LANDASAN TEORI
A. Iuran Janggolan 1. Pengertian
Sebelum mulai membahas mengenai jangolan yang perlu dipahami arti kata janggolan atau iuran terlebih dahulu. Iuran adalah pungutan yang dilakukan oleh negara sehubungan dengan penggunaan jasa-jasa atau fasilitas yang disediakan oleh negara untuk sekelompok orang. Di sini nyata-nyata bahwa kelompok pembayar akan mendapat jasa secara langsung (kontraprestasi langsung) dari negara.10
Iuran jumlah uang yang dibayarkan anggota perkumpulan kepada bendahara setiap bulan (untuk biaya administrasi, rapat anggota, dan sebagainya)11
Berdasarkan pengertian diatas terlihat jelas bahwa iuran merupakan pungutan yang dilakukan oleh negara atau sekelompok orang yang bisa dalam bentuk barang atau sejumlah uang yang mana tujuan dari iuran tersebut adalah tidak lain dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Adapun iuran tidak hanya dipergunakan untuk iuran sampah, televisi, dan juga kebersihan pasar saja, namun iuran banyak dipergunakan untuk berbagai hal misalnya iuran dari pemerintah desa untuk acara ulang
10 Early Suandy, Hukum Pajak Edisi 3, (Jakarta :Salemba Empat, 2005) hal 4
11 Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed 3 Cet 2, (Jakarta Balai Pustaka, 2002) hal 447
tahun desa atau iuran dari sebuah organisasi yang mana bertujuan untuk mengembangkan sebuah organisasi tersebut.
Pengertian di atas dapat dipahami apa itu iuran, dan yang kita perdalam yaitu menganai iuran pengairan (jangolan pair) yang merupakan iuran dalam bidang pengairan pertanian demi tercapainya kesejahteraan sosial masyarakat dalam bidang pertanian.
2. Dasar Hukum Janggolan Pengairan
Mengacu pada peraturan menteri PU nomor 33/PRT/M2007N tahun 2007 tentang pedoman pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A, peraturan menteri PU nomor 37, tentang komisi irigasi,UU No.11 Tahun 2011 tentang irigasi, bahwa pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi tersier menjadi hak dan tanggung jawab perkumpulan petani pemakai air serta pengembangan dan pengelolaan sietem irigasi partisipatif primer dan sekunder dilakukan oleh pemerintah / pemerintah daerah dengan mengikut sertakan perkumpulan petani pemakai air dan berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kemauan pada aspek kelembagaan teknis dan pembiayaan.12
Pemungutan harus sesuat tatacara yang berlaku adapun janggolan telah diatur dalam surat keputusan kepala Desa Raman Aji Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Nomor: 141/07/09.2002/2014
12 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga P3A BINA TIRTA Desa Raman Aji tahun 2018
tentang SK PELAYANAN PETANI PEMAKAI AIR P3A. P3A dalam menjalankan tugasnya berlandaskan azas pancasila.13
3. Sifat dan Tujuan
a. Sifat dan Tujuan Janggolan Pengairan
Janggolan pengairan yaitu bersifat sosial , ekonomi, budaya dan berwawasan lingkungan. Selain itu janggolan bertujuan
1. Memperdayakan sumberdaya manusia / anggota dalam pengelolaan irigasi
2. Mendaya gunakan potensi sumberdaya alam / air untuk kesejah teraan anggota.
4. Sumber dan kegunaan iuran pengairan
Sumber dana diperoleh dari iuran anggota disebut iuran janggolan atau iuran pelayanan air irigasi bantuan dari pihak lain,dana pelanggaran usaha-usaha lain yang sah. Selain itu adapun kegunaan dana yang diperoleh dan dipergunakan diantaranya yaitu biaya jaringan pengelolaan irigasi tersier, honor pengurus, kas dan biaya-biaya Administrasi Operasional Organisasi.
13 Keputusan Rapat Anggota Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tajun 2008 Bab ll pasal 2 hal 3
B. Pengairan
1. Pengertian pengairan
Pemerintah telah menetapkan ketentuan-ketentuan dan pendayagunaannya oleh setiap orang di bagian bumi kita ini dalam undang-undang no11 tahun 1974 tentang pengairan.
Menurut UU tersebut pengairan adalah suatubidang pembinaan terhadap air, sumber air, termasuk kekayaan alam hewani yang terkandung didalamnya, baik yang alamiah maupun yang telah di usahakan oleh manusia.14
Pengairan adalah pekerjaan yang bertalian dengan penyediaan air untuk pertanian dengan bendungan, bandar, terusan, dan sebagainya atau proses, cara, perbuatan mengairi.15
Jadi pengairan merupakan upaya memberikan air untuk pertumbuhan padi mulai dari persemaian sampai padi menjelang panen.
Padi untuk pertumbuhan dari berproduksi adalah mutlak memerlukan air namun demikian tidak perlu memberikan air secara berlebihan sehingga mengurangi nilai produktivitas air atau dengan kata lain pemberian air haruslah sehemat mugkin. Pengairan basah kering (BPK) adalah pendekatan pemberian air dengan menjamin tidak terjadi penurunan produksi.
14 A.G. Kartayasa dan Mul Mulyani Sutedjo,Teknologo Pengairan Pertanian Irigasi, (Jakarta: Bumi Aksara,1994) hal 5
15 Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed 3 Cet 2, (Jakarta Balai Pustaka, 2002) hal 17
merupakan suatu pembinaan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan air, bendungan dan bangunan-bangunan untuk menyadap air dari suatu sumber air dan berupaya pemberian air untuk pertumbuhan padi dali mulai penyemaian sampai dengan panen dimana tujuan dari pengairan adalah meningkatkan hasil pertanian.
2. Pengairan secara giliran
Pengairan secara gilir biasanya dilakukan ketika air dalam keadaan sulit pada saat musim kemarau pada bulan bulan tertentu ketika air pengairan debitnya merosot, namu buka pada saat kemarau saja pemberian pengairan gilir pada saat-saat mulai musim penghujan atau mulai pengarapan lahan air itu juga di bagi secara bergilir karena jika mengandalkan hujan saja tidak akan cukup untuk mengolahan lahan atau pengarapan sawah. Menginngat pengairan yang diperoleh dari sumbernya memang kurang sedangkan lahan pertanaman yang membutukan air bertambah dari itu pemberian air dilakukan secara bergilir.16
a. Pengaturan Golongan
Petak-petak pesawahan terutaman pada musim penghujan banyak memerlukan air pengairan, untuk keperluan pesemaian dan untuk pengolahan tanah, padahal debit air pada sumbernya belum besar, katakanlah baru mulai bertambah, jadi debit belum cukup untuk mengairi seluruh daerah pengairan. Air yang masuk kwsaluran kemungkinan hanya cukup untuk membuat pesemaian dan pengolahan
16 A.G. Kartayasa dan Mul Mulyani Sutedjo,Teknologo Pengairan Pertanian Irigasi, (Jakarta: Bumi Aksara,1994) hal 8
tanah pada tingkat pertama saja dan pada tingkat pengolahan tanah , penanaman, pemeliharaan,pertumbuhan juga lain-lain dapat diatur secara golongan sejalan dengan air yang masuk dari sumber saluran induk.
Daerah pengairan itu untuk keperluan pesemaian dan pengolahan tanah pada tingkat pertama dapat diberi air pengairan secara serempak dari debit yang belum bertambah, sehingga aktivitas pemula disemua petak persawahan didaerah pengairan dapat dilangsungkan, sedang pemberian air pengairan untuk kegiatan selanjutnya diatur secara golongan, sampai air pengairan mencappai debit maksimum.
b. Pengaturan Gilir Desa
Ketika keadaan air debitnya telah kurang dan diperkirakan akan sangat tidak memada, ulu-ulu akan mengatur pemberian air pengairan dipetak tersier secara gilir dukuh atau blok dengan memperhatikan kebutuhan air pengairannya,sifat fisik tanah dan resistensi tanaman dalam menghadapi kekurangan air sehingga tergantung dari hal-hal yang diperhatikannya itu pengiliran pemberian air pengairan dapat diatur selang satu hari, dua hari, tiga hari atau lima hari.
c. Pengaturan Gilir Jam
Telah dikemukakan, pemberian air pengairan bagi lahan pertanian, selanjutnya air pengairan diperuntukan para petani dengan diatur oleh ulu-ulu/petugas P3A. dengan pengeturan gilir jam seperti ini para petani dapat dikatakan lebih puas karena:
1) Mereka dapat bekerja di sore hari(jadi waktu lebih panjang) 2) Air yang diterima para petani lebih banyak, dapat mencukupi
kebutuhannya.
3. Tujuan Pengairan
Tujuan utama yaitu untuk membasahi tanah guna menciptakan keadaan lembab sekitar daerah perakaran agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dengan tercukupi kebutuhan airnya.17
C. Konsep Etika Bisnis Islam