BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.2 Pembentukan Prototype
3.2.1 ITERASI 1 (Pengelolaan Sertifikat Akademik)
Pada Iterasi 1 penulis akan membuat prototype untuk user institusi bagian sertifikat akademik. Oleh karena itu penulis mengambil edX sebagai contoh dari rancangan prototype yang akan dibangun. Pembangunan prototype ini melalui tiga tahapan, yaitu: desain cepat, pembentukan prototype dan pengujian dengan pengguna serta evaluasi.
Desain Prototype
Dari desain yang penulis rancang akan disesuaikan dengan fungsionalitas dari kebutuhan pengguna. Berikut ini adalah desain yang telah penulis rancang:
1. Desain Rancangan Halaman Utama Sertifikat User Institusi
Di halaman ini penulis mengambil contoh tampilan dari bagian administrasi kampus dan juga platform edX. Pada awal masuk dan belum ada sertifikat maka akan menampilkan halaman kosong. Untuk membuat sertifikat baru pengguna menekan tombol “tambah sertifikat” yang terdapat pada halaman ini. Tampilan halaman utama ini dapat dilihat pada Gambar 3. 10di bawah ini.
Jika sertifikat sudah terbuat, maka akan ditampilkan seperti Gambar 3. 11 berikut ini.
2. Desain Rancangan Memilih Sertifikat
Setelah membuat sertifikat, maka institusi akan menampilkan pilihan sertifikat yang akan dibuat. Terdapat dua jenis sertifikat yang akan dipilih untuk membuat sertifikat baru. Tampilan ini akan ditunjukan pada di Gambar 3. 12 di bawah ini.
Gambar 3. 10 Halaman Utama sertifikat
3. Desain Rancangan Pengisian Form Sertifikat
Setelah memilih sertifikat akademik, maka sistem akan menampilkan form pengisian data sertifikat. Data tersebut seperti: No sertifikat, nama institusi, nama program, gelar akademik, kode institusi dan tanggal kelulusan. Tampilan ini ditunjukan pada Gambar 3. 13 berikut ini.
4. Desain Rancangan Halaman Wisuda
Setelah membuat sertifikat, maka proses yang ada pada user institusi adalah mengelola wisuda. Jika belum ada jadwal yang terbuat oleh institusi, maka institusi harus membuat
Gambar 3. 12 Memilih Jenis Sertifikat
jadwal baru dengan menekan tombol “buat jadwal” yang ada pada halaman ini. tampilan ini akan ditunjukan pada Gambar 3. 14 di bawah ini.
5. Desain Rancangan Membuat Jadwal Wisuda
Menambah jadwal wisuda dilakukan oleh user institusi jika belum terbuat jadwal sebelumnya. Setelah menekan tombol “buat jadwal” tahap selanjutnya adalah mengisi form data jadwal wisuda. Tampilan ini dapat dilihat pada Gambar 3. 15 di bawah ini.
6. Desain Rancangan Cek Sertifikat
Pengecekan sertifikat dapat dilakukan oleh siapa saja, pada kali ini pengecekan sertifikat dilakukan oleh user institusi. Pengecekan sertifikat dilakukan dengan
Gambar 3. 14 Halaman Utama Wisuda
memasukan no sertifikat ke dalam menu cek sertifikat. Kemudian sistem akan menampilkan hasil cek sertifikat dengan data pemilik sertifikat tersebut. Tampilan akan ditunjukan pada Gambar 3. 16 di bawah ini.
Pembentukan dan Pengujian Prototype
Setelah rancangan desain selesai, maka tahapan berikutnya yaitu membentuk prototype. Dalam membentuk prototype ini penulis melakukan dua tahapan, yaitu: pembetukan prototype dan pengujian prototype.
Membentuk Prototype
Sebelum penulis membetuk prototype, penulis akan merancang rencana kerja dalam bentuk tabel pekerjaan. Penulis akan membentuk prototype sesuai dengan desain yang ada pada langkah sebelumnya. Proses pembentukan prototype dikerjakan dalam waktu 14 hari kerja, hal ini penulis jabarkan pada Tabel 3. 15 berikut ini.
Tabel 3. 15 Waktu Pengerjaan Iterasi 1 Lama pengerjaan (hari)
Iterasi 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1.1 Halaman dasbor institusi 1.2 Halaman sertifikat dan template sertifikat 1.3 Proses membuat sertifikat 1.4 proses legalitas sertifikat 1.5 Mengelola jadwal wisuda
1.6 Proses membuat undangan wisuda 1.7 Cek Sertifikat
Testing
Pada saat membentuk prototype ini penulis mendapat kendala pada proses legalitas sertifikat. Hal ini dikarenakan penulis merancang legalitas sertifikat dilakukan menggunakan QR-Code sehingga diperlukan penyesuaian basis data. Setelah pembentukan prototype diselesaikan, berikut ini adalah tampilan dari hasil pembentukannya:
Tampilan Halaman Sertifikat User Institusi
Tampilan halaman sertifikat pada user institusi ini penulis bentuk sesuai dengan desain rancangan yang dibuat. Dari desain rancangan yang terbuat tersebut akan dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan proses yang ada di prototype ini. Tampilan prototype akan ditunjukan pada Gambar 3. 17 berikut ini.
Tampilan Memilih Sertifikat
Pembuatan sertifikat baru dilakukan dengan menekan tombol “buat sertifikat” yang berada di pojok kanan atas dari halaman sertifikat. Setelah itu akan muncul pilihan sertifikat yang akan dibuat. Tampilan tersebut akan ditunjukan pada Gambar 3. 18berikut ini.
Tampilan Mengisi Form Sertifikat
Untuk membuat sertifikat pengguna harus mengisi data sertifikat yang akan dibuat tersebut. Pengisian disesuaikan dengan yang akan ditampilkan dalam sertifikat. Tampilan form pengisian data ditunjukan pada Gambar 3. 19 berikut ini.
Tampilan Halaman Utama Wisuda
Halaman utama wisuda akan menampilkan jadwal yang telah terbuat oleh institusi. Jika belum ada jadwal makan sistem akan menampilkan pemberitahuan belum ada jadwal terbuat. Untuk membuat jadwal baru pengguna menekan tombol “buat jadwal” yanga ada di pojok kanan atas halaman ini. untuk lebih jelasnya akan ditunjukan pada Gambar 3. 20 berikut ini.
Gambar 3. 18 Tampilan Memilih sertifikat
Jika institusi sudah membuat jadwal, maka akan menampilkan jadwal yang telah terbuat. Halaman yang menampilkan jadwal wisuda ditunjukan pada Gambar 3. 21 berikut ini.
Tampilan Mengelola Wisuda
Pengelolaan wisuda yang dilakukan pengguna berupa pembuatan jadwal wisuda. Proses pembuatan jadwal wisuda dilakukan dengan menentukan jadwal wisuda, periode, batas waktu wisuda. Berikut ini adalah tampilan dari proses mengelola wisuda yang ditunjukan pada Gambar 3. 22 di bawah ini.
Gambar 3. 20 Halaman Utama Wisuda
Gambar 3. 21 Tampilan jadwal wisuda
Tampilan Cek Sertifikat
Pengecekan sertifikat dilakukan dengan cara memasukan nomor sertifikat yang ada di ijazah peserta. Kemudian sistem akan menampilkan data dari pemilik sertifikat tersebut, berikut ini adalah tampilan pengecekan sertifikat yang ditunjukan pada Gambar 3. 23 berikut ini.
Pengujian Prototype
Pengujian prototype dilakukan dalam dua tahapan pengujian, yaitu: pengujian alfa dan pengujian beta.
a. Pengujian Alpha
Pengujian ini dilakukan secara mandiri dan maksud dari pengujian ini untuk menguji prototype berjalan sesuai dengan fungsinya di setiap proses di dalamnya. Pengujian ini penulis rangkum dalam Tabel 3. 16 berikut ini
Tabel 3. 16 Pengujian Alpha Iterasi 1
User Kelas Uji Butir Uji Keterangan
Institusi Mengelola Sertifikat Buat sertifikat baru Berhasil Memilih sertifikat Berhasil Mengisi Form
Pembuatan sertifikat
Berhasil
Mengelola Wisuda Membuat Jadwal wisuda
Berhasil Gambar 3. 23 Tampilan cek sertifikat
Legalisir Sertifikat Melegalkan
sertifikat akademik
Berhasil
Cek Sertifikat Laporan hasil sertifikat
Berhasil
b. Pengujian Beta
Setelah pengujian alpha selesai maka selanjutnya yaitu pengujian beta. Pengujian beta bertujuan untuk melihat sudah sesuai atau belum dengan kebutuhan pengguna secara langsung. Pengujian ini dilakukan kepada staff akademik kampus yang mengurusi kelulusan yang dilakukan di Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto dan Politeknik Negri Semarang. Pengujian ini dilakukan dua kali, karena tempat pengujian yang berbeda. Pengujian pertama dilakukan di Universita Wijaya Kusuma pada pagi hari dan di politeknik semarang pada siang hari. Tahap pengujian dilakukan dengan menjelaskan fungsional dari prototype dari awal pembuatan sertifikat hingga penyerahan sertifikat. Dari pengujian yang dilakukan akan dicatat beberapa proses yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penulis juga akan mencatat tambahan yang perlu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dengan pengguna.
Evaluasi Prototype
Setelah melakukan pengujian kepada pengguna, penulis mendapat beberpa evaluasi yang dirangkum dalam Tabel 3. 17 berikut ini.
Tabel 3. 17 Hasil evaluasi iterasi 1 Nama Institusi:
Universitas Wijaya Kusuma – di Purwokerto Evaluasi:
Pembuatan ijazah yang ada pada prototype bisa dilakukan beberapa kali dengan nama sertifikat yang sama dan akan terjadi duplikasi sertifikat yang membingungkan staff
Penomoran ijazah menggunakan nomor ijazahan nasional yang didaftarkan ke dikti
Pada form pengisian sertifikat terdapat pengisian kode institusi yang bersifat tetap sehingga akan memakan waktu jika harus mengisi tiap kali membuat sertifikat
Penomoran sertifikat harus dilakukan satu persatu dan akan sangat merepotkan jika terdapat banyak peserta dalam satu sertifikat
Saran:
Penomoran sertifikat dilakukan satu sertifikat untuk semua peserta dalam sertifikat tersebut
Nama Instansi :
Politeknik Negri Semarang – di Banyumas Evaluasi:
Penomoran ijazah tidak terdaftar dengan penomoran ijazah nasional
Peserta dapat melihat bentuk sertifikat meskipun tanpa legalitas dan memungkinkan untuk penyalah gunaan sertifikat tersebut.
Pengecekan ijazah menggunakan nomor dapat dilakukan di sivil sehingga pengecekan ijazah cukup menggunakan QR-Code
Saran:
Penyederhanaan dalam pembuatan sertifikat
3.2.2 ITERASI 1.1