• Tidak ada hasil yang ditemukan

Izzah Darwazah dan Seputar Al-Tafsir Al-Hadits

BAB III BIOGRAFI 4 TOKOH MUFASSIR BESERTA KITAB

B. Izzah Darwazah dan Seputar Al-Tafsir Al-Hadits

Muhammad Izzah bin Abdul Hadi bin Darwis bin Ibrahim bin Hasan Darwazah lahir pada Sabtu, 11 Syawal 1305 H / Juni 1887 M di Kota Neblus, Palestina. Nama Darwazah merupakan nama keluarga yang telah digunakan secara turun temurun. Kata Darwazah berasal dari bahasa Arab yaitu, ) زاردرلا( yang berarti )ةرطايخلا( atau penjahit, karena sebagian besar keluarganya berprofesi sebagai penjahit.57

Pada waktu usia 5 tahun, Darwazah sudah mulai belajar membaca, menulis dan tajwid Al Qur’an. Setelah meraih ijazah tingkat dasar pada tahun 1990, yang ditempuhnya ketika dia berumur 12 tahun. Kemudian, Darwazah melanjutkan studinya ke Tsanawiyah (I’dad) di Madrasah

56 Ahmad Zainal Abidin dan Eko Zulfikar “Epistemologi Tafsir Al-Jāmi’ Li Aḥkām al-Qur’an Karya Al-Qurṭubī, 512.

57 Muhammad Izzah Darwazah, Tafsir Hadits Tartib Suwar Hasba al-Nuzul, Cet. 2, Juz 10 (Kairo: darl al-Gharbi al-Islami, 2000), 23.

Rusdiyah dan lulus pada tahun 1905. Saat itu, Tsanawiyah merupakan tingkat lembaga tertinggi yang ada di kota Neblus.58

Pada usia 16 tahun, Izzah Darwazah mulai mengabdikan diri pada negara. Pekerjaannya sebagai pegawai pemerintah yang ia jalani sampai berusia 50 tahun, tepat pada tahun 1937 M. setelah itu ia bergabung di partai politik dan pergerakan Palestina dari penjajah inggris. Pada tahun 1936 pasukan colonial Inggris dapat menumpas perjuangan Palestina dan sekaligus mematahkan aktivitas dan karir politik Izzah Darwazah hingga ia dipenjara selama 5 tahun yaitu sejak tahun 1936 sampai 1940 oleh pemerintahan Prancis dalam persidangan Mahkama Militer di Damaskus.59

Pasca penahanannya, Izzah Darwazah masih sempat untuk beraktivitas di beberapa organisasi yaitu menjadi anggota Hai’ah

al-‘Arabiyah al-‘Ulya, serta Lajnah al- Siyaasiyah wa al-‘Askariyah. Dan

pada tahun 1960 ia menjadi anggota konsultan Majma’ Lughah

al-‘Arabiyah di Kairo dan al-Majlis al-A’la li Ri’aayah al-Funuun al-Adaab wa al-‘Uluum al-Ijtimaa’iyah di Syria.60 Menjelang akhir masa hidupnya, aktivitas Izzah Darwazah difokuskan pada berbagai kegiatan yaitu di bidang ilmiah dan sosial. Beliau aktif menulis dan menjadi nara sumber dalam berbagai acara seminar dan perkuliahan, serta menulis artikel di berbagai Koran dan majalah yang telah terbit di Arab, seperti Palestina,

58 Muhammad Izzah Darwazah, Tafsir Hadits Tartib Suwar Hasba al-Nuzul, 23.

59 Suluk Baroroh, “Epistimologi Tafsir Hadith: Tartib Suwar Hasb Al-Nuzul Karya Muhammad Izzat Darwazah (Studi Implikasi Dalam Perkembangan Ilmu Tafsir).” (Tesis S2., Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018), 52.

60 Muhammad Izzah Darwazah, Tafsir Hadits Tartib Suwar Hasba al-Nuzul, 26.

33

Syria, Libanon, Damaskus, dan Mekkah.61 Di kota Damaskus, tanggal 26 Juni 1984, Izzat Darwazah meninggal dunia.62

Izzah Darwazah meninggal dunia pada usia 96 tahun, ia meninggalkan tiga putri yang bernama Najah, Salma, dan Rudaina serta seorang putra yang bernama Zuhair keempat anakanya ini hasil dari pernikahan pertamanya dengan putri pamannya yang bernama Fatimah Binti Qasim Darwazah. Istri pertamanya ini telah meninggal dunia terlebih dahulu, yakni pada tahun 1938 M di Damaskus.Izzah Darwazah pun menikah untuk yang kedua kalinya pada tahun 1946 dengan Laiqah binti Anis al-Tamimi.Hanya saja pada pernikahan yang kedua ini mereka tidak dikaruniai anak.Pada tahun 1975, Laiqah pun telah meninggal dunia di Damaskus.63

2. Pemikiran Izzah Darwazah

Izzah Darwazah merupakan salah satu tokoh yang sangat gemar mencari ilmu, beliau tak segan untuk membaca buku-buku yang ada di tangannya baik buku-buku lama maupun buku-buku baru. Bahkan dalam sela-sela pekerjaannya ia selalu menyempatkan membawa buku untuk ia baca disaat waktu luang. Dalam autobiografi yang ditulisnya ia menyebutkan tidak kurang dari 31.500 buku yang telah ia kaji dari berbagai topik, mulai dari hadits, tafsir, dan sejarah.64

Karena ketekunannya, Izzah Darwazah telah menghasilkan banyak karya dalam berbagai disiplin keilmuan, diantaranya adalah:

61 Muhammad Izzah Darwazah, Tafsir Hadits Tartib Suwar Hasba al-Nuzul, 25.

62 Suluk Baroroh, “Epistimologi Tafsir Hadith: Tartib Suwar Hasb Al-Nuzul Karya Muhammad Izzat Darwazah (Studi Implikasi Dalam Perkembangan Ilmu Tafsir).” 53.

63 Muhammad Izzah Darwazah, Tafsir Hadits Tartib Suwar Hasba al-Nuzul, 32.

64 Ibn al-Balitary, “Izzah Darwazah Tafsir Urut Kronologis Surat,” Diakses, 5 Maret, 2020, aelmaghfur.blogspot.com/2016/06

a. Bidang Biografi: Wufud al-Nu’man ‘ala Kusri Anwasyirwana (Beirut, 1911).

b. Bidang Pemikiran Islam dan al-Qur’an: ‘Asr al-Nabi wa

Bi’autuhu Qabla al-Islam (ditulis saat Darwazah ditahan di

Mazzah, diterbitkan di Damaskus pada 1946), Sirah al-Rasul

(Kairo, 1948); al-Qur’an wa al-Yahud (Damaskus, 1949) dsb.

c. Tentang Palestina: Ma’sat al-Falistin (Damaskus, 1960); Jihad

al-Falistin (ditulis pada tahun 1960); al- Juzur al-Qadimah li Suluki wa Akhlaqi wa Ahdasi Bani Israil wa Yahud wa Istihradan; Muzakarat wa Tafsilat Muhammad Izzat Darawazah; ‘Ibrah min Tarikh Falistin al-Qadim.

d. Bidang Sejarah: Mukhtasar Tarih al-Arab wa al-Islam (Kairo, ditulis pada tahun 1925); Durus al-Tarikh al-Arabi (ditulis pada tahun 1932); Durus al-Tarikh al-Qadim (ditulis pada tahun 1932) dsb.

e. Bidang Nasionalisme: Hawla Harkah ‘Arabiyyah

al-Hadisah (ditulis pada tahun 1950-1952); Masyakil al-‘Alam al- Arabi (Damaskus, 1952); al-Wahdah al-‘Arabiyyah; Nasy’ah al-Harakah al-Arabiyah al-Hadisah.

f. Karya Terjemahan: Bawais al-Harb al-‘Alamiyyah al-Ula.65

Darwazah hidup saat Palestina mengalami guncangan politik ditambah dengan transisi kekuasaan yang berbeda-beda, di mulai ketika Palestina berada dalam kekuasaan turki utsmani, pada tahun 1917 beralih kepada anak revolusi industry yaitu inggris, konflik berdarah dengan Israel pada tahun 1938 sampai dengan sekarang untuk memperebutkan

65 Muhammad Izzah Darwazah, Tafsir Hadits Tartib Suwar Hasba al-Nuzul, 26-31.

35

kedaulatan masing-masing. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa dinamika politik yang dilewati Izzah Darwazah memiliki pengaruh yang signifikan pada produk penafsiran yang dihasilkan.66

Awalnya, Izzah Darwazah adalah seorang politikus, ia memulai karir politiknya dengan begabung dalam berbagai macam partai pergerakan, sekaligus menjadi pejuang Palestina dari penjajahan Inggris yang juga bertujuan untuk mewujudkan kesatuan Negara Arab-Syria Raya.67 Pada saat itu Izzah Darwazah mengikuti organisasi juga menduduki anggota sekretaris pada majlis ilmu di Neblus pada tahun 1911, anggota pemuda suriah pada tahun 1916, anggota sekretaris di Damsiq pada tahun 1919-1920, anggota perkumpulan kebangsaan pada tahun 1919, sekretaris muktamar arabi Palestin di Qudus pada tahun 1921-1932, anggota militer di Damaskus pada tahun 1919-1920 dan lain sebagainya.68

3. Seputar Al-Tafsir Al-Hadits

Penulis tafsir ini adalah Muhammad Izzah Darwazah an-Nablisi al-Falasthini yang lahir pada tahun 1305 Hijriyah, bertepatan dengan tahun 1887 Masehi.Tafsir ini terdiri dari dua belas juz, surat-suratnya disusun sesuai dengan waktu turunnya.69

Menurut Izzah Darwazah penulisan kitab tafsir yang ditulisnya berdasarkan tartib al-nuzuli ini masih tergolong baru dan pertama kalinya muncul di dunia penafsiran setelah masa akhir dinasti Umayyah dan masa awal dinasti Abbasiyah.

66 Ainul Yaqin, “ MetodeTafsir Nuzuli Muhammad Izzat Darwazah; Telaah Terhadap Kitab al-Tafsir al-Hadits,” 34.

67Fadhilah Idzni Azyyati, “Tartib Al-Nuzul dan Implikasinya Terhadap Penafsiran (Studi Kasus Kitab Al-Tafsir Al-Hadits Karya Izzat Darwazah)” (Skripsi S1., Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta, 2019), 40.

68 Ainul Yaqin, “ MetodeTafsir Nuzuli Muhammad Izzat Darwazah; Telaah Terhadap Kitab al-Tafsir al-Hadits,” 35.

69Dr. Abdul Majid Abdussalam Muhtasib, Visi dan Paradigma Tafsir

Sebelum menuliskan kitab tafsir yang berdasarkan tafsir nuzuli ini, Izzah Darwazah terlebih dahulu mendiskusikannya dan meminta pendapat dari dua tokoh, yakni Syekh Abi al-Yassar Abidin yang menjabat sebagai mufti Syiria dan Syeikh Abdul Fattah Aba Ghadah, beliau merupakan seorang kandidat mufti kota Aleppo. Kedua tokoh ini kemudian mempersilahkan Izzah Darwazah untuk menuliskan kitab tafsir berdasarkan tafsir al-nuzuli.70

Terkait dengan karakteristik dalam kitab Tafsir al-Hadits, diantaranya adalah:

a) Penarikan kesimpulan dari beberapa komponen menjadi satu kesatuan.

b) Menyertakan ayat yang berkenaan dengan munasabah.

c) Menjelaskan beberapa perkara yang berkaitan dengan hukum, syari’at dan lain-lain.

d) Terkandung komponen yang berkenaan dengan sejarah kenabian (konteks sosio-historis)

e) Memperhatikan hubungan antara ayat atau surat dengan jalinan yang tematis.71

C. Al-Sya’rawi dan Tafsir Al-Sya’rawi

Dokumen terkait