• Tidak ada hasil yang ditemukan

Istilah berhubungan dengan internet dan web

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 35-41)

2.15.1 Browser

Menurut Eaglestone dan Ridley (2001, p198), browser digunakan untuk menampilkan dokumen dari web dan melanjutkan link dimana link menghubungkan bagian-bagian dari dokumen ataupun untuk berpindah dari satu bagian dokumen ke dokumen yang lain.

2.15.2 WWW (World Wide Web)

Menurut Fathansyah (2004, p325), WWW adalah sistem informasi terdistribusi yang berbasis hypertext. Dokumen – dokumen yang dikelola dalam web biasa beraneka jenis (pengolahan kata, lembar kerja, tabel basis data, presentasi, hypertext dan lain-lain).

2.15.3 HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Menurut Fathansyah (2004, p327), HTTP adalah layanan yang sangat bagus, dalam hal pentransferan dokumen yang mudah dan penyediaan fasilitas enkripsi untuk keamanan. Nama dokumen dalam URL bisa juga mengidentifikasi program tertentu yang dapat dieksekusi untuk menghasilkan dokumen HTML. Ketika server HTTP menerima permintaan untuk dokumen tersebut, ia akan mengeksekusi

program pembentuk dokumen, dan mengirimkan kembali dokumen HTML yang telah dihasilkan ke client.

2.15.4 HTML (Hypertext Markup Language)

Menurut Fathansyah (2004, p327), HTML adalah bahasa tampilan hypertext untuk kebutuhan umum. HTML juga menyediakan fitur – fitur untuk mengakomodasi pemasukan data. Sebagai contoh, sebuah dokumen HTML dapat mengatur bagaimana sebuah form harus ditampilkan. Program tampilan HTML memungkinkan user untuk mengisikan data ke dalam fomulir tersebut. Tampilan layar aktual, fomulir spesifik yang bisa diisi dan menu yang bisa dipilih, kesemuanya dikendalikan oleh dokumen HTML. Akan tetapi , tidak ada koneksi terus menerus antara client dan server, server tidak memiliki histori atas interaksinya dengan client, dan semua status informasi harus disimpan di client dan dikirim ke server setiap kali keduanya berkomunikasi. Hal ini merupakan salah satu kelemahan dari HTML. Namun dengan mengabaikan kelemahan ini, HTML merupakan salah satu bukti tentang pentingnya sistem informasi terdistribusi di masa depan.

2.16 PHP

Menurut Suprianto (2008, p17), php tergolong sebagai perangkat lunak open source yang diatur dalam aturan general purpose licences. Pemograman PHP sangat cocok dikembangkan dalam lingkungan web, Karena PHP bisa dilekatkan pada script HTML atau sebaliknya. PHP dikhususkan untuk pengembangan web dinamis. Maksudnya, PHP mampu menghasilkan website secara terus menerus hasilnya bisa berubah-ubah sesuai dengan pola yang diberikan.

PHP juga tergolong juga sebagai bahasa pemograman yang berbasis server. Ini berarti bahwa semua script PHP diletakkan di server dan diterjemahkan oleh web server terlebih dahulu, kemudian hasil terjemahan itu dikirim ke browser client.

2.17 MY SQL

MySQL adalah sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP. Namun demikian, Microsoft Acces, database oracle, d-Base dan system manajemen database lainnya juga didukung oleh PHP (http://anneahira.com/xampp-adalah.htm).

MY SQL berfungsi untuk mematikan dan menghidupkan layanan database server my sql. Namun, pada kondisi normal, kondisinya tidak perlu diubah. Hal yang perlu diperhatikan pada menu my sql adalah submenu my sql console. Pada submenu tersebut berguna sebagai editor saat memberikan perintah- perintah query database my sql.

2.18 Perpustakaaan

2.18.1 Pengertian Perpustakaan

Menurut Supriyanto (2010, p7), perpustakaan adalah sebagai unit kerja yang tugas, fungsi, visi dan misi tertentu, bila di tinjau dari sudut filosofi dan organisasi.

Atas dasar tersebut perpustakaan dapat dikatakan sebagai unit pendukung serta wahana sumber informasi dan sekaligus sebagai unit deposit informasi dari suatu lembaga atau perusahaan induknya.

2.18.2 Fungsi Perpustakaan

Fungsi perpustakaan dari masa ke masa mungkin saja mengalami perubahan dan perkembangan, namun pada dasarnya fungsi perpustakaan dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Fungsi Edukatif

Perpustakaan berfungsi sebagai tempat untuk belajar secara mandiri, di situ pengguna dapat mencari bahan – bahan yang dibutuhkan untuk menambah ilmu dan wawasan.

2. Fungsi Informatif

Perpustakaan mempunyai fungsi informatif, artinya informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dapat dicari di perpustakaan.

3. Fungsi Penelitian

Perpustakaan mempunyai fungsi penelitian, artinya sumber – sumber informasi yang ada di dalam perpustaaan tersebut dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian.

4. Fungsi Kultural

Perpustakaan mempunyai fungsi kultural artinya perpustakaan memiliki dan menyediakan bahan pustaka baik trcetak maupun elektronik yang menyajikan kebudayaan daerah, kebudayaan suatu bangsa ataupun kebudayaan antar bangsa. 5. Fungsi Rekreasi

Perpustakaan mempunyai fungsi rekreasi artinya, pengguna dapat mencari koleksi yang bersifat populer dan menghibur.

2.18.3 Jenis Perpustakaan

Adapun jenis-jenis perpustakaan yang ada dewasa ini adalah sebagai berikut:

1. Perpustakaan Nasional

Perpustakaan nasional adalah perpustakaan yang didirikan oleh suatu negara (biasanya di satu negara hanya ada satu) yang mempunyai fungsi utama untuk menyimpan semua bahan pustaka tercetak, terekam, serta multimedia yang diterbitkan oleh negara tersebut dan / atau mengenai negara tersebut. Contoh : Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

2. Perpustakaan Umum

Perpustakaan umum adalah jenis perpustakaan yang didirikan oleh masyarakat umum dan dibiayai oleh masyarakat itu sendiri baik secara langsung (swadaya) maupun tidak langsung seperti pajak. Contoh : perpustakaan umum pemerintah kabupaten / kota, Badan atau Kantor Perpustakaan Provinsi yang berkedudukan di ibukota provinsi, perpustakaan umum tingkat kecamatan, dan perpustakaan umum tingkat desa.

3. Perpustakaan Khusus

Perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang berada pada suatu instasi atau lembaga tertentu, baik instasi pemerintah maupun swasta. Tujuan didirikannya adalah mendukung instasinya dengan cara menyediakan informasi bagi pegawai dilingkungan instasi tersebut guna memelighara dan meningkatkan pengetahuan pegawai yang bersangkutan. Contoh : Perpustakaan Sekretariat Negara di Jalan Merdeka Barat, Jakarta ; Perpustakaan Penelitian Perkebunan, di Jalan Taman Kencana, Bogor ; Perpustakaan Sekretariat ASEAN di Jakarta.

4. Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana dan fasilitas penyelenggaraan pendidikan sehingga setiap sekolah semestinya memiliki perpustakaan. Perpustakaan sekolah berada pada lingkungan sekolah dan sepenuhnya dikelola oleh sekolah yang bersangkutan. Tugas pokok dari perpustakaan sekolah adalah menunjang proses belajar mengajar disekolah dengan cara menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kurikulum sekolah dan ilmu pengetahuan tambahan lain sehingga proses belajar mengajar disekolah tersebut dapat berjalan lancar dan baik. Contoh: Perpustakaan Sekolah SMP-SMA St. Kristoforus.

5. Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi, universitas, sekolah tinggi, akademi dan pendidikan tinggi lainnya, yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari sesuatu perguruan tingginya. Perpustakaan ini dikelola oleh perguruan tinggi sebagian dari induknya. Tujuan diselenggarakan ini adalah untuk menunjang terlaksananya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, melalui pelayanan informasi, yang meliputi : pengumpulan, pengolahan, pemanfaatan, penyebar luasan, dan pelestarian informasi. Contoh : Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

2.18.4 Pelayanan Perpustakaan

Sebagai mana layaknya perpustakaan lain, perpustakaan member layanan pembaca, jasa referensi dan jasa sirkulasi bahan pustaka. Jasa- jasa tersebut terutama untuk pengguna dari luar.

a. Sistem layanan bahan pustaka

Sistem layanan bahan pustaka dapat dilaksanakan dengan sistem layanan terbuka atau sistem layanan tertutup.

b. Peminjaman

Layanan peminjaman merupakan kegiatan pencatatan bahan pustaka yang di pinjam oleh pengguna.

c. Pengembalian

Pengembalian adalah kegiatan pencatatan bahan pustaka yang dikembalikan oleh pengguna.

d. Pemberian Sanksi

Apabila pengguna yang meminjam bahan pustaka melakukan pelanggaran, perpustakaan dapat memberikan sanksi kepada peminjam.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 35-41)

Dokumen terkait