BAB II LANDASAN TEORI
C. Kehidupan Moderen
2. Islam Modernitas
Arkoun menjelaskan Islam getaran cinta kepada Allah dan rasa ingin menyandarkan diri kepada apa yang diperintahkan-Nya. Melalui wahyu Allah meninggikan manusia kepada-Nya sehingga dalam dirinya timbul baik sangka terhadap Sang Pencipta. Karena itu ada hubungan suka rela, kerinduan, dan baik sangka antara Dia dan ciptaan. Dengan pengertian demikian, Islam harus dipandang sebagai agama yang penuh dengan muatan spiritual demi kepuasan batin (rohani) manusia. Ia beragama karena kebutuhannya untuk mengingat Tuhan, bukan karena Tuhan ingin agaar manusia mengingat-Nya. Jadi, Islam merupakan tindakan sukarela sebagaimana tersirat dalam kata asalnya s-l-m, “menjadi aman, terjaga,utuh”.
49Soerjono soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : Penerbit Rajawali, 1982), h.452.
Seseorang tidak dapat menjalankan islam demi orang lain, dan karena itu, dalam Islam pemaksaan keyakinan tidak diperbolehkan.50
Salah satu ciri modernitas, dalam pandangan Arkoun, adalah “setiap perubahan yang penting dalam dunia pemikiran atau dalam bidang-bidang kehidupan yang lain.
Masuknya pemikiran Yunani pada masa klasik Islam, atau pengenalan pemikiran Barat yang dimulai pada abad 19, merupakan semacam bentuk modernitas, sebagaimana kemunculan Islam di jazirah Arab. Arkoun membedakan antara modernitas “material” dan modernitas “intelektual” atau “kultural”. Pertama berarti beberapai kemajuan yang teerjadi pada bingkai luar dari wujud manusia, sedangkan yang kedua mecakup metode, alat analisis, dan sikap intelektual yang memberi kemampuan untuk lebih memahami realitas. Penggunaan modernitas material dan segala hasilnya sangat berkaitan dengan bentuk modernitas pemikiran yang berlaku.51
permasalahan yang perlu dipecahkan dalam kehidupan modern bukanlah terutama apa yang sering dikemukakan orang sebagai kemunduran kepribadian bangsa karena secara moral menjadi lunak akibat modernisasi, melainkan usaha menanggulangi kehidupan dalam ukuran dan skala cepat berkembang dan mengatasi masalah kompleksitas besar pola sosial, ekonomi dan politik. Adalah magnitude dan kompleksitas kehidupan modern itu (yang untuk bisa memahami dan menyertainya seseorang memerlukan antara lain tingkat pendidikan yang tinggi) beserta “perubahan yang terlembagakan” sehingga tidak ada hal permanen kecuali perubahan itu sendiri mengakibatkan adanya dislokasi dan disorientasi, mungkin keputusasaan, pada banyak orang. Oleh karena itu, betapapun ia pada dasarnya merupakan hal yang alami belaka, namun materialisme modernitas dan kecenderungan serta perjuangan manusia
50Abul-wafa Al-Taftazani, Islam dan Filsafat Eksistensial, (Jakarta : Minaret Jakarta, 1987), h. 29-30.
51Putro, Suadi, Muhammed Arkoun tentang Islam dan Modernitas (Jakarta: Paramadina, 1998). H. 47.
untuk meningkatkan taraf hidup duniawinya harus diusahakan untuk bisa terarah, terkendali, dan malah mungkin terbatasi.52
52Nucholish Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan (Jakarta: Paramadina, cet.ke 4, 2000)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan digunakan adalah kajian pustaka (library research).
Penelitian dilakukan dengan mengambil sumber datanya dengan menelaah buku-buku pemikiran Islam yang bersangkutan dengan Filsafat Hidup Buya Hamka. Penelitian ini berfokus kepada pemikiran Buya Hamka yaitu tentang filsafat hidup dan karya-karya Buya Hamka seperti Falsafah Hidup, Falsafah Ketuhanan, dan Pelajaran Agama Islam. Penelitian mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran tokoh sehingga dapat memudahkan menjawab persoalan yang telah dirumuskan dalam pokok permasalahan.
B. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas peneliti lebih mengarah kepada penggunaan filsafat hidup bagi pemikiran Buya Hamka dengan pendekatan filosofis.
Pendekatan filosofis dalam kajian studi dapat di artikan, memandang dan memahami ajaran agama cara memikirkannya secara mendalam, sistematis, radikal, dan universal dengan maksud agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama.53
Pendekatan secara filosofis berarti pendekatan yang menggunakan filsafat.
Filsafat yaitu berpikir secara mendalam, sistematis, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran inti hikmah atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada.
C. Sumber Dan Teknik Pengumpulan Data 1. Sumber data
a. Data primer
53M. Nurhakim, Metodologi Studi Islam. (Malang: UMM Press, 2004) h. 18.
Jenis data primer adalah datan yang pokok yang berkaitan dan diperoleh secara langsung dari obyek penelitian, sumber data primer adalah sumber data yang dapat memberikan data penelitian secara langsung.54 Data primer dalam penelitia ini adalah (karya Buya Hamka yaitu Falsafah Hidup, Falsafah Ketuhanan, dan Pelajaran Agama Islam).
b. Data sekunder
Jenis data sekunder adalah jenis data yang dapat dijadikan sebagai pendukung data pokok, sehingga sumber data sekunder dapat diartikan sebagi sumber yang mampu atau dapat memberikan informasi atau data tambahan yang dapat memperkuat data pokok.55 Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku dari para penulis yang membahas tentang filsafat.
2. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Pustaka
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: dokumentasi dengan teknik pengumpulan data yang bersumber dari data-data dokumentasi atau barang tertulis yang dapat berupa buku, video dan sebagainya dapat mendukung penelitian.
3. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul secara baik dan teoritis kemudian data tersebut diolah dan dianalisa secara baik secara kualitatif dengan menggunakan metode:
a. Induktif : suatu proses analisa data yang berpijak pada suatu fakta yang sifatnya khusus dari peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian ditarik suatu kesimpulan atau generalisasi yang sifatnya umum.
54Suharsimi Arikunto, Prosodur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 117.
55Sumandi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Yogyakarta: Yayasan Penerbit PSI, UGM, 1990), h. 85.
b. Deduktif : suatu proses analisa data yang berangkat pengetahuan yang sifatnya umum, kemudian diambil suatu pengertian yang sifatnya khusus.
Teknik analisis disini ialah jika sudah menemukan inti dari pemikiran tokoh, menjelaskan konsep-konsep yang berkaitan dengan filsafatnya. Kajian analisis penulis lakukan ketika terdapat pernyataan maupun konsep filsafat hidupyang perlu ditekankan atau dijabarkan secara luas.lalu dianalisiskan dan menjelaskan tokoh tersebut yaitu Buya Hamka.
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Filsafat Hidup Buya Hamka
Filsafat hidup menurut pemikiran Buya Hamka Kehidupan itu laksana tenunan yang bersambung menjadi kain. Sekalian makhluk dimuka bumi ini seakan-akan tidak kelihatan didalam tenunan ini, karena sangat kecil. Setelah waktu yang telah di laluinya, maka kehidupan itu pun berhenti pada suatu perhentian yang bernama “al-maut”. Yaitu berhentinya perjalanan darah yang mengandung oksigen mengelilingi
badan bersama dengan sel yang kecil pun berhenti. Kematian itu datang tidaklah pula secepat kilat, tetapi berangsur-angsur, adakala seperti lampu dinding yang kehabisan minyak. Atau laksanasebuah negeri yang ditimpa kelaparan, penduduknya mati tetapi tidak sekaligus, melainkan hanya yang malemah dahulu, berturut-turut sampai yang lebih kuat menahan lapar.56
Filsafat hidup berkaitan dengan prinsip hidup semua orang mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, maupun filosofi hidup. Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat namun prinsip hidupnya lemah, namun ada yang mempunyai tujuan hidup yang lemah tapi memiliki prinsip hidup yang kuat. Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun psikologi mau tak mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup. Karena, dengan meninjau prinsip hidup seseorang dapat mengetahui kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, aktifitas, metafisika, filsafat.Bagi sebagian orang,
56 Hamka, Falsafah Hidup, (Jakarta : Republika penerbit, 2015), h. 5.
Filosofi hidup dapat dijadikan sebagai panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar. Adapula sebagian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidup dan filosofi hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi, kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi hidupnya, yaitu orang yang lemah, orang yang netral dan orang yang keras.57
Filsafat Hidup, makna filsafat sesungguhnya adalah berpikir. Artinya apabila anda sedang berpikir itu artinya anda sedang berfilsafat. Jadi, kesimpulannya substansi filsafat adalah “Berpikir”. Sedangkan hidup adalah waktu dimana manusia bernyawa, tumbuh, dan berkembang. Dan setiap orang yang hidup pasti mempunyai kehidupan dan setiap kehidupan pasti ada masalah, dan setiap manusia melewati masalah pasti ada pengalaman, setiap pengalaman maka ada hikmah yang diambil, dan setiap hikmah yang diambil pasti ada pendewasaan. Manfaat mengetahui filsafat hidup diantaranya adalah membangun diri sendiri dengan berpikir lebih mendalam dan memberi isi kepada hidup kita sendiri, memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari, memberikan pandangan yang luas membendung egoisme dan egosentrisme, memberikan dasar-daar baik untuk hidup diri sendiri maupun untuk kepentingan ilmu-ilmu pengetahuan. Demikianlah hidupnya orang berakal, tegak di garis masing-masing menjaga hak sendiri dan menghormati hak orang lain pula.
Bersama-sama berspan santun kepada peraturan dan keadilan.58
57 Epyphanias Ekonomi Mendrofa, Fillsafat Hidup, (Surabaya : UNISA Fakultas Ilmu Olahraga, 2019), Ppt, h. 2.
58 Hamka, Falsafah Hidup, h. 15.
Filsafat Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Filsafat hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu prinsip belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo dan Abdurrahman Wahid berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis.
Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Menurut Hamka filsafat hidup yaitu memulangkan kekuasaan kepada Allah, yang Esa di dalam kekuasaan-nya. Itulah Tauhid, yang mengakui Tuhan hanya satu.
Setelah itu memandang manusia sama derajatnya. Tidak ada kelebihan antara satu sama lain, semuanya sama di sisi Tuhan. Kelebihan seseorang dari yang lain hanyalah takwanya, budinya dan kecerdasan akalnya. Bukan karena pangkat atau harta kekayaan. Tangan si lemah dibimbing sehingga beroleh kekuatan. Diambil dari hak tangan yang kuat dan kuasa dan dipindahkan kepada yang lemah, sehingga tegaklah perimbangan. Hidup seperti inilah yang telah menghasilkan beribu-ribu orang mulia dalam Islam, yang hidupnya berguna buat dunia sampai hari kiamat. Tatkala kaum muslimin masih berpegang dengan budi pekerti agamanya, tatkala mereka masih mementingkan penyelidikan tentang perkara besar ini, merekalah garam dunia.59
Ketika orang lain merasa megah dengan tidak menepati janji, mereka masih tetap memegang amanah dan meneguhi kata. Mereka pandang mahal harga kehormatan diri, sehingga lantaran mahalnya, sudi mereka membelinya dengan maut.
Mereka pandang amat murah haraga maut, sehingga dengan maut mereka membeli
59 Hamka, Falsafah Hidup, h. 425
kehormatan. Kebaikanlah yang ditegakan, dan kejahatanlah yang diruntuhkan.
Kebaikanlah yang diserukan Nabi, sahabat, dan budiman-budiman besar dalam Islam.
Itulah yang didirikan oleh guru, yang diserukan oleh pemimpin. Urat kebaikan itu ialah ikhlas. Cabang-cabang yang tumbuh daripadanya ialah kemenangan, kejayaan, taufik dan hidayat, cinta dan kasih sayang sesama manusia. Kesukaan berkorban untuk orang lain.60
Dengan demikian, menurut pembacaan penulis falsafah hidup Buya Hamka ini bahwa falsaha hidup ini memfokuskan persoalan hidup keislaman yang nyata sunnah-sunnah Rasul yang nyata. Setelah itu memandang manusia itu setara atau sederajat sebab manusia dimata Allah SWT yang mulia bukanlah yang kaya, berpangkat tinggi, memiliki gelar pendidikan, namun manusia mulia dimata Allah adalah yang beriman dan bertakwa.
Didalam kehidupan terdapat beragam tingkat intelektualitas manusia.
Tamsilan tingkatan itu seperti orang yang mampu menzoom sebuah peta, semakin tinggi intelektualitasnya semakin mampu dia menzoom peta itu. Peta yang di maksud adalah Al-Qur‟an dan Hadits. Siapa saja yang punya level intelektual yang lebih tinggi harus mampu memberikan pemahamannya kepada yang belum mampu memahami sejauh yang dia miliki, jangan malah menggunakan kelebihannya itu untuk menipu orang lain.61
Manusia unggul tidak dilahirkan oleh alam. Proses biologis sering tidak adil terhadap individu-individu yang luar biasa, alam sangat kejam pada produknya yang paling baik, alam lebih mencintai dan melindungi manusia yang rata-rata dan sedang-sedang saja, didalam alam terdapat penyimpangan yang terus menerus pada jenis-jenis manusia. Oleh sebab itu, manusia unggul dapat hidup dan bertahan hanya
60 Hamka, Falsafah Hidup, h. 426.
61 Miswari, Filsafat Terakhir Evaluasi Filsafat Sepanjang Masa, (Sulawesi : Unimal Press, 2016), h.10.
melalui seleksi manusia, melalui perbaikan kecerdasan dan pendidikan yang meningkatkan derajat dan keagungan individu-individu.62
Buya Hamka menjelaskan bahwa manusia berasal dari pada telor putih yang ada dalam air mani. Mani itu ada masa hidupnya dan ada masa matinya, sehingga sudah dapat ditentukan orang, bila masa dia menetas yaitu terkumpul menjadi bekal anak yang kemudian akan menjadi seorang laki-laki atau perempuan. Didalam dalam tubuh itu pun terdapat berjuta-juta sel halus bertumpuk-tumpuk berjuta-juta, menjadi sebesar ujung jarum, dan sesudah itu kelihatan perjalanan yang akan di tempuhnya, yang akan menjadi daging, menjadi tulang, menjadi darah, dan menjadi kulit dan lain-lain. Kumpulan tersebut menjadi satu tubuh dan yang hidup.63
Didalam Al-Qur‟an telah di jelaskan dalam surat (QS. Al-Insan : 1-2), yaitu : ٱ َنِّم ٌنيِح ِن َٰسنِ ْلْٱ ىَهَع ٰىَتَأ ْمَه أًرىُكْذَّم أً ـْيَش نُكَي ْمَن ِزْهَّدن
ازيِصَت ا ًًۢٔعيِمَس ُهَٰنْهَعَجَف ِهيِهَتْثَّن ٍجاَشْمَأ ٍةَفْطُّن نِم َن َٰسنِ ْلْٱ اَنْقَهَخ اَّنِإ Artinya : Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. (1) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (2) (QS-Al-Insan: 1-2).64 Didalam tafsir Al-Muyassar mengatakan bahwa, dimana berawal dari setetes mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi gumpalan daging, sehingga ditiupkan ruh, sampai bisa menjadi manusia yang sempurna. Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dari setetes air yang merupakan gabungan antara sperma laki-laki dan sperma perempaun. Kami mengujinya dengan beban-beban syariat sesudah itu, karena itu kami membuatnya mendengar dan melihat agar dia mendengar ayat-ayat dan melihat bukti-bukti. Sesungguhnya Kami menjelaskan dan mengenalkan
62 Zainal abidin, Filsafat Manusia Memahami Manusia Melalui Filsafat, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), h. 114.
63 Hamka, Falsafah Hidup, h. 6.
64Al-Quran, Surat An-Insan Ayat 1-2.
kepadanya jalan hidayah dan kesesatan, kebaikan dan keburukan, agar dia menjadi Mukmin yang bersyukur atau kafir yang pengingkar.65
Hidup dituntun oleh akal, manusia dapat memikirkan besar nikmat yang diterima nya dari Tuhan, nikmat kemuliaan dan ketinggian yang tiada ternilai sehingga dia terlepas dari pada kehinaan. Dengan kal itulah jenis manusia dilebihkan dari pada jenis yang lain. Akal tiap orang itu berbeda-beda pula sebagaimana berbeda badan kasarnya satu sama lain berlain warna kulitnya, berlainan bentuk badannya.
Lantaran akal itu berlainan pula keingan tujuan hidup, pertimbangan dan perasaannya, berlainan pula garis yang dilalui masing-masing semuanya buat mencakupkan hidup.
Tetapi lantaran bukan akal saja yang dianugrahkan Allah, disamping itu ada pula nafsu-sebab manusia termasuk jenis binatang pula, maka tidaklah kita terlepas dari pada sebagaimana manusia tidak lah ia lepas dari kesalahan, keteledoran, kesilapan dan kegagalan. Sebab itu kita tidak boleh memaksa diri diatas dari kesanggupan manusia atau mendakwahkan barang yang sebenarnya tidak ada pada kesanggupan kita. Kita hanya menjaga langkah mengawasi dan menimbang.66
B. Kehidupan Moderen Menurut Hamka
Kehidupan modern memang jauh lebih maju dan berkembang, tidak ada batasan jarak dan waktu yang di tunjang dengan teknologi yang membuat masyarakat lebih mudah untuk melakukan sesuatu, tetapi jika masyarakat terhanyut dalam kehidupan modern tanpa melihat dan di sekelilingnya masyarakat yang terbentuk adalah masyarakat yang individualis dan tidak bisa bekerjasama untuk menciptakan sebuah lingkungan yang layak untuk dihuni.
Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Proses akulturasi di Negara-negara berkembang tampaknya
65Aidh al-Qarni, Tafsir al-Muyassar, (Madinah: Majma‟ al-Mulk, 2009), hal. 404
66 Hamka, Falsafah Hidup, h. 9.
beralir secara simpang siur, dipercepat oleh usul-usul radikal (keras), dihambat oleh aliran kuno, tersesat dalam ideologi-ideologi, tetapi pada dasarnya dilihat arah induk yang lurus: ”the things of humanity all humanity enjoys”. Terdapatlah arus pokok yang dengan spontan menerima unsur-unsur kebudayaan internasional yang jelas menguntungkan secara positif.
Manusia sekarang hidup di peradaban modern yang menuntut segala sesuatu serba cepat, efektif dan efesien. Modern menjadi sebuah identitas yang seolah harus melekat. Sisanya dianggap kuno, tradisional dan ketinggalan zaman. Perkembangan sains dan teknologi telah menyebabkan berbagai perubahan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu perkembangan sains dan teknologi yang tengah melaju dengan sangat pesat adalah perkembangan dibidang teknologi informasi. Hal ini antara lain ditandai dengan kelahiran internet, yang secara keilmuan disebut sebagai ruangnya.67
Dengan perkembangan Era modern ini juga membuat masyarakatnya menjadi individual. Dimana mereka merasa segala sesuatunya dapat dimudahkan dengan teknologi sehingga mereka tidak lagi membutuhkan orang lain. Tidak hanya itu, dengan pola hidup di Era modern ini juga semakin membuat budaya Indonesia semakin tergeser dengan keberadaan budaya kebarat-baratan.
Karena tidak semua budaya barat pantas atau cocok diterapkan di Indonesia.
Seperti contohnya gaya berpakaian yang kebarat-baratan yang mana dalam berpakaian orang barat tersebut terlalu terbuka, Dan sikap terlalu bebas menghadapi kehidupan saat ini. Ada lagi yang membuat kehidupan di Era modern ini semakin terlihat sebelah mata. Kesenjangan Sosial. Ini hal yang paling menyedihkan menurut penulis. Jadi, jika dalam suatu komunitas hanya ada beberapa individu yang dapat
67 AP Edi Atmaja, Kedaulatan Negara di Ruang Maya : Kritik UUITE Dalam Pemikiran Satipto Rihardjo, Jurnal Opinia Juris, Vol. 16, h. 50.
mengikuti jalur modernisasi dan globalisasi. Hal ini bisa memecah belahkan antar sesama individu.
Dengan adanya perkembangan modernisasi dan globalisasi ini dapat menjadikan hal yang lebih baik lagi. Seperti misalnya cara berpikir masyarakat saat ini sudah menjadi masuk akal dari yang sebelumnya yaitu tidak berdasarkan akal.
Melihat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah menyebar di kehidupan ini dapat membuat segala aktivitas menjadi lebih mudah. Dengan perkembangan ini juga dapat membuat pola pikir bisa mendorong untuk lebih maju.
Islam sebagai agama univesal, jauh sebelum datang abad modern, telah mengantisipasi berbagai gejolak kehidupan yang dihadapi oleh umat manusia. Dalam hal ini Rosulullah saw. telah menegaskan.
ْنَن ِنْيَزْمَأ ْمُكيِف ُتْكَزَت هِّيِثَن َةَّنُسَو ِالله َباَتِك :اَمِهِت ْمُتْكَّسَمَت اَم اىُّهِضَت
Artinya : Saya sudah tinggalkan padamu dua hal ( yang jika kamu selalu berpegang kepada keduanya ) niscaya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu kitab Allah dan sunahku.
Hadis di atas memerintahkan kepada umat manusia agar menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman hidup. Artinya, Al-Qur‟an dan Hadis itu harus dijadikan imam dalam menjalani kehidupan. Menjadikan Al-Qur‟an imam di dalam kehidupan ialah dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang termuat di dalamnya, tidak sekedar mendengar membaca, menerjemahkan dan menafsirkannya. Meskipun telah menghafal sekian banyak ayat jika tanpa pengalaman sama artinya dengan melemparkan kitab Allah dibelakang punggung. Hal itu sama dengan perangai ahli kitab yang dikecam oleh Allah, sebagai mana yang di tegaskan-Nya di dalam surat Al-Baqarah Ayat 101.
ٰتِكۡنا اىُت ۡوُا َنۡيِذَّنا َنِّم ٌكۡيِزَف َذَثَن ۡمُهَعَم اَمِّن ٌقِّدَصُم ِ ّٰالله ِدۡنِع ۡنِّم ٌل ۡىُسَر ۡمُهَءٓاَج اَّمَنَو ِّٰالله َةٰتِک ََۙة
َ ۡىُمَه ۡعَي ََ ۡمُهَّنَاَك ۡمِهِر ۡىُهُۡ َءٓاَرَو
Artinya :Tatkala datang kepada Rasul dari sisi Allah yang membenarkan Kitab yang ada pada mereka maka sebagian di antara mereka yang
mempunyai kitab itu membuang Kitab Allah di punggung mereka seolah-olah mereka tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 101)
Untuk dapat memfungsikan Al-Qur‟an sebagai imam didalam kehidupan seseorang harus memiliki akidah yang kuat. Oleh karena itu, akidah harus di tanamkan sendini mungkin agar setiap anak yang laahir mempunyai keyakinan yang kuat setelah ia dewasa. Penanaman akidah yang dimaksud di sini ialah penanaman keyakinan tauhid ke dalam diri anak. Keyakinan inilah yang pertama dan utama harus disisikan ke dalam dirinya. Kalimat pertama yang harus diperdengarkan kepada bayi yang baru lahir ialah kalimat tauhid. Meski ia belum tahu apa-apa tentang itu, ibarat pita rekaman, organ telinganya telah dapat merekam apa saja yang di dengarnya.68
Masuknya pengaruh budaya barat hendaknya di serap secara slektif dan hati-hati. Dari segi lainnya ada dampak positif dan ada juga dampak negatifnya bagi kehidupan, kebudayaan yang dimilki oleh budaya barat cendrung merupakan kebalikan dari budaya timur, budaya barat lebih menekankan dunia objektif sehingga hasil olah pemikirannya membuahkan sains dan teknologi. Nilai budaya barat lebih ditekankan pada pikiran, orang barat hanya meyakini sesuatu yang masuk akal saja sehingga ritual keagamaan dipandang sesuatu yang tidak masuk akal.
1. Kebudayaan Teknologi modern
Kebudayaan Teknologis Modern merupakan anak Kebudayaan Barat. Akan tetapi, meskipun Kebudayaan Teknologis Modern jelas sekali ikut menentukan wujud Kebudayaan Barat, anak itu sudah menjadi dewasa dan sekarang
Kebudayaan Teknologis Modern merupakan anak Kebudayaan Barat. Akan tetapi, meskipun Kebudayaan Teknologis Modern jelas sekali ikut menentukan wujud Kebudayaan Barat, anak itu sudah menjadi dewasa dan sekarang