BAB IV PERMASALAHAN DAN
6. Penelitian dan Pengembangan
4.2. Isu Strategis
Perumusan isu strategis pembangunan Kabupaten Lombok Tengah 2016-2021 tidak terlepas dari dinamika berbagai isu yang terjadi baik di lingkungan internal maupun lingkungan eksternalsehingga diharapkan dari isu strategis yang telah disusun tidak saja mampu mengarahkan pembangunan pada usaha-usaha penyelesaian permasalahan pembangunan di masa lalu namun juga mampu menghadirkan arah pembangunan yang memiliki visi kedepan dan bersifat antisipatif terhadap berbagai ancaman dan peluang di masa mendatang.
Pernyataan isu-isu strategis memberikan gambaran tentang hal-hal yang menjadi fokus dan prioritas penanganan oleh pemerintah karena pengaruhnya yang besar, luas, dan signifikan terhadap perbaikan kondisi masyarakat pada pembangunan masa mendatang. Isu-isu strategis merupakan isu-isu yang jika diprioritaskan antisipasi dan penanganannya maka peluang tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan lima tahun mendatang akan lebih besar dan lebih pasti. Namun jika isu-isu strategis ini tidak
ditangani dengan serius, maka hal yang sebaliknya akan terjadi yakni tujuan dan sasaran menjadi sulit tercapai.
Tabel 4.1.
Dinamika Isu
No Internasional Nasional Regional/Prov. NTB
(1) (2) (3) (4)
1 SDG’s:
1. Menghapus segala bentuk kemiskinan dimana pun berada;
2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, dan mencanangkan pertanian berkelanjutan;
3. Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan
penduduk di segala usia;
4. Menjamin kualitas pendidikan yang adil dan inklusif serta meningkatkan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua;
5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan;
Percepatan Pemerataan dan Keadilan
Industrialisasi produk unggulan daerah belum optimal, pertumbuhan ekonomi relatif stagnan, tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional
6. Memastikan ketersediaan dan pengelolaan yang berkelanjutan dari air dan sanitasi untuk semua;
7. Memastikan seluruh penduduk mendapat akses untuk energi yang terjangkau, dapat diandalkan, dan berkelanjutan;
8. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,
lapangan kerja yang penuh dan produktif, dan pekerjaan yang layak
untuk semua secara berkelanjutan;
9. Membangun infrastruktur tangguh, mempromosikan industrialisasi
inklusif berkelanjutan, dan inovasi asuh;
10. Mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara-negara;
11. Membuat pemukiman kota dan pemukiman manusia yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan;
12. Pastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan;
13. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan
dampaknya;
14. Pelestarian dan pemanfaatan samudera, laut dan sumber daya kelautan
berkelanjutan dalam rangka pembangunan berkelanjutan;
15. Melindungi, memulihkan dan mempromosikan pemanfaatan ekosistem darat, lestari mengelola hutan,
memerangi penggusuran,
danmenghentikan dan membalikkan degradasi lahan dan menghentikan
Pertumbuhan Ekonomi
No Internasional Nasional Regional/Prov. NTB
(1) (2) (3) (4)
hilangnya keanekaragaman hayati;
16.Meningkatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunanberkelanjutan,
menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua, dan
membangun institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua
tingkatan; serta
17. Memperkuat sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global
untuk pembangunan berkelanjutan.
Kesenjangan Antar Wilayah
Penataan ruang, konektivitas dan ketersediaan infrastruktur wilayah belum optimal Percepatan
Pembangunan Kelautan 2 Mengupayakan kualitas SDM:
pendidikankesehatan,pangan dan gizi dan kesejateraanya
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Mutu dan daya saing keluaran pendidikan belum optimal, derajat kesehatan masyarakat masih relatif rendah, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan ketahanan keluarga belum optimal
3 Menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Keberlanjutan Pembangunan
Nusa Tenggara Barat daerah rawan bencana, kualitas dan daya dukung lingkungan belum optimal 4 Mengatur tata kelola yang baik Tata Kelola: Birokrasi
Efektif dan Efisien
Belum optimalnya tata kelola pemerintahan yang baik
Pemberantasan Korupsi 5 Kondisi masyarakat stabil dan kolaboratif Stabilitas Politik dan
Keamanan
Belum terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan damai secara optimal
Disamping itu perumusan isu strategis mempertimbangkanhasil telaahan dokumen perencanaan baik dokumen perencanaan di tingkat pusat maupun provinsi sehingga isu-su strategis yang dirumuskan diharapkan dapat selaras dengan arah pembangunan baik yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan di tingkat pusat maupun provinsi.
Dengan memperhatikan berbagai hal tersebut di atas isu-isu strategis Kabupaten Lombok Tengah disimpulkan sebagai berikut:
a) Pengamalan nilai agama dan kearifan lokal
Penguatan budaya dan kearifan lokal serta pengamalan nilai-nilai ajaran agama dalam upaya membendung dampak budaya asing dalam era globalisasi perlu dilakukan upaya sinergis dengan para pemangku kepentingan sehingga tidak terjadi akumulasi permasalahan konflik yang berakibat pada perpecahan di masyarakat.
b) Peningkatan mutu dan akses pendidikan
Kesenjangan partisipasi sekolah masih merupakan masalah sentral pada penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pendidikan, hal inidisebabkan oleh masih rendahnya akses pendidikan dan kualitas layanan pendidikan, baik pada strata pendidikan anak usia dini maupun pendidikan dasar 9 tahun yang merupakan kewenangan pemerintah daerah kabupaten.
c) Peningkatan mutu dan akses layanan kesehatan dasar dan rujukan
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pengembangan fasilitas kesehatan dasar dan rujukan yang sesuai standar merupakan prasyarat mutlak yang didukung oleh upaya promosi kesehatan, peningkatan gizi masyarakat, penanggulangan penyakit menular, PHBS, pengawasan peredaran obat makanan dan pemantapan pelaksanaan jaminan kesehatan.
d) Penanggulangan kemiskinan
Untuk mendorong keberhasilan dalam peningkatan pemerataan dan penanggulangan kemiskinan, diperlukan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dengan cara memadukan sistem perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin secara sinergis denganstakeholderterkait. Selain itu diperlukan upaya memperkuat kedudukan serta kapasitas kelembagaan yang berfungsi mengkoordinasikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.
e) Peningkatan perekonomian daerah
Dalam rangka meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi,diperlukan optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di tingkat hulu (Produksi) sampai dengan proses di tingkat hilir yang meliputi pengembangan produk olahan, pemasaran (Kualitas, Kuantitas dan Kontinyuitas) dan Peningkatan Sumber Daya Manusia pelaku usaha.Dengan mengedapankan sektor pariwisata sebagai lokomitif pembangunan maka kerangka strategis pembangunan diarahkan pada: Peingkatan pengelolaan pariwisata,Pengembangan Produk Unggulan daerah yang berbasis komoditas pertanian dan perikanan serta industri kerajinan yang memiliki kualitas dan daya saing pasar yang memadai sehingga bisa tercapai satu desa satu produk unggulan,Pengembangan atraksi seni budaya, pengembangan desa wisata, atraksi atau pentas seni secara teratur, Peningkatan kapasitas kelembagaan pelaku usaha local,Koordinasi dan fasilitasi pemasaran bersama di tingkat regional dengan kabupaten/kota se-Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka mendukung
keberadaan Kabupaten Lombok Tengah sebagai Pintu Gerbang Udara Propinsi Nusa Tenggara Barat.
f) Pemerataan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas antar wilayah
Ketersediaan Infrastruktur Dasar mutlak menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena dengan pemenuhan infrastruktur dasar akan menimbulkan multiplier effect yang positif dalam pembangunan di daerah. Kondisi infratruktur jalan kabupaten dalam kondisi mantap terus mengalami peningkatan yang signifikan dari 41% tahun 2011 menjadi 69,74 di tahun 2017. Namun dengan semakin bertambahnya panjang jalan kabupaten karena peningkatan status jalan desa tentunya hal ini masih perlu mendapatkan perhatian terutama dari segi kualitas dan pemeliharaannya.
Kondisi cakupan layanan air bersih juga terus mengalami peningkatan, namun dengan makin bertambahnya jumlah penduduk dan sumber air yang cenderung menurun tentunya memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah. Infrastruktur dasar lain yang masih perlu mendapat perhatian adalah kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sanitasi yang masih belum merata.
g) Tata ruang dan lingkungan hidup yang berkualitas
Kecenderungan penurunan kualitas lingkungan hidup dan daya dukung lingkungan sebagai akibat pelaksanaan pembangunan dan dampak perubahan iklim perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah. Untuk itu diperlukan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan yang holistik, tematik dan integratif dalam ruang spasial dan aspasial menuju pembangunan tata ruang dan lingkungan hidup yang berkualitas.
Sebagai daerah yang letak geografisnya rawan terhadap ancaman bencana, perlu dilakukan upaya-upaya mitigasi (pengurangan dampak) resiko bencana dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga mengurangi resiko bencana.
h) Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik
Penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan salah satu isu yang masih perlu diperhatikan dalam pembangunan daerah kabupaten Lombok Tengah. Kinerja penyelenggaraan pemerintahan berujung pada peningkatan kualitas layanan publik di berbagai sektor. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dilakukan melalui peningkatan kapabilitas, integritas, akuntabilitas, ketaatan pada hukum, kredibilitas
dan transparansi. Reformasi Birokrasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diarahkan pada peningkatkan sistem pengawasan internal dan pengendalian kebijakan Kepala Daerah melalui evaluasi tingkat maturitas SPIP maupun tingkat leveling kapabilitas APIP, meningkatkan integritas dan kapabilitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Peningkatan pengendalian dan pengelolaan keuangan dan aset daerah juga menjadi fokus lain dari pembenahan reformasi dan birokrasi di Kabupaten Lombok Tengah. Peningkatan reformasi birokrasi termasuk didalamnya adalah peningkatan pelayanan publik melalui penguatan sistem dan akses pelayanan berbasis teknologi informasi yang terpadu (smart city); pelayanan yang cepat, mudah, murah,terjangkau, inklusif dan berkualitas yang didukung oleh kapasitas fiskal daerah yang memadai.