BAB III METODE PENELITIAN
E. Jadwal dan Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober 2007 sampai Maret 2007 dan dilakukan di PT. PLN (Persero) Cabang Medan, Jl. Listrik no. 13 Medan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian
1. Gambaran Umum PT. PLN (Persero) Cabang Medan a. Sejarah Umum Perusahaan
Sejarah kelistrikan di Sumatera Utara dimulai sekitar tahun 1923, yaitu 30 tahun setelah listrik masuk wilayah Indonesia yaitu di daerah Batavia (Jakarta). Sentral listrik Medan dibangun di tanah pertapakan kantor PT. PLN Cabang Medan, Jl. Listrik No. 8 Medan, yang dibangun oleh NV NIGEM/OGEM perusahaan swasta Belanda. Kemudian pembangunan kelistrikan dilanjutkan di Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan tahun 1924, Tebing Tinggi (1927), Sibolga (NV ANIWM), Berastagi dan Tarutung (1929), Tanjung Balai (milik Gameenta Kota Praja), Labuhan Bilik (1936), dan Tanjung Tiram (1937).
Pada masa penjajahan Jepang, pengelolaan listrik milik swasta Belanda diambil alih tanpa ada penambahan mesin dan perluasan jaringan. Saat itu daerah kerja dibagi menjadi Perusahaan Listrik Sumatera Utara, Perusahaan Listrik Jawa, dan seterusnya sesuai dengan struktur organisasi pemerintahan Jepang.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, dikumandangkanlah kesatuan aksi karyawan perusahaan listrik di seluruh penjuru tanah air untuk mengambil alih karyawan perusahaan listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang. Perusahaan listrik yang telah diambil alih diserahkan kepada pemerintah RI dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum. Untuk
mengenang pengambil alihan itu maka dengan Penetapan Pemerintah No. 1 SD/45 ditetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik. Sejarah memang membuktikan bahwa dalam suasana yang semakin buruk dalam hubungan Indonesia-Belanda, tanggal 3 Oktober 1953 keluar Surat Keputusan Presiden No. 163 yang memuat ketentuan nasionalisasi Perusahaan Listrik Milik Swasta Belanda sebagian dari perwujudan pasal 33 ayat (2) UUD 1945.
Setelah aksi ambil alih itu, sejak tahun 1955 di Medan berdiri Perusahaan Listrik Negara Distribusi Cabang Sumatera Utara (Sumatera Timur dan Tapanuli) yang pada awalnya dikepalai oleh R. Sukarno (merangkap Kepala di Aceh), kemudian tahun 1959 dikepalai oleh Ahamad Syaifullah. Setelah BPU PLN berdiri dengan SK Menteri PUT No. 16/1/20 pada Mei 1961, maka organisasi kelistrikan dirubah, dimana Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau menjadi PLN Eksploitasi I.
Pada tahun 1965 BPU PLN dibubarkan melalui Peraturan Menteri No. 9/PRT/64 dan melalui Peraturan Menteri No. 1/PRT/65 ditetapkan pembagian daerah kerja PLN menjadi 15 Kesatuan Daerah Eksploitasi I, dimana Sumatera Utara tetap menjadi Eksploitasi I.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan PLN Eksploitasi Sumatera Utara tersebut, maka dengan Keputusan Direksi PLN No. Kpts 009/DIRPLN/66 tanggal 14 April 1966, PLN Eksploitasi I dibagi menjadi empat cabang dan 1 sektor, yaitu Cabang Medan, Cabang Binjai, Cabang Sibolga, dan Cabang Pematang Siantar (berkedudukan di Tebing Tinggi). PP No. 18 tahun 1972 mempertegas bahwa kedudukan PLN sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dengan hak,
wewenang, dan tanggung jawab membangkitkan, menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik keseluruhan wilayah Negara Republik Indonesia.
Dalam SK Menteri tersebut, PLN Eksploitasi I Sumatera Utara dirubah menjadi PLN Eksploitasi II Sumatera Utara. Kemudian menyusul peraturan Menteri PUTL No. 013/PRT/75 merubah PLN Eksploitasi menjadi PLN Wilayah. PLN Eksploitasi II menjadi PLN Wilayah II Sumatera Utara. Sesuai Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 4564.K/702/M.PE/1993, tanggal 17 Desember 1993 telah dibentuk Tim Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Listrik Negara menjadi PT. (Persero) Listrik Negara.
b. Visi, Misi, Motto dan Logo Perusahaan Visi
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani. Misi
PT. PLN (Persero) Cabang Medan Sumatera Utara memiliki misi, yaitu :
1) Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang perusahaan.
2) Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
3) Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
4) Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. 5) Membantu usaha-usaha melalui pelayanan listrik.
6) Memberikan penyediaan tenaga listrik serta pelayanan pada pelanggan atau masyarakat.
7) Memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat dalam pendistribusian tenaga listrik.
8) Mengembangkan penyediaan tenaga listrik serta pelayanan. Motto
PT. PLN (Persero) Cabang Medan Sumatera Utara memiliki motto “Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”. Dengan motto tersebut PT. PLN (Persero) Cabang Medan Sumatera Utara berhadap akan mencapai kesuksesan dalam pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan.
Logo Perusahaan
PT. PLN (Persero) Cabang Medan Sumatera Utara mempunyai logo sebagai identitas. Logo tersebut berbentuk segi empat, didalamnya terdapat gambar petir dan tiga buah gelombang dan terdiri
dari tiga warna. Kuning sebagai warna dasar, biru sebagai warna gelombang dan merah sebagai warna petir. Makna dari lambang petir adalah berisi muatan listrik yang dapat menimbulkan arus dan tegangan. Makna dari lambang gelombang adalah menggambarkan arus listrik tiga fasa dan terdiri dari tiga warna yaitu arus merah, kuning, dan biru.
Logo tersebut menandakan bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang penjualan dan penyediaan tenaga listrik serta pelayanan terhadap pelanggan. Dengan motto ”Tiada Hari Tanpa Prestasi” diiringi dengan persiapan yang lebih baik, disiplin, kerja keras, ulet, dan dengan semua pihak PLN berharap akan mencapai kesuksesan dalam pelayanan dan pengembangan ketenagalistrikan.
2. Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Cabang Medan
Struktur organisasi adalah suatu bentuk kerjasama dari sejumlah orang dalam suatu wadah tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas dapat diketahui posisi, tugas, dan wewenang serta tanggung jawab yang diberikan pada setiap pegawai sehingga tidak terjadi tumpang tindih antar fungsi dari masing-masing bagian.
Jenis stuktur organisasi yang digunakan PT. PLN (Persero) Cabang Medan adalah stuktur “Line and Staff Organization“ atau gabungan dari struktur organisasi garis dan organisasi fungsional. PT. PLN (Persero) Cabang Medan adalah salah satu organ dari PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.
PT. PLN (Persero) Cabang Medan dipimpin oleh seorang kepala, dan didampingi oleh beberapa staf ahli dan membawahi seorang kepala sekretariat. Staf ahli menangani bidang teknis yang berkitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan PT. PLN (Persero) Cabang Medan, sedangkan kepala sekretariat mengepalai tim staf yang menangani administrasi.
Tugas pokok dan tanggung jawab unsur pelaksana PT. PLN (Persero) Cabang Medan adalah sebagai berikut :
Manajer Cabang
Manajer cabang bertanggung jawab mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelayanan pelanggan, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik di wilayah kerjanya secara efisien sesuai tata kelola perusahaan yang baik berdasarkan kebijakan Kantor Induk untuk menghasilkan pendapatan perusahaan yang didukung dengan pelayanan, tingkat mutu, dan keandalan pasokan yang baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan unit asuhan dibawahnya.
Manajer cabang memimpin beberapa bagian, yaitu : 1. Bagian Distribusi
Bagian ini bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan perencanaan, pengoperasian, dan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik yang efektif dan efisien dengan mutu serta keandalan yang baik dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Untuk melaksanakan tugas pokok, bagian distribusi mempunyai fungsi, antara lain sebagai berikut :
a. Merencanakan pengembangan system pendistribusian tenaga listrik untuk meningkatkan mutu dan keansalan pendistribusian listrik.
b. Merencanakan dan melaksanakan pembangunan sarana pendistribusian tenaga listrik dan bangunan sipil.
c. Mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan system pendistribusian tenaga listrik.
d. Melaksanakan pelayanan gangguan pendistribusian tenaga listrik.
e. Menyusun Rancangan Anggaran Operasional (RAO) / Usulan Anggaran Investasi (UAI) Bagian Distribusi.
1) Sub Bagian Operasi Distribusi
Tugas pokok bagian ini adalah melaksanakan pengoperasian system pendistribusian tenaga listrik dan penerbitan penggunaan jaringan distribusi tenaga listrik kepada pelanggan. Untuk melaksanakan tugas pokok seksi operasi distribusi mempunyai tugas sebagai berikut:
a) Melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan gardu serta jaringan distribusi tenaga listrik.
b) Melaksanakan kegiatan pengaturan operasional sistem pendistribusian tenaga listrik.
c) Melaksanakan pelayanan atau penanggulangan gangguan jaringan tegangan rendah, gardu distribusi, alat pembatas dan pengukur (APP) rangakaian ke pelanggan.
d) Melaksanakan pembuatan berita acara pemeriksaan dan penyimopanan dokumen serta bukti penyalahgunaan jaringan listrik pada pelanggan/masyarakat.
2) Sub Bagian Pemeliharaan Distribusi
Tugas pokok bagian ini adalah melaksanakan pemeliharaan jaringan distribusi dan penerapan Alat Pembatas dan engukur (APP) rangkaian sambungan untuk pelanggan. Untuk melaksanakan tugas pokoknya, seksi pemeliharaan distribusi mempunyai tugas sebagai berikut :
a) Melaksanakan pengawasan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik.
b) Melaksanakan penerapan Alat Pembatas dan Pengukur (APP) rangkaian jaringan sambungan untuk pelanggan.
c) Melakukan pengawasan pekerjaan emasaran jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendahm sambungan rumah dari Alat Pembatas dan Pengukur (APP).
d) Melaksanakan pemasangan dan pembongkaran sambungan rumah.
2. Bagian Pemasaran
Bagian ini bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik, penjualan tenaga listrik, penyuluhan dan survei data pelanggan tenaga listrik di wilayah kerjanya. Untuk melaksanakan tugas pokok, bagian pemasaran mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Melakukan penyusunan rencana penjualan tenaga listrik dan langkah pencapaiannya.
b. Melaksanakan pembinaan forum komunikasi dengan pelanggan tenaga listrik di wilayah kerjanya.
c. Merencanakan pengembangan dan pembinaan sarana pembayaran rekening listrik (payment point).
d. Menyusun ketentuan dan strategi pelayanan pemasaran serta konsep kebijakan system informasi pelayanan pelanggan.
3. Bagian Komersial
Bagian ini bertanggung jawab untuk melakukan upaya pencapaian pendapatan, penyelamatan pendapatan dari penjualan listrik, dan melaksanakan kebijakan penjualan tenaga listrik serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Untuk melaksanakan tugas pokok, bagian komersial mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pada bagian komersial.
b. Mengendalikan kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan pelanggan sesuai kebijakan manajemen.
c. Menyusun Rancangan Anggaran Organisasi (RAO)/Usulan Anggaran Investasi (UAI) bagian komersial secara berkala.
d. Mengakji laporan-laporan yang berkitan dengan kegiatan pelayanan pelanggan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ada.
1) Sub Bagian Pembacaan Meter
Bagian ini bertanggung jawab untuk melaksanakan pembacaan stand KWh meter, sebagai dasar proses pembuatan rekening dan melaksanakan pengawasan pelaksanaan pembacaan meter yang dilakukan oleh pihak Out Sourcing. Untuk melaksanakan tugas pokok, sub bagian pembacaan meter mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
a) Mempelajari prosedur dan pedoman pembaca Stand KWh meter.
b) Membuat Route Baca Meter berdasarkan perkembangan dan pertumbuhan pelanggan.
c) Melakukan pengawasan terhadap hasil pembacaan meter yang dilakukan oleh pihak Out Sourcing dengan melakukan uji petik.
d) Membuat laporan pembacaan stand meter sebagai dasar proses pembuatan rekening.
2) Sub Bagian Tata Usaha Pelanggan
Sub bagian tata usaha pelanggan bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan administrasi tata usaha langganan meliputi pelayanan pelanggan, administrasi langganan, penagihan dan kegiatan pemutusan dan penyambungan. Untuk melaksanakan tugas pokok, sub bagian tata usaha langganan memiliki tugas antara lain sebagai berikut :
Melaksanakan inventarisasi piutang listrik.
a) Memberikan informasi tentang Biaya Penyambungan (BP) dan Uang Jaminan Langganan (UJL) kepada calon pelanggan.
b) Mengelola data pelanggan meliputi jumlah, jenis tariff, dan penggolongan rekening listrik.
c) Melakukan penghitungan pemakaian rekening pelanggan dan melaksanakan penjualan rekening berdasarkan rekening listrik yang tercetak.
d) Melaksanakan kegiatan penagihan rekening.
3) Sub Bagian Sistem Informasi
Sub bagian sistem informasi bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi teknologi informasi dalam rangka menunjang pelayanan penjualan tenaga listrik. Untuk melaksanakan tugas pokok, sub bagian sistem informasi memiliki tugas antara lain sebagai berikut :
a) Mengkoordinasikan dan melayani proses pengolahan data dari bagian dan sub bagian dalam rangka pemebuhan kebutuhan manajemen.
b) Memelihara system aplikasi yang telah dioperasikan oleh pengguna (user).
c) Mengembangakan system aplikasi dalam rangka peningkatan pelayanan pelanggan.
d) Mengevaluasi sistem aplikasi yang telah ada dan melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhan manajemen.
4. Bagian Keuangan
Bagian keuangan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pengelolaan anggaran, keuangan, perpajakan, dan asuransi sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dan membuat laporan keuangan dan akuntansi yang akurat dan tepat waktu.
Untuk melaksanakan tugas-tugas pokok, bagian keuangan memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas di Bagian Keuangan.
b. Mengkoordinir usulan Rancangan Anggaran Organisasi (RAO)/ Usulan Anggaran Investasi (UAI) sesuai dengan kebutuhan unit pelaksana. c. Menyusun laporan-laporan yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan
sumber keuangan.
d. Mengendalikan kegiatan yang berkaiitan dengan pengelolaan keuangan sesuai kebijakan manajemen.
1) Sub Bagian Pengendalian Anggaran dan Keuangan
Sub bagian pengendalian anggaran dan keuangan bertanggung jawab untuk menyusun rencana kerja dan anggarannya serta melakukan pengelolaan dana alur kas. Sub bagian pengendalian anggaran dan keuangan mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
a) Menyiapkan rencana kerja dan anggarannya. b) Mengelola pelaksanaan alur kas.
c) Mengusulkan permintaan anggaran tunai (AT) dan mengawasi proses dropping atas Anggaran Tunai yang telah terbit.
d) Mengusulkan proses bayar atas tagihan yang telah lengkap. e) Membuat pelaporan pajak dan laporan atas penyerapan anggaran. f) Melaksanakan rekonsiliasi bank pembiayaan (imprest).
g) Melakukan opname fisik uang.
2) Sub Bagian Pendapatan
Sub bagian pendapatan bertanggung jawab untuk melaksanakan anggaran belanja dan pendapatan cabnag, pengurusan asuransi dan pencatatan pajak perusahaan. Supervisor pendapatan mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
a) Melakukan pemantauan anggran belanja serta mengusulkan penataan anggaran tunai unit-unit.
b) Mengevaluasi hasil penerimaan Biaya Penyambungan (BP), Uang Jaminan Langganan (UJL), dan pelaksanaan transfer otomatis bank penerimaaan (receipt).
c) Melakukan rekonsiliasi bank penerimaan (receipt), melaksanakan rekonsiliasi pendapatan lainnya dengan sub bagian Tata Usaha Langganan (TUL).
d) Mengusulkan biaya pembayaran materai dibayar dimuka atas pembayaran Pajak Penerangan (PPJ) ke instansi terkait.
e) Melakukan rekonsiliasi penerimaan dan penyetoran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) ke instansi terkait.
3) Sub Bagian Akuntansi
Sub bagian akuntansi bertanggung jawab untuk melaksanakan pencatatan semua transaksi, aktiva lancar, aktiva tetap, Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (PDP), kas bank serta inventarisasi aktiva tersebut di atas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan Kebijakan Direksi.
Sub bagian akuntansi mempunyai tugas sebagai berikut :
a) Melaksanakan inventarisasi aktiva lancar, aktiva tetap, Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (PDP) dan material PDP.
b) Melaksanakan pencatatan semua transaksi perusahaan yang menyangkut investasi dan operasi, aktiva lancar.
c) Melaksanakan pencatatan aktiva tetap dan Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (PDP)/material PDP.
d) Melakukan rekonsiliasi piutang listrik, penjualan, dan piutang ragu-ragu. e) Membuat kartu pengendalian hutang, Kredit Kepemilikan Rumah
(KPR)/Bantuan Pemilikan Rumah Pegawai (BPRP) dan yang mendukung laporan keuangan.
f) Membuat laporan kuangan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. g) Melaksanakan penyajian data yang terkait dengan penyusunan dan
5. Bagian SDM dan Administrasi
Bagian sumber daya menusia (SDM) dan administrasi bertanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan kepegawaian, kesekretarisan, perbekalan dan keamanan. Untuk melaksanakan tugas-tugas pokok, bagian SDM dan administrasi mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut :
a. Merencanakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
b. Melakukan kajian dan pengembangan organisasi dalam rangka usulan perubahan struktur organisasi.
c. Melakukan tata usaha penggajian dan pengupahan.
d. Melaksanakan penyimpanan dan pengendalian persediaan material pengoperasian dan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik. e. Melaksanakan kegiatan kesekretariatan dan rumah tangga.
1) Sub Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)
Sub bagian sumber daya manusia (SDM) bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perencanaan pengurusan sumber daya manusia (SDM). Sub bagian SDM mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
a) Merencanakan kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan rencana kebutuhan pendidikan kilat (Diklat) bagi pegawai.
b) Mengelola kegiatan adminstrasi SDM pemeliharaan database pegawai dan pelaksanaan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (SMUK) pegawai. c) Memproses administrasi mutasi pegawai.
d) Melaksanakan kegiatan tata usaha penggajian dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).
2) Sub Bagian Sekretariat
Sub bagian kesekretariatan bertanggung jawab untuk melaksanakan tata usaha kesekretariatan dan pengurusan rumah tangga serta keamanan lingkungan kerja. Tugas-tugas sub bagian kesekretariatan antara lain sebagai berikut :
a) Menyusun rencana kebutuhan fasilitas dan sarana kantor serta sejumlah jabatan.
b) Melaksanakan kegiatan tata usaha dan kesekretariatan dan kearsipan, serta kegiatan administrasi dan pengurusan surat menyurat tanah dan surat berharga milik perseroan.
c) Melaksanakan kegiatan rumah tangga satuan organisasi terkait dan kegiatan pengamanan lingkungan kerja.
d) Melaksanakan kegiatan protokoler dan kehumasan.
e) Mengelola kegiatan pemeliharaan gedung, fasilitas, serta kendaraan. f) Mengendalikan pemakaian telepon, listrik, air, dan ATK.
3) Sub Bagian Perbekalan
Sub bagian perbekalan bertanggung jawab untuk melaksanakn kegiatan bidang perbekalan meliputi rencana persediaan, pengadaan, dan
penyimpanan barang/material, alat tulis kantor (ATK), dan administrasi perbekalan.
Tugas-tugas sub bagian perbekalan antara lain sebagai berikut :
a) Melaksanakan tata usaha perbekalan, baik untuk material konstruksi, operasi, dan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik, maupun alat tulis kantor.
b) Melaksanakan kegiatan penyimpanan barang dan pengamanannya,serta pelayanan penerimaan dan pengambilan barang.
c) Melaksanakan pengadministrasian persedian barang dan material, serta kegiatan tata usaha pergudangan sesuai dengan ketentuan.
B. Analisis Hasil Penelitian
1. Aktiva Tetap PT. PLN (Persero) Cabang Medan
PT. PLN (Persero) Cabang Medan memiliki berbagai jenis aktiva tetap. Dalam pelaporan aktiva tetap tersebut, PT. PLN (Persero) Cabang Medan menyajikan berdasarkan atas fungsi dan jenis. Penyajian berdasarkan fungsi mengacu pada masing-masing fungsi yang terdapat di PT. PLN (Persero) Cabang Medan, yaitu fungsi Pembangkitan, Transmisi, Distribusi, dan Tata Usaha Langganan (TUL) lainnya.
a. Fungsi Pembangkitan, terdiri dari : 1) PLTA
2) PLTU 3) PLTD
4) PLTG 5) PLTP 6) PLTGU
b. Fungsi Transmisi, terdiri dari : 1) Transmisi
2) Tele Informasi Data
c. Fungsi Distribusi, terdiri dari : 1) Distribusi
2) Unit P. Distribusi
d. Fungsi Tata Usaha Langganan Lainnya, terdiri dari : 1) Tata Usaha
2) Gudang dan Persediaan Bahan 3) Bengkel
4) Laboratorium 5) Jasa-jasa Teknik
6) Wisma dan Rumah Dinas 7) Telekomunikasi
8) Rupa-rupa Jasa Umum 9) Pendidikan dan Latihan
Penyajian berdasarkan jenis mengacu pada jenis-jenis aktiva tetap yang digunakan oleh PT. PLN (Persero) Cabang Medan. Aktiva-aktiva tetap ini digolongkan menjadi:
2) Bangunan Saluran Air dan Perlengkapannya 3) Jalan Sepur Samping
4) Instalasi dan Mesin 5) Reaktor Nuklir
6) Perlengkapan Penyaluran Tenaga Listrik 7) Gardu Induk
8) Saluran Udara Tegangan Tinggi 9) Kebel di bawah Tanah
10)Jaringan Distribusi 11)Gardu Distribusi
12)Perlengkapan Lain Distribusi 13)Perlengkapan Pengolahan Data 14)Perlengkapan Transmisi Data 15)Perlengkapan Telekomunikasi 16)Perlengkapan Umum
17)Kendaraan Bermotor dan Alat yang Mobil 18)Material Cadangan
19)Tanah dan Hak atas Tanah
2. Penilaian Kembali (Revaluasi) Aktiva Tetap PT. PLN (Persero)
PT. PLN (Persero) telah melakukan Revaluasi atas Aktiva Tetap sebanyak 2 kali, yaitu pada era 1980-an dan pada tahun 2002. Revaluasi Aktiva Tetap pada tahun 2002 berdasarkan pada Surat Direksi PT. PLN (Persero) Nomor: 04310/
530/ DIRUT/ 2002 tanggal 26 Juli 2002 tentang Permohonan Ijin Revaluasi Aktiva Tetap ke Dewan Komisaris PT. PLN (Persero) dan Surat Persetujuan Prinsip Penilaian Kembali Aktiva Tetap dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-819/M-MBU/2002 tanggal 23 Desember 2002.
Revaluasi dilakukan karena nilai aktiva tetap yang ada sudah tidak lagi menggambarkan nilai riil/ pasar sehingga membawa pengaruh terhadap penyajian Laporan Keuangan. Revaluasi atas Aktiva Tetap PT. PLN (Persero) dilaksanakan oleh konsultan jasa penilai independen PT. Sucofindo Appraisal Utama.
Revaluasi aktiva tetap menetapkan nilai pasar (wajar) dari nilai buku dan sisa manfaat aktiva tetap PT. PLN (Persero) pada posisi tanggal 01 Januari 2002 dengan menggunakan data base aktiva tetap posisi tanggal 31 Desember 2001.
Dalam penilaian dan pelaporan Revaluasi aktiva tetap digunakan sebuah aplikasi sistem informasi, yang disebut SIM-AT atau Sistem Informasi Manajemen Aktiva Tetap. Dalam aplikasi tersebut telah disajikan suatu bentuk penilaian atas aktiva tetap, yaitu besarnya faktor penyesuaian terhadap nilai pasar (wajar) atas aktiva tetap dan masa (umur) manfaat aktiva tetap yang nilainya telah ditentukan oleh konsultan jasa penilaian independen yang ditunjuk.
Pengguna (user) SIM-AT hanya memberikan data masukan (input) yang kemudian akan dikelola menjadi informasi (output) berupa jurnal. Data masukan ( input ) yang dibutuhkan oleh pengguna (user) dalam aplikasi SIM-AT terdiri dari :
a. Pengguna Aktiva Tetap b. Lokasi Aktiva Tetap c. Jenis/ nama Aktiva Tetap
d. Harga Perolehan Aktiva Tetap
a. Hasil Penilaian Kembali (Revaluasi) Aktiva Tetap PT. PLN (Persero) Cabang Medan
Penilaian kembali (Revaluasi) terhadap Aktiva Tetap PT. PLN (Persero) yang dilaksanakan oleh Konsultan Jasa Penilai pada tahun2002 menunjukan adanya peningkatan nilai Aktiva Tetap (appraisal) dari nilai bukunya. Nilai Aktiva Tetap hasil Penilaian kembali (Revaluasi) adalah nilai yang sesuai dengan nilai wajar/ pasar saat dilakukannya Penilaian kembali (revaluasi) tersebut, yaitu per 1 Januari 2002.
Dalam penelitian ini, peneliti membatasi masalah penelitian yaitu penilaian kembali (revaluasi) yang bersifat parsial atau sebagian atas aktiva tetap yang dimiliki PT. PLN (Persero) Cabang Medan. Adapun aktiva tetap yang dimaksud adalah aktiva tetap gedung batu, atau lazim disebut bangunan.
Untuk mendukung kegiatan operasionalnya, PT. PLN (Persero) Cabang Medan memiliki beberapa bangunan yang terdiri dari bangunan permanen dan bangunan tidak permanen. Bangunan permanen adalah gedung-gedung yang digunakan oleh berbagai fungsi pendukung PT. PLN (Persero) Cabang Medan. Sedangkan yang dimaksud bangunan tidak permanen adalah bangunan-bangunan yang bersifat sementara dan terbuat dari bahan-bahan yang tidak tahan lama, dalam hal ini bangunan kayu.
Berikut adalah Daftar Rincian Nilai Aktiva Tetap Bangunan Per Fungsi per Desember 2001, atau nilai Aktiva Tetap sebelum Penilaian kembali (Revaluasi), sebagai berikut :
Tabel 4.1
Daftar Rincian Nilai Aktiva Tetap Bangunan Per Fungsi Per Desember 2001
(dalam Rupiah)
Fungsi Nilai
Bangunan
Akumulasi
Penyusutan Nilai Buku Sistem Distribusi 852.523.965 250.761.221 601.762.744 Tata Usaha Langganan (TUL) 243.755.264 89.050.173 154.705.091 Fungsi Pendukung Tata Usaha 4.506.526.983 911.126.876 3.595.400.106 Fungsi Pendukung Gudang dan
Persediaan Bahan 311.197.353 78.680.070 232.517.283 Total Nilai Aktiva Tetap Bangunan 5.914.003.565 1.329.618.341 4.584.385.224
Daftar diatas menunjukan bahwa sebelum perusahaan melakukan Penilaian kembali (Revaluasi) terhadap Aktiva Tetap, dalam hal ini bangunan, nilai bangunan dilaporkan sebesar Rp. 5.914.003.565,- dan akumulasi penyusutan bangunan sebesar Rp. 1.329.618.341,-. Dengan demikian Aktiva Tetap bangunan memiliki nilai buku dilaporkan sebesar Rp. 4.584.385.224,-.
Pada tahun 2002 Perusahaan melakukan Penilaian kembali (Revaluasi) terhadap Aktiva Tetap, termasuk terhadap Bangunan. Berdasarkan Penilaian kembali (revaluasi) yang dilaksanakan oleh Konsultan Jasa Penilai yang ditunjuk diperoleh nilai baru, yaitu nilai pasar/ wajar Bangunan. Berikut hasil Penilaian