BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.2 Landasan Teori
2.2.5 Isim Dhomir dan Macamnya
“Isim adalah setiap kalimat yang menunjukkkan manusia, hewan, tumbuhan, jamad, tempat, waktu, sifat maupun makna tunggal dari waktu (suatu peristiwa)”.
Contohnya : يلامرعا ,ف١ظٔ ,شٙش ,جش٘امٌا ,ػئاز ,جش٘ص ,ذعأ ,ًخس
Ni‟mah juga membagi isim menjadi dua jenis berdasarkan tertentu tidaknya (tanpa tahun:10) yaitu isim nakiroh dan isim ma‟rifat. Isim nakiroh adalah setiap isim yang menunjukkan sesuatu tidak tertentu. Contohnya : جش٘ص ,ذعأ ,ْاغٔإ
Sementara isim ma‟rifat adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang tertentu. Contohnya : حغفٕثٌا جش٘ص ,ذعلأا از٘ ,ْاغٔلإا ,ذّّسِ
Ni‟mah membagi Isim ma‟rifat menjadi tujuh macam, yaitu : 1. isim dhomir
2. isim alam 3. isim isyaroh 4. isim mawshul
5. isim yang dima‟rifatkan dengan يا 6. isim yang mudhof kepada isim ma‟rifat 7. isim munada maqshur yang tertentu
2.2.5.1 Pengertian Isim dhomir
Dalam bahasa Arab kata ganti disebut dengan isim dhomir (Hasanah 2012 : 27). Isim dhomir berfungsi sebagai pengganti sebuah kata atau digunakan untuk mewakili seseorang atau benda atau sekelompok orang atau benda.
Ma‟arif (2008:22) dalam bukunya mengatakan bahawa isim dhomir adalah kata yang menunjukkan kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga. Sementara Ni‟mah (113) menyatakan hal yang sama dengan Ma‟arif terkait pengertian isim dhomir bahwa isim dhomir adalah :
ةئاغ ٚأ ةغاخِ ٚأ ٍُىرِ ٍٝػ ّيذ٠ ّٟٕثِ ُعإ
“Isim mabniy yang menunjukkan orang pertama (yang berbicara) atau orang kedua (yang diajak berbicara) atau orang ketiga (yang tidak hadir dalam pembicaraan.” Ketiga definisi di atas sudah memberikan gambaran jelas tentang pengertian isim dhomir. Kesimpulan dari definisi isim dhomir di atas adalah isim (atau kata benda) yang berfungsi sebagai kata ganti orang dalam bahasa Arab. Kata ganti orang tersebut menunjukkan orang pertama (ٍُّىرِ), orang kedua (ةغاخِ) dan orang ketiga (ةئاغ). 2.2.5.2 Macam Isim DhomirMa‟arif (2008:22) membagi isim dhomir menjadi empat bagian, yaitu :
1. Isim Dhomir bariz : isim yang Nampak dalam lafadhnya, seperti ةرو ُخ . 2. Isim Dhomir Mustatir : isim dhomir yang tidak nampak dalam lafadhnya,
3. Isim Dhomir Muttashil : Isim Dhomir yang tidak bisa dijadikan permulaan kalimat atau jatuh setelah ّلاإ seperti أ pada lafadh ةروأ .
4. Isim Dhomir Munfashil : isim dhomir yang bisa dijadikan permulaan kalimat dan jatuh setelah ّلاإ seperti ٛ٘ pada lafadh ذٌرارعأ . ٛ٘
24
Adapun Isma‟i (1992:b) mendeskripsikan macam-macam dhomir sebagai berikut : Tabel 2.1 Macam-macam dhomir menurut Isma’i
No. Fi‟il Madhi Mabni dan
Dhomirnya )غفس ًّسِ(
Fi‟il Mudhori‟ dan Dhomirnya ( ةصٔ ًّسِ ) Dhomir Muttashil ( رٍّشخ لًُّسِ) Dhomir Munfashil (ةصٔ ًّسِ) )غفس ًّسِ( 1. ًؼف ةئاغ شّوزِ دشفِ سّذمِ "ٛ٘" ًؼف٠ ةئاغ شّوزِ دشفِ سّذمِ "ٛ٘"
ِٗت ٖاّ٠إ ٛ٘
2. لاؼف ةئاغ شّوزِ ح١ٕثذ "فٌأ" ْلاؼف٠ ةئاغ شّوزِ ح١ٕثذ "فٌأ"اِّٙت اّ٘اّ٠إ اّ٘
3. ا ٍْٛؼف ةئاغ شّوزِ غّخ "ٚاٚ" ٍْٛؼف٠ ةئاغ شّوزِ غّخ "ٚاٚ"ُِٙت ُ٘اّ٠إ ُ٘
4. ْدٍؼف حثئاغ ثّٔؤِد شفِ جسّذمِ "ٟ٘" ًؼفذ حثئاغ ثّٔؤِ دشفِ جسّذمِ "ٟ٘"اٙت ا٘اّ٠إ ٟ٘
5. ارٍؼف حثئاغ ثّٔؤِ ح١ٕثذ "فٌأ" ْلاؼفذ حثئاغ ثّٔؤِ ح١ٕثذ "فٌأ"اِّٙت اّ٘اّ٠إ اّ٘
6. ٍٓؼف حثئاغ ثّٔؤِ غّخ "ْٛٔ" ٍَٓؼف٠ حثئاغ ثّٔؤِ غّخ "ْٛٔ"ّٓٙت ّٓ٘اّ٠إ إّ٘
7. َدٍؼف ةغاخِ شوزِ دشفِ "ءاذ" ًؼفذ ةغاخِشوزِ دشفِسّذمِ " َدٔأ"َهت َناّ٠إ َدٔأ
8. اّرٍؼف ةغاخِ شوزِ ح١ٕثذ "فٌأ" ْلاؼفذ ةغاخِ شوزِ ح١ٕثذ "فٌأ"اّىت اّواّ٠إ اّرٔأ
9. ُرٍؼف ةغاخِ شوزِ غّخ "ءاذ" ٍْٛؼفذ ةغاخِ شّوزِ غّخ "ٚاٚ"ُىت ُواّ٠إ ُرٔأ
10. ِدٍؼف حثغاخِ ثٔؤِ دشفِ"ءاذ" ٓ١ٍؼفذ حثغاخِ ثٔؤِ دشفِ "ءا٠"ِهت ِناّ٠إ ِدٔأ
11. اّرٍؼف حثغاخِ ثٔؤِ ح١ٕثذ "فٌأ" ْلاؼفذ حثغاخِ ثٔؤِ ح١ٕثذ "فٌأ"اّىت اّواّ٠إ اّرٔأ
12. ّٓرٍؼف حثغاخِ ثٔؤِ غّخ "ءاذ" ٍَٓؼفذ حثغاخِ ثٔؤِ غّخ "ْٛٔ"إّىت ّٓواّ٠إ ّٓرٔأ
13 ُدٍؼف ٖذزٚ ٍُّىرِ "ءاذ" ًؼفأ ٖذزٚ ٍُّىرِ سّذمِ "أأ"ْٟت َٞاّ٠إ أأ
14. إٍؼف ُّظؼٌّاٚ ش١غٌا غِ ٍُّىرِ "أ" ًؼفٔ ش١غٌا غِ ٍُّىرِ سّذمِ "ٓسٔ"إت أاّ٠إ ٓسٔ
25
Tabel 2.2 Macam-macam dhomir menurut Ma’shum
No. Fi‟il Madhi Dhomir-dhomir Rofa‟ Dhomir-dhomir
Nashob Dhomir-dhomir Jar Fi‟il Mudhori‟ Fi‟il Amar
1.
ةئاغٌا
ًَؼفٛ٘ ُٖ ُٖاّ٠إ ِب ِٖ ُٖ َذِْٕػ ًُؼف٠ - -
-2.
ٍَؼفا اّ٘ اُّ٘ اُّ٘اّ٠إ اِّ٘ ِب اُّ٘ َذِْٕػ ٍَؼف٠ ِْا -
-3.
ٍَؼفا ْٚ ُ٘ ُُ٘ ُُ٘اّ٠إ ُِ٘ ِب ُُ٘ َذِْٕػ ٍُؼف٠ َْ ْٚ -
-4.
ْدٍُؼفٟ٘ اَ٘ ا٘اّ٠إ ا٘ ِب اَ٘ َذِْٕػ ًُؼفذ - -
-5.
َرٍُؼفا اّ٘ اُّ٘ اُّ٘اّ٠إ اِّ٘ ِب اُّ٘ َذِْٕػ ٍَؼفذ ِْا -
-6.
ٍْؼفَْ ّٓ٘ ّٓ٘ ُّٓ٘اّ٠إ ِّٓ٘ ِب ّٓ٘ َذِْٕػ ٍْؼف٠ َْ -
-7.
ةغاخٌّا
ٍْؼفَخ َدٔأ َن َناّ٠إ َن ِب َن َذِْٕػ ًُؼفذ - ًْؼفا
8.
ٍْؼفاّذ اّرٔأ اُّو اُّواّ٠إ اّو ِب اُّو َذِْٕػ ٍَؼفذ ِْا ٍَؼفا ا
9.
ٍْؼفُذ ُرٔأ ُُو ُُواّ٠إ ُو ِب ُُو َذِْٕػ ٍُؼفذ َْ ْٚ ٍُؼفا ا ْٚ
10.
ٍْؼفِخ ِدٔأ ِن ِناّ٠إ ِن ِب ِن َذِْٕػ ٍِؼفذ َْ ْٞ ٍِؼفا ْٞ
11.
ٍْؼفاّذ اّرٔأ اُّو اُّواّ٠إ اّو ِب اُّو َذِْٕػ ٍَؼفذ ِْا ٍَؼفا ا
12.
ٍْؼفّٓذ ّٓرٔأ ّٓو ُّٓواّ٠إ ّٓو ِب ّٓو َذِْٕػ ٍْؼفذ َْ ٍْؼفا َْ
13 ٍُّىرٌّا
ٍْؼفُخ أأ ْْٞ َٞاّ٠إ ْٞ ِب ْٞ ِذِْٕػ ًُؼفأ - -
-14.
ٍْؼفأَ ٓسٔ أ أاّ٠إ ِبأ أ َذِْٕػ ًُؼفٔ - -
-26
Sementara Ni‟mah (tanpa tahun:113) membagi isim dhomir menjadi tiga macam, yaitu :
1. Dhomir Munfashil, yaitu : Kata ganti orang yang berdiri sendiri dalam pengucapannya (tidak bersambung dengan kata lainnya). Dhomir munfashilah dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Dhomir Rofa‟ Munfashil Yaitu kata ganti yang berdiri sendiri dan bermahal rofa‟nya mubtada‟, khobar, fa‟il dan naibul fa‟il. Contohnya :
1) Untuk orang pertama (ٍُّىرٌٍّ) : ٓسٔ , أأ
2) Untuk orang kedua (ةغاخٌٍّ) : َّٓرٔأ ,ُرٔأ ,اّرٔأ , ِدٔأ , َدٔأ 3) Untuk orang ketiga (ةئاغٌٍ) : ّٓ٘ ,ُ٘ ,اّ٘ ,ٟ٘ ,ٛ٘
b. Dhomir Nashob Munfashil
Yaitu kata ganti orang yang dii‟robkan dengan mahal nashobnya maf‟ul bih. Contohnya :
1) Untuk orang pertama (ٍُّىرٌٍّ) : أَاَّ٠إ , َٞاَّ٠إ
2) Untuk orang kedua (ةغاخٌٍّ) : َّٓواَّ٠إ ,ُواَّ٠إ ,اّواَّ٠إ , ِناَّ٠إ , َناَّ٠إ 3) Untuk orang ketiga (ةئاغٌٍ) : َّٓ٘اَّ٠إ ,ُ٘اَّ٠إ ,اّ٘اَّ٠إ ,ا٘اَّ٠إ , ُٖاَّ٠إ
2. Dhomir Muttashil Ada tiga macam dhomir muttashil :
a. Dhomir Rofa‟ Muttashil Yaitu kata ganti yang selamanya menempel pada fi‟il dan ْاو beserta saudara-saudaranya. Contohnya :
1) Kata ganti pada fi‟il madhi berupa huruf ًػافٌا ءاذ : َدعسد , ِدعسد , ُدعسد , اُّرعسد , ُُرعسد , َّٓرعسد
2) Kata ganti pada fi‟il madhi berupa huruf أَ : إَعسد 3) Kata ganti pada fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar berupa
huruf ٓ١ٕثلإا فٌأ : اَعسدا ,ْاعسذذ ,ْاعسذ٠ ,اَرعسد ,اَعسد
4) Kata ganti pada fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar berupa huruf حػاّدٌاٚاٚ : اٛعسدإ ,ْٛعسذذ ,ْٛعسذ٠ ,اٛعسد
5) Kata ganti pada fi‟il mudhori‟ dan amar berupa huruf ءا٠ حثغاخٌّا : ٟعسدا ,ٓ١عسذذ
6) Kata ganti pada fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar berupa huruf ثّٔؤٌّا حػاّدٌا ْٛٔ : َٓعسدا , َٓعسذذ , َٓعسذ٠ ,ٓعسد
Adapun dhomir muttashil yang menyambung pada fi‟il itu mabni dengan bermahal rofa‟nya fa‟il, contohnya :
فسصٌا ُخأشل : أشل adalah fi‟il madhi yang mabni dan ُخ (yang menempel pada fi‟il madhi terseubut) adalah dhomir muttashil mabni dhommah yang bermahal rofa‟nya fa‟il.
ْاش١غ٠ ْاساطمٌا : ْاش١غ٠ adalah fi‟il mudhori‟ yang marfu‟ (dirofa‟kan) dengan tetapnya keberadaan nun. Sementara alif (pada fi‟il mudhori‟ tersebut) adalah dhomir muttashil sebagai fai‟l.
َٓ ْسَدَٔ خاثٌاطٌا : َْٓسَدَٔ adalah fi‟il madhi yang mabni dan َْ (yang menempel pada fi‟il madhi tersebut) adalah dhomir muttashil yang mabni fathah yang bermahal rofa‟nya fail.
Sementara dhomir muttashil yang menyambung dengan ْاَو dan saudara-saudaranya itu mabni dengan bermahal rafa‟ isimnya ْاَو. Adapun ْاَو merupakan fi‟il madhi naqish yang hanya bisa didapati bentuk fi‟il madhi dan mudhori‟nya saja (tidak ada bentuk fi‟il amar). Berbeda halnya dengan fi‟il tam yang memiliki bentuk fi‟il madhi, mudhori‟ dan amar. Adapun fi‟il tam dan naqish merupakan fi‟il mutashorrif. Fi‟il mutashorrif itu sendiri merupakan fi‟il yang tidak hanya memiliki satu bentuk fi‟il saja (Ni‟mah tanpa tahun:84).
Contohnya :
ظٌٍٍٕ دخشخأ حُِّأ ش١خ ُرٕو : ُرٕو fi‟il madhi naqish dan ta‟ (yang menempel pada fi‟il madhi tersebut) merupakan dhomir muttashil yang mabni dengan bermahal rofa‟ isimnya ْاو. Sementara ش١خ adalah khobarnya ْاو yang dinashobkan dengan fathah.
دًجذزاٚ ادًذ٠ ا ُُْٕٛو : fi‟il madhi naqish dan wawu (yang menempel pada fi‟il madhi tersebut) adalah dhomir muttashil yang bermahal rofa‟ isimnya ْاو. Sementara ادًذ٠ adalah khobarnya ْاو yang dinashobkan dengan fathah.
b. Dhomir Nashob Muttashil Yaitu kata ganti yang menempel pada fi‟il (sebagai maf‟ul bih) dan ّْإ beserta saudara-saudaranya (sebagai isimnya ّْإ). Contohnya :
1) Kata ganti setelah fi‟il berupa huruf ٍُِّىرٌّاءا٠ : َٟٔشىش 2) Kata ganti setelah fi‟il berupa huruf ٍُِّىرٌّا أ : أَشىش 3) Kata ganti setelah fi‟il berupa huruf ةغاخٌّا فاو : ,َنَشىش
ِنشىش , اّوشىش , ُوشىش , ّٓوشىش
4) Kata ganti setelah fi‟il berupa ةئاغٌا ءا٘ : ,ا٘شىش ,ٖشىش اّ٘شىش
, ُ٘شىش , ّٓ٘شىش
Adapun dhomir muttashil yang menempel pada fi‟il itu mabni yang bermahal nashobnya maf‟ul bih, contohnya :
ٖٚشصازٚ ٚذؼٌا ٛسٔ دٕٛدٌا َّذمذ : شصاز adalah fi‟il madhi mabni, huruf wawu (yang menempel pada fi‟il madhi tersebut) adalah dhomir muttashil dengan bermahal rofa‟ karena berfungsi sebagai fa‟il, dan huruf ٖ adalah dhomir muttashil yang bermahal nashobnya maf‟ul bih.
أّضٙذ حّ١ٕغٌٛا ذ١شألأا : ّضٙذ adalah fi‟il mudhri‟ yang dirafa‟kan dengan dhomah dan fa‟il nya berupa dhomir mustatir yang dikira-kirakan berupa ٟ٘. Sementara أ adalah dhomir muttashil yang mabni sukun dengan bermahal nashob karena berfungsi sebagai maf‟ul bih.
Sementara dhomir muttashil yang menempel pada ّْإ dan saudara-saudaranya itu mabni yang dengan bermahal nashob isimnya ّْإ. Contohnya :
دٛخِٛ ّٗٔإ : ّْإ adalah huruf taukid dan nashob dan huruf ha‟(yang menempel pada ّْإ) adalah dhomir muttashil yang mabni dhomah yang bermahal nashob sebagai isim ّْإ. Sementara itu, lafadh دٛخِٛ merupakan khobarnya ّْإ.
c. Dhomir Jar Muttashil Kata ganti yang menempel pada isim sebagai mudhof ilaih dan huruf jar sebagai majrur. Beberapa contoh dhomir jar muttashil yaitu :
a) Kata ganti setelah isim berupa huruf ٍُّىرٌّا ءا٠ : ٟتارو b) Kata ganti setelah isim berupa huruf ٍُّىرٌّا أ : إتارو c) Kata ganti setelah isim berupa huruf ةغاخٌّا فاو : ,َهتارو
ِهتارو , اّىتارو , ُىتارو , َّٓىتارو
Adapun dhomir jar muttashil yang menempel pada isim itu mabni yang bermahal jar mudhof ilaih, contohnya :
ٖذئاٛف ٌٗ ٍُؼٌا : huruf ha‟ yang menempel setelah lafadh ٖذئاٛف merupakan dhomir muttashil yang mabni dhomah yang bermahal jarnya mudhof ilaih.
Sementara dhomir jar muttashil yang menempel pada huruf jar itu mabni dan bermahal jar (sebagai isim majrur), contohnya :
َهِٕ ٍُمٌا خزخأ : ِٓ adalah huruf jar dan huruf َن adalah dhomir (muttashil) yang mabni fathah yang bermahal jar.
3. Dhomir Mustatir
yaitu kata ganti orang yang tidak nampak bentuk lafadh aslinya. Ada dua macam Dhomir mustatir, yaitu:
Yaitu kata ganti yang tidak bisa bermahal seperti isim dhohir (tidak bisa ditampilkan wujudnya/wajib tersimpan). Dhomir ini terdapat pada :
1) Fi‟il amar ةغاخٌّا ذزاٌٍٛ : ْةروأ Kalimat ْةروأ sendiri . merupakan fi‟il amar yang mabni sukun dan failnya adalah berupa dhomir (kata ganti) yang wajib tersembunyi dengan kira-kira bentuk aslinya adalah دٔأ. Dan dhomir ini tidak boleh dinampakkan pada kalimat ْةروأ. Jika diucapkan َدٔأ ْةروأ! Maka lafadh دٔا (yang terletak setelah fi‟il amar tersebut) itu berfungsi sebagai taukid atau penguat dhomir mustatir dari fi‟il amar ْةروأ. 2) Fi‟il mudhori‟ yang dimulai dengan huruf mudhoro‟ah ذزاٌٛا باطخ ءاذ
, جضٌّٙا ٚ ,
ٌْٕٛاٚ . Contohnya :
a) شىشذ. Kalimat شىشذ sendiri menyimpan dhomir mustatir yang tidak boleh dinampakkan atau wajib disembunyikan pada kalimat tersebut. Adapun dhomir mustatir tersebut wajib dikira-kirakan berupa دٔأ.
b) كفاٚأ. Kalimat كفاٚأ sendiri menyimpan dhomir mustatir yang tidak boleh dinampakkan atau wajib disembunyikan pada kalimat tersebut. Adapun dhomir mustatir tersebut wajib dikira-kirakan berupa أأ.
c) ةرىٔ. Kalimat ةرىٔ sendiri menyimpan dhomir mustatir yang tidak boleh dinampakkan atau wajib disembunyikan pada kalimat tersebut. Adapun dhomir mustatir tersebut wajib dikira-kirakan berupa ٓسٔ.
b. Dhomir Mustatir Jawazan
Yaitu kata ganti yang bisa dimahalkan seperti isim dhohir. Dhomir ini terdapat pada fi‟il madhi yang ghoib dan ghoibah serta pada fi‟il mudhori‟ yang ghoib dan ghoibah pula. Contohnya :
1) َال ًخشٌا. Kalimat َال merupakan fi‟il madhi mabni fathah. Sementara fa‟il dari fi‟il madhi tersebut berupa dhomir mustatir yang boleh dikira-kirakan berwujud ٛ٘. 2) قششذ ظّشٌا. Kalimat قششذ sendiri merupakan fi‟il
mudhori‟ yang rafa‟ dengan tanda harokat dhommah. Sementara fa‟ilnya berupa dhomir mustatir yang boleh dikira-kirakan berwujud ٟ٘.
Catatan : kebanyakan isimnya ْاو dan saudara-saudaranya berupa dhomir mustatir, khususnya pada jumlah yang dimulai dengan mubtada‟ yang setelahnya terdapat ْاو atau salah satu saudara-saudaranya. Contohnya adalah لاٙع ظ١ٌ ذادٌٕا. Dimana kalimat ذادٌٕا merupakan isim yang dibaca rofa‟ dengan harokat dhommah. Sementara ظ١ٌ merupakan fi‟il madhi naqish yang mabni fathah yang merupakan saudaranya ْاو. Isimnya ظ١ٌ adalah berupa dhomir mustatir yang dikira-kirakan berwujud ٛ٘. Dan kalimat لاٙع merupakan khobarnya ظ١ٌ yang
manshub. Kesimpulannya adalah jumlah dari fi‟il naqish ظ١ٌ, isimnya serta khobarnya bermahal rofa‟ sebagai khobar dari mubtada‟ yang berupa ذادٌٕا.
Adapun Empat pendapat para pakar di atas terkait macam isim dhomir dapat diringkas secara ringkas dengan memadukan teori isim dhomir yang telah ditulis oleh mereka.
1. Dhomir Munfashil
Tabel 2.3 Ringkasan macam dhomir munfashil
Dhomir Munfashil Dhomir Rofa‟
Munfashil
Dhomir Nashob Munfashil
Mufrod Mudzakar Ghoib ٛ٘ ٖاّ٠إ
Tasniyah Mudzakar Ghoib اّ٘ اّ٘اّ٠إ
Jama‟ Mudzakar Ghoib ُ٘ ُ٘اّ٠إ
Mufrod Muannats Ghoibah ا٘ ا٘اّ٠إ
Tatsniyah Muannats Ghoibah اّ٘ اّ٘اّ٠إ
Jama‟ muannats Ghoibah ّٓ٘ ّٓ٘اّ٠إ
Mufrod Mudzakar Mukhotob َدٔأ َناّ٠إ
Tatsniyah Mudzakar Mukhotob اّرٔأ اّواّ٠إ
Jama‟Mudzakar Mukhotob ُرٔأ ُواّ٠إ
Mufrod Muannats Mukhotobah ِدٔأ ِناّ٠إ
Tatsniyah Muannats Mukhotobah اّرٔأ اّواّ٠إ
Jama‟ Muannats Mukhotobah ّٓرٔأ ّٓواّ٠إ
Mutakallim wahdah أأ َٞاّ٠إ
Mutakallim ma‟al Ghoir ٓسٔ أاّ٠إ
2. Dhomir Muttashil
a. Dhomir Rofa‟ Muttashil
Tabel 2.4 Ringkasan dhomir rofa’ muttashil
Dhomir Muttashil Dhomir Rofa‟ Muttashi pada Fi‟il Madhi Dhomir Rofa‟ Muttashil pada Fi‟il Mudhori‟ Dhomir Rofa‟ Muttashil pada Fi‟il Amar
Mufrod Mudzakar Ghoib - - -
Tasniyah Mudzakar Ghoib Alif tatsniyah
( اَشىش)
Alif tatsniyah ( شىش٠ْا )
-
Jama‟ Mudzakar Ghoib Wawu Jama‟
( ُشىشا ْٚ )
Wawu Jama‟ (ْ ْٚشىش٠)
-
Mufrod Muannats Ghoibah - - -
Tatsniyah Muannats Ghoibah Alif tatsniyah
(خَشىشا )
Alif tatsniyah ( شىشذْا )
-
Jama‟ muannats Ghoibah Nun Jama‟
( ْشىش َْ )
Nun Jama‟ ( ْشىش٠ َْ )
-
Mufrod Mudzakar Mukhotob َخ Ta‟ Fa‟il
( ْشىش َخ )
- -
Tatsniyah Mudzakar Mukhotob Ta‟ Fa‟il
( ْشىشاُّذ )
Alif tatsniyah ( شىشذْا )
Alif tatsniyah ( شىشُاا )
Jama‟Mudzakar Mukhotob Ta‟ Fa‟il
( ْشىش ُُْذ )
Wawu Jama‟ (ْ ْٚشىشذ)
Wawu Jama‟ ( شىشُاا ْٚ )
Mufrod Muannats Mukhotobah Ta‟ Fa‟il
( شىش ِخ )
Ya‟ Mukotobah ( ِشىشذْ ْٞ )
Ya‟ Mukotobah ( شىشُا ْٞ )
Tatsniyah Muannats Mukhotobah Ta‟ Fa‟il ( ْشىشاُّذ )
Alif tatsniyah ( شىشذْا )
Alif tatsniyah (اشىشُا) Jama‟ Muannats Mukhotobah Ta‟ Fa‟il ( شىش َُّٓذ ) Nun Jama‟
Mukhotobah
Nun Jama‟ Mukhotobah
( ْشىشذ َْ ) ( ْشىشُا َْ )
Mutakallim wahdah Ta‟ Fa‟il
( ْشىش ُخ )
- -
Mutakallim ma‟al Ghoir أ Mutakallim
( ْشىشأَ )
- -
b. Dhomir Nashob Muttashil
Tabel 2.5 Ringkasan dhomir nashob muttashil
Dhomir
Dhomir Nashob Muttashil (bermahal nashob sebagai
Maf‟ul bih)
Dhomir Nashob Muttashil (bermahal nashob sebagai Isimnya ّْإ dan
saudara-saudaranya)
Mufrod Mudzakar Ghoib ٖ َشَىَش ّْإٖ
Tasniyah Mudzakar Ghoib اّ٘ َشَىَش ا٘ ّْإ
Jama‟ Mudzakar Ghoib ُ٘ َشَىَش ُ٘ ّْإ
Mufrod Muannats Ghoibah ا٘ َشَىَش ا٘ ّْإ
Tatsniyah Muannats Ghoibah اّ٘ َشَىَش اّ٘ ّْإ
Jama‟ muannats Ghoibah ّٓ٘ َشَىَش ّٓ٘ ّْإ
Mufrod Mudzakar Mukhotob َن َشَىَش َن ّْإ
Tatsniyah Mudzakar Mukhotob اّو َشَىَش اّو ّْإ
Jama‟Mudzakar Mukhotob ُُو َشَىَش ُو ّْإ
Mufrod Muannats Mukhotobah ِن َشَىَش ِن ّْإ
Tatsniyah Muannats Mukhotobah اّو َشَىَش اّو ّْإ
Jama‟ Muannats Mukhotobah ّٓو َشَىَش ّٓو ّْإ
Mutakallim wahdah ْٞ ِْ َشَىَش ْٞ ّْإ / ّْٞٓٔإ
c. Dhomir Jar Muttashil
Tabel 2.6 Ringkasan Dhomir jar muttashil
Dhomir
Dhomir Jar Muttashil (bermahal jar sebagai
Mudhof ilah)
Dhomir Jar Muttashil (bermahal jar sebagai isim majrur oleh huruf
Jar)
Mufrod Mudzakar Ghoib باروٖ بٖ
Tasniyah Mudzakar Ghoib اّ٘بارو اّ٘ب
Jama‟ Mudzakar Ghoib ُ٘بارو ُ٘ب
Mufrod Muannats Ghoibah ا٘بارو ا٘ب
Tatsniyah Muannats Ghoibah اّ٘بارو اّ٘ب
Jama‟ muannats Ghoibah ّٓ٘بارو ّٓ٘ب
Mufrod Mudzakar Mukhotob َنبارو َنب
Tatsniyah Mudzakar Mukhotob اّوبارو اّوب
Jama‟Mudzakar Mukhotob ُُوبارو ُُوب
Mufrod Muannats Mukhotobah ِنبارو ِنب
Tatsniyah Muannats Mukhotobah اّوبارو اّوب
Jama‟ Muannats Mukhotobah ّٓوبارو ّٓوب
Mutakallim wahdah ْٞبارو ْٞب
Mutakallim ma‟al Ghoir باروأَ بأَ
3. Dhomir Mustatir
a. Dhomir Mustatir Wujuban
Tabel 2.7 Ringkasan dhomir mustatir wujuban
Dhomir Mustatir Wujuban
Wujudnya (yang
dikira-kirakan)
Fi‟il Madhi Fi‟il Mudhori‟ Fi‟il Amar
Mufrod Mudzakar Mukhotob َدٔأ - شىشذ شىشا
Mutakallim wahdah أأ - شىشأ -
Mutakallim ma‟al Ghoir ٓسٔ - شىشٔ -
b. Dhomir Mustatir Jawazan
Tabel 2.8 Ringkasan dhomir mustatir jawazan
Dhomir Mustatir Jawazan
Wujudnya (yang
dikira-kirakan)
Fi‟il Madhi Fi‟il Mudhori‟
Mufrod Mudzakar Ghoib ٛ٘ شىش شىش٠
Mufrod Muannats Ghoibah ٟ٘ ْخشىش شىشذ
Dari beberapa pendapat para pakar yang tersebut di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa isim dhomir adalah kata ganti yang menunjukkan orang pertama (ٍُّىرِ), orang kedua (ةغاخِ) dan orang ketiga (ةئاغ) dalam kalimat
berbahasa Arab yang digunakan dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis dimana terbagi menjadi dua yaitu dhomir bariz dan dhomir mustatir.