• Tidak ada hasil yang ditemukan

JADWAL PELAKSANAAN DAN PEMBIAYAAN

Dalam dokumen Study LARAP.pdf (Halaman 30-35)

7.1 JADWAL PELAKSANAAN

Dalam Pedoman Pelaksanaan Penanganan Dampak Lingkungan dan Sosial (IESS) disebutkan bahwa pelaksanaan pekerjaan konstruksi akan dimulai setelah pelaksanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali selesai dilaksanakan. Jadwal pelaksanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali yakni :

1. Fungsionalisasi Panitia Pengadaan Tanah (PPT)

Karena Panitia Pengadaan Tanah (PPT) telah terbentuk maka langkah pertama dalam kegiatan proyek adalah memfungsikan Panitia Pengadaan Tanah (PPT) untuk kepentingan proyek yakni peningkatan jalan Biha – Krui.. Serta melakukan penyusunan rencana kerja pelaksanaan pengadaan tanah di semua desa yang terkena proyek jalan Biha – Krui serta melakukan kegiatan yang telah direncanakan tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan pada bulan Mei 2011.

2. Sosialisasi

Tujuan utama dari sosialisasi adalah memberi informasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat terkena dampak dan institusi / stakeholder terkait lainnya tentang rencana proyek, mengetahui persepsi mereka dan untuk mendapatkan masukan dari WTP.

Metode yang digunakan selama sosialisasi / konsultasi masyarakat antara lain adalah : pertemuan public, wawancara perorangan atau kelompok dan observasi lapangan.

Sosialisasi kepada warga yang akan terkena proyek sudah mulai dilaksanakan sejak dilakukannya penentuan batas Rumija dan survey social ekonomi oleh penyusun dokumen LARAP.

Kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan lebih intensif dan terus menerus oleh PPT dan diharapkan melalui konsultasi dan sosialisasi yang intensif ini akan memperlancar proses sosialisasi. Proses sosialisasi akan dilakukan mulai antara bulan Juni – Juli 2011 dimana kegiatan tersebut akan terdokumentasi dalam bentuk berita acara.

Instansi yang bertanggung jawab adalh pihak Proyek dan Panitia Pengadaan tanah.

Khusus untuk Kelurahan Pasar Krui akan di lakukan sosialisasi khusus mengingat tingkat kepadatan yang tinggi dilokasi ini serta mempunyai dampak yang besar terhadap kegiatan pembebasan karena harga lahan yang relative sangat bervariasi serta merupakan daerah pertokoan.

3. Identifikasi tanah, bangunan, tanaman dan asset lain

Panitia Pengadaan Tanah akan melakukan pengukuran batas batas yang

nantinya akan dibebaskan untuk proyek. Semua yang berkaitan dengan tanah, bangunan, tanaman dan utilitas lain yang akan terkena proyek di identifikasi berdasarkan detail desain jalan.

Pengukuran dan identifikasi asset terkena pembebasan dilakukan bersama sama dengan masyarakat / institusi yang terkena dampak dan di saksikan aparat pemerintah desa / kecamatan.

Pengukuran dan identifikasi kembali akan dilaksanakan oleh PPT pada bulan Juni – Juli 2011.

4. Musyawarah

Musyawarah atau negosiasi dilaksanakan setelah diperolehnya hasil pengukuran

dan pematokan kepada warga yang lahannya akan terkena pelebaran jalan. Pada tahap ini juga akan di informasikan rencana pembangunan secara lengkap dan jelas termasuk jadwal pelaksanaannya. Demikian juga bila ada WTP sebagai pemilik bangunan kios atau asset lain yang akan dipindahkan atau dimundurkan juga akan di informasikan tentang rencana pemindahannya / pemunduran.

Bertepatan dengan saat ini juga dilakukan musyawarah untuk menentukan bentuk dan nilai kompensasi serta mekanisme pelaksanaannya dalam bentuk kesepakatan kesepakatan yang akan di tuangkan dalam bentuk berita acara musyawarah / negosiasi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2011.

5. Pembayaran Kompensasi

Setelah ada kesepakatan mengenai besaran dan waktu pemberian kompensasi

maka Pemerintah Kabupaten melalui PPT akan melaksanakan pemberian kompensasi baik itu tanah, bangunan atau asset lainnya baik itu berupa bentuk asset perorangan ataupun institusi.

Pelaksanaan pemberian kompensasi akan berlangsung pada bulan September – Oktober 2011 dan penanggung jawab kegiatan ini adalah PPT Kabupaten.

6. Pengamanan Lahan yang telah di bebaskan

Setelah pelaksanaan pembongkaran dan pengosongan lahan Rumija, perlu

dilakukan pengamanan terhadap lahan tersebut untuk menghindari terjadinya pemanfaatan kembali lahan Rumija oleh pihak pihak yang tidak berkepentingan. Hal ini dilakukan melalui pemasangan papan larangan pemanfatan lahan pada titik titik yang strategis. Kegiatan ini dilakukan pada Oktober – November 2011.

7. Sertifikasi Lahan

Untuk lahan yang terkena pembebasan yang sudah ber sertifikat, ketika setelah

pemberian kompensasi maka hak kepemilikan warga atas asset yang dimiliki, khususnya tanah telah berkurang / hilang. Maka perlu dilakukan penyesuaian luas atas lahan warga tersebut pada sertifikat begitu juga untuk surat Bukti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kegiatan ini akan dilakukan pada Tahun 2012 dan penanggung jawab pelaksanaan adalah PPT, Proyek, Kantor Pelayanan Pajak PBB serta badan Pertanahan nasional Kabupaten Lampung Barat.

8. Pembongkaran asset yang terkena proyek

Setelah dilakukan pembayaran kompensasi pada warga yang terkena proyek

maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pembongkaran atas asset warga yang lahannya telah di beri kompensasi, baik itu asset yang bersifat permanen maupun tidak permanen. Pelaksanaan kegiatannya akan berlangsung antara Oktober – November 2011

9. Penyampaian Keluhan dan Komplain

Setiap warga yang terkena dampak dari kegiatan pembebasan atas tanah

mempunyai hak untuk bersuara bila terjadi ketidakpuasan.

Penyampaian keluhan tersebut dapat dilakukan baik itu verbal maupun secara tertulis.

Keluhan warga tersebut yakni semua aspek pengadaan tanah dan pemukiman kembali baik itu keabsahannya, besarnya kompensasi dan kemudahan dalam memperoleh / penerimaan kompensasi. Keluhan dan complain ini dapat disampaikan maksimal 15 hari setelah penerimaan kompensasi

10. Pemantauan dan Evaluasi

Tim pemantau internal akan dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Lampung

Barat bersamaan ketika pembentukan PPT sehingga proses pengadaan tanah dapat dipantau sejak proses sosialisasi.

Salah satu tugas dari Tim ini adalah untuk menampung keluhan dan complain dari WTP dan bersama sama dengan PPT dan Proyek mencari jalan keluar terbaik serta mengevaluasi proses pengadaan lahan secara keseluruhan dari sosialisasi sampai dengan pembayaran kompensasi. Masa penugasan Tim Pemantauan Internal adalah Mei- November 2011.

Ringkasan dari jadwal pelaksanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

Tabel 7-1

Jadwal Rencana Pelaksanaan Pengadaan Tanah dan Pemukiman Kembali

No Aktivitas Jadwal

1. Persiapan penyusunan Dokumen LARAP, yaitu survey awal, survey social ekonomi, pembuatan rencana penanganan, diskusi dengan subdit Lingkungan/PMU, diskusi dengan Pemkab Lampung Barat sampai dengan rapat Pleno.

Nov 2010 – Mei 2011

2 Fungsionalisasi Panitia Pengadaan Tanah (PPT)

Mei 2011 3 Sosialisasi Pengadaan Tanah dengan calon

WTP

Jun- Jul 2011 4 Pengukutan dan pematokan bersama

dengan calon WTP

Jun – Jul 2011 5 Musyawarah Perhitungan Nilai Kompensasi Jul – Agustus 2011 6 Pemberian Kompensasi Pengadaan Tanah Sep – Oktober 2011 7 Pengurusan Sertifikasi WTP Tahun 2012

8 Pembongkaran Aset yang terkena Proyek Okt – Nov 2011 9 Pemasangan Papan Nama Okt – Nov 2011 10 Pelaporan Okt – Nov 2011 11 Monitoring dan Pelaporan pelaksanaan

Program

Mei – Nov 2011

7.2 KEBIJAKSANAAN PENDANAAN

Kebutuhan dana untuk keperluan pelaksanaan kegiatan pengadaan tanah untuk rencana kegiatan Peningkatan jalan Biha – Krui, kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung diharapkan / diupayakan bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Barat. Termasuk didalamnya biaya Pengadaan Tanah. Biaya ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 58/PMK.02/2008 tentang biaya Panitia Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum, yang besarnya 4% dari total biaya pengadaan tanah. Biaya untuk Tim Monitoring Internal juga berasal dari APBD Kabupaten lampung Barat.

Rencana Kerja Panitia Pengadaan Tanah, Pemukiman Kembali dan Pemberdayaan, secara rinci (program, kegiatan, perkiraan dana yang diperlukan, sumber pendanaan, pelaksanaan dan penanggung jawab) telah di uraikan dalam

Tabel 7-2. (Lampiran) Rencana kerja tersebut akan dipakai sebagai acuan kerja

Panitia Pembebasan Tanah dalam penanganan pengadaan tanah ini, tapi pada akhirnya kesepakatan harga kompensasi yang akan dipakai adalah berdasarkan kesepakatan / musyawarah dan mufakat dengan WTP

LAMPIRAN    Gambar 2. BAGAN ALIR MEKANISME PENYAMPAIAN KELUHAN DAN KOMPLAIN  Mekanisme Penanganan Persetujuan dan Penolakan  Kompensasi    Mekanisme Penanganan  Kelurahan terhadap pelaksanaan  LARAP  Proses (mengacu pada perpres 36/2005 & 65/2006)    Proses                                                          PMU‐ WINRIP  WTP  ‐ Team Pembebasan Tanah  ‐ Bappeda  ‐ Pimpinan Proyek ‐ Bappeda  ‐ Pimpinan Proyek  ‐ Tim Monitoring  Diskusi  Investigasi oleh Bappeda  dan Pimpro  Dalam 12 hari  Kerja  Diskusi dengan WTP  Persetujuan  dengan  WTP  Publikasi Penganganan  Masalah  Pelaksanaan  Bupati/Walikota  Gubernur  Menteri dalam  Negeri  Pembayaran  Kompensasi  Pencabutan Hak atas  Lahan oleh Presiden  Tidak Setuju  Tidak Setuju Tidak Setuju  Tidak Setuju  Setuju  M O N I T O R I N G 

LAMPIRAN 

Dalam dokumen Study LARAP.pdf (Halaman 30-35)

Dokumen terkait