil yang menempel pada fi‟il itu mabni yang bermahal nashobnya maf‟ul bih, contohnya :
ص ا ا : ص adalah fi‟il madhi mabni, huruf wawu (yang
menempel pada fi‟il madhi tersebut) adalah dhomir muttashil dengan bermahal rofa‟ karena berfungsi sebagai fa‟il, dan huruf adalah dhomir muttashil yang bermahal nashobnya maf‟ul bih.
ا ش أا : adalah fi‟il mudhri‟ yang dirafa‟kan dengan dhomah dan fa‟il nya berupa dhomir mustatir yang dikira-kirakan berupa . Sementara adalah dhomir muttashil yang mabni sukun dengan bermahal nashob karena berfungsi sebagai maf‟ul bih.
Sementara dhomir muttashil yang menempel pada dan saudara-saudaranya itu mabni yang dengan bermahal nashob isimnya . Contohnya :
: adalah huruf taukid dan nashob dan huruf ha‟(yang menempel pada ) adalah dhomir muttashil yang mabni dhomah yang bermahal nashob sebagai isim . Sementara itu, lafadh merupakan khobarnya .
c. Dhomir Jar Muttashil Kata ganti yang menempel pada isim sebagai mudhof ilaih dan huruf jar sebagai majrur. Beberapa contoh dhomir jar muttashil yaitu :
a) Kata ganti setelah isim berupa huruf ا ء : b) Kata ganti setelah isim berupa huruf ا : c) Kata ganti setelah isim berupa huruf ا ف : ,
, , , َ
Adapun dhomir jar muttashil yang menempel pada isim itu mabni yang bermahal jar mudhof ilaih, contohnya :
ئا ف ا : huruf ha‟ yang menempel setelah lafadh ئا ف merupakan dhomir muttashil yang mabni dhomah yang bermahal jarnya mudhof ilaih.
Sementara dhomir jar muttashil yang menempel pada huruf jar itu mabni dan bermahal jar (sebagai isim majrur), contohnya :
ا خأ : adalah huruf jar dan huruf adalah dhomir (muttashil) yang mabni fathah yang bermahal jar.
3. Dhomir Mustatir
yaitu kata ganti orang yang tidak nampak bentuk lafadh aslinya. Ada dua macam Dhomir mustatir, yaitu:
Yaitu kata ganti yang tidak bisa bermahal seperti isim dhohir (tidak bisa ditampilkan wujudnya/wajib tersimpan). Dhomir ini terdapat pada :
1) Fi‟il amar ا ا : أ. Kalimat أ sendiri merupakan fi‟il amar yang mabni sukun dan failnya adalah berupa dhomir (kata ganti) yang wajib tersembunyi dengan kira-kira bentuk aslinya adalah أ. Dan dhomir ini tidak boleh dinampakkan pada kalimat أ. Jika diucapkan ! أ أ Maka lafadh ا (yang terletak setelah fi‟il amar tersebut) itu berfungsi sebagai taukid atau penguat dhomir mustatir dari fi‟il amar أ.
2) Fi‟il mudhori‟ yang dimulai dengan huruf mudhoro‟ah
ا ا طخ ء ,
ا ,
ا . Contohnya :
a) . Kalimat sendiri menyimpan dhomir mustatir yang tidak boleh dinampakkan atau wajib disembunyikan pada kalimat tersebut. Adapun dhomir mustatir tersebut wajib dikira-kirakan berupa أ.
b) فا أ. Kalimat فا أ sendiri menyimpan dhomir mustatir yang tidak boleh dinampakkan atau wajib disembunyikan pada kalimat tersebut. Adapun dhomir mustatir tersebut wajib dikira-kirakan berupa أ.
c) . Kalimat sendiri menyimpan dhomir mustatir yang tidak boleh dinampakkan atau wajib disembunyikan pada kalimat tersebut. Adapun dhomir mustatir tersebut wajib dikira-kirakan berupa .
b. Dhomir Mustatir Jawazan
Yaitu kata ganti yang bisa dimahalkan seperti isim dhohir. Dhomir ini terdapat pada fi‟il madhi yang ghoib dan ghoibah serta pada fi‟il mudhori‟ yang ghoib dan ghoibah pula. Contohnya :
1) ا. Kalimat merupakan fi‟il madhi mabni fathah. Sementara fa‟il dari fi‟il madhi tersebut berupa dhomir mustatir yang boleh dikira-kirakan berwujud . 2) ا. Kalimat sendiri merupakan fi‟il
mudhori‟ yang rafa‟ dengan tanda harokat dhommah. Sementara fa‟ilnya berupa dhomir mustatir yang boleh dikira-kirakan berwujud .
Catatan : kebanyakan isimnya dan saudara-saudaranya berupa dhomir mustatir, khususnya pada jumlah yang dimulai dengan mubtada‟ yang setelahnya terdapat atau salah satu saudara-saudaranya. Contohnya adalah ا ا. Dimana kalimat ا merupakan isim yang dibaca rofa‟ dengan harokat dhommah. Sementara merupakan fi‟il madhi naqish yang mabni fathah yang merupakan saudaranya . Isimnya adalah berupa dhomir mustatir yang dikira-kirakan berwujud . Dan kalimat ا merupakan khobarnya yang
manshub. Kesimpulannya adalah jumlah dari fi‟il naqish , isimnya serta khobarnya bermahal rofa‟ sebagai khobar dari mubtada‟ yang berupa ا.
Adapun Empat pendapat para pakar di atas terkait macam isim dhomir dapat diringkas secara ringkas dengan memadukan teori isim dhomir yang telah ditulis oleh mereka.
1. Dhomir Munfashil
Tabel 2.3 Ringkasan macam dhomir munfashil
Dhomir Munfashil Dhomir Rofa‟
Munfashil
Dhomir Nashob Munfashil Mufrod Mudzakar Ghoib
Tasniyah Mudzakar Ghoib Jama‟ Mudzakar Ghoib Mufrod Muannats Ghoibah Tatsniyah Muannats Ghoibah Jama‟ muannats Ghoibah
Mufrod Mudzakar Mukhotob أ
Tatsniyah Mudzakar Mukhotob أ
Jama‟Mudzakar Mukhotob أ
Mufrod Muannats Mukhotobah أ
Tatsniyah Muannats Mukhotobah أ
Jama‟ Muannats Mukhotobah أ
Mutakallim wahdah أ
Mutakallim ma‟al Ghoir 2. Dhomir Muttashil
a. Dhomir Rofa‟ Muttashil
Tabel 2.4 Ringkasan dhomir rofa’ muttashil Dhomir Muttashil Dhomir Rofa‟ Muttashi pada Fi‟il Madhi Dhomir Rofa‟ Muttashil pada Fi‟il Mudhori‟ Dhomir Rofa‟ Muttashil pada Fi‟il Amar
Mufrod Mudzakar Ghoib - -
-Tasniyah Mudzakar Ghoib Alif tatsniyah
(ا ش)
Alif tatsniyah
( ا )
-Jama‟ Mudzakar Ghoib Wawu Jama‟
(ا ش)
Wawu Jama‟
( )
-Mufrod Muannats Ghoibah - -
-Tatsniyah Muannats Ghoibah Alif tatsniyah
(ا ش)
Alif tatsniyah
( ا )
-Jama‟ muannats Ghoibah Nun Jama‟
( ش)
Nun Jama‟
( )
-Mufrod Mudzakar Mukhotob Ta‟ Fa‟il
( ش)
-
-Tatsniyah Mudzakar Mukhotob Ta‟ Fa‟il
( ش)
Alif tatsniyah
( ا )
Alif tatsniyah (ا شا) Jama‟Mudzakar Mukhotob Ta‟ Fa‟il
( ش)
Wawu Jama‟
( )
Wawu Jama‟ (ا شا)
Mufrod Muannats Mukhotobah Ta‟ Fa‟il
( ش)
Ya‟ Mukotobah
( )
Ya‟ Mukotobah ( شا)
Tatsniyah Muannats Mukhotobah Ta‟ Fa‟il
( ش)
Alif tatsniyah
( ا )
Alif tatsniyah (ا شا) Jama‟ Muannats Mukhotobah Ta‟ Fa‟il ( َ ش) Nun Jama‟
Mukhotobah
Nun Jama‟ Mukhotobah
( ) ( شا)
Mutakallim wahdah Ta‟ Fa‟il
( ش)
-
-Mutakallim ma‟al Ghoir Mutakallim ( ش)
-
-b. Dhomir Nashob Muttashil
Tabel 2.5 Ringkasan dhomir nashob muttashil
Dhomir
Dhomir Nashob Muttashil (bermahal nashob sebagai
Maf‟ul bih)
Dhomir Nashob Muttashil (bermahal nashob sebagai Isimnya dan
saudara-saudaranya)
Mufrod Mudzakar Ghoib ش
Tasniyah Mudzakar Ghoib ش
Jama‟ Mudzakar Ghoib ش
Mufrod Muannats Ghoibah ش
Tatsniyah Muannats Ghoibah ش
Jama‟ muannats Ghoibah ش
Mufrod Mudzakar Mukhotob ش
Tatsniyah Mudzakar Mukhotob ش
Jama‟Mudzakar Mukhotob ش
Mufrod Muannats Mukhotobah ش
Tatsniyah Muannats Mukhotobah ش
Jama‟ Muannats Mukhotobah ش
Mutakallim wahdah ش /
c. Dhomir Jar Muttashil
Tabel 2.6 Ringkasan Dhomir jar muttashil
Dhomir
Dhomir Jar Muttashil (bermahal jar sebagai
Mudhof ilah)
Dhomir Jar Muttashil (bermahal jar sebagai isim majrur oleh huruf
Jar) Mufrod Mudzakar Ghoib
Tasniyah Mudzakar Ghoib Jama‟ Mudzakar Ghoib Mufrod Muannats Ghoibah Tatsniyah Muannats Ghoibah Jama‟ muannats Ghoibah Mufrod Mudzakar Mukhotob Tatsniyah Mudzakar Mukhotob Jama‟Mudzakar Mukhotob Mufrod Muannats Mukhotobah Tatsniyah Muannats Mukhotobah Jama‟ Muannats Mukhotobah Mutakallim wahdah
Mutakallim ma‟al Ghoir 3. Dhomir Mustatir
a. Dhomir Mustatir Wujuban
Tabel 2.7 Ringkasan dhomir mustatir wujuban Dhomir Mustatir Wujuban
Wujudnya (yang
dikira-kirakan)
Fi‟il Madhi Fi‟il Mudhori‟ Fi‟il Amar
Mufrod Mudzakar Mukhotob أ - شا
Mutakallim wahdah أ - شأ
-Mutakallim ma‟al Ghoir -
-b. Dhomir Mustatir Jawazan
Tabel 2.8 Ringkasan dhomir mustatir jawazan Dhomir Mustatir Jawazan
Wujudnya (yang
dikira-kirakan)
Fi‟il Madhi Fi‟il Mudhori‟
Mufrod Mudzakar Ghoib ش
Mufrod Muannats Ghoibah ش
Dari beberapa pendapat para pakar yang tersebut di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa isim dhomir adalah kata ganti yang menunjukkan orang pertama ( ), orang kedua ( ) dan orang ketiga ( ئ غ) dalam kalimat
berbahasa Arab yang digunakan dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis dimana terbagi menjadi dua yaitu dhomir bariz dan dhomir mustatir.