BAB IV: UNIVERSALISME ISLAM DALAM PERSPEKTIF
3. Islam (dengan I besar); Islam sebagai agama par excellent
Meskipun semua agama adalah islâm, menurut Nurcholish, tidak semua agama akan diterima oleh Tuhan. Hal ini karena tiap pemeluk agama masih dituntut mengembangkan dirinnya untuk tunduk, patuh serta pasrah dan berserah diri pada Tuhan. Seperti dijelaskan nurcholish berikut ini;
Karena semua agama yang benar adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Tuhan, maka tidak ada agama atau sikap keagamaan yang bakal diterima Tuhan selain sikap pasrah kepada Tuhan atau islâm itu. Dan karena islâm pada dasarnya bukanlah suatu proper noun untuk sebuah agama tertentu (para nabi, rasul, dan umat terdahulu yang digambarkan dalam Kitab Suci sebagai orang-orang yang pasrah kepada Tuhan itu pun tidak menggunakan lafal harfiah ―islâm‖ ataupun ―muslîm‖), maka seorang pemeluk Islam sekarang ini, juga seorang muslim, masih tetap dituntut untuk mengembangkan dalam dirinya kemampuan dan kemauan untuk tunduk patuh serta pasrah dan berserah diri kepada Tuhan dengan setulus- tulusnya. Hanya dengan itu agama dan keagamaan bakal diterima Allah, dan di akhirat tidak bakal termasuk mereka yang merugi.347 Sudah terang bahwa islâm dalam pengertian ini mustahil tanpa îmân, karena ia dapat tumbuh hanya kalau seseorang memiliki rasa percaya kepada Allah yang tulus dan penuh.348
Oleh karena itu, Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad merupakan islâm par excellent, yang menyempurnakan agama-agama terdahulu. Pengikut ajaran nabi Muhammad, disebut muslîm par excellent yang memiliki wawasan islam kosmopolit dan watak Islam universal. Hal ini dijelaskan sebagai berikut:
347 Inilah yang sebenarnya dimaksud oleh firman Allah,
…….
Artinya: Sesungguhnya agama bagi Allah ialah sikap pasrah kepada- Nya (al-islam) (QS, Ali Imron: 19), Lihat al-Quran dan Terjemahnya……., h. 53
serta firman Allah,
Artinya: Dan barang siapa menganut agama selain sikap pasrah (al-islam) itu, ia tidak akan diterima, dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi (QS, Ali Imron: 85). Lihat al-Quran dan Terjemahnya……., h. 62. Budhy Munawar Rachman (editor), Ensiklopedia Nurcholish Madjid……., h. 1136
348
147 Atas dasar inilah, maka agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad disebut agama Islam, karena ia secara sadar dan dengan penuh deliberasi mengajarkan sikap pasrah kepada Tuhan, sehingga agama Nabi Muhammad merupakan islâm par excellence, namun bukan satu-satunya, dan tidak unik dalam arti berdiri sendiri, melainkan tampil dalam rangkaian dengan agama-agama -islâm yang lain, yang telah tampil terdahulu.349
Jadi, ―Islam‖ memang telah menjadi nama sebuah agama, yaitu agama Rasul pungkasan. Namun, ia bukan sekadar nama, tapi nama yang tumbuh karena hakikat dan inti ajaran agama itu, yaitu pasrah kepada Tuhan (―al-islâm‖). Dengan begitu, maka seorang pengikut Nabi Muhammad adalah seorang Muslîm par excellence, yang pada dasarnya tanpa mengekslusifkan yang lain, dalam menganut agamanya itu (seharusnya) senantiasa sadar akan apa hakikat agamanya, yaitu ―al-islâm‖, sikap pasrah kepada Tuhan. Karena kesadaran akan makna hakiki keagamaan itu, maka ―Agama Islam‖, juga ―orang Muslim‖ atau ―umat Islam‖ selamanya mempunyai impulse universalisme, yang pada urutannya memancar dalam wawasan kulturalnya yang berwatak kosmopolit.350
Penjelasan Nurcholish bahwa Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah islâm sebagai penyempurna juga sejalan dengan makna islâm yang diungkapkan oleh Ibnu Katsir yang dikutip Quraish Shihab. Kata islâm dimaknai Ibnu Katsir dengan pengertian mengikuti rasul-rasul yang diutus-Nya setiap saat hingga berakhir dengan Muhammad saw. Dengan kehadiran Nabi Muhammad, telah tertutup semua jalan menuju Allah kecuali jalan dari arah Nabi Muhammad, sehingga siapapun yang akan menemui Allah setelah diutusnya Muhammad dengan menganut satu agama selain syari‗at yang beliau sampaikan, maka tidak diterima oleh-Nya.351
Pemahaman tersebut dikaitkan dengan ayat Al-Quran:
349
Nurcholish Madjid, Islam Doktrin……., h. 427
350Nurcholish Madjid, Islam Doktrin…….,, 438- 441
351 M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 2007), h. 39.
148
Artinya: Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.352
Menurut Quraish Shibab, Islam adalah agama para nabi. Istilah muslîm digunakan juga untuk umat-umat para nabi terdahulu, karena itu dinyatakan bahwa Islâm adalah ketundukan makhluk kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam ajaran yang di bawa oleh para rasul, yang didukung oleh mu‗jizat dan bukti-bukti yang meyakinkan. Hanya saja, Islam untuk ajaran para nabi yang lalu merupakan sifat, sedangkan umat Nabi Muhammad saw., melanjutkan sifat itu sekaligus menjadi tanda dan nama baginya.353
Abudin nata juga menjelaskan bahwa ayat-ayat al-Quran telah menyebutkan tentang Nabi Ibrahim adalah seorang muslim dalam arti berserah diri pada Allah. Disebutkan juga bahwa nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa adalah seorang muslim (orang yang berserah diri pada Allah).354 Namun demikian, meskipun secara subtantif mereka adalah orang yang berserah diri (muslim), namun agama yang mereka bawa tidak bernama Islam. Agama yang dibawa Daud adalah agama Yahudi, dan agama yang dibawa nabi Isa bernama Nasrani. Dengan demikian terdapat perbedaan antara nama dan misi. Dari segi
352
QS. Ali Imron: 85 Lihat al-Quran dan Terjemahnya……., h. 62
353 M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), h. 38-39
354
149 misi, agama tersebut islâm (berserah diri), namun dari namanya tetap Yahudi dan Nasrani.355
Islam merupakan nama yang diberikan oleh Allah dalam al-Quran. Sebagaimana yang disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut;
Artinya: ……pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. …356
Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.357
Penamaan Islam sebagai agama, menurut Nurcholish, berdasarkan pada makna islâm sendiri, yakni kepasrahan pada tuhan yang memang menjadi inti ajaran agama Islam. Ini berbeda dengan agama-agama lain (seperti Yahudi, Nasrani, Buddha dan Hindu) yang namanya memang benar-benar nama dan lahir secara historis. Ketika Nabi Musa menerima wahyu yang menjadi perjanjian antara Bani Israil dengan Allah, nama Yahudi belum ada. Yang memberi nama Yahudi adalah orang Persi.358
Menurut Nurcholish, penamaan Islam sebagai agama tidak lepas dari istilah dîn al-Islâm. Islam adalah dîn—juga berbentuk mashdar. Dîn berarti tunduk patuh kepada Allah—ajaran untuk tunduk kepada Allah. Karena itu,
355
Abudin Nata, Studi Islam……., h. 15
356 (QS. al-Maidah: 3) Lihat al-Quran dan Terjemahnya……., h. 108
357 (QS. Ali Imron: 19) Lihat al-Quran dan Terjemahnya……., h. 53
358
150 ada orang yang tidak sepakat kalau dîn diterjemahkan dengan agama. Menurut Ibn Taimiyah, masuk Islam berarti seseorang memasrahkan diri dan kalbunya kepada Allah, dan memurnikan sikap tunduk patuh hanya kepada-Nya. Memurnikan tunduk dan patuh kepada Allah tidak cukup hanya dengan sikap membenarkan (tashdîq), artinya tidak cukup hanya beriman, tetapi harus beramal. Sebab Islam adalah jenis amalan kalbu, dan tashdîq adalah jenis pengetahuan kalbu.359
Abudin Nata menambahkan bahwa berbeda dari agama lainnya, penamaan Islam tidak disandarkan kepada nama pendiri atau pada suku bangsa tempat agama ini lahir. Agama Zoroaster misalnya, disandarkan pada nama pendirinya, Zoroaster (w.583 M); Agama Buddha, disandarkan kepada Sidharta Gautama Buddha (lahir 560 SM); Yahudi disandarkan kepada Juda atau Yehuda. Kong Hu Cu dinisbatkan pada pendirinya Konfusias; dan Kristen disandarkan kepada nama pembawanya, Yesus Kristus. Hal ini berbeda dengan agama Islam yang sungguhpun dibawa oleh Nabi Muhammad, tetapi tidak disebut Muhammadanisme, melainkan bernama Islam yang menggambarkan netralitas, universalitas, dan bertumpu pada misinya yakni membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia.360
Itulah sebabnya, Wilfred Castwell seperti yang dikutip oleh Muhaimin mengungkapkan bahwa dari semua tradisi agama di dunia, tradisi Islam akan nampak sebagai satu-satunya nama yang built-in (terpasang tetap). Kata ‗Islam‘ terdapat dalam al-Quran itu sendiri dan orang-orang Islam teguh
359 Budhy Munawar Rachman (editor), Ensiklopedia Nurcholish Madjid……., jilid II h. 1125-1126
360
151 menggunakan itu untuk mengenal sistem keimanan mereka. Berbeda dengan apa yang terjadi pada berbagai keagamaan yang lain.361
Oleh karena itu, jika sebagian orientalis ada yang menyebut Islam dengan sebutan Muhammadanism dan Mohammedan, maka penyebutan ini bukan saja tidak tepat akan tetapi secara prinsipil salah. Peristilahan ini dapat mengandung arti Islam sebagai paham Muhammad atau pemujaan terhadap Muhammad, sebagaimana nama Kristen dan kekristenan yang mengandung arti pemujaan kepada Yesus Kristus. Analogi nama dan agama tidak mungkin bagi Islam. Nama Islam memiliki perbedaan yang luar biasa dengan agama lain. kata Islam tidak memiliki hubungan tertentu atau golongan tertentu.362
Menurut Hasan Hanafi, meskipun Islam merupakan salah satu dari agama di dunia, namun istilah ―agama‖ tidak sepenuhnya cocok dengan Islam. Hampir semua kamus mendefinisikan bahwa kata agama berhubungan dengan area pengetahuan supernatural, magis, ritual, kepercayaan, dogma, institusi dan lain-lain. Semua komponen dalam definisi ini lebih berkaitan dengan agama-agama manusia (popular religion) secara umum, tetapi semuanya sama sekali tidak relevan dengan esensi Islam.363
Terminologi yang paling tepat merepresentasikan Islam, menurut Hasan Hanafi, adalah etika, wawasan kemanusia, ilmu sosial dan ideologi. Islam adalah deskripsi manusia dalam masyarakat, kebutuhan utamanya, komitmen moralnya dan perbuatan sosialnya. Islam juga dipandang sebagai sytem of
361 Muhaimin, dkk. Dimensi-Dimensi ……., h.71
362
Abudin Nata, Studi Islam……., h. 16
363 Hasan Hanafi, Etika Global dan Solidaritas Kemanusiaan; Sebuah Pendekatan Islam, dalam Islam dan Humanisme; Aktualisasi Humanisme Islam di Tengah Krisis Humanism Universal, terj. Dedi M. Siddiq, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), h. 1
152 ideas yang merupakan hasil dari perjalanan panjang sejarah melewati periode-periode wahyu sebelumnya, disahkan ke dalam realita dan disesuaikan dengan kemampuan manusia.364
Terminologi lain tentang Islam juga dijelaskan dengan definisi-definisi berikut; pertama, Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui nabi Muhammad sebagai rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia.365
Kedua, Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, yang isinya bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, melainkan juga mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam jagad raya. Islam adalah agama wahyu terakhir yang menyempurnakan agama yang dibawa oleh para nabi sebelumnya, yang isinya membahas berbagai aspek kehidupan manusia agar terwujud sebuah kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin.366
Ketiga, Islam adalah mengikrarkan dengan lidah, membenarkan dengan hati dan mengamalkannya dengan sempurna dalam perilaku hidup serta menyerahkan diri kepada Allah dalam segala ketetapan-Nya baik qada dan qadarnya.367 Dan keempat, Islam berarti kedamaian dan keamanan. Orang
364 Hassan Hanafi, Agama Kekerasan dan Islam Kontemporer ( Yogyakarta: Jendela Grafika, 2001), h. 88-89
365
Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid I, (Jakarta: UI Press, 1979), h. 24
366 Abudin Nata, Studi Islam……., h. 24
367
153 yang masuk dalam Islam berarti orang yang membuat perdamaian dann keamanan dengan tuhan, sesaman manusia, dirinya dan dengan alam.368