Usaha Penyediaan Tenaga Listrik adalah
pengadaan tenaga listrik meliputi pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik kepada konsumen. Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) adalah izin untuk
melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. Dalam pelaksanaannya, IUPTL dibuat dalam dua tahap, yaitu: IUPTL Sementara dan IUPTL Tetap. Penerbitan IUPTL diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Perizinan Usaha Ketenagalistrikan.
Dalam peraturan tersebut di atas, beberapa persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan IUPTL Sementara adalah:
1. Persyaratan Administratif : • Identitas Pemohon • Profil pemohon
• NPWP
2. Persyaratan Teknis : • Studi kelayakan awal
• Surat penetapan sebagai calon
pengembang penyediaan tenaga listrik dari pemegang IUPL (PT PLN) selaku calon pembeli tenaga listrik
Sedangkan untuk mendapatkan IUPTL, beberapa persyaratannya adalah:
1. Persyaratan Administratif : • Identitas Pemohon • Profil pemohon • NPWP
• Pengesahan sebagai badan hukum • Kemampuan pendanaan
2. Persyaratan Teknis :
• Studi kelayakan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
• Lokasi instalasi kecuali untuk usaha penjualan tenaga listrik;
• Izin lokasi dari instansi yang berwenang kecuali untuk usaha penjualan tenaga listrik;
• Diagram satu garis
• Jenis dan kapasitas usaha yang akan dilakukan;
• Jadwal pembangunan dan pengoperasian • Persetujuan harga jual tenaga listrik atau
sewa jaringan tenaga listrik, dalam hal permohonan Izin Usaha Penyediaan • Tenaga Listrik diajukan untuk usaha pembangkitan tenaga listrik, usaha transmisi tenaga listrik, atau usaha distribusi tenaga listrik;
• Kesepakatan jual beli tenaga listrik; 3. Persyaratan Lingkungan :
• Dokumen AMDAL (KA, Andal, RKL-RPL) atau UKL-UPL
• Dokumen ANDAL Lalu Lintas
Pelayanan IUPTL (baik sementara maupun tetap) untuk PMA, saat ini dilakukan di PTSP BKPM, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 35/2014 tanggal 19 Desember 2014.
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum Perka BKPM No. 5 Tahun 2013 Izin Prinsip Penanaman Modal PTSP BKPM Pusat / PTSP BKPM Daerah Pendaftaran Online : https://online-spipise.bkpm. go.id/
1. Pendaftaran Penanaman Modal : 3
1. Surat dari instansi pemerintah negara yang bersangkutan atau surat yang dikeluarkan oleh kedutaan besar/kantor perwakilan negara yang bersangkutan di Indonesia untuk pemohon adalah pemerintah negara lain;
2. Rekaman paspor yang masih berlaku untuk pemohon adalah perseorangan asing; 3. Rekaman Anggaran Dasar (Article of
Association) dalam Bahasa Inggris atau terjemahannya dalam Bahasa Indonesia dari penterjemah tersumpah untuk pemohon adalah untuk badan usaha asing;
4. Rekaman Akta Pendirian perusahaan dan perubahannya beserta pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM untuk pemohon adalah badan usaha Indonesia;
5. Rekaman NPWP baik untuk pemohon adalah perseorangan Indonesia maupun badan usaha Indonesia;
6. Permohonan Pendaftaran ditandatangani di atas meterai cukup oleh seluruh pemohon (bila perusahaan belum berbadan hukum) atau oleh direksi perusahaan (bila
perusahaan sudah berbadan hukum); 7. Surat Kuasa asli bermeterai cukup untuk
pengurusan permohonan yang tidak dilakukan secara langsung oleh pemohon/direksi perusahaan;
8. Keterangan Rencana Penanaman Modal, mencakup :
- Bidang usaha - Lokasi proyek
- Produksi dan pemasaran per tahun - Luas tanah yang diperlukan - Tenaga kerja Indonesia - Rencana investasi - Rencana permodalan
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum - Undang-Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas 1 Izin Prinsip Penanaman Modal
1. Bukti diri pemohon, yaitu:
- Pendaftaran bagi badan usaha yang telah melakukan pendaftaran
- Rekaman Akta Pendirian perusahaan dan perubahannya
- Rekaman Pengesahan Anggaran Dasar Perusahaan dari Menteri Hukum dan HAM
- Rekaman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
2. Keterangan rencana kegiatan, berupa: - Uraian proses produksi yang
mencantumkan jenis bahan-bahan dan dilengkapi dengan diagram alir (flowchart);
- Uraian kegiatan usaha sektor jasa. - Rekomendasi dari instansi pemerintah
terkait, bila dipersyaratkan Pengajuan Nama
Badan Hukum Sisminbakum, diakses melalui : http://ahu.go.id/
2. 1. Pengajuan nama perseroan terbatas
- Pengajuan biasanya dilakukan oleh Notaris Melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Kemenkumham
2. Persyaratannya :
- Melampirkan asli formulir dan pendirian surat kuasa;
- Melampirkan fotokopi Kartu Identitas Penduduk (KTP/paspor) para pendirinya dan para pengurus perusahaan;
- Melampirkan fotokopiKartu Keluarga (KK) pimpinan/pendiri PT untuk WNI
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum - Undang-Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas Pembuatan Akta Pendirian dan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Kantor Notaris
3. 1. Pembuatan akta pendirian dilakukan oleh 30
notaris yang berwenang di seluruh wilayah negara Republik Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan pesetujuan dari Menteri Kemenkumham
2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan : - Kedudukan PT, yang mana PT harus berada di wilayah Republik Indonesia dengan menyebutkan nama Kota dimana PT melakukan kegiatan usaha sebagai Kantor Pusat;
- Pendiri PT minimal 2 orang atau lebih; - Menetapkan jangka waktu berdirinya PT:
selama 10 tahun, 20 tahun atau lebih atau bahkan tidak perlu ditentukan lamanya artinya berlaku seumur hidup;
- Menetapkan Maksud dan Tujuan serta kegiatan usaha PT;
- Akta Notaris yang berbahasa Indonesia; - Setiap pendiri harus mengambil bagian
atas saham, kecuali dalam rangka peleburan;
- Modal dasar minimal Rp.50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) dan modal disetor minimal 25% (duapuluh lima perseratus) dari modal dasar;
- Minimal 1 orang Direktur dan 1 orang Komisaris; dan
- Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia, kecuali PT dengan Modal Asing atau biasa disebut PT PMA 1. Permohonan SKDP diajukan kepada kantor
kelurahan setempat sesuai dengan alamat kantor PT anda berada, yang mana sebagai bukti keterangan/keberadaan alamat perusahaan (domisili gedung, jika di gedung) Perda Surat Keterangan Domisili Perusahaan Kantor Kelurahan / Kecamatan di Masing-Masing Daerah 4. 3
45 Pengesahan Akte Pendirian dan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Kementerian Hukum dan HAM
6. 1. Permohonan ini diajukan kepada Menteri
Kemenkumham untuk mendapatkan
pengesahan Anggaran Dasar Perseroan (akta pendirian) sebagai badan hukum PT sesuai dengan UUPT
2. Bukti setor bank senilai modal disetor dalam akta pendirian;
3. Bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai pembayaran berita acara negara;
4. Asli akta pendirian.
- Undang-Undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum
12 2. Persyaratan :
- Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir,
- Perjanjian Sewa atau kontrak tempat usaha bagi yang berdomisili bukan di gedung perkantoran,
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur, - Izin Mendirikan Bangun (IMB) jika PT tidak
berada di gedung perkantoran Permohonan Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Pengusaha Kena Pajak (PKP) Kantor Pajak Wilayah 5. Persyaratannya : - NPWP pribadi Direktur PT
- Fotokopi KTP Direktur (atau fotokopi Paspor bagi WNA, khusus PT PMA)
- SKDP
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum - Undang-undang Republik Indonesia No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan - Perda Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Dinas Daerah
7. 1. Akte Notaris Pendirian dan Perubahan (jika 7
ada) ;
2. SK.Menteri Hukum dan HAM (badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas [PT]), Terdaftar Pada Kantor Pengadilan Negeri (badan usaha berbentuk Persekutuan Komanditer [CV]) ;
3. Surat Keterangan Domisili Perusahaan ; 4. NPWP (Nomor Pokok Wajib
Pajak) Perusahaan;
5. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) ; 6. Izin Investasi atau SP.BKPM (untuk
PMDN/PMA) ;
7. KTP Direktur/Penanggung Jawab Perusahaan ;
8. Kartu Keluarga Direktur/Penanggung Jawab Perusahaan ;
9. Surat Keterangan Domisili dari Pengelola Gedung (jika di Komplek Perkantoran) ;
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing Izin Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Tenaga Kerja 8. Pengesahan RPTKA 8
1. Pemberi kerja TKA harus mengajukan permohonan secara tertulis atau online kepada Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja melalui Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing dengan melampirkan :
- Alasan penggunaan TKA;
- Formulir RPTKA yang sudah diisi; - Surat izin usaha dari instansi yang
berwenang;
- Akte pendirian sebagai badan hukum yang sudah disahkan oleh instansi yang
berwenang;
- Keterangan domisili perusahaan dari pemerintah daerah setempat;
- Bagan struktur organisasi perusahaan; - Surat penunjukan TKI sebagai pendamping
TKA dan rencana program pendampingan; - Surat pernyataan kesanggupan untuk
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum melaksanakan pendidikan dan pelatihan kerja
bagi tenaga kerja Indonesia sesuai dengan kualifikasi jabatan yang diduduki TKA;
- Copy bukti wajib lapor ketenagakerjaan yang masih berlaku sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981; dan
- Rekomendasi jabatan yang akan diduduki oleh TKA dari instansi teknis apabila diperlukan.
2. Dalam hal hasil penilaian kelayakan RPTKA telah sesuai, dalam waktu paling lama 4 (empat) hari kerja, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja atau Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing harus menerbitkan keputusan pengesahan RPTKA.
Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTKA) 1. Setiap pemberi kerja yang mempekerjakan
TKA wajib memiliki izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau pejabat yang ditunjuk. Kewajiban memiliki izin tidak berlaku bagi perwakilan negara asing yang mempergunakan TKA sebagai pegawai diplomatik dan konsuler.
2. Pemberi kerja TKA yang akan mengurus IMTA, terlebih dahulu harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing untuk mendapatkan rekomendasi kawat persetujuan visa (TA-01) dengan melampirkan:
- Copy keputusan pengesahan RPTKA; - Copy paspor TKA yang akan dipekerjakan; - Daftar riwayat hidup TKA yang akan
dipekerjakan;
- Copy ijazah Sarjana atau keterangan pengalaman kerja TKA atau sertifikat kompetensi sesuai dengan jabatan yang
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum akan diduduki;
- Copy surat penunjukan tenaga kerja Indonesia pendamping; dan
- Pas photo berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 1 (satu) lembar.
- Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2012 tentang Usaha Penyediaan Tenaga Listrik jo. PP No.23 Tahun 2014 - Peraturan Menteri ESDM No. 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Perizinan Usaha Ketenagalistrikan - Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2014 jo Peraturan Menteri ESDM No. 22 Tahun 2014 tentang Pembelian Tenaga Listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 5 Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Sementara PTSP BKPM 9. 1. Persyaratan Administratif : - Identitas Pemohon - Profil pemohon - NPWP 2. Persyaratan Teknis : - Studi kelayakan awal
- Surat penetapan sebagai calon
pengembang penyediaan tenaga listrik dari pemegang IUPL (PT PLN) selaku calon pembeli tenaga listrik
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum - Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN No 15/ 2014, tgl 29 Desember 2014 - Peraturan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN No 2/2015, tgl 23 Januari 2015
- Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN No 5/2015, tgl 28 April 2015 92
Izin HGB dan Hak Pakai
10. 1. Informasi Ketersediaan Tanah
- Permohonan
- Identitas pemohon dan kuasa apabila dikuasakan
- Surat Kuasa apabila dikuasakan
- Dokumen yang menjadi persyaratan yang berbentuk fotokopi, dilegalisir oleh pejabat berwenang
2. Pengukuran Bidang Tanah - Permohonan
- Syarat pada pelayanan pertimbangan teknis
- Izin lokasi (apabila dipersyaratkan) - Peta areal tanah yang dimohonkan *) - Bukti perolehan tanah/alas hak (Akta Jual
Beli, Pelepasan hak, Letter C, SK Pelepasan Kawasan Hutan **), Daftar Rekapitulasi Perolehan Lahan dan Peta Perolehan Lahan sesuai dengan alas hak*), Bukti Perolehan Lainnya) - Surat pernyataan pemasangan tanda
batas.
- Surat pernyataan tidak sengketa.
- Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah.
- Dokumen yang menjadi persyaratan yang berbentuk fotokopi, dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
*) dalam bentuk cetak dan file elektronik dalam *dwg atau *shp. Pada peta areal yang dimohon termasuk layer tanda batas yang sudah terpasang sesuai daftar koordinat. **) untuk areal yang berasal dari kawasan hutan 3. Penetapan Hak atas Tanah HGB dan HP - Permohonan.
- Syarat pada pelayanan pengukuran bidang tanah.
- Peta Bidang Tanah.
- Persetujuan Penanaman Modal bagi perusahaan yang menggunakan fasilitas
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2013 105 Izin Lingkungan (AMDAL, UKL-UPL) Kementerian LH dan Kehutanan
11. 1. Dokumen Pendirian Usaha atau Kegiatan
2. Profil Usaha atau Kegiatan 3. Dokumen AMDAL
- KA dan SK persetujuan atau konsep KA beserta pernyataankelengkapan administrasi - Draft Andal - Draft RKL-RPL - Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.16/ Menhut-II/2014 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan - Keputusan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Nomor SK.8/VII-PKH/2013 177
Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan PTSP BKPM
12. Izin Prinsip Penggunaan Kawasan Hutan
1. Persyaratan Administrasi : · Surat permohonan
· Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi (IUP Eksplorasi)/Izin UsahaPertambangan Operasi Produksi (IUP Operasi Produksi) atauperizinan/perjanjian lainnya yang telah diterbitkan oleh pejabat sesuai kewenangannya, kecuali untuk kegiatan yang tidak wajib memiliki
perizinan/perjanjian · Rekomendasi
- gubernur untuk pinjam pakai kawasan hutan bagi perizinan di luarbidang kehutanan yang diterbitkan oleh bupati/walikota danPemerintah; atau - bupati/walikota untuk pinjam pakai
kawasan hutan bagi perizinan diluar bidang kehutanan yang diterbitkan oleh gubernur; atau
- bupati/walikota untuk pinjam pakai kawasan hutan yang tidakmemerlukan perizinan sesuai bidangnya
· Pernyataan dalam bentuk akta notariil yang menyatakan :
- kesanggupan untuk memenuhi semua kewajiban dan
kesanggupanmenanggung seluruh biaya sehubungan dengan
permohonan;
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum penanaman modal dari instansi teknis.
- Keterangan status kawasan hutan dari instansi teknis (jika diperlukan).
- Keterangan status areal pertambangan dari instansi teknis (jika diperlukan). - Keterangan bebas garapan masyarakat
apabila tanahnya berasal dari tanah Negara yang tidak ada penguasaan masyarakat.
- Surat Pernyataan Tanah-Tanah yang dipunyai oleh Pemohon termasuk tanah yang dimohon.
- SSP/PPh, apabila tanah yang dimohon merupakan objek pengenaan SSP/PPh. - Dokumen yang menjadi persyaratan
berbentuk fotokopi, dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
4. Pendaftaran Keputusan Hak atas Tanah - Permohonan.
- Asli Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tana
- SPPT PBB Tahun berjalan
- Asli Penyerahan Bukti SSB (BPHTB) - Asli bukti alas hak.
- Dokumen yang menjadi persyaratan yang berbentuk fotokopi, dilegalisir oleh pejabat berwenang.
5. Izin Lokasi
- Telah memperoleh Ijin Pertimbangan Teknis Pertanahan
- Sebagai syarat permohonan hak atas tanah
- Untuk satu kabupaten/kota
ditandatangani Bupati/Walikota, kecuali DKI Jakarta oleh Gubernur
- Untuk lintas kabupaten/kota ditandatangani Gubernur
- Untuk lintas provinsi ditandatangani Menteri ATR/Ka BPN
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum dalam permohonan adalah sah; dan
- tidak melakukan kegiatan di lapangan sebelum ada izin dari Menteri
· Dalam hal permohonan diajukan oleh badan usaha atau yayasan, selain
persyaratan sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf d ditambah persyaratan
- akta pendirian dan perubahannya; - profile badan usaha/yayasan; - Nomor Pokok Wajib Pajak; dan - laporan keuangan terakhir yang telah
diaudit oleh akuntan publik 2. Persyaratan Teknis :
· Rencana kerja penggunaan kawasan hutan dilampiri dengan peta lokasi skala 1:50.000 atau skala terbesar pada lokasi tersebut dengan informasi luas kawasan hutan yang dimohon
· Izin lingkungan dan dokumen AMDAL atau UKL-UPL yang telah disahkan oleh instansi yang berwenang, untuk kegiatan yang wajib menyusun AMDAL atau UKL-UPL sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
· Pertimbangan teknis Direktur Jenderal yang membidangi Mineral dan Batubara pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk perizinan kegiatan pertambangan yang diterbitkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai kewenangannya, memuat informasi antara lain bahwa areal yang dimohon di dalam atau di luar WUPK yang berasal dari WPN dan pola pertambangan · Untuk perizinan kegiatan pertambangan
komoditas mineral jenis batuan dengan luasan paling banyak 10 (sepuluh) hektar, pertimbangan teknis sebagaimana dimaksud pada huruf d, diberikan oleh
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang
membidangi pertambangan
· Surat pernyataan Pimpinan Badan Usaha bermaterai memiliki tenaga teknis kehutanan untuk permohonan kegiatan pertambangan operasi produksi
· Pertimbangan teknis Direktur Utama Perum Perhutani, dalam hal permohonan berada dalam wilayah kerja Perum Perhutani
Prosedur / Flowchart :
1. Menteri dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah menerima permohonan, memerintahkan Direktur Jenderal untuk melakukan penilaian persyaratan dan penelaahan.
2. Dalam hal hasil penilaian tidak memenuhi ketentuan, Direktur yang membidangi perizinan penggunaan kawasan hutan atas nama Direktur Jenderal dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja, menerbitkan surat pemberitahuan dan mengembalikan berkas permohonan. 3. Dalam hal hasil penilaian persyaratan
administrasi dan teknis telah memenuhi ketentuan, Direktur Jenderal dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja melakukan penelaahan.
4. Dalam melakukan penelaahan, Direktur Jenderal dapat berkoordinasi dengan: a. Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan,
dalam hal permohonan izin pinjam pakai kawasan hutan berada pada Kawasan Hutan Produksi; atau
b. Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, dalam hal permohonan izin pinjam pakai kawasan hutan berada pada Kawasan Hutan Lindung.
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum 5. Berdasarkan hasil penelaahan :
a. Direktur Jenderal atas nama Menteri dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja menerbitkan surat penolakan, dalam hal permohonan tidak dapat dipertimbangkan;
b. Menteri dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja menerbitkan surat persetujuan prinsip penggunaan kawasan hutan sejak diterimanya hasil penelaahan dari Direktur Jenderal, dalam hal permohonan dapat dipertimbangkan. 6. Dalam hal terdapat permohonan perubahan
surat dan/atau peta persetujuan prinsip penggunaan kawasan hutan, Direktur Jenderal atas nama Menteri menerbitkan penolakan atau persetujuan
Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Pemenuhan Kewajiban
1. Melaksanakan tata batas kawasan hutan yang disetujui dan disupervisi oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan
2. Membuat pernyataan dalam bentuk akta notariil yang memuat kesanggupan
a. Melaksanakan reklamasi dan revegetasi pada kawasan hutan yang sudah tidak dipergunakan tanpa menunggu
selesainya jangka waktu izin pinjam pakai kawasan hutan
b. Melaksanakan perlindungan hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
c. Memberikan kemudahan bagi aparat kehutanan baik pusat maupun daerah pada saat melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan
d. Memenuhi kewajiban keuangan sesuai peraturan perundang-undangan, meliputi: - Membayar penggantian nilai tegakan,
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), Dana
Reboisasi (DR)
- Membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak Penggunaan Kawasan Hutan dalam hal kompensasi berupa pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Penggunaan Kawasan Hutan dan melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai
- Membayar ganti rugi nilai tegakan kepada pemerintah apabila areal yang dimohon merupakan areal reboisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
- kewajiban keuangan lainnya akibat diterbitkannya izin pinjam pakai kawasan hutan, sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan
e. Melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai dalam hal kompensasi berupa pembayaran
Penerimaan Negara Bukan Pajak Penggunaan Kawasan Hutan
f. Melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar areal izin pinjam pakai kawasan hutan
3. Menyampaikan baseline penggunaan kawasan hutan, untuk persetujuan prinsip dengan kewajiban kompensasi membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak
Penggunaan Kawasan Hutan dan melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai
4. Menyampaikan rencana reklamasi dan revegetasi pada kawasan hutan yang dimohon izin pinjam pakai kawasan hutan 5. Menyampaikan peta lokasi rencana
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum aliran sungai dalam hal kompensasi berupa
pembayaran dana Penerimaan Negara Bukan Pajak penggunaan kawasan hutan dan penanaman dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai
Prosedur / Flowchart :
1. Berdasarkan pemenuhan kewajiban dalam persetujuan prinsip penggunaan kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, pemegang persetujuan prinsip
penggunaan kawasan hutan mengajukan permohonan izin pinjam pakai kawasan hutan kepada Menteri.
2. Menteri dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah menerima permohonan memerintahkan Direktur Jenderal untuk melakukan penilaian pemenuhan kewajiban.
3. Dalam hal permohonan belum memenuhi seluruh kewajiban, Direktur Jenderal dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja, menerbitkan surat pemberitahuan kekurangan pemenuhan kewajiban 4. Dalam hal permohonan telah memenuhi
seluruh kewajiban, Direktur Jenderal dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja menyampaikan usulan penerbitan izin pinjam pakai kawasan hutan berikut peta lampiran kepada Sekretaris Jenderal. 5. Sekretaris Jenderal dalam jangka waktu
paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak menerima usulan penerbitan izin pinjam pakai kawasan hutan melakukan telaahan hukum dan menyampaikan konsep
Keputusan izin pinjam pakai kawasan hutan dan peta lampiran kepada Menteri
6. Menteri dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah menerima konsep, menerbitkan Keputusan izin pinjam
No Jenis Perizinan /Instansi Penerbit Persyaratan Durasi(Hari) Dasar Hukum pakai kawasan hutan.
- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51 Tahun 2011 - Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2011 102 Izin Terminal Khusus dan Sarana Bantu Navigasi
13. Izin Terminal Khusus
Persyaratan Dokumen Permohonan ijin Lokasi 1. Permohonan kepada Menteri melalui
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, penilaian pemenuhan persyaratan dalam jangka waktu 14 hari setelah berkas lengkap, Penetapan oleh menteri jangka waktu 7 hari setelah persyaratan lengkap dan
mendapatkan rekomendasi dari Gubernur dan Bupati/Walikota.
2. Persyaratannya mencakup :
a) Salinan surat izin'usaha pokok dari instansi terkait;
b) Letak lokasi yang diusulkan dilengkapi dengan koordinat geografis yang digambarkan dalam peta laut; c) Studi kelayakan yang paling sedikit
memuat :
- rencana volume bongkar muat bahan baku, peralatan penunjang dan hasil produksi;
- rencana frekuensi kunjungan kapal; - aspek ekonomi yang berisi tentang
efisiensi dibangunnya terminal khusus dan aspek lingkungan; dan
- hasil survei yang meliputi hidrooceanograji (pasang surut, gelombang, kedalaman dan arus), topograji, titik nol (benchmark) lokasi pelabuhan yang dinyatakan dalam